4) Sudahkah Kau Berada dalam Bahtera Kristus?

A

Aku punya pertanyaan untuk kita semua jawab saat ini:
Sudahkah kau berada di dalam Bahtera Kristus?

Kebanyakan dari kita mungkin akan menjawab seperti ini:
Tentu saja, sebab aku sudah MENERIMA Kristus.

Hmm… Pernyataan itu merupakan pernyataan yang halus namun banyak di antara kita yang tidak menyadari bahaya tersembunyi yang terkandung di dalamnya. Biar kutegaskan maksudku dengan mengajukan satu pertanyaan lanjutan kepada kita semua:

Okelah kau sudah menerima Kristus. Lalu, menerima Dia sebagai apa?
Apakah kau menerima Dia sebagaimana keinginanmu?
Apakah kau menerima Dia sebagaimana kata orang kepadamu?
Apakah kau menerima Dia sebagaimana pikiran-pikiranmu sendiri?
Kau menerima Dia sebagai apa?”

Di dalam kehidupan orang Kristen yang sejati, mengatakan “Aku sudah menerima Kristus” saja tidak cukup. Pernyataan itu sama sekali belum mencerminkan apa arti Kristus di dalam kehidupannya. Ia mungkin mengaku telah menerima Kristus di dalam hatinya namun bisa saja ia menerima Kristus sebagai tamu tak diundang, sebagai orang asing yang tidak berhak mengubah hidupnya, atau yang lebih buruk dari itu, sebagai Kristus yang berbeda dari Kristus yang ada di Alkitab.

Ketika seseorang diselamatkan dan mengalami mujizat lahir baru, ia menjadi hidup kembali. Maksudku adalah ia menjadi benar-benar hidup. Mata rohaninya yang sebelumnya tertutup kini telah terbuka sehingga ia memandang Kristus dengan pandangan yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, ia mengakui Kristus sebagai Tuhan hanya dengan pengetahuan intelektualnya, tidak lebih. Namun, setelah ia terlahir kembali, ia menyadari keindahan Kristus dan Kristus menjadi harta yang paling berharga di dalam hidupnya. Ia memiliki hubungan dan rasa cinta yang baru terhadap Kristus. Di dalam hatinya, ia akan berkata, “Ternyata seindah inilah rasanya memiliki Tuhan dan dimiliki oleh Tuhan.” Ia tidak hanya akan mengatakan, “Aku sudah menerima Kristus.” Ia akan berkata, “Aku sudah menerima Kristus sebagaimana Dia menyatakan diri-Nya di dalam firman Allah.”

Lalu, bagaimanakah firman Allah memberikan kesaksian tentang Kristus?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kristus adalah Roti Hidup (Yohanes 6:51). Ia mengisi hati umat-Nya. Ia mengenyangkan jiwa domba-domba-Nya. Ia memuaskan anak-anak-Nya sehingga mereka tidak lagi bergantung pada dunia untuk menemukan arti sukacita.

Sudahkah kau memandang Tuhan kita sebagai Roti di dalam hidupmu dan sudahkah Ia menjadi makananmu setiap hari? Sudahkah Kristus memuaskan rasa lapar bagi jiwamu sehingga kau tidak lagi merasa perlu menerima makanan kotor yang dunia sediakan? Ataukah kau merasa dirimu sudah menerima-Nya namun ternyata kau masih mengais-ngais mencari makanan untuk hatimu di dalam setiap hal dan hiburan yang dunia tawarkan padamu? Masihkah kau berlibur kesana kemari, membeli ini dan itu, berganti-ganti hobi, menonton film ini dan itu untuk mengisi ruang di dalam hatimu?

Rajawali

Kristus adalah Terang Dunia (Yohanes 8:21). Ia menerangi hidup orang-orang yang mengasihi-Nya. Ia menuntun jalan setiap orang yang percaya pada-Nya. Hukum-Nya terukir di dalam hati mereka. Pengetahuan, hikmat, dan kebijaksanaan Ia berikan kepada mereka yang takut akan Dia.

Sudahkah Kristus menjadi terang di dalam hidupmu? Sudahkah firman-Nya menjadi pelita bagi kakimu? Sudahkah hukum-Nya menjadi kecintaan bagi jiwamu? Ataukah kau meyakini dirimu sudah menerima Dia namun ternyata kau masih berada di dalam kegelapan dan kau masih malas membaca, mendengarkan, dan merenungkan setiap firman-Nya? Masihkah kau menjadikan hikmat-hikmat dunia sebagai terang di dalam hidupmu?

