Menanti-nantikan TUHAN

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya
hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu;
sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.

Sebab TUHAN adalah Allah yang adil;
berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
(Yesaya 30:18)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Siapakah orang yang suka menunggu? Siapakah orang yang senang hidup di dalam sebuah penantian? Dengan cukup yakin kita dapat berkata, tidak ada. Menunggu merupakan hal yang tidak menyenangkan dan membosankan. Sekalipun mungkin ada beberapa orang yang memiliki kapasitas bersabar di atas rata-rata, secara naluriah, semua orang ingin supaya apa yang mereka harapkan dapat segera terjadi di dalam hidup mereka. Tidak dapat kita pungkiri, kita sebagai orang Kristen pun tidak luput dari hal ini.

Namun, ada satu hal yang membedakan orang Kristen dari seluruh umat di dunia ini terkait dengan sebuah penantian. Perbedaan itu terletak pada apa yang Allah Israel sampaikan kepada umat-Nya melalui perantaraan nabi-Nya, Yesaya. Allah berfirman:

berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Ini merupakan pernyataan yang sangat aneh. Di sini, Allah tidak berkata, “berbahagialah semua orang yang mendapatkan Dia” atau “berbahagialah semua orang yang bertemu dengan Dia” melainkan “berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia.” Apakah yang Allah maksud? Apakah yang hendak Ia sampaikan kepada kita melalui firman-Nya ini? Dan jawabannya sangatlah jelas:
penantian terhadap Allah adalah berkat bagi setiap orang percaya.

Dengan kata lain, menantikan Allah bukanlah sesuatu yang yang karenanya kita patut berduka atau merasa bosan. Menantikan jawaban Allah, yang sepertinya diam dan tidak berminat untuk menanggapi seruan dan permohonan kita, bukanlah sesuatu yang karenanya kita patut berpikir bahwa Ia membenci, menolak, dan meninggalkan kita. Justru sebaliknya, jika kita mampu bertahan dan tetap menantikan Dia, sekalipun hadirat dan jawaban-Nya terasa begitu jauh, maka itu berarti bahwa sebenarnya Allah tidak pernah meninggalkan kita. Mengapa? Sebab Dialah yang membuat kita dapat bertahan. Dialah yang membuat hati kita masih terus merindukan dan menantikan hadirat dan jawaban-Nya. Sungguh, menunggu Allah adalah tanda bahwa Allah selalu memberkati dan menyertai kita. Menanti-nantikan Allah adalah penyembahan yang sejati dan upah untuk penyembahan yang demikian adalah “berbahagialah engkau.”

Ini merupakan janji yang sangat menentramkan hati, terutama apabila kita mengerti apa yang akan kita alami ketika kita dipanggil dan dilahirkan kembali oleh Allah untuk menjadi anak-anak-Nya. Ini merupakan janji yang mendamaikan jiwa, terutama apabila kita menyadari konsekuensi yang harus kita hadapi ketika Allah menjadikan kita orang Kristen.

Siapakah kita? Siapakah orang Kristen itu sebenarnya? Orang Kristen adalah anak-anak terang (1 Tesalonika 5:5). Orang Kristen adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah yang Ia panggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib untuk melakukan satu tugas yang besar, yaitu memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang Ia lakukan (1 Petrus 2:9). Orang Kristen adalah orang yang memiliki Roh Allah di dalam dirinya dan oleh Roh itu, ia menjadi anak Allah (Baca Roma 8:9-16).

Itulah definisi dari orang Kristen yang sejati. Menganut agama Kristen sama sekali tidak menjadikan seseorang Kristen, memiliki orang tua beragama Kristen, atau memberi diri dibaptis di gereja, atau mengucapkan pengakuan iman Kristen di bibir juga tidak menjadikan seseorang Kristen. Tak satupun manusia dapat menjadikan dirinya Kristen dengan kuasanya sendiri, tak seorangpun dapat menjadi Kristen karena kehendaknya sendiri (Yohanes 1:13). Lalu, bagaimanakah seseorang menjadi Kristen? Seseorang menjadi Kristen hanya ketika Allah sendiri yang berinisiatif untuk menyatakan diri-Nya kepada orang itu dan mengubahnya menjadi manusia yang baru melalui kuasa Roh-Nya yang kini dianugerahkan kepadanya dan tinggal di dalamnya. Ya, Allah sendirilah yang membuat seseorang menjadi Kristen.

Namun, semua itu barulah definisi secara positif. Dalam banyak perkara, kita juga perlu memahami definisi orang Kristen dari sudut pandang yang negatif. Siapakah kita? Siapakah orang Kristen itu sebenarnya? Orang Kristen adalah orang yang akan selalu berada di dalam permusuhan dan peperangan melawan Kerajaan si Ular Tua yang adalah Iblis (Kejadian 3:14-15). Orang Kristen adalah orang yang akan selalu dikonfrontasi dan diintimidasi oleh penghulu-penghulu dunia yang gelap ini dan oleh roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12). Orang Kristen adalah orang yang hari demi hari terlibat dalam peperangan rohani melawan kedagingan mereka sendiri, melawan dunia yang telah diliputi oleh kegelapan, dan melawan Kerajaan Si Jahat. Atau, untuk membuat semua ini lebih jelas, orang Kristen adalah orang yang paling dibenci dan paling ingin dihancurkan oleh Setan.

Itulah hal yang perlu kita sadari sebagai orang-orang percaya. Tidak seorang pun dari kita dapat hidup nyaman di dunia ini. Hanyalah orang yang telah tertipu oleh iblis dan dibutakan oleh kegelapan hawa nafsunya, atau orang yang mencintai dosa dan bersahabat dengannya, yang akan hidup nyaman di dunia yang tidak memuliakan Allah ini. Hanyalah orang-orang yang demikian yang merasakan kenikmatan itu, sekalipun cepat atau lambat mereka akan menyadari bahwa semua itu adalah semu, tipuan, dan racun yang menuntun mereka kepada kebinasaan.

Akan tetapi, kita tidaklah demikian. Kita tidak diselamatkan untuk hidup yang demikian. Kita tidak ditebus untuk cara hidup yang demikian. Kita adalah prajurit Allah di dunia ini. Kita hidup di dalam peperangan antara Kerajaan Allah dan Kerajaan Iblis. Kita akan selalu bertempur. Kita akan senantiasa diintimidasi, diancam, dibenci, diserang, dan dikonfrontasi oleh si Jahat. Dan kita tahu, lawan kita itu jauh lebih pandai dan perkasa dibandingkan setiap kita. Tidak ada satu orang pun yang ada di dunia ini, bahkan para imam, raja, nabi, dan rasul sekalipun, yang dengan kekuatannya sendiri, dapat bertahan ketika berhadapan dengannya. Tidak seorangpun berdaya di tangannya.

Tidakkah kau percaya akan hal itu? Lihatlah apa yang terjadi pada Ayub. Lihatlah bagaimana setan mengusik hidupnya. Lihatlah juga Daud. Lihatlah bagaimana setan mampu membangkitkan begitu banyak orang, bahkan putera Daud sendiri, untuk membencinya dan berniat membunuhnya. Keduanya adalah orang yang saleh dan hatinya melekat pada Allah, apakah mereka selalu hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan? Tidak. Justru sebaliknya, mereka mungkin adalah orang-orang yang mendapatkan serangan paling hebat dari dunia dan dari iblis.  Apakah mereka selalu bisa tertawa di dalam pencobaan mereka? Tidak. Di dalam banyak perkara, mereka berduka, mereka menangis, mereka putus asa, mereka kalah, mereka bahkan merasa ditinggalkan sendirian oleh Sumber Pertolongan mereka, satu-satunya Tuhan yang mereka kenal dan layani, yang kepada-Nya seluruh pengharapan mereka terpaut.

Dan sekarang, katakanlah padaku,
tidakkah kau juga sedang dan sering mengalami hal yang sama?

Tidakkah kau juga merasakan adanya kuasa yang begitu membencimu?
Tidakkah kau juga merasakan adanya pribadi yang sangat ingin menjatuhkanmu ke dalam dosa?

Tidakkah kau menyadari panah si jahat tidak henti-hentinya diarahkan padamu?
Tidakkah kau menyadari bahwa ia menantimu bangun dan bersiap-siap merenggut sukacitamu?

Tidakkah kau pernah berduka dan merasa putus asa?
Tidakkah kau pernah merasa ditinggalkan sendirian oleh Dia, yang adalah Pertolonganmu?

Tidakkah kau menunggu dan menunggu Dia terus?
Tidakkah setiap hari kau menanti-nantikan wajah-Nya?
Tidakkah kau selalu berseru kepada-Nya,
“TUHAN, aku membutuhkan-Mu. Aku menantikan-Mu.
Itu masih terlalu jauh. Datanglah lebih dekat lagi.”

Oh, jika kau juga merasakannya, maka dengarlah firman Tuhan kita:

Berbahagialah semua orang yang MENANTI-NANTIKAN Dia!
(Yesaya 30:18)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ayat - Yesaya

Itu adalah janji Tuhan kita kepada kita. Itulah kepastian bagi setiap kita. Itulah pengharapan kita dan kita tahu bahwa pengharapan itu merupakan jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19).

God is with us. Janganlah kita takut, janganlah kita gemetar sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang berjalan menyertai kita. Dia berjanji tidak akan membiarkan kita atau meninggalkan kita (Ulangan 31:6). Dan Ia mengucapkannya sekali lagi kepada kita, yaitu melalui Anak-Nya yang berjanji, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Dan lebih lagi, Ia tidak hanya berjalan bersama-sama dengan kita, Ia sendiri tinggal dan hidup di dalam setiap kita melalui Roh-Nya yang kudus. Dan Roh yang telah dianugerahkan kepada kita itu lebih besar dari roh apapun yang ada di dunia ini (1 Yohanes 4:4). Yes, God is with us.

Bersama-Nya, kita hidup. Bersama-Nya, kita berdiri teguh dan akan terus teguh. Bersama-Nya, kita berjalan di dalam terang dan menuju Terang yang sejati. Bersama-Nya, kita akan menang. Bersama-Nya, kita bahkan lebih dari para pemenang (Roma 8:31-39). Demikianlah Tuhan kita selalu menyertai kita. Demikianlah Tuhan kita selalu menjaga kita.

Ayat - Mazmur 116

Kini, hanya tertinggal suatu pertanyaan besar:
Bagaimanakah kita tahu bahwa kita sungguh-sungguh adalah orang yang disertai oleh Tuhan?
Bagaimanakah aku tahu bahwa Tuhan selalu menyertaiku?

Oh, aku tidak akan menjawabnya dengan sebuah jawaban. Aku akan menjawabnya dengan sebuah pertanyaan:

“Wahai jiwaku, ketika kau takut,
ketika kau lemah
ketika kau berduka,
ketika kau menangis,
ketika kau kecewa,
ketika kau dikalahkan oleh si Jahat,
ketika kau hampir kehilangan pengharapan,
ketika kau merasa ditinggalkan sendirian oleh Kota Benteng dan Gunung Batumu,
apakah kau masih MENANTI-NANTIKAN Dia?”

Jika kau masih setia dan terus menanti-nantikan Dia,
sekalipun penantian itu terasa begitu pedih dan menguras air matamu,
oh, kukatakan padamu, wahai jiwaku, “berbahagialah engkau.”

Sebab Alkitabku mengatakan bahwa itulah tanda
dari orang yang sungguh-sungguh disertai oleh TUHAN, Allah dan Bapanya,
dan telah bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus, Imam Besar yang nama-Nya CINTA .

Tozer
Amin

Advertisements

3 thoughts on “Menanti-nantikan TUHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s