4. Berbahagia atau Tidak Sama Sekali

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman,
begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar,
tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
(Mazmur 1:3-5)

Whitefield

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Martyn Lloyd-Jones

Alkitab tidak pernah menyediakan zona netral atau abu-abu kepada manusia. Firman Allah hanya memberikan dua pilihan kepada setiap dari kita.

Apakah kau orang benar atau orang fasik?

Apakah kau anak Allah atau anak iblis?

Apakah kau sudah lahir baru atau masih mati di dalam dosa-dosamu?

Apakah kau seperti pohon yang tumbuh subur dan kokoh karena ditanam di tepi aliran air
atau seperti sekam yang mati dan ditiup angin kesana kemari?

Apakah kau berjalan di dalam dan menuju keselamatan
atau sadar atau tak sadar, kau sedang berjalan menuju kebinasaan?

Apakah kau berbahagia atau tidak berbahagia sama sekali?

Itu adalah pertanyaan paling penting dan mendasar di dalam hidup setiap orang, termasuk kau dan aku. Kita tidak bisa terus menghindar dari pertanyaan tersebut, kita harus menjawabnya. Namun, perlu kita ketahui bahwa untuk pertanyaan sepenting itu, kita tidak sepatutnya bergantung pada jawaban yang diberikan oleh perasaan hati kita. Mengapa? Sebab firman Tuhan pernah berkata:

Betapa Liciknya HatiHati kita sangat mungkin menipu diri kita sendiri. Dalam banyak kesempatan, kita tidak bisa membedakan siapa yang sedang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, apakah Allah melalui Roh Kudus, apakah kita sendiri, ataukah iblis. Oleh sebab itu, kita tidak semestinya menyerahkan semua kesempatan pada hati kita yang licik dan sangat mudah dikelabui oleh si jahat ini untuk menjelaskan kepada kita tentang kondisi spiritual kita. Apa yang baik dan benar untuk dilakukan oleh setiap orang percaya adalah kembali kepada Alkitab dan mengizinkan Firman Allah, yang adalah kebenaran, yang menjelaskan pada kita realita dan kondisi spiritual kita yang sebenarnya.

IMG_2378307802250

Lalu, apa kata Alkitab mengenai diri setiap manusia? Firman Allah, melalui Rasul Paulus menjelaskannya kepada kita:

Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
Tidak ada seorangpun yang berakal budi,
tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna,
tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.”
(Roma 3:10-12)

Kau tahu apa artinya? Artinya adalah semua orang, tanpa terkecuali, pada dasarnya adalah orang yang tidak berbahagia, fasik, anak iblis, mati di dalam dosa-dosanya, mirip seperti sekam yang ditiup angin, dan sedang berjalan menuju kebinasaan. Itulah firman Allah tentang semua manusia. Itulah kebenaran yang sejati, yang sama sekali bertentangan dengan filsafat dunia dan penuturan para pengajar “Injil” Kemakmuran, seperti Joel Osteen, yang mengatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah orang-orang yang baik. (*Joel Osteen pernah menyebut bahwa 99.9% manusia itu pada dasarnya baik. Silakan Anda memastikannya di berbagai sumber jika Anda tidak percaya. Namun, melalui ini saya sarankan dengan penuh kasih kepada Anda untuk tidak lagi menerima pengajaran dari beliau.)

Tidak. Manusia, setelah kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa, adalah makhluk yang secara natur bersifat jahat. Jika kau tidak percaya, ujilah dirimu sendiri! Apa yang ada di dalam pikiranmu? Apakah yang ada di dalam benakmu adalah hal-hal yang kudus semata? Apabila isi pikiranmu dapat dilihat oleh setiap orang, apakah kau akan tenang-tenang saja ataukah kau akan menjadi begitu malu karena orang-orang akhirnya tahu betapa kotornya hal-hal yang selalu ada di dalam kepalamu? Dan seandainya kau masih belum percaya bahwa manusia itu jahat, cobalah perhatikan pertumbuhan seorang bayi menjadi balita! Apakah kita perlu mengajarkan apa yang tidak baik kepada seorang anak sehingga ia tahu bagaimana melakukan kenakalan? Tentu tidak. Anak itu, cepat atau lambat, akan melakukan kenakalan sekalipun ia tidak pernah diajar untuk menjadi nakal. Kau tahu mengapa bisa begitu? Karena kenakalan atau kejahatan merupakan natur anak itu sebenarnya.
Mahan

Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:
“Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia,
sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari SEJAK KECILNYA,
dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
(Kejadian 8:21)

Itulah kebenaran mengenai setiap manusia. Manusia tidak menyukai kebenaran dan kekudusan. Manusia cinta akan kegelapan. Manusia telah terjerumus dan mati di dalam lumpur dosa tanpa pernah bisa melepaskan diri dari cengkaramannya. Manusia adalah milik kerajaan maut dan apapun yang manusia lakukan tidak akan pernah bisa menebus atau membebaskannya dari kebinasaan kekal. Manusia adalah makhluk yang jahat, keras hati, buta, tuli, lumpuh, dan mati.

Roma 3 23

Sudahkah kau menyadari betapi jahat dan hancurnya dirimu? Sudahkah kau mengizinkan Firman Allah untuk menelusuri kedalaman hatimu dan menyingkapkannya ke hadapanmu dan menegaskan bahwa kau adalah makhluk yang jahat? R.C. Sproul dengan sangat baik mengatakan, “Kita berdosa bukan karena kita melakukan dosa; kita melakukan dosa karena kita adalah orang berdosa.” Hanya Adam dan Hawa yang menjadi berdosa karena melakukan dosa, selebihnya semua manusia melakukan dosa karena mereka, secara natur, adalah orang berdosa yang tidak dapat tidak berbuat dosa. Sudahkah kau memandang dirimu demikian?

Manusia adalah ciptaan yang penuh dosa dan kejahatan. Saking jahatnya manusia, tidak ada jalan keluar lain yang Allah punya selain mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mati menggantikan manusia supaya mereka dapat diselamatkan. Tanpa pengorbanan Anak Allah, tidak mungkin manusia yang jahat dapat dibenarkan di hadapan-Nya. Sebelum kita menyadari hal itu, kita tidak akan pernah benar-benar mengerti betapa kita membutuhkan pengampunan yang tersedia melalui Sang Anak dan betapa kita tidak memiliki pengharapan di luar Dia. Dan apabila kita tidak merasa sangat membutuhkan-Nya, kita tidak akan datang kepada-Nya dengan sikap hati dan iman yang benar. Dan apabila kita tidak memiliki iman yang benar itu, kita tidak akan pernah menerima anugerah yang Sang Anak berikan sebab anugerah pengampunan dosa dan keselamatan itu hanya bisa diterima melalui iman (Roma 3:28) yang ditandai dengan kerendahan hati di hadapan Allah ibarat seorang pengemis kelaparan yang meminta roti kepada orang-orang yang berlalu lalang. Kerendahan hati itulah yang Tuhan kita maksud ketika Ia berkata:

Berbahagialah orang yang MISKIN di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
(Matius 5:3)

Alistair Begg

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Spurgeon

Sebagai penutup, aku ingin mengajak para pembaca yang terkasih untuk saat ini juga menjawab keenam pertanyaan di atas secara pribadi. Bagiku, adalah suatu sukacita yang luar biasa jika setiap pembaca dapat menjawab dengan iman bahwa mereka adalah orang benar, anak Allah, telah lahir baru, ibarat pohon yang ditanam di tepi aliran air, berjalan di dalam dan menuju keselamatan, serta berbahagia. Saranku untuk mereka yang memiliki jawaban demikian: tetaplah hidup dalam kekudusan dan kebenaran menurut tuntunan Roh Kudus dan arahan Firman Allah untuk berperang melawan dosa sebab keberadaan dosa akan mengeruhkan sukacita dan kedamaian yang telah kita miliki, bahkan bukan tidak mungkin dosa dapat menggoyahkan kepastian keselamatan seseorang sehingga untuk sekian waktu lamanya orang itu meragukan keselamatan yang sebenarnya telah ia terima. Apabila hal itu terjadi padamu, pandanglah salib Kristus dan berdoalah memohon pengampunan, maka kau akan menerimanya sebab Tuhan kita pernah berfirman melalui Rasul-Nya.

Ayat - Pengakuan Dosa

Dan untuk mereka yang memberikan jawaban yang sebaliknya atau mereka yang saat ini berpikir bahwa mereka tidak mungkin diselamatkan, izinkan aku mengingatkan kepadamu apa yang Tuhan Yesus pernah katakan, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Lebih jauh dari itu, Allah berfirman:

“Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,
dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”
Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu;
sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”
(2 Korintus 6:2)

Ya, hari ini juga, jika kau mau percaya dan menyerahkan hidupmu kepada Tuhan Yesus Kristus, maka Ia akan menganugerahkan keselamatan kepadamu dan akan membawamu kepada hidup yang baru. Jika masalahmu selama ini adalah dosa, dan memang itu adalah masalah bagi semua orang, ketahuilah bahwa jalan keluar bagimu bukanlah berusaha untuk berbuat baik. Satu-satunya jalan keluar dan pengharapan bagimu adalah Kristus sebab Ia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21) dan kau adalah umat-Nya apabila kau percaya kepada-Nya.

Ingatlah peristiwa ketika Tuhan kita membasuh kaki para murid. Ketika tiba giliran Tuhan membasuh kaki Simon Petrus, Petrus berkata, “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” (Yohanes 13:8). Itu merupakan tanggapan yang tulus, penuh penghormatan, dan wajar diberikan oleh seorang murid kepada guru yang mau membasuh kakinya. Namun, apa yang Tuhan Yesus katakan menanggapi penolakan Petrus itu? Tuhan berkata:

“Jikalau Aku tidak membasuh engkau,
engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Petrus menggambarkan begitu banyak orang yang ada di dunia ini. Mereka merasa diri mereka begitu berdosa sampai-sampai mereka tidak percaya bahwa Tuhan Yesus MAU mengampuni bahkan menguduskan mereka dari dosa-dosa mereka. Mereka berpikir, “Tidak mungkin Tuhan sebaik itu mau menerima saya.” atau “Mustahil pengampunan Allah bisa diperoleh semudah itu.” atau “Aku harus berbuat baik dulu supaya aku layak diampuni.”

Apa itu yang juga ada di benakmu saat ini? Jika iya, izinkan aku menegaskan kepadamu bahwa Tuhan kita jauh lebih baik dari apa yang bisa kau bayangkan. Ia tidak hanya ingin mengampuni dan menguduskanmu, Ia mati dan menyerahkan hidup-Nya untukmu. Semua yang bisa Ia berikan, telah Ia korbankan untuk siapa saja yang mau percaya pada kasih-Nya yang tak terselami itu. Dan lagi, kau tidak akan pernah mampu membuat dirimu layak untuk diampuni dan diselamatkan melalui usaha dan tekadmu. Justru, berpikir bahwa kau mampu berbuat baik dan membuat dirimu layak untuk diselamatkan merupakan tindakan yang dibenci oleh Tuhan sebab sama saja kau berpikir bahwa kasih dan pengampunan-Nya dapat kau beli dengan kebaikan-kebaikan semu yang kau kerjakan.

Tidak, Allah bukanlah pengemis kebaikan. Ia tidak butuh kebaikan dari siapapun. Kasih-Nya tidak dapat dibeli oleh siapapun. Pengampunan-Nya tidak dapat dibeli dengan apapun. Ia mengasihi dan berbuat baik kepada siapa saja yang Ia kehendaki (Roma 9:18). Dari ayat itu, kau mungkin akan berkata, “Nah, Allah hanya mengasihi siapa yang Ia mau kasihi, pasti Ia tidak mau mengasihi orang jahat seperti aku ini.” Memang benar bahwa Allah bebas mengasihi siapa saja seturut kehendak-Nya tetapi janganlah kita lupa bahwa Ia juga pernah berjanji bahwa siapa saja, ya siapa saja, yang mau datang kepada-Nya, tidak akan Ia buang (Yohanes 6:37).