10365603_10153417611779240_1710477875665808147_o

Kristus adalah Bahtera Keselamatan yang sejati. Ia menyelamatkan umat-Nya dari murka Allah. Ia menyelamatkan mereka dari kuasa perbudakan dosa. Ia menyelamatkan mereka dari cara hidup yang jahat. Ia menjaga hati mempelai-Nya dari kuasa iblis. Ia berjaga di gerbang hati mereka layaknya seorang prajurit. Ia adalah pintu yang tertutup untuk keselamatan domba-domba-Nya, tidak akan Ia biarkan satupun dari mereka keluar dari-Nya dan terhilang kembali.

Sudahkah kau menerima undangan-Nya untuk masuk ke dalam Dia, berlindung, dan bersekutu dengan-Nya? Sudahkah keyakinan itu ditandai dengan hidup yang penuh dengan doa dan penyerahan hidup total di hadapan Allah? Sudahkah kau mengakui ketidakberdayaanmu dan Ia menjadi satu-satunya sumber pertolongan dan keamanan bagimu? Ataukah kau masih merasa bahwa kau adalah bahtera itu sehingga kau selalu berlindung di balik kuasa, kepintaran, nama baik, dan sumber daya yang kau miliki sementara Tuhan tidak pernah benar-benar menjadi tempat pertolongan bagimu? Ingatlah, firman Tuhan berkata bahwa mereka yang mengandalkan kekuatannya sendiri adalah orang-orang yang terkutuk (Yeremia 17:5).

10246750_10151998904101286_613080069766543609_n

Kristus adalah Nuh yang sempurna. Ia bukan semata-mata Bahtera Keselamatan, Ia jugalah yang membangun dan mengerjakan keselamatan itu sebagai “Nuh yang Sempurna”. Ketika di atas salib Ia mengatakan “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30), Ia sedang menyatakan kepada seluruh umat manusia bahwa bahtera keselamatan itu sudah selesai Ia bangun. Tidak ada seorangpun dapat menambah-nambahkan syarat, tanda-tanda, atau pekerjaan lain untuk menyempurnakan keselamatan yang telah Ia sediakan itu. Kini, apa yang perlu kau dan aku lakukan adalah percaya pada-Nya dan pada apa yang telah Ia kerjakan. Marilah kita meninggalkan tempat di mana kita berada, menerima undangan-Nya, masuk ke dalam Dia, dan berserah penuh pada-Nya untuk pengampunan dosa dan keselamatan kita.

Sudahkah Ia menjadi Nuh yang sejati di dalam hidupmu? Sudahkah Ia menjadi Juruselamat di dalam hatimu? Ataukah kau masih merasa bahwa kaulah Nuh di dalam hidupmu sehingga kau menempatkan diri sebagai juruselamat untuk dirimu sendiri? Apakah kau masih berusaha sekeras dan sesempurna mungkin untuk berbuat baik dan melayani Tuhan sebab kau merasa bahwa dengan demikian Ia akan lebih mengasihimu, menerimamu, dan mungkin akan memandangmu cukup layak untuk Ia selamatkan?

Ingatlah satu hal, yakni keselamatan bukanlah tentang siapa dirimu saat ini, siapa dirimu kelak, apa yang kau rasakan, apa yang kau pikirkan, atau apa yang AKAN kau kerjakan untuk-Nya melainkan tentang siapa Kristus serta apa yang TELAH dan SEDANG Ia kerjakan untukmu.

10548067_10152823455892866_3114912986789948647_o

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Saudara-saudariku yang terkasih, ketahuilah:

Christ is infinitely enough…

Kau tidak perlu lagi menaruh beban berat di pundakmu dan berusaha keras melakukan ini itu untuk membuat hati Allah tergerak dan menyelamatkanmu. Kuberi tahu kau satu hal: Kau tidak akan pernah bisa melakukan apapun yang menjadikanmu cukup baik atau cukup layak untuk diselamatkan. Kau bukan juruselamat. Kau tidak akan pernah bisa menjadi juruselamat bagi dirimu sendiri. Hanya Kristus yang bisa melakukan semua itu sebab hanya Dia yang tidak berdosa dan hanya Dia yang berkenan di mata Allah Bapa. Oleh sebab itu, apa yang harus kau dan aku lakukan bukanlah berusaha mengejar perkenanan hati Tuhan dengan cara-cara kita sendiri, melainkan memohon pengampunan dosa dan belas kasihan dari Allah, percaya dan berlari kepada Kristus, dan berlindung di bawah kepak sayap-Nya.

