Di Balik Mujizat Pertama Yesus (2)

Kedua:
Tuhan menggunakan cara-cara yang sederhana dan biasa
untuk mengadakan mujizat dan menjadikan hal-hal luar biasa

Ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap kita. Sebagai orang percaya, kita tentu meyakini bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha Kuasa dan kalau Ia mau, Ia bisa saja mengadakan kembali mujizat-mujizat-Nya yang luar biasa seperti yang pernah Ia lakukan pada zaman Musa, Elia, dan Tuhan Yesus Kristus. Namun, keyakinan pada kuasa dan mujizat Allah yang menakjubkan itu tidak sepatutnya membuat orang Kristen hanya mengharapkan dan menantikan pekerjaan-pekerjaan Allah yang spektakuler dan melupakan bahwa Allah juga adalah Allah atas setiap perkara yang kecil dan sederhana.

Sayangnya, hal inilah yang menjadi momok dan batu sandungan bagi Kekristenan, terutama Kekristenan di zaman ini. Banyak orang yang menyebut dirinya Kristen disesatkan karena pola pikir mereka yang salah. Mereka cenderung percaya bahwa Allah akan melakukan hal-hal supranatural dan luar biasa dan Ia akan selalu bekerja dengan cara-cara yang besar. Itulah sebabnya mereka meremehkan ketaatan dan kerohanian yang tampak sederhana dan menjadi begitu mudah terbuai dan tertipu oleh pengajar-pengajar palsu yang datang kepada mereka dengan mujizat, nubuat, dan karunia palsu lain yang terlihat spektakuler.

Oh, alangkah baiknya jika mereka sadar tetapi mereka tidak kunjung bangun dari tidur nyenyak yang mengurung mereka dalam kesesatan. Mereka mengabaikan apa kata Alkitab sebab mereka sudah memiliki pendeta yang terus menerus berkata, “Tuhan bilang sama saya seperti ini dan seperti itu.” Mereka tidak rajin membaca Alkitab sebab mereka sudah sangat rajin “berbahasa roh”. Mereka melupakan arti menjaga hidup kudus sebab mereka yakin mereka sudah dibaptis oleh Roh Kudus. Mereka meninggalkan logika mereka sebab mereka yakin akan kehebatan iman mereka. Mereka melupakan perkara-perkara yang kecil sebab mereka mabuk oleh perkara-perkara yang besar.

Dan kepada para nabi, pendeta, dan pengajar palsu itu, semoga mereka sadar. Alangkah baiknya jika mereka bertobat dan kembali pada ajaran yang benar. Mereka seharusnya menyediakan waktu lebih banyak untuk membaca Alkitab mereka dan tidak menghabiskan waktu mereka untuk menyesatkan orang lain dengan pemahaman mereka yang salah akan Alkitab.

Mereka adalah penipu yang menimbun harta dan popularitas untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak peduli akan Kerajaan Allah, mereka hanya peduli pada besarnya “gereja” mereka. Mereka tidak peduli akan jiwa-jiwa, mereka hanya peduli pada jumlah pengunjung gereja. Mereka tidak peduli akan keselamatan jiwa-jiwa, mereka hanya peduli pada kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, dan kemakmuran mereka.

Mereka memberitakan kesuksesan, bukan pelayanan.
Mereka menjanjikan kesembuhan, tanpa salib.

Mereka menawarkan nama baik, bukan penyangkalan diri.
Mereka mengajarkan kemakmuran, tanpa penderitaan.

Mereka menjual kebahagiaan, tanpa kekudusan.
Mereka memberitakan pengampunan, tanpa pertobatan.

Mereka berkata, “Berpikirlah positif” atau “Berbahasarohlah tiap hari, jangan andalkan rasio”
dan bukan “Bacalah Alkitabmu setiap hari dan usahakanlah agar kau mengerti”.
Mereka memberitakan kabar nikmat, bukan Kabar Baik.

Mereka adalah penipu, bukan penginjil.
Mereka adalah pelayan setan, bukan hamba Kristus.

