Hal Terbaik mengenai Dunia dan Hidup ini

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya,
tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
(1 Yohanes 2:17)

Salah satu hal terbaik mengenai dunia ini adalah bahwa dunia ini hanyalah sementara.
Salah satu hal terbaik mengenai hidup ini adalah bahwa hidup ini sementara adanya.

Apakah engkau juga berpikir demikian? Oh, aku tidak dapat membayangkan betapa tidak berartinya hidupku ini seandainya dunia ini akan berlangsung untuk selama-lamanya.

Tetapi “tidak” kata firman Tuhan.
Dunia ini akan berakhir.
Atau yang lebih tegas lagi: Dunia ini akan segera berakhir.
Ya, Petrus benar, kesudahan segala sesuatu sudah dekat (1 Petrus 4:7).

Dengarlah permohonan Musa kepada Allah:

Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu,
kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh…
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,
hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
(Mazmur 90 : 9 & 12)

Apakah yang Musa katakan? Ia mengatakan bahwa hati yang bijaksana akan dimiliki oleh mereka yang tahu bagaimana menghitung hari-hari mereka. Ia mengatakan bahwa hati yang penuh dengan hikmat bijaksana akan dimiliki oleh mereka yang sadar bahwa hidup dan dunia ini adalah fana dan akan segera berlalu.

Dan apakah hati yang bijaksana itu? Jika kita bertanya kepada dunia ini, maka kita akan mendapat berbagai macam jawaban yang bahkan terkadang bertolak belakang. Tetapi kita tidak butuh pandangan dunia ini untuk menjelaskan dan mengajarkan kepada kita tentang apa itu hikmat, apa itu bijaksana. Bagi kita, orang-orang percaya, hanya ada satu arti dari hati yang bijaksana. Bagi kita, hanya ada satu arti yang teguh dan pasti tentang hikmat yang sejati. Dan itu adalah ini:

Ayat - Kolose 2 3

Ya
Tuhan Yesus Kristus adalah Hikmat yang sejati.
Tuhan Yesus Kristus adalah Hati yang Bijaksana itu.

Dan bagaimana seseorang dapat memiliki Dia, Hati yang Bijaksana itu?
Musa berkata, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian…”

Ya, ketika seorang anak manusia menghitung hari-harinya, ia akan menyadari bahwa dunia ini hanyalah sementara. Ia akan menemukan kehampaan di dalamnya. Ia akan menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang dikejar-kejar oleh umat manusia yang akhirnya akan berlalu, binasa, dan tidak lagi berarti. Oh, betapa malangnya. Lebih dari itu, ia juga akan menyadari bahwa hidupnya fana. Ia akan sadar bahwa ada sangat banyak hal yang ia perjuangkan dengan sekuat tenaga selama ini yang sesungguhnya tidak benar-benar berarti. Ia akan menyadari bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat.

Dan apakah hasil dari kesadaran itu?

Orang itu akan putus asa dengan dunia ini. Ia bahkan akan putus asa dengan dirinya sendiri. Itu memang terdengar menyedihkan. Tetapi tidak apa, sebab itu adalah permulaan kehidupan. Ia kemudian menghadapkan wajahnya kepada Yang Kekal. Ia mengarahkan hatinya kepada Yang Mahakuasa. Ia merendahkan hatinya di hadapan-Nya. Ia memohon pengampunan-Nya. Dengan hati yang remuk, ia akan berseru, “Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku Jalan, Kebenaran, dan Hidup.” Dengan hati yang rendah, ia akan berkata, “Ya Allah, berikanlah kepadaku Hati yang Bijaksana.” Dan Allah, oleh kasih-Nya yang teramat sangat besar bagi para pendosa, akan memberikan kepadanya semuanya itu, yakni pengampunan, jalan, kebenaran, hidup, dan hati yang bijaksana di dalam dan hanya di dalam Yesus Kristus, Putra-Nya, Tuhan kita.

Ayat - 1 Korintus 1 30

Ya
Kristus Yesus, Tuhan kita
Dialah Sang Pemimpin kepada Hidup (Kisah Para Rasul 3:15)
Dialah Kebangkitan dan Hidup (Yohanes 11:25)

Hanyalah di dalam Dia
ada semangat hidup
ada pengharapan untuk hidup
ada arti hidup
ada tujuan hidup
ada terang hidup
ada hidup

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dunia ini hanyalah sementara dan akan segera tiada.
Ya, tetapi Kerajaan-Nya adalah dari selamanya sampai selamanya.

Hidup ini hanyalah sementara dan akan tiba kesudahannya.
Ya, tapi di dalam Dia ada hidup yang kekal.

Keindahan dan arti dari dunia dan hidup ini terletak pada kenyataan bahwa keduanya hanyalah sementara. Oh, terpujilah Allah karena kesementaraan dunia dan hidup ini. Sebab hanya dengan menyadari hal itulah seseorang bisa memiliki hati yang bijaksana. Hanya dengan menyadari hal itulah seseorang bisa memiliki hidup yang berarti, yang benar-benar berarti. Dan apakah itu hidup yang berarti? Hidup yang berarti adalah ini:

Hidup yang didedikasikan sepenuhnya
untuk kemuliaan Allah,
yang dari-Nya hidup ini ada,
dan untuk kebaikan umat-Nya,
yang untuknya Ia telah menyerahkan hidup-Nya.

Watson

Oh, besarkanlah nama Tuhan! Biarlah umat tebusan-Nya bersukacita dan bernyanyi memuliakan nama-Nya:

Siang, malam, musim, tahun gilir ganti melenyap;
bayang-bayangnya berlalu, tiada satu yang tetap.
Hidup kita menjalani jangka waktu dunia;
tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.

Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya,
kita pun menuju makam yang fana.
Dari bumi kita lahir dan kembali pada-Nya;
tanpa rahmat yang ilahi, apakah manusia?

Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptaan-Nya:
dalam Putra-Nya sendiri Ia tinggal beserta.
Yang percaya kepada-Nya, tak binasa tenggelam,
tapi hidup selamanya dalam Dia yang menang.

Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap;
dalam suka dan dukaku rahmat Allahku tetap!
Tangan-Nya menuntun daku lewat zaman dunia
dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumah-Nya.

(Kidung Jemaat: Siang, Malam, Musi, Tahun)

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s