Dia sudah melakukan apa yang perlu untuk keselamatanku dan keselamatanmu. Dia cukup untuk keselamatanku dan keselamatanmu. Karya-Nya sempurna, tak seorangpun perlu “membantu” Dia untuk menyelamatkan siapapun. Terimalah undangan agung-Nya dan datanglah kepada-Nya. Percayalah pada-Nya dan bertobatlah. Mari kita mempercayakan seluruh hidup kita di dalam tangan-Nya. Biarlah kita ada di dalam Dia dan Dia ada di dalam kita. Itulah satu-satunya cara untuk dibenarkan di hadapan Allah dan diperdamaikan dengan-Nya. Tetapi tidak hanya sampai di situ, keselamatan dalam Kristus tidak hanya sampai pada titik di mana Allah diperdamaikan dengan umat-Nya tetapi lebih jauh dari itu, keselamatan di dalam Kristus menjadikan umat tebusan-Nya menjadi anak-anak-Nya sendiri (Yohanes 1:12).

IMG_570202785931964

Christ is absolutely better…

Kristus tidak hanya menyelamatkan kita dari penghukuman Allah, Kristus juga menyelamatkan kita dari jeratan dan kuasa dosa yang selama ini menjadi belenggu berkedok kenikmatan di dalam hidup kita. Ia bukan saja cukup untuk keselamatan kita, Ia juga cukup untuk memuaskan dahaga jiwa kita selamanya. Dia cukup untuk mengisi semua ruang di dalam relung hati kita. Dia jauh lebih baik dibanding semua hal yang selama ini kita pikir membuat kita bahagia.

Percayakah kau akan hal itu? Percayakah kau pada-Nya? Percayakah kau bahwa Ia cukup dan Ia jauh lebih baik dari apapun yang ada di dunia ini? Dan maukah engkau mengorbankan semua kesenangan yang semu dan fana yang ada padamu saat ini untuk menerima sukacita sorgawi yang kekal yang hanya ada di dalam Dia?

37104_777900745607921_4859655576686665285_n

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

10173818_10152910519439558_4801942110173492740_n

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan,

Kristus, Dialah Tuhan kita, Dialah Bahtera Keselamatan yang sejati milik kita
Pandanglah Dia
Percayalah dan datanglah kepada-Nya
Berikanlah hatimu hanya untuk-Nya

Dan mintalah Dia untuk memberikanmu hidup
Supaya engkau beroleh hidup
Hingga suatu saat nanti, ketika seseorang bertanya padamu
“Sudahkah kau menerima Kristus? Kau menerima Dia sebagai apa?”

Kau akan menjawab:

“Ya… aku sudah menerima Kristus.
Aku menerima Dia sebagai Roti, jiwaku kenyang hanya karena-Nya.
Aku menerima Dia sebagai Air Hidup, hatiku senantiasa segar oleh-Nya
Aku menerima Dia sebagai Harta, hatiku berada di dalam-Nya.
Aku menerima Dia sebagai Terang, aku menilai dunia berdasarkan firman-Nya.
Aku menerima Dia sebagai Jalan, yang sekalipun sempit, aku berjalan di atas-Nya.

1-8_jesus-is-the-ark
Aku menerima Dia sebagai Bahteraku, aku berlindung di dalam-Nya.

Aku menerima Dia sebagai Tabib, hatiku yang remuk dan terluka dibalut oleh-Nya.
Aku menerima Dia sebagai Gembalaku yang baik, aku ikut tuntunan suara-Nya.
Aku menerima Dia sebagai Rajaku yang kekal, di hatiku telah terukir hukum-Nya.
Aku menerima Dia sebagai Tuhanku, aku mencintai-Nya lebih dari hidupku sendiri.

Aku milik-Nya dan Ia milikku.”

10354821_10152485940273423_509666931778142636_n

*Kisah berikutnya: Abraham

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s