Ayat - Tidak akan dibuang

Itulah janji agung-Nya yang penuh dengan kasih setia. Dengan janji itu, siapapun, termasuk orang paling berdosa sekalipun, dapat datang kepada-Nya dengan kepercayaan bahwa Ia akan menepati kata-kata-Nya atau dengan kata lain, Ia pasti akan menerima dan mengampuni orang itu seandainya ia mau memberi diri kepada-Nya. Tuhan kita juga pernah berkata:

Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci:
Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
(Yohanes 7:37-38)

Di bagian firman Tuhan yang lain, Allah berfirman melalui nabi-Nya, Yesaya:

Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air,
dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah!

Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah,
juga anggur dan susu tanpa bayaran!

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku;
dengarkanlah, maka kamu akan hidup!
Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu,
menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.
(Yesaya 55:1 & 3)

Lihatkan? Kau tidak perlu menjadi orang yang baik dulu untuk datang kepada-Nya. Kau tidak perlu menjadi orang yang kudus atau sempurna dulu untuk menerima keselamatan dari-Nya. Apa yang perlu kau lakukan adalah “menyadari bahwa kakimu kotor dan kemudian memberikan kakimu untuk dibasuh oleh-Nya”. Apa yang perlu kau lakukan adalah menyelidiki hatimu, menyadari bahwa sebenarnya kau sedang haus, lalu percaya bahwa hanya di dalam Dia kau akan menerima pemuasan dahagamu, dan kemudian datang kepada-Nya untuk menerima air hidup itu. Dengan demikian, kebenaran Kristus akan menjadi kebenaranmu, kekudusan Kristus akan menjadi kekudusanmu, kesempurnaan Kristus akan menjadi kesempurnaanmu, dan hidup Kristus akan menjadi hidupmu.

IMG_68720405925818

Percayalah kepada-Nya!  Percayalah juga bahwa pengorbanan-Nya di atas kayu salib telah CUKUP dan SEMPURNA untuk menyediakan pengampunan bagi dosa-dosamu, maka dari dalam hatimu akan mengalir aliran-aliran air hidup, yakni Roh Kudus, sehingga kau beroleh hati yang baru. Sendengkanlah telingamu, dengarlah Dia, dan datanglah kepada-Nya, maka kau akan hidup. Tidak hanya itu, Ia akan mengikat perjanjian kekal denganmu. Berdasarkan apakah perjanjian itu Ia ikat? Apakah berdasarkan kebaikan atau kesempurnaanmu? Tidak. Perjanjian itu Ia ikat denganmu berdasarkan dan hanya berdasarkan kasih setia-Nya yang teguh (Yesaya 55:3).

Ia akan membimbingmu. Ia akan senantiasa menyertaimu. Ia akan membuatmu bertumbuh subur, kokoh, dan berbuah layaknya pohon yang ditanam di tepi aliran air. J.C. Ryle pernah berkata:

“Orang Kristen sejati merupakan satu-satunya orang yang berbahagia
sebab ia memiliki sumber kebahagiaan yang sepenuhnya tidak bergantung pada dunia ini.
Ia memiliki Sahabat yang tidak akan pernah mati,
ia memiliki harta setelah kematian yang tidak akan pernah direbut darinya.
Kebenarannya adalah tanpa Kristus tidak ada kebahagiaan di dunia ini.”

Maukah kau percaya akan kabar terbaik sejagad raya dan sepanjang masa ini? Jika kau mau percaya dan menyerahkan seluruh hidupmu kepada-Nya, maka kau akan hidup, maksudku benar-benar hidup, dan tahun 2015 yang akan segera kita masuki ini akan menjadi tahun paling berarti di dalam hidupmu sebab kau tidak akan hanya hidup melainkan hidup dengan kelimpahan akan kebahagiaan sorgawi yang belum pernah kau kenal sebelumnya.

Ayat - Pohon di tepi Air

Amin
Selamat Tahun Baru 

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s