1898101_783414928382214_7833320096386863365_nPembaca yang terkasih, janganlah kita tertipu oleh serigala-serigala itu. Marilah kita hidup di dalam firman Allah dan menjadikannya makanan yang nikmat setiap hari, maka Tuhan akan memberkati dan menyertai kita. Percayalah, Allah tidak akan mengabaikan orang-orang yang menghargai dan mencintai firman-Nya. Ia akan memuaskan hati mereka dengan sukacita sorgawi. Ia akan memampukan mereka untuk hidup kudus. Ia akan menguatkan mereka untuk berperang melawan dosa di dalam pertobatan mereka. Ia memperlengkapi mereka dengan hikmat untuk memahami kebenaran firman-Nya. Ia akan melayakkan mereka untuk melayani-Nya dengan semangat dan kerja keras yang tidak dimengerti oleh dunia.

Dan ingatlah selalu akan hal ini: Kita tidak perlu menantikan hal-hal besar dan spektakuler saja untuk melihat mujizat terjadi. Jangan lekas percaya pada gereja yang biasa mempraktekkan hal-hal supranatural, seperti nubuatan atau minyak urapan yang membawa kesembuhan dan keselamatan. Jangan cepat percaya pada para pendeta yang mengaku dapat bernubuat, mendapat penglihatan dari Allah, dan terlalu banyak berkata, “Tuhan bilang sama saya seperti ini dan seperti itu.” Jangan buru-buru percaya pada kegiatan-kegiatan yang bernama KKR Kesembuhan. Jangan mengira bahwa semua orang yang mengaku bisa berbahasa roh, atau orang yang berteriak-teriak dan gemetaran ketika maju altar call, atau yang bernyanyi dengan berjingkrak-jingkrak di gereja adalah orang-orang Kristen yang sejati.

Jangan mau tertipu oleh hal-hal yang di luar tampak spektakuler. Mengapa? Karena iblispun dapat melakukan semua itu bahkan ia SEDANG giat-giatnya menyamar menjadi malaikat terang yang tiada henti melakukan hal-hal yang terlihat luar biasa supaya semakin banyak orang yang ia sesatkan.

Tidak. Kita harus benar-benar mengerti bahwa Allah tidak selalu bekerja secara spektakuler di permukaan. Bahkan Ia jauh lebih sering bekerja melalui cara-cara sederhana yang sangat manusiawi. Lihatlah para pelayan di pesta pernikahan itu! Apakah mereka melakukan hal-hal yang luar biasa? Tidak. Apa yang mereka lakukan hanyalah hal-hal yang biasa. Mereka hanya mengisi tempayan dengan air kemudian membawanya pada juru minum, tidak lebih. Atau bagaimana dengan peristiwa Nabi Elisa menyembuhkan Naaman. Apakah Naaman melakukan hal-hal spektakuler? Tidak. Ia hanya taat pada perintah Nabi Elisa untuk melakukan hal yang sangat biasa, yaitu mandi di sungai Yordan sebelum akhirnya penyakit kustanya disembuhkan secara supranatural oleh Allah.

ChambersKita tidak butuh hal-hal yang spektakuler semata. Kita tidak butuh perkara-perkara yang bombastis semata. Kita juga tidak perlu berusaha menjadi luar biasa atau terlihat memiliki kerohanian yang besar.

Apa yang kita butuhkan hanyalah satu, yaitu Allah yang spektakuler dan bombastis. Dan kabar baiknya adalah kita sudah memiliki-Nya dan Ia memiliki kita.

Kini, apa yang perlu kau dan aku kerjakan bukanlah selalu berusaha mengadakan hal-hal yang besar melainkan percaya dan taat kepada-Nya di dalam setiap detail hidup kita, bahkan dalam hal yang terkecil sekalipun. Mari kita melayani Allah yang spektakuler itu dengan cara-cara yang sederhana dan yang dipandang kecil oleh dunia ini, seperti:

  • berdoa syafaat untuk keselamatan orang lain
  • membaca Alkitab setiap hari, merenungkannya, dan berusaha mengerti maksudnya
  • menjaga kekudusan dan membuang semua hal yang najis
  • bersekutu dengan sesama anak Tuhan di gereja
  • rajin membagikan firman Tuhan
  • berdoa agar Tuhan membuat kita semakin cinta, percaya, dan taat kepada-Nya

Apakah keenam hal itu terlihat kecil untukmu? Ya, itu akan terlihat kecil olehmu apabila kau adalah bagian dari dunia ini dan apabila kau bukan murid Kristus. Tetapi apabila kau adalah orang Kristen yang sejati, aku percaya dengan segenap hatiku bahwa kau akan menghargai enam hal, yang terlihat sederhana dan sangat formalitas itu, sebagai enam hal yang paling ingin kau lakukan dengan taat dan setia di dalam hidup dan dunia yang hanya sementara ini. Dan jika kau rindu untuk taat di dalam semuanya itu, ketahuilah firman Kristus:

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil,
ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar
.”
(Lukas 16:10)

Spurgeon 4~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ketiga:

Aku tidak ingin berbicara banyak di poin ketiga ini. Aku hanya ingin mengajak kita merenungkan baik-baik makna dan kebenaran yang terkandung di dalam himne yang sangat indah yang berjudul “Trust and Obey” ini.

HymnNot a shadow can rise, not a cloud in the skies,
But His smile quickly drives it away;
Not a doubt or a fear, not a sigh or a tear,
Can abide while we trust and obey.

Not a burden we bear, not a sorrow we share,
But our toil He doth richly repay;
Not a grief or a loss, not a frown or a cross,
But is blessed if we trust and obey.

But we never can prove the delights of His love
Until all on the altar we lay;
For the favor He shows, for the joy He bestows,
Are for them who will trust and obey.

Then in fellowship sweet we will sit at His feet,
Or we’ll walk by His side in the way;
What He says we will do, where He sends we will go;
Never fear, only trust and obey.

Trust and obey
for there’s no other way
to be happy with Jesus
but to trust and obey

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebagai penutup, aku ingin bertanya kepada setiap kita:

Bagaimanakah engkau memandang dirimu?

Apakah engkau memandang dirimu seperti Maria yang memiliki iman yang besar?
Apakah engkau memandang dirimu seperti para pelayan yang ketaatannya teruji itu?

Oh, alangkah baiknya jika engkau memiliki iman dan ketaatan itu. Tetapi izinkanlah aku mengingatkan sekaligus menegaskan kembali hal yang sangat penting ini, yaitu:

Pertama, bukanlah kita yang membuat diri kita beriman. Iman bukanlah hasil dari usaha kita, melainkan sepenuhnya anugerah Allah. Iman bukanlah hasil dari pekerjaan kita sehingga hendaknya tidak ada seorangpun di antara kita yang memegahkan diri karena besarnya iman kita (Efesus 2:8-9).

Kedua, kita tidak diselamatkan berdasarkan seberapa besar iman kita,
melainkan berdasarkan SIAPA yang kita imani
.

Ketiga, kita tidak diselamatkan karena ketaatan kita, melainkan karena ketaatan Kristus, Tuhan kita. Oh, alangkah indah dan agung-Nya Dia. Tahukah engkau seberapa besar harga yang harus Ia bayar demi ketaatan-Nya kepada Bapa? Ingatkah kau bahwa di Getsemani Ia berkata kepada ketiga murid-Nya, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.”? Ingatkah kau bahwa malam itu hati-Nya sangat menderita sampai-sampai darah keluar dari kulit-Nya seperti keringat? Ingatkah kau bahwa Ia berdoa sampai tiga kali kepada Bapa agar Bapa melalukan cawan murka-Nya itu dari-Nya? Dan masih ingatkah engkau ketika Tuhan kita berkata, “tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”?

Pembaca yang terkasih, tidak ada seorangpun di dunia ini yang lebih menderita karena ketaatannya dibanding Kristus. Tidak ada seorangpun yang pernah ada, yang ada, dan yang akan ada, yang membayar harga yang lebih mahal karena ketaatannya selain Kristus. Lihatlah! Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:6-7). Ia rela lahir di kandang domba. Ia merendahkan diri-Nya dan rela dicobai oleh iblis, yang adalah musuh besar-Nya sendiri. Ia rela mengenakan dosa pada diri-Nya yang sama sekali tidak mengenal dosa. Ia rela dihantam luar biasa oleh murka Bapa-Nya. Dan inilah yang paling membuat-Nya menderita, Ia ditinggalkan oleh Bapa-Nya sendiri.

Tapi kawan yang terkasih, Ia bersedia. Ia bertahan. Ia taat. Ia taat bahkan sampai mati.

Untuk siapakah Ia taat?
Untukku… ya untukku…
Untukmu… ya untukmu…
Untuk kita… ya untuk kita… jika kita percaya

Ah, betapa luar biasanya kasih itu.
Bagaimanakah mungkin?
Bagaimanakah mungkin Tuhanku mati untuk aku yang hina ini?
Siapakah aku?

Oh, masih beranikah kita menyombongkan diri atas iman dan ketaatan kita? Aku rasa tidak. Lagipula, apa artinya ketaatan kita yang tidak seberapa itu dibanding ketaatan Kristus Tuhan kita? Aku yakin kita tidak memiliki dasar apapun untuk memegahkan iman dan ketaatan kita. Hanyalah satu alasan yang kita punya untuk bermegah, dan itu adalah salib Tuhan kita. Ya, itulah kemegahan yang seharusnya selalu membuat hati kita terpesona dan yang seharusnya membuat hati kita selalu ingin menyanyikan himne yang sangat indah:

Wesley 2~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dan untukmu, temanku…

Yang tidak sedang bergumul tentang ketaatan, tetapi tentang iman.

Yang berkecil hati dan berkata:
Melihat kerohanian orang-orang itu, aku rasa aku tidak memiliki iman sama sekali.

Yang berkata:
Bagaimana mungkin aku mau berpikir tentang ketaatan,
sementara iman saja aku belum benar-benar yakin memilikinya?

Yang berseru di dalam hati kecilnya:
Tuhan, aku ingin percaya pada-Mu. Tetapi mengapa begitu sulit?

Apakah hal itu yang kau rasakan di hatimu? Ketahuilah satu hal:

Ketika kau ragu akan imanmu…
Itulah saat terbaik untuk bergantung pada Tuhanmu…

Janganlah lihat dirimu. Lagipula, apa yang ingin kau lihat ketika kau melihat dirimu? Kau tidak akan menemukan pengharapan apapun dari dalam dirimu sendiri. Lihatlah Tuhan Yesus Kristus. Renungkanlah kasih-Nya. Pernahkah Ia melarang orang berdosa untuk datang kepada-Nya? Tidak pernah sekalipun. Malahan Ia berkata:

barangsiapa datang kepada-Ku,
ia tidak akan Kubuang

(Yohanes 6:37)

Janganlah bergantung pada seberapa besar imanmu. Bergantunglah hanya kepada Allah. Jangkarkanlah iman dan pengharapanmu kepada setiap janji-Nya. Ketahuilah, Ia tidak akan pernah melanggar janji-Nya. Dan inilah salah satu janji-Nya:

Ayat - YakobusJanganlah takut. Ia tahu setiap kita. Ia kenal kau dan aku. Ialah yang menciptakan kita. Ia tahu bahwa kita adalah debu yang penuh kelemahan dan keterbatasan. Ia tahu bahwa kita adalah daging yang penuh dengan dosa dan kehinaan. Ia mengerti situasi kita. Ia peduli akan kondisi kita. Dan kau tahu? Oleh karena kasih-Nya yang begitu besar akan umat manusia, yang Ia ciptakan menurut gambar dan rupa-Nya sendiri, dan oleh karena kesedihan yang hebat yang Ia rasakan di hati-Nya ketika melihat kegagalan kita, Ia telah mengutus Anak-Nya yang tunggal, yakni Tuhan kita Yesus Kristus, untuk turun dari sorga dan lahir ke dunia sebagai manusia yang sejak dari lahir hingga kematian-Nya selalu mengalami penolakan. Semua itu Ia lakukan untuk menebus dosaku dan dosamu demi mendamaikan kita kepada-Nya.

Dan jika sedemikian besarnya kasih yang Ia tunjukkan kepada kita, mengapa kita takut dan ragu untuk datang kepada-Nya? Kita tidak perlu menjadi orang benar dulu untuk datang kepada-Nya. Mengapa? Karena Ia tidak datang untuk orang benar, Ia datang untuk orang berdosa. Jika kau mau datang kepada-Nya dan menerima pengampunan dari-Nya, jangan datang sebagai orang yang merasa diri benar, melainkan sebagai orang yang sadar akan dosanya dan percaya pada janji-Nya bahwa Ia akan menyelamatkan setiap orang berdosa yang datang dengan kerendahan hati kepada-Nya.

Oleh sebab itu, sadarilah tiga hal terakhir ini:

Pertama, seperti para pelayan itu, ketahuilah bahwa kau butuh pertolongan.
Kedua, ketahuilah bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menolongmu selain Kristus.
Ketiga, ketahuilah bahwa Ia sudah bersiap-siap menolongmu karena Ia mengasihimu.

MLJ

Amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s