Dokter Terbaik, oleh Thomas Watson

Kristus adalah dokter terbaik.

Kristus merupakan dokter yang paling mahir. Tidak ada penyakit yang terlalu berbahaya bagi-Nya. “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.” (Mazmur 103:3). Ia mampu menyembuhkan kebusukan dosa di dalam hati. Ia mampu meluluhkan hati yang keras dan membasuh hitamnya dosa dengan darah-Nya. Tidak ada keputusasaan di dalam setiap kasus yang Kristus tangani. Ia memiliki salep, minyak, dan balsam yang mampu menyembuhkan penyakit yang terburuk sekalipun.

Kristus adalah dokter yang paling murah. Sakit penyakit tidak hanya menghabiskan tubuh, tetapi juga uang (Lukas 8:43). Para dokter menarik biaya, tetapi Kristus memberikan kita obat secara gratis. Ia tidak menarik biaya sedikitpun. “Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!” (Yesaya 55:1). Ia mau kita datang tanpa membawa apapun, selain hati yang remuk; dan setelah Ia menyembuhkan kita, Ia tidak menginginkan apapun dari kita selain kasih yang kita miliki, dan setiap orang yang sudah Ia sembuhkan pasti akan berpikir bahwa itu merupakan pemberian yang sangat masuk akal.

Kristus menyembuhkan dengan lebih mudah dibanding dokter manapun. Dokter-dokter lain memakai pil atau obat. Kristus menyembuhkan dengan lebih mudah. Kristus membuat iblis pergi hanya dengan perkataan (Markus 9:25). Jadi, ketika jiwa seseorang sedang dikuasai si jahat, Ia mampu menyembuhkan orang itu hanya dengan firman-Nya. Tidak hanya itu, Ia juga mampu menyembuhkan hanya dengan tatapan mata. Ketika dosa Petrus kambuh dan ia terjatuh dalam kesombongannya, Kristus memandangnya dan ia menangis. Tatapan mata Kristus meluluhkan hati Petrus dan membawanya kepada pertobatan; tatapan mata-Nya merupakan tatapan yang menyembuhkan.

Dokter-dokter yang lain mampu menyembuhkan mereka yang sakit – Kristus menyembuhkan mereka yang mati. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” (Efesus 2:1)

Kristus tidak hanya menyembuhkan penyakit tetapi juga kecacatan. Dokter mampu menyembuhkan orang sakit; tetapi apabila ia cacat, sang dokter tidak mampu membuatnya elok. Kristus tidak hanya memberikan kesembuhan tetapi juga keindahan. Dosa telah membuat kita menjadi buruk rupa dan cacat. Obat dari Kristus tidak hanya melenyapkan penyakit kita tetapi juga kecacatan kita. Ia tidak hanya membuat kita utuh tetapi juga indah. Ia tidak hanya menyembuhkan tetapi juga mempercantik.

Terakhir, Kristus adalah dokter yang paling murah hati. Para pasien lain memperkaya dokter-dokter mereka; tetapi Kristus memperkaya kita. Kristus memajukan semua pasien-Nya. Ia tidak hanya memulihkan mereka tetapi juga memahkotai mereka (Wahyu 2:10). Kristus tidak hanya membangkitkan orang sakit dari tempat tidur tetapi juga membawanya kepada singgasana. Ia tidak hanya memberikan kepada orang sakit kesehatan tetapi juga sorga.

Oh, alangkah indahnya kasih dari Dokter sorgawi. Kristus sendiri yang meminum cawan pahit yang seharusnya kita minum, dan karena Ia meminumnya, kita disembuhkan dan diselamatkan. Oleh karena itu, Kristus telah menunjukkan kasih yang lebih besar dari apapun yang pernah diberikan seorang dokter kepada pasiennya.

Dikutip dari khotbah Thomas Watson, “The Soul’s Malady and Cure

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Thomas Watson

“If you would have peace,
make war with sin.”

Thomas Watson (1620-1686) merupakan seorang pendeta Puritan sekaligus penulis. Sangat sedikit hal yang diketahui mengenai keluarga dan kehidupan masa kecilnya. Tanggal lahir dan wafatnya pun tidak diketahui dengan pasti. Namun, tidak diragukan lagi bahwa Thomas Watson merupakan seorang Puritan yang paling banyak digemari. Siapa saja yang mendengar khotbahnya atau membaca karyanya, akan merasakan bahwa Watson memiliki karunia dan talenta yang unik yang membuat setiap pesannya, entah mengapa terasa lebih menyentuh, hangat, dan mudah dimengerti, dibanding para Puritan lain yang juga terkenal seperti John Owen dan Richard Baxter (ini pendapatku pribadi by the way).

Watson menempuh pendidikan di kampus yang sangat terkenal, yaitu Emmanuel College, Cambridge. Kampus ini sering disebut “School of Saints” karena banyak dari lulusan sekolah ini yang Tuhan pakai menjadi penginjil dan pelayan yang sejati di tengah-tengah masa yang gelap dan penuh dengan penderitaan itu. Setidaknya ada sekitar delapan puluh Puritan yang berasal dari sekolah ini, termasuk di antaranya tokoh yang juga cukup dikenal baik seperti Thomas Brooks dan Stephen Carnock. Di kampus yang penuh dengan orang yang sungguh-sungguh ingin melayani Tuhan ini, Watson dikenal sebagai mahasiswa yang paling rajin dan paling keras dalam bekerja. Watson lulus dari sekolah ini dengan gelar kehormatan.

Watson

Pada tahun 1646, Watson dipercaya untuk menjadi pendeta di gereja St. Stephen’s Walbrook di kota London. Di sana, Watson melayani selama kurang lebih enam belas tahun. Sekitar tahun 1647, Watson menikah dengan Abigail Beadle, putri seorang Puritan dari Essex. Tuhan mengaruniakan mereka tujuh orang anak namun empat dari mereka meninggal dunia di umur mereka yang masih sangat belia.

Selama masa Perang Sipil, Watson memegang paham Presbitarian. Ia cenderung berpihak pada pemerintahan yang sedang berjalan. Tidak seperti kebanyakan Puritan, Watson tidak setuju dengan keinginan Oliver Cromwell untuk merebut pemeritahan dari Raja Charles I yang terkenal begitu sombong dan jahat. Setelah Raja Charles ditangkap dan dieksekusi mati, Watson tetap berusaha untuk menurunkan Cromwell dari kekuasaan. Pada tahun 1651, bersama dengan beberapa rekannya seperti Christopher Love dan William Jenkyn, yang juga Puritan, Watson berusaha untuk mengangkat Charles II sebagai raja. Namun, usaha mereka gagal dan mereka tertangkap. Love dijatuhi hukuman mati sementara Watson dan rekan-rekannya dijebloskan ke penjara.

Pada 30 Juni 1652, setelah Cromwell wafat dan Charles II berhasil meraih kekuasaan, Watson akhirnya dibebaskan dari penjara setelah ia mengajukan permohonan pengampunan. Setelah itu, Watson kembali dipercaya secara sah untuk menjadi hamba Tuhan di St. Stephen’s Walbrook di mana ia menjadi pengkhotbah yang begitu terkenal.

Pada tahun 1662, Charles II mengeluarkan Act of Uniformity yang mewajibkan semua pastor untuk mematuhi serta menyelaraskan diri dengan peraturan yang diterapkan oleh Church of England, salah satunya yaitu untuk menganut ajaran yang tertuang dalam Book of Common Prayer. Sebagai seorang Puritan yang berhasrat memurnikan ajaran Kekristenan, yang saat itu telah banyak dinodai oleh tradisi Katolik Roma, untuk kembali (reform) kepada ajaran Alkitab, Watson tentu menolak perintah tersebut. Sebagai akibatnya, Watson menjadi salah seorang pastor yang harus mengalami pahitnya peristiwa yang dikenang sebagai The Great Ejection, di mana ia dan lebih dari dua ribu pastor lain, yang tidak bersedia untuk berkompromi akan kebenaran, terpaksa harus meninggalkan gereja di mana mereka melayani.

Tidak menyerah dengan peristiwa yang begitu memilukan itu, Watson diam-diam melanjutkan pelayanan pribadinya di tempat-tempat seperti lumbung-lumbung, rumah, bahkan hutan ketika ada kesempatan yang aman untuk berkhotbah.

Watson

Angin segar Allah berikan pada tahun 1672 melalui dikeluarkannya Declaration of Indulgence. Dengan peraturan baru ini, Watson diizinkan untuk kembali berkhotbah dan ia dipercaya untuk melayani jemaat di suatu aula yang besar di Crosby House. Di sana, Watson melayani Tuhan dengan segenap jiwa dan raganya hingga akhirnya kesehatannya menjadi sangat buruk. Pada tahun 1686, Watson memutuskan untuk pensiun dan ia pindah ke Barstorn di Essex. Di tahun yang sama, Tuhan kita memanggil Watson untuk pulang ke rumah-Nya ketika ia sedang sendirian berdoa. Watson dimakamkan pada 28 Juli 1686.

Seperti para Puritan lain, Thomas Watson juga menulis beberapa buku. Beberapa karyanya yang sangat terkenal antara lain The Body of Divinity (magnum opus atau karya terbaik Watson), The Mischief of Sin, The Godly Man’s Picture, dan Heaven by the Storm.

Watson merupakan pria yang sangat brilian. Ia memiliki kemampuan yang sangat baik dalam berbahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dalam setiap khotbah dan tulisannya, Watson sering mengutip banyak ayat Alkitab, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, yang menunjukkan bahwa ia memahami, menguasai, dan menghapal Alkitab dengan sangat baik – suatu kemampuan yang sangat sulit dimiliki di zaman yang tidak mengenal komputer dan google itu.

Watson juga memiliki wawasan yang sangat luas dalam biadang sejarah, botani, medis, fisika, logika, mitologi, ekonomi, dan natur manusia. Pengetahuan yang luas itu sering sekali dipakai oleh Watson untuk membuat kiasan (word picture) untuk menggambarkan setiap hal yang ingin ia sampaikan. Ketika banyak pendeta membutuhkan kalimat yang panjang untuk menjelaskan hal-hal teologis yang sulit dimengerti, Watson membutuhkan kiasan dan kalimat yang jauh lebih sedikit. Ia menyampaikan firman Tuhan dengan begitu imajinatif dan seringkali melalui puisi. Mungkin itulah sebabnya pesan-pesan Watson menjadi begitu indah, hangat, dan sederhana namun di saat yang sama juga sangat jelas dan tajam. Pengajaran Watson menyentuh dan menetap di pikiran dan hati setiap pembaca dan pendengarnya.

Tidak diragukan lagi, dunia ini membutuhkan hamba Tuhan seperti Thomas Watson.

Watson 3

*Guyz, percayalah padaku akan satu hal ini:
Bacalah Puritan!
Belilah buku mereka di Momentum!
Dengarlah khotbah mereka di Youtube!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s