Terang Dunia bagi Umat Manusia

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;
mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
(Yesaya 9:2)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Augustine

Nubuat Nabi Yesaya ini diawali dengan frase, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan…” Nubuat ini berbicara pertama-tama mengenai Bangsa Israel. Namun, nubuat tersebut tidak terbatas hanya untuk Bangsa Israel tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Dan memang itulah yang menjadi kesaksian sejarah dan yang dapat kita lihat di zaman ini. Dunia ini telah berada di dalam kegelapan sejak jatuhnya Adam dan Hawa ke dalam dosa. Jiwa-jiwa telah berdiam di dalam negeri kekelaman sejak dahulu kala.

Orang-orang menyangka bahwa mereka melihat. Mereka berpikir bahwa mereka telah mengetahui apa yang perlu untuk hidup ini. Namun, seperti kata firman Tuhan, “mereka memiliki mata tetapi tidak melihat (Yeremia 5:21).” Mereka memuaskan mata mereka dengan apa yang mereka anggap indah dan berharga dari apa yang dunia ini tawarkan. Mereka memenuhi pikiran mereka dengan pengetahuan-pengetahuan yang dengannya mereka berpikir bahwa mereka tidak memerlukan Allah. Bahkan, mereka berani mengatakan bahwa Allah itu tidak ada. Namun, mereka sama sekali tidak menyadari keadaan mereka yang sesungguhnya. Mereka tidak mengerti dalam kondisi seperti apakah mereka berada.

Apa yang terjadi pada mereka? Jiwa mereka buta. Firman Tuhan berkata: Pikiran mereka telah dibutakan oleh kebodohan dan oleh kedegilan hati mereka sendiri (Efesus 4:17-19). Manusia membuat hatinya buta oleh dosa-dosanya sendiri. Dosa menggiring manusia ke dalam pikiran yang sia-sia. Dosa menjadikan pengertian manusia gelap. Dosa membuat bodoh, mendegilkan hati, dan menumpulkan perasaan sehingga manusia memiliki kecenderungan yang kuat untuk menyerahkan diri kepada hawa nafsu yang cemar. Sama seperti Firaun yang terus-menerus mengeraskan hatinya sekalipun Allah telah berkali-kali menunjukkan kuat kuasa-Nya di hadapannya, demikianlah setiap orang mengeraskan hatinya sendiri dan dengan demikian bertanggungjawab atas kebutaannya. Inilah kondisi umat manusia yang sebenarnya.

Lawson

Tidak hanya itu, firman Tuhan juga berkata bahwa pikiran orang-orang berdosa juga dibutakan oleh ilah zaman ini, yang adalah iblis, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah (2 Korintus 4:4). Setan memperparah kebutaan manusia dengan tipuan dan bujukan mereka yang membutakan. Inilah alasan dari berbagai-bagai duka dan kejahatan yang tiada henti melanda dunia ini. Lihatlah dunia ini! Kita tidak pernah hidup dalam zaman yang semaju zaman ini. Tingkat pendidikan, kesehatan, komunikasi, transportasi, dan hiburan saat ini telah jauh melampaui era-era sebelumnya. Namun, mengapa generasi saat ini menjadi jauh lebih cepat bosan dibanding generasi terdahulu? Mengapa masih tidak ada kedamaian? Mengapa masih ada kerakusan, kejahatan, terorisme, perselingkuhan, bunuh diri, dan hal-hal buruk lainnya? Kita tentu tidak akan pernah menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dari dunia ini. Hanyalah firman Allah yang dapat memberikan jawaban kepada kita tentang mengapa dunia ini menjadi seperti ini. Dan inilah jawaban Alkitab yang adalah kebenaran:

Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
(1 Yohanes 5:19)

Ya, iblis yang adalah penghulu dunia yang gelap ini (Efesus 6:12) telah menguasai dunia ini dan menipu orang-orang berdosa yang buta dan lebih jauh memusnahkan penglihatan mereka. Alhasil, manusia semakin tidak mengenal Allah, semakin tidak mengenal dirinya sendiri, dan bahkan, semakin tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang jahat. Itulah alasan mengapa umat manusia tidak akan pernah menemukan kebahagiaan yang sejati dari apa yang dunia ini berikan.

Piper

Namun, ada bencana yang lebih menakutkan dari semua itu. Manusia memang buta akibat kebebalan hatinya sendiri. Manusia memang buta karena hasutan ilah zaman ini. Tetapi itu belum seluruhnya. Firman Tuhan juga berkata:

Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka,
supaya mereka jangan melihat dengan mata,
dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.
(Yohanes 12:40)

Apakah yang dimaksudkan oleh Yohanes? Ya, Allah membutakan orang-orang yang berdosa. Manusia menjadi buta karena di dalam kedaulatan dan murka-Nya atas dosa, Allah telah menetapkan untuk membutakan mata hati setiap orang yang berdosa dan yang enggan merendahkan hati di hadapan-Nya. Inilah sikap keadilan Allah atas orang-orang yang tegar tengkuk dan menolak untuk mendengarkan firman-Nya.

Dalam suratnya kepada jemaat Allah di Roma, Paulus berkali-kali mengatakan bahwa Allah membiarkan atau menyerahkan orang-orang kepada keinginan hati mereka yang jahat (Roma 1:24, 26, 28) dan dengan demikian mengeraskan hati mereka dan membuat mereka buta akan firman-Nya. Bagi beberapa orang, hal ini terdengar mengerikan dan jahat. Mereka bertanya, “Bagaimana mungkin Allah bisa sejahat itu dengan membutakan orang-orang yang berdosa?” Namun, sikap yang demikian menunjukkan pengenalan akan Allah yang dangkal.

Kutuk yang Allah timpakan dengan membutakan orang-orang berdosa memang mengerikan tetapi itu sama sekali tidak berarti bahwa Allah jahat. Allah tidak jahat sama sekali. Allah itu baik (Mazmur 100:5). Allah itu penyayang dan pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih dan setia (Mazmur 86:15). Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8, 16). Namun, Ia juga adalah Allah yang kudus, benar, dan adil. Dan di dalam seluruh kepenuhan karakter-Nya itu, Ia harus menghukum orang-orang yang memberontak terhadap-Nya. Ia berhak melakukan semua itu. Ia berhak menjatuhkan hukuman menurut hikmat-Nya yang tiada tara. Ia berhak mengadili dan mengutuk semua orang yang berdosa karena Ialah yang menciptakan mereka. Sekalipun manusia, khususnya para ateis, mengatakan bahwa itu merupakan tindakan yang jahat untuk dilakukan oleh Allah yang penuh “kasih”, Allah sama sekali tidak bersalah ketika Ia mewujudkan keadilan-Nya yang murni dan penuh bijaksana. Ia memiliki hak, otoritas, dan kedaulatan penuh untuk membutakan orang-orang yang menolak-Nya sehingga mereka semakin terperosok dan tenggelam ke dalam dosa-dosa mereka yang jahat. Inilah wujud amarah dan keadilan Allah yang agung.

Owen

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Spurgeon (4)

Ya, di dalam dosa-dosanya, manusia mengalami kebutaan tiga kali lipat. Manusia dibutakan oleh diri mereka sendiri. Manusia dibutakan oleh ilah zaman ini. Manusia dibutakan oleh Allah yang murka. Sungguh mengerikan kondisi manusia yang sebenarnya. Dan berita buruknya adalah semua manusia terlahir sebagai seorang yang buta sebab semua orang telah membawa natur dosa warisan sebagai keturunan Adam, sebagaimana penuturan raja Daud:

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.
(Mazmur 51:7)

Dalam keadaan yang demikian, tentu saja mustahil manusia dapat melihat dengan kekuatan dan kehendaknya sendiri. Sama seperti seorang yang buta jasmani sejak lahir tidak dapat membuat matanya melihat, demikianlah seorang yang buta rohani sejak lahir tidak akan dapat mencelikkan mata hatinya sendiri. Manusia sama sekali tidak dapat melihat. Manusia tenggelam dalam kegelapan. Manusia terperangkap dalam kekelaman. Manusia berjalan di dalam kegelapan menuju kematian yang kekal. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Manusia teramat sangat membutuhkan Juruselamat.

Dalam kondisi yang buntu seperti itu, masihkah umat manusia memiliki pengharapan? Oh, terpujilah Allah, sebab sekalipun dunia ini dikuasai oleh kegelapan dan umat manusia mencintai kegelapan itu (Yohanes 3:19) namun Allah begitu mengasihi dunia ini (Yohanes 3:16). Walaupun manusia tidak memiliki pengharapan dari dirinya sendiri, bagi manusia masih tersedia pengharapan yang berasal dari luar dirinya, yakni dari Dia, Sang Sumber Pengharapan yang sejati. Firman Tuhan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin. (Matius 19:26).” Ya, walaupun manusia tidak mampu memulihkan mata hatinya yang telah rusak total, Allah mampu memulihkannya. Sekalipun manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, Allah yang adalah Sang Juruselamat mau dan mampu menyelamatkannya. Dan apakah yang Allah lakukan? Inilah yang Ia lakukan:

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;
mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
(Yesaya 9:2)

Ayat - Yesaya 9 5

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.
(Yohanes 3:16)

Hanya ada satu cara untuk mencelikkan mata hati manusia yang buta. Hanya ada satu cara untuk menerangi kegelapan di dalam jiwa manusia. Dan itu hanya dapat terjadi ketika terang yang besar, yakni Terang Ilahi, melawat manusia di dalam kekelaman mereka. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan umat manusia dari kebinasaan dan memberikan kepada mereka hidup yang kekal. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21). Dan itu hanya dapat terjadi ketika Anak itu, yang adalah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai, dikaruniakan oleh Allah kepada dunia.

Kini pertanyaannya:
Siapakah Terang itu?
Siapakah Anak itu?

Oh, izinkanlah aku memperkenalkan siapa Pribadi yang terindah itu: Dia adalah Tuhan kita Yesus Kristus, yang lahir di kota kecil Betlehem dua ribu tahun yang lalu. Dialah Sang Anak Allah yang pernah berkata:

Akulah Terang Dunia

Ya, Dialah Terang Dunia bagi umat manusia. Di dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (Yohanes 1:4). Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan, oleh Kristus, tidak akan lagi berjalan di dalam kegelapan. Mereka yang di diam di negeri kekelaman, oleh Kristus, akan mempunyai terang hidup. Orang-orang yang melangkah menuju kebinasaan, oleh Kristus, beroleh hidup yang kekal. Dan bukan hanya hidup yang kekal, tetapi juga:

Kebenaran dan hikmat dari Dia yang adalah Sang Penasehat Ajaib
Kemenangan dan perlindungan dari Dia yang adalah Allah yang Perkasa
Kasih sayang dan berkat kecukupan dari Dia yang adalah Bapa yang Kekal
Damai dan sejahtera dari Dia yang adalah Sang Raja Damai

Inilah pesan terindah yang datang bersama-sama hari Natal, hari kelahiran Sang Raja di atas segala raja, hari datangnya Terang yang besar. Inilah kabar baik bagi dunia. Inilah satu-satunya pengharapan bagi umat manusia. Biarlah berita sukacita ini kita sampaikan kepada keluarga kita dan kepada seluruh umat manusia, yakni bahwasanya siapa saja yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Spurgeon 1

Amin.
Selamat hari Natal 2015, teman-teman yang terkasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s