1. Ya Bapa, Ampunilah Mereka

Perkataan Yesus yang pertama di atas salib:

Ya Bapa, ampunilah mereka,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
(Lukas 23:34)

Berdasarkan siapa diri-Nya dan apa yang Ia lakukan, Tuhan kita Yesus Kristus memiliki banyak gelar. Ia adalah Anak Allah, Anak Manusia, Imanuel, Mesias, dan Juruselamat. Namun, ketika Tuhan Yesus disalibkan, Ia menjalankan dua peran yang berbeda dengan gelar-gelar tersebut. Peran itu pada dasarnya tidak terpisahkan dari peran-peran-Nya yang lain tetapi memiliki kekhususan yang membuatnya tidak dapat disamakan dengan peran atau gelar-Nya yang lain. Peran yang dimaksud adalah peran sebagai Anak Domba yang disembelih (Wahyu 5:12) dan sebagai Imam Besar (Ibrani 4:14-16). Kedua peran tersebut merupakan penggenapan dari hukum Taurat, khususnya yang dijelaskan dalam Kitab Imamat, yang mengatur tentang tata cara penebusan dosa dan pendamaian bagi bangsa Israel.

Tuhan Yesus sebagai Anak Domba yang disembelih berarti bahwa Ia adalah Korban yang harus mati untuk penebusan dosa bagi umat Allah. Yohanes Pembaptis berkata mengenai Tuhan Yesus, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:2). Tuhan Yesus sebagai Imam Besar, sebagaimana yang digambarkan melalui imam-imam besar dalam masa Perjanjian Lama, berarti bahwa Ia adalah pribadi yang dikuduskan atau dipisahkan oleh Allah untuk mengadakan pendamaian antara Allah dengan umat-Nya yang telah melalukan dosa. Dengan demikian, Tuhan Yesus sebagai Imam Besar sekaligus sebagai Korban memiliki makna bahwa melalui penyerahan diri dan kematian-Nya, Kristus menebus dosa umat-Nya dan mendamaikan mereka dengan Allah. Dan kedua tugas yang terlibat dalam karya penyelamatan itu, Ia kerjakan di atas kayu salib.

Dengan pemahaman ini, kita mengerti satu hal, yaitu bahwa seruan Tuhan Yesus dalam Lukas 23:34 bukanlah doa yang sembarangan. Seruan itu bukanlah sekadar pernyataan kasih dan pengampunan yang bisa dilakukan oleh siapapun yang memang suka mengampuni. Seruan itu juga bukanlah suatu permohonan yang tidak tentu apakah akan dikabulkan oleh Allah atau tidak. Hanya Kristus yang mampu memanjatkan doa yang demikian dan ketika Ia berdoa, tidak mungkin doa-Nya tidak dikabulkan oleh Allah. Mengapa? Karena doa di dalam Lukas 23:34 merupakan doa syafaat yang Kristus panjatkan sebagai Imam Besar yang menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba yang dipersembahkan bagi Allah supaya Ia berkenan untuk mengampuni dan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka serta agar Ia berdamai kembali dengan mereka.

Lawson

Lalu, apakah bukti bahwa Allah benar-benar mendengar dan menjawab doa syafaat Tuhan Yesus tersebut? Buktinya dapat dilihat dari orang-orang yang akhirnya bertobat dan diselamatkan. Orang pertama yang beroleh pengampunan dan keselamatan dari Allah Bapa melalui permohonan Kristus adalah penjahat yang disalibkan bersama-sama Tuhan Yesus. Matius mencatat bahwa pada awalnya, penjahat itu turut mencela Tuhan Yesus (Matius 27:44). Namun, sesuatu kemudian terjadi, Roh Kudus menerangi hati pria itu. Iapun akhirnya merendahkan hati, bertobat, dan berkata kepada Sang Juruselamat, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Apakah yang Tuhan Yesus katakan kepadanya? Yesus tidak menolak orang itu, malahan Ia berjanji bahwa pada hari itu juga pria itu akan bersama-sama dengan-Nya di dalam Taman Firdaus (Lukas 23:43).

Permohonan Tuhan Yesus juga dijawab oleh Bapa dengan diselamatkannya kepala pasukan Romawi yang turut mengeksekusi Yesus. Ya, pria ini adalah kepala dari orang-orang yang menyalibkan Tuhan yang mulia. Kejahatan semacam itu membuat pria ini menjadi salah satu orang yang pernah melakukan kesalahan paling besar sepanjang masa. Tetapi apakah yang Allah lakukan terhadapnya? Ya, Allah mendengar doa Anak-Nya dan mengampuni kepala pasukan tersebut. Setelah pria itu memperhatikan Tuhan Yesus mulai dari awal eksekusi hingga kematian-Nya, Allah membuatnya mengerti dan menyentuh hatinya. Ia kemudian memuliakan Allah dan mengakui bahwa Yesus adalah orang benar (Lukas 23:47). Tidak hanya itu, Matius mencatat bahwa ia juga mengakui Yesus sebagai Anak Allah (Matius 27:54) setelah ia melihat gempa bumi yang terjadi tidak lama setelah Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan mati.

Sekitar lima puluh hari setelah hari itu, tepatnya di Hari Pentakosta, doa Tuhan Yesus kembali dikabulkan. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 3000 orang di Yerusalem menyatakan imannya kepada Tuhan Yesus setelah mereka mendengar khotbah rasul Petrus yang penuh kuasa. Sebagian, atau mungkin sebagian besar dari mereka, adalah orang-orang yang pernah berteriak, “Salibkan Dia” tetapi Allah berbelaskasihan terhadap mereka. Tidak hanya itu, di dalam Kisah Para Rasul 6 ayat 7, kembali diberi kesaksian bahwa Allah juga mengampuni dan menyelamatkan sejumlah besar imam yang kemungkinan besar merupakan orang-orang yang sama yang pernah memfitnah, mendakwa, dan menuntut agar Tuhan Yesus dihukum mati.

Demikianlah Allah Bapa mendengarkan doa Tuhan Yesus, sang Imam Besar yang menyerahkan nyawa-Nya untuk umat kepunyaan Allah. Pengorbanan Kristus membuat Allah berkenan untuk mengampuni mereka, sekalipun mereka adalah orang-orang yang mencela, menganiaya, bahkan menyalibkan Anak-Nya yang terkasih. Semua kisah yang tercatat di Alkitab ini hanyalah sebagian kecil dari pengampunan yang telah Allah anugerahkan sebagai jawaban atas permohonan yang Putera-Nya sampaikan dari atas kayu salib. Semua orang yang saat ini telah berada di dalam Kerajaan Sorga dan semua orang yang kelak akan masuk ke dalam kerajaan yang mulia itu, adalah orang-orang yang berada di dalam hati Tuhan Yesus ketika Ia berseru, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Ayat - Ibrani

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apakah yang terjadi seandainya Tuhan Yesus tidak pernah berkata-kata dengan mulut-Nya sendiri dan membiarkan permohonan-Nya itu didengar oleh orang-orang yang saat itu berada di sana? Ya, jika Penebus kita tidak pernah mengucapkan Lukas 23:34 di hadapan mereka semua, maka tidak seorangpun dari orang-orang yang telah menganiaya Tuhan Yesus itu akan memiliki dasar yang teguh untuk meyakini bahwa Allah dan Tuhan Yesus bersedia untuk mengampuni dosa mereka. Mereka akan cenderung berpikir bahwa mereka telah melakukan dosa yang tidak mungkin diampuni oleh Allah. Sekalipun mungkin mereka mendengar kabar Injil dari para rasul, mereka tetap akan ragu dan berkata dalam hatinya, “Sesungguhnya aku ingin sekali bertobat dan percaya pada Yesus, tetapi aku terlalu jahat untuk diampuni. Aku pernah menyalibkan Dia, bagaimana mungkin Ia masih mau mengampuniku?” Dan tidak hanya mereka, kita pun yang hidup di saat ini pasti akan ragu bahwa Ia mau mengampuni dosa-dosa kita, yang seringkali sangat jahat itu, seandainya Tuhan Yesus tidak pernah mengucapkan doa yang indah itu.

Akan tetapi, Tuhan Yesus tidak membiarkan keraguan seperti itu muncul. Ia tidak mengerjakan karya penebusan yang samar-samar yang membuat orang-orang ragu apakah Ia mau mengampuni mereka atau tidak. Ia tidak menghendaki umat-Nya kehilangan damai sejahtera hanya karena mereka tidak memiliki kepastian bahwa Ia telah mengampuni bahkan menyelamatkan mereka. Ia menegaskan karya penebusan-Nya dengan jelas. Ia sengaja memperdengarkan doa yang Ia panjatkan kepada Bapa sehingga mereka, dan tidak hanya mereka, tetapi kita semua juga, mendengar dan mengerti bahwa isi hati Kristus adalah pengampunan bagi orang-orang berdosa.

Ayat - Yohanes

Adalah benar bahwa Allah menghendaki umat-Nya untuk memuliakan dan menikmati-Nya. Akan tetapi, satu hal sangat perlu untuk dimengerti oleh setiap kita, yaitu bahwa dasar dari memuliakan dan menikmati Allah adalah MENGENAL-NYA. Tanpa pengenalan akan Allah, tidak mungkin manusia dapat memuliakan dan menikmati-Nya. Ia pernah berkata:

Beginilah firman TUHAN:

Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya,
janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya,
janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,

tetapi siapa yang mau bermegah,
baiklah bermegah karena yang berikut:
bahwa ia memahami dan mengenal Aku,

bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia,
keadilan dan kebenaran di bumi;
sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.
(Yeremia 9:23-24)

Ayat - Yeremia (2)

Pengenalan akan Allah adalah prioritas tertinggi Allah bagi umat-Nya. Allah ingin jemaat-Nya mengenal isi hati-Nya. Itulah sebab-Nya Ia terus menerus menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya yang diberitakan oleh para nabi. Tetapi itu belum cukup, Ia mau umat-Nya mengenal-Nya jauh lebih dalam lagi dan jalan yang Ia pilih adalah dengan hidup dan tinggal di tengah-tengah umat-Nya. Dan untuk itulah Kristus datang ke dunia yang fana ini. Di dalam pribadi manusiawi Kristus, Allah melawat umat-Nya secara langsung. Sebagaimana yang pernah dinubuatkan oleh nabi Yesaya tentang Dia, “Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN” (Yesaya 11:2). Kristus datang untuk menyatakan isi hati dan rencana-rencana Allah kepada umat manusia. Sang Juruselamat datang agar manusia mengenal Allah. Dan tidak hanya itu, Ia datang agar kita melihat Allah.

Ayat - Yesus

Dan apakah arti dari mengenal Allah? Mengenal Allah berarti mengerti dan merasakan bahwa Allah adalah Kasih (1 Yohanes 4:16). Ya, Allah itu kasih adanya. Dan ketika Allah yang penuh dengan kasih setia bertemu dengan manusia yang jahat dan penuh dosa, apakah yang akan terjadi? Yang terjadi adalah kasih itu pertama-tama akan diterjemahkan menjadi sebuah pengampunan. Dan itulah yang terjadi melalui penyaliban Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada kejahatan yang lebih kejam yang dibanding menyalibkan Sang Anak Allah. Tidak ada kesalahan yang lebih mengerikan selain memaku kedua tangan dan kaki Tuhan yang berkuasa atas dunia dan hidup ini. Akan tetapi, sekalipun demikian, Tuhan Yesus tidak menghukum mereka. Ya, Tuhan Yesus tidak menghukum kita semua, orang-orang berdosa ini. Apa yang Ia lakukan justru sebaliknya, Ia berdoa agar Bapa berkenan melihat pengorbanan-Nya dan dengan demikian berkenan untuk mengampuni semua dosa yang telah umat pilihan-Nya lakukan. Di dalam keheranan akan kasih-Nya, Charles Wesley, di dalam himnenya yang sangat terkenal, And Can it Be, menulis:

Wesley 2

Kasih. Kasih yang tiada tara. Itulah hal yang harus kita mengerti dan kenal dari-Nya. Itulah hati Gembala Agung kita, Tuhan Yesus Kristus. Dan bukan hanya Dia, itulah juga yang memenuhi hati Allah Bapa kita. Di dalam hati-Nya hanya ada terang. Tidak ada kegelapan di hati-Nya. Hati Tuhan kita sungguh lembut dan penuh dengan belas kasihan. Hati-Nya penuh rasa iba bagi orang-orang yang telah dikalahkan dan dibelenggu oleh dosa. Hati-Nya siap mengampuni orang-orang yang menganiaya bahkan menyalibkan-Nya. Hati-Nya memanggil siapa saja, ya siapa saja, bahkan penjahat paling jahat sekalipun, untuk datang kepada-Nya dan memohon belas kasihan serta pengampunan-Nya, maka Ia lebih dari siap untuk menganugerahkan keselamatan dan hidup yang kekal kepadanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sungguh, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh dengan belas kasihan. Biarlah kita mengerti satu hal, yakni apabila kita diampuni, diselamatkan, dan dianugerahi kehidupan yang kekal oleh Allah Bapa, itu bukan karena kebaikan kita, itu bukan karena pengetahuan kita, itu bukan karena kesalehan kita, itu bukan karena ibadah-ibadah kita, melainkan hanya karena doa Tuhan Yesus yang menjadi perantara bagi setiap kita. Belas kasihan Tuhan Yesus, itulah satu-satunya JAMINAN yang orang berdosa miliki untuk memohonkan pengampunan dari-Nya.

Kini, bagaimanakah dengan kita?
Bagaimanakah dengan kau dan aku?

Sudahkah kau mengenal Allah?
Sudahkah kau mengerti isi hati-Nya?
Sudahkah kau melihat-Nya di dalam pribadi Yesus Kristus?

Selidikahlah hatimu dan berikanlah jawaban untukmu sendiri
sebab di dunia ini tidak ada pertanyaan yang lebih penting untuk dijawab selain itu.

Jika kau melihat dirimu dan untuk pertama kalinya Allah membuka selaput yang selama ini membuat mata rohanimu buta, maka kau akan melihat siapa dirimu yang sebenarnya. Kau akan mengerti dosa dan kejahatan macam apa yang tinggal di dalammu dan menguasai hatimu. Dan kakimu akan goyah, kekuatanmu akan luntur, semangatmu akan pudar karena untuk pertama kalinya kau mengerti bahwa kau terlalu jahat untuk diampuni. Kau akan mengerti bahwa dirimu menjijikkan, hina, dan tidak layak. Ketika saat itu tiba di dalam harimu, janganlah kehilangan pengharapan sebab demikianlah Tuhan mengawali jalan pertobatan bagi banyak orang. Kuatkanlah hatimu dan ingatkanlah dirimu akan firman Allah, yaitu bahwa kasih dan pengampunan Allah di dalam Kristus Yesus tersedia jauh lebih melimpah dibanding dosa-dosa yang pernah engkau perbuat.

Ketika engkau ragu melihat hatimu, dan sudah sepatutnya kita ragu akan hati kita, kau bisa yakin akan hati Tuhan Yesus. Ketika hatimu menuduh-nuduh dan iblis kembali mengintimidasimu dengan mengingatkanmu akan dosa-dosa serta kejahatanmu, kau bisa percaya akan hati Tuhan Yesus yang tidak pernah berhenti berkata kepada setiap orang berdosa yang remuk hati, “Aku sudah mengambil dosa-dosamu dan membawanya di dalam diri-Ku. Bapa-Ku sudah menghukum semua dosamu di dalam Aku. Dengarlah Aku sekarang. Percayalah pada-Ku. Di dalam Aku, engkau sudah menerima pengampunan.”

Dan inilah janji Tuhan kita untuk kita semua, yakni ketika kita mau merendahkan diri, menghadap tahta-Nya dengan hati yang hancur, mengaku dosa, dan memohon pengampunan dari-Nya, Ia berjanji… ya Ia BERJANJI… bahwa Ia pasti mengampuni kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9).

Oh, alangkah bahagianya memiliki Juruselamat dan Penebus yang demikian. Oh, sungguh alangkah indahnya memiliki Tuhan yang menciptakan alam semesta ini dan yang mau hadir sebagai seorang manusia, bahkan mati dengan cara yang paling rendah, untuk menebus dosa orang-orang hina seperti kita. Ketika kita menyadarinya, tidak mungkin tidak, kita akan menyembah Allah sebagaimana Mikha menyembah-Nya:.

Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa,
dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri;
yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya,
melainkan berkenan kepada kasih setia?
(Mikha 7:18)

Spurgeon 6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s