Semakin Kusadari

Ayat - Zakaria
Seringkali aku bertanya pada diriku sendiri seperti ini:

Mengapa kau melakukan ini?
Mengapa kau sering sekali mengutip firman Allah dan membagikannya melalui berbagai media?
Pernahkah kau berpikir bahwa apa yang kau lakukan itu mirip dengan seorang ibu tiri yang cerewet yang tidak pernah berhenti berbicara?
Tidakkah kau peduli orang-orang menilaimu fanatik, tukang menghakimi, sok suci, berpikiran sempit, atau “banyak mulut”?

Tentu. Tentu saja aku pernah berpikir orang-orang akan menilai diriku fanatik, tukang menghakimi, sok suci, berpikiran sempit, dan “banyak mulut”.

Tapi… oh, kawanku yang terkasih…
Tidakkah kau lihat sekelilingmu?
Lihatlah dunia ini!

Lihatlah betapa jahat dan kejamnya dunia ini!
Lihatlah betapa hancurnya dunia ini!
Lihatlah betapa dunia ini menantang Tuhan untuk menghancurkan mereka!

Dunia tidak tahu Siapa yang mereka hina.
Mereka menghina Allah Semesta Alam.
Mereka mengundang kehancuran ke atas kepala mereka sendiri.

Ah…
Betapa semakin hari aku semakin gerah melihat semua itu
terorisme,
praktek korupsi,
drama politik yang menipu,
hukum ditundukkan oleh uang, kekuasaan, dan seks
homoseksualitas,
perselingkuhan,
pornografi,
dunia hiburan yang sensual dan tidak mendidik,
game-game setan yang membutakan anak-anak kecil,
nabi-nabi palsu,
ajaran sesat,
ateisme,
dan kejahatan-kejahatan lain yang dibenci oleh Allah.

Semakin hari semakin semua itu menyusahkan dan mendukakan hatiku. Aku ingin itu semua sirna. Namun, di saat yang sama, aku juga semakin menyadari bahwa aku tidak akan pernah bisa melawan dan memerangi semua itu dengan kekuatan atau kekerasan. Tuhan Yesuspun melarang umat-Nya untuk berperang dengan cara demikian.

NN

Lalu, apakah yang bisa kulakukan untuk dunia yang pergi kepada kehancuran ini?
Apakah yang dapat kuperbuat supaya orang-orang berbalik dan bertobat kepada Allah?
Bagaimanakah aku hendak berperang melawan kegelapan yang menguasai bumi ini?

Oohh… Hanya ada satu cara perang yang Tuhan tetapkan, yaitu dengan:
berdoa dan memberitakan firman Allah.

Tanpa ambil pusing akan nama baik
Tanpa lelah
Tanpa berhenti
Tanpa rasa malu
Tanpa rasa takut
Dengan hikmat
Dengan kasih
Di dalam kekudusan
Di dalam Kuasa Roh Kudus

Itulah satu-satunya cara berperang bersama Allah yang Maha Kuasa

MLJ 4
Oleh sebab itu, oh kawanku yang terkasih…
Jika kau juga merasakan kekhawatiran yang sama
Jika kau juga merasakan kesusahan dan duka hati yang sama
Jika Tuhan juga menaruh di hatimu beban, tekad, dan visi yang sama

Maka…

…marilah kita MENANGGALKAN semua beban dan dosa
yang begitu merintangi kita,
 dan berlomba dengan tekun
dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
(Ibrani 12:1)

Mari kita perangi kejahatan dengan kebaikan, doa, dan pemberitaan firman Allah.
Mari kita melayani Raja Semesta Alam.

Wesley

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s