12 Pencuri Waktu, oleh Richard Baxter

Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar,
pergunakanlah waktu yang ada.
(Kolose 4:5)

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya
serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal,
dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik
dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
(Kolose 1:10)

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pencuri 1:
Salah satu dosa pemborosan waktu terbesar terdiri dari pengangguran atau kemalasan.

Pencuri 2:
Pencuri atau pemboros waktu berikutnya adalah tidur yang berlebihan.

Pencuri 3:
Pemboros waktu yang lain adalah merias tubuh secara berlebihan.

Pencuri 4:
Pencuri waktu yang lain adalah kemegahan yang tidak perlu dan pemborosan untuk perabot rumah tangga dan hiburan domestik.

Pencuri 5:
Dosa buang-buang waktu yang lainnya adalah pesta, kerakusan, dan minum-minum yang tidak perlu.

Pencuri 6:
Pemboros waktu yang lain adalah omong kosong atau pembicaraan yang tidak penting.

Pencuri 7:
Pencuri lain yang akan mencuri waktu Anda adalah pergaulan yang sia-sia dan penuh dosa.

Pencuri 8:
Pencuri waktu lain yang terkenal sangat jahat adalah olahraga dan permainan yang berlebihan, yang tidak perlu, yang menyamar dengan sebutan yang sangat menipu, rekreasi.

Pencuri 9:
Pencuri waktu yang lain adalah kekuatiran dan urusan duniawi yang berlebihan.

Pencuri 10:
Pemboros waktu yang lain adalah pikiran penuh dosa yang tidak dikendalikan dan sia-sia.

Pencuri 11:
Dosa pemborosan waktu lain yang sangat berbahaya adalah membaca buku-buku yang tidak berharga, bermain, romansa, dan novel. Serta pembelajaran yang tidak berguna yang dilakukan atas dasar kesombongan dan kemuliaan yang sia-sia atau untuk memuaskan rasa penasaran jasmani.

Pencuri 12:
Tapi pencuri terbesar yang merampas seseorang dari waktu mereka adalah hati jahat yang tidak dikuduskan; karena apapun yang mereka lakukan adalah buang-buang waktu – karena mereka tidak pernah bermaksud untuk melakukan apapun untuk kemuliaan Allah.

Ayat - For the Glory of God

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

A

“I was but a pen in God’s hand,
and what praise is due to a pen?”

Richard Baxter (1615-1691) merupakan salah seorang Puritan yang sangat terkenal. Berbeda dengan Puritan lain, misalnya saja John Owen, yang pernah mengecap pendidikan yang sangat baik di kampus yang sangat ternama, Baxter tidak menerima pendidikan yang formal. Sejak usianya yang ke-23 tahun, Richard Baxter telah menjadi seorang pastor atau gembala. Ia dipercaya oleh untuk melayani di Kidderminster, suatu daerah yang digambarkan para penulis sejarah gereja sebagai “padang gurun spiritual”. Dalam masa pelayanannya, Baxter memberikan penekanan pada penginjilan dan kunjungan ke rumah-rumah jemaat yang ia gembalakan. Allah memberkati pelayanan Baxter dan menjadikannya alat yang luar biasa untuk menuntun banyak orang di kota itu kepada pertobatan yang sejati.

Baxter adalah pria yang cinta damai yang selalu berusaha untuk menyatukan umat Protestan yang pada saat itu terpecah-pecah ke dalam denominasi-denominasi seperti Anglikan, Presbitarian, dan Kongregasionalis. Baxterlah yang pertama kali mengatakan suatu ucapan yang terkenal: “Kesatuan di dalam hal-hal yang penting, kebebasan di dalam hal-hal yang masih membingungkan, dan kasih dalam segala hal.” Di antara para Puritan lain, Baxter mungkin merupakan salah seorang yang paling banyak menderita, baik secara fisik maupun psikis. Sejak usia ke-21 hingga akhir hayatnya, Baxter menderita penyakit kronis yang harus selalu ia tahan. Tidak hanya itu, Baxter juga mendapatkan restriksi yang sangat besar dari pemerintah Inggris yang berusaha menyatukan seluruh umat Kristen untuk menerima ajaran-ajaran Church of England yang dinilai oleh para Puritan tidak Alkitabiah.

Baxter berkhotbah dengan penuh oleh Roh Kudus. Ia berkata, “Aku berkhotbah seolah-olah aku tidak akan pernah berkhotbah lagi dan ibarat seorang yang sedang sekarat yang berkhotbah kepada orang-orang sekarat.” Selain berkhotbah, seperti yang juga dilakukan oleh Puritan yang lain, Baxter memusatkan hidupnya dalam menulis. Ia berkata, “Tulisan-tulisanku merupakan pekerjaan utamaku setiap hari sementara berkhotbah dan menyiapkan khotbah merupakan rekreasi bagiku.” Baxter menulis sekitar 150 buku. Beberapa karyanya yang dihargai luar biasa, bahkan hingga saat ini, antara lain The Saints Everlasting Rest, Reformed Pastor dan Call to the Unconverted.

*Salah satu keyakinanku yang paling besar untuk orang Kristen zaman ini adalah ini:
mereka harus mengenal para Puritan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s