Sombong

Setelah sekian tahun hidup di bumi ini, aku sampai kepada satu kesimpulan:
“Aku paling malas dan kesal melihat orang-orang yang sombong.”

Tetapi dari kesimpulan itu, aku beranjak ke suatu pertanyaan:
“Jika aku, orang yang tidak sempurna ini, bisa sebegitu kesalnya melihat orang-orang sombong, bagaimana dengan Allah, yang adalah sempurna dan Pencipta segala sesuatu, melihat mereka? Bagaimana Allah melihat aku yang sombong ini?”

Aku tahu seperti apa merasa muak melihat kesombongan.
Dan aku tidak mau Tuhan memiliki perasaan yang sama ketika Dia mendapatiku tidak rendah hati.

Oh, sungguh benar apa kata seorang bijak:

Calvin 2
Sebelum kita benar-benar mengenal siapa diri kita…
Sebelum kita sadar betapa hancurnya kita…
Sebelum kita tahu betapa jahat dan najisnya kita…
Sebelum kita mengakui bahwa kita tidak punya tujuan hidup…

Sebelum mata rohani kita terbuka dan kita melihat bahwa kita telanjang, luka dan borok di sekujur tubuh kita, lumpur dan kotoran melumuri wajah kita, dan makanan babi tertinggal di mulut kita…

Kita akan menetap dalam kesombongan, dalam keangkuhan.
Kita tidak akan pernah mengenal Allah dalam keadaan seperti itu.

Dan begitu pula sebaliknya
Sebelum kita benar-benar mengenal Allah…
Sebelum kita membayangkan suatu saat nanti Ia PASTI akan mengadili kita, PASTI
Sebelum kita menyadari bahwa Ia adalah Juruselamat yang mengampuni…

Sebelum mata rohani kita terbuka dan kita melihat Anak Allah tergantung di atas kayu salib, luka di sekujur tubuh-Nya, mahkota duri di kepala-Nya, telanjang, lemah, lelah, kehausan…

Kita akan menetap dalam kesombongan, dalam keangkuhan.
Kita tidak akan pernah mengenal diri kita dalam keadaan seperti itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lihatlah salib!
Dan kau akan kenal siapa dirimu
Saking jahat dan hinanya engkau, tidak ada jalan keluar lain untuk keselamatanmu
Selain dengan pengorbanan dan kematian Sang Anak Allah

Lihatlah salib!
Dan kau akan kenal siapa Allah
Karena begitu besar kasih-Nya bagi orang-orang berdosa,
Ia memilih untuk mengekspresikan kasih yang terbesar,
melalui kematian Sang Anak Allah

Lihatlah salib!
Kau akan mengenal siapa engkau
Kau akan mengenal siapa Dia
Dan kau akan menjadi seperti sang pemungut cukai dalam perumpamaan Tuhan Yesus

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh,
bahkan ia tidak berani menengadah ke langit,
melainkan ia memukul diri dan berkata:
Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
(Lukas 18:13)

Lihatlah salib!
Maka kesombongan akan kau ganti menjadi kemegahan dalam tiga hal:

1. Kemegahan dalam Injil Kristus, yang akan membuatmu ditertawakan banyak orang.
2. Kemegahan dalam Salib Kristus, yang akan membuatmu menderita.
3. Kemegahan dalam Kristus, yang akan membuatmu mengalahkan dunia.

Flavel
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan
belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati
dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(Matius 11:28-29)

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s