Jalan Terbaik Untuk Menjadi Kudus, oleh Thomas Brooks

“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN,
“berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu,
dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.”
(Yoel 2:12)

Jalan terbaik untuk menjadi kudus adalah dengan mendakwa, menuntut, menuduh, dan mempersalahkan dirimu sendiri atas ketidakkudusanmu. Merataplah benar-benar dan berdukalah karena ketidakkudusuanmu, karena kejahatanmu. Menyendirilah dan bersujudlah di hadapan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Kudus, dan menangislah dengan sedihnya atas:

ketidakkudusan naturmu
ketidakkudusan hatimu
ketidakkudusan kasihmu
ketidakkudusan intensimu
ketidakkudusan pikiranmu
ketidakkudusan kata-katamu
ketidakkudusan hidupmu.

Oh, siapakah yang dapat melihat dosa
…..sebagai sebuah kejahatan melawan Allah yang kudus,
…..sebagai pelanggaran terhadap Hukum yang suci
…..yang melukai dan menyalibkan Juruselamat yang kudus
…..yang mendukakan dan menyedihkan Sang Pengudus
dan tidak berduka karenanya?

Oh, siapakah yang dapat melihat
…..natur dosa yang begitu mengerikan
…..keberdosaan dosa yang teramat sangat
…..dosa yang begitu menjengkelkan
tetapi
…..hatinya tidak direndahkan
…..jiwanya tidak didukakan
…..semangatnya tidak dihancurluluhkan
…..matanya tidak mengalirkan air mata pertobatan
…..hatinya tidak penuh dengan sengsara pertobatan?

Orang Kristen berduka karena ia telah berdosa terhadap
…..Allah yang begitu agung
…..Allah yang begitu baik
…..Allah yang begitu murah hati
…..Allah yang penuh belas kasihan

Oh, betapa seharusnya seorang pendosa meneteskan air mata ketika ia melihat begitu besarnya kejahatannya, dan betapa kurangnya kekudusannya! Jika engkau ingin menjadi kudus, berdukalah karena ketidakkudusanmu.

Mereka yang tidak menangis karena dosa di sini – akan menangis di neraka kelak! Adalah lebih baik menangis dengan sedihnya karena dosa-dosamu di bumi, daripada menangis selamanya karena kebodohanmu di neraka.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
(Matius 5:4)

#Petikan dari tulisan Thomas Brooks, “The Crown and Glory of Christianity,
atau, HOLINESS, the Only Way to Happiness”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Thomas Brooks (2)“The most holy man are always the most humble man.”

Thomas Brooks lahir pada tahun 1608. Tujuh belas tahun kemudian, ia masuk ke Emmanuel College di mana para Puritan lain, seperti Thomas Hooker, John Cotton, dan Thomas Shephard juga berkuliah. Namun, beberapa catatan biografi yang ada mengindikasikan Brooks keluar dari kampus tersebut sebelum ia lulus. Pada tahun 1640, Thomas Brooks ditahbiskan untuk melayani di Church of England. Ia ditunjuk untuk melayani sebagai chaplain (pendeta) bagi armada laut parlemen. Pelayanan ini ia lakukan selama beberapa tahun. Perihal pelayanan ini, ia menulis dalam catatan pribadinya:

“Saya telah berada di laut selama beberapa tahun dan oleh anugerah saya dapat berkata bahwa saya tidak akan menukarkan pengalaman di laut ini dengan kekayaan Inggris.”

Setelah Perang Sipil di Inggris, tepatnya pada tahun 1648, Brooks menjadi pendeta di gereja St. Thomas the Apostle, Queen Street, di London. Di sini, ia melayani selama 3 tahun. Ia juga sering diundang untuk berkhotbah di Parlemen. Pada tahun 1652, ia menjadi Kepala Gereja St. Margaret’s, New Fish Street Hill, di kota London. Namun, di sini, Brooks menghadapi oposisi yang cukup besar dari pihak gereja sebab Brooks memegang teguh kebenaran yang murni dari Alkitab sementara gereja telah menyimpang cukup jauh dari ajaran Kitab Suci. Salah satu sumber masalah bagi Brooks adalah ia menolak untuk melaksanakan sakramen baptisan kudus serta perjamuan kudus bagi mereka, yang menurut Brooks, hidup tidak pantas sebagai orang Kristen sehingga mereka seharusnya belum diizinkan mengambil bagian di dalamnya. Di tahun-tahun berikutnya, Brooks disibukkan dengan pelayanannya, baik pelayanan berkhotbah maupun menulis.

Brooks

Sepert Puritan Thomas Goodwin dan John Owen, Brooks memegang paham Kongregasional. Pada tahun 1662, sama seperti banyak Puritan lain, Brooks juga diusir oleh pemerintah Inggris dari gereja tempat ia melayani karena keengganannya untuk patuh pada Act of Uniformity dari Church of England yang mengharuskan setiap hamba Tuhan untuk mematuhi beberapa peraturan tertentu, yang mencakup praktek doa dan sakramen, yang sebenarnya bertentangan dari ajaran yang sehat.

Setelah dikeluarkan dari mimbarnya, Brooks tidak menyerah. Ia masih meneruskan pelayanannya di London. Ia kemudian menjadi pendeta bagi jemaat di Moorfields. Tidak seperti banyak pendeta lainnya, Brooks memilih untuk tetap tinggal di London di masa-masa Great Plague (suatu wabah penyakit mengerikan di Eropa pada saat itu) di tahun 1665 demi dapat terus melayanji jemaat gembalaannya. Ia tidak membiarkan usia tua dan beratnya kondisi yang dihadapinya untuk menghentikan pekerjaan baik yang telah Allah persiapkan untuknya. Ia punya keyakinan yang teguh, “Kebenaran itu perkasa dan akan menang.”

Brooks

Pada tahun 1672, Brooks mendapatkan izin untuk kembali berkhotbah berdasakan Declaration of Indulgence yang sayangnya ditarik kembali empat tahun kemudian. Pada tahun 1676, istri Brooks, Martha Burgess, seorang wanita yang saleh, wafat. Mengenai istri yang sangat ia kasihi ini, Brooks menulis:

“Ia berada dalam keadaan terbaiknya ketika ia paling dekat dengan Allah di pojok doanya. Ia seringkali berdoa seharian di hadapan Allah untuk mengungkapkan isi hatinya untuk Inggris, untuk Sion, dan untuk hal-hal yang begitu menjadi perhatian baginya.”

Satu atau dua tahun kemudian, Brooks menikah dengan seorang muda wanita yang takut akan Tuhan, yang bernama Patience Cartwright, yang menjadi teman dan penolong yang sangat berharga bagi Brooks sekalipun perbedaan usia di antara keduanya terlampau jauh.

Thomas Brooks wafat pada tahun 1680 dan dimakamkan di Bunhill Fields, suatu pemakaman para nonconformist seperti Puritan besar lain seperti John Owen, Thomas Goodwin, dan John Bunyan. Mengenai Brooks, John Reeve, yang berkhotbah di upacara pemakamannya, mengatakan “kodrat yang manis, daya tarik yang luar biasa, kasih yang besar, kesabaran yang menakjubkan, dan iman yang teguh.”

Brooks

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Brooks

Tidak banyak yang diketahui dari kehidupan Thomas Brooks. Namun, jika dilihat dari karya-karya tulisnya, kita dapat mengenal Brooks lebih jauh. Ada setidaknya empat hal yang menandai hidup dan pelayanan Brooks:

Hal pertama yang dapat kita simpulkan dari seorang Brooks adalah bahwa ia merupakan seorang yang memiliki banyak karunia dari Allah. Ia merupakan seorang pengkhotbah yang berkarunia. Brooks berkhotbah dengan sederhana dan praktikal. Ia memenuhi khotbahnya dengan firman Allah dan sebagai akibatnya, Allah memenuhi khotbah Brooks dengan kuasa-Nya. Brooks juga merupakan seorang penulis yang berbakat. Sementara beberapa Puritan, seperti John Owen, menulis dengan bahasa yang cukup berat untuk dimengerti, Brooks menulis dengan kalimat yang sangat mudah dimengerti. Mengenai Brooks, seseorang memberikan testimoni:

“Sebagai seorang penulis, Brooks menebar bintang-bintang dengan kedua tangannya. Ia memiliki serbuk emas: di tempat penyimpanannya terdapat banyak batu berharga. Orang jenius memang selalu menakjubkan, namun ketika orang jenius itu juga kudus, maka ia tidak ada bandingnya. Tidak ada jalan lain untuk mendapatkan karunia yang lebih besar selain seseorang hidup berdasarkan karunia ‘sederhana’ yang ia miliki.”

Charles Spurgeon, yang dijuluki sebagai raja para pengkhotbah, merupakan penggemar berat tulisan-tulisan Brooks. Ia bahkan mengumpulkan perkataan-perkataan dan ilustrasi-ilustrasi yang pernah Brooks buat kemudian menjadikannya buku yang diberikannya judul, “Smooth Stones Taken from Ancient Books.” Di dalam kata pengantar buku tersebut, Spurgeon menulis:

“Seandainya Brooks adalah orang yang hidup duniawi, tulisan-tulisannya tentulah akan sangat berharga, namun karena ia merupakan seorang Kristen sejati, tulisan-tulisannya menjadi dua kali lebih berharga. Ia memiliki mata iman seperti mata elang, dan imajinasinya bak sayap elang. Ia melihat kiasan, metafora, dan alegori di dalam segala hal; namun itu semua dikuduskannya untuk pelayanan Tuannya.”

Hal kedua yang esensial untuk dicontoh dari Brooks adalah dia menegaskan betapa mengerikannya dosa dan betapa pentingnya kekudusan di dalam hidup orang-orang percaya. Ia tidak sama seperti banyak “hamba Tuhan” saat ini, yang sebenarnya adalah serigala berbulu domba, yang tidak pernah membahas tentang dosa dan kekudusan kepada gereja yang ia pimpin. Mereka adalah penipu yang hanya peduli pada kemakmuran jasmani tetapi tidak peduli pada keselamatan jiwa jemaatnya. Tetapi tidaklah demikian dengan seorang Thomas Brooks. Mengenai dosa, ia mengatakan:

“Dosa adalah wabah, ya, wabah yang paling buruk dan paling menginfeksi di seluruh dunia; namun, ah! betapa sedikit orang yang takut terhadapnya – yang berusaha menjauh darinya! (1 Korintus 5:6) – “Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?” Segera setelah satu dosa menangkap hati Adam, semua dosa masuk ke dalam jiwanya dan memenuhinya.  Betapa satu dosa Adam menyebar ke seluruh umat manusia! (Roma 5:12) – “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Ah, betapa dosa ayah menginfeksi anaknya, dosa suami menginfeksi isterinya, dosa majikan menginfeksi pelayannya! Dosa yang ada di dalam hati seorang manusia dapat menginfeksi seisi dunia, dosa itu sungguh mudah menyebar dan menginfeksi.”

“Tidak ada dosa yang kecil sebab tidak ada Allah yang kecil yang kepada-Nya kita berdosa.”

Itulah peringatan Brooks yang sudah teramat jarang kita dengar disampaikan di gereja-gereja saat ini. Tetapi Brooks tidak hanya menekankan kengerian dosa. Ia juga menegaskan betapa pentingnya kekudusan di dalam hidup seorang Kristen.

Brooks

Hal ketiga mengenai Brooks adalah dia mengerti dengan baik realita dari peperangan rohani dan kemudian membagikannya melalui bukunya, “Precious Remedies Against Satan’s Devices*.” Ini merupakan hal yang sangat penting. Peperangan rohani, khususnya peperangan melawan iblis, merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Iblis tahu bahwa ia tidak akan dapat mengambil keselamatan orang-orang Kristen yang telah dijaga oleh di tangan Bapa (Yohanes 10:29), namun ia tahu bahwa ia mampu merenggut sukacita dan kepastian di dalam hati orang Kristen. Iblis mampu mengintimidasi orang-orang percaya, mencobai dan menggoda mereka untuk kembali hidup di dalam dosa-dosa lama kesukaan mereka, memicu rasa takut dan kuatir yang tidak wajar, membuat mereka ragu apakah Allah benar-benar telah mengampuni mereka atau tidak, dan berbagai bentuk serangan lain.

Mengapa iblis melakukan semua itu? Jika keselamatan orang Kristen tidak dapat hilang, mengapa iblis masih mati-matian menyerang mereka? Tentu saja jawabannya hanya satu, yaitu agar orang Kristen menjadi pelayan Kerajaan Sorga yang lemah dan tidak efektif sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi Kerajaan Iblis. Iblis tahu bahwa seorang Kristen yang penuh sukacita dan kepastian iman merupakan ancaman yang sangat berbahaya bagi kemajuan kerajaan mereka di bumi ini. Oleh sebab itu, mereka akan begitu giat menipu dan menyerang umat Allah.

Inilah yang membuat topik peperangan rohani merupakan hal yang sangat penting untuk dimengerti dan disampaikan di dalam gereja dan komunitas-komunitas orang percaya. Dan puji syukur kepada Allah, melalui Thomas Brooks, Ia membukakan kebenaran mengenai peperangan ini kepada gereja-Nya. Berikut sedikit kutipan dari buku Brooks,  “Precious Remedies Against Satan’s Devices” :

“Jika Daud bermegah akan pasukannya, Iblis akan memancingnya untuk menghitung jumlah mereka, sehingga ia menjadi semakin sombong (2 Samuel 24). Jika Petrus begitu diperbudak oleh rasa takut, Iblis akan menggodanya untuk menegur dan menyangkal Kristus, untuk menyelamatkan dirinya sendiri (Matius 16:22, Matius 26:69-75). Jika para nabi Ahab suka memperdaya, Iblis akan segera menjadi roh dusta di mulut keempat ratus orang dari mereka, dan mereka akan memperdaya Ahab menuju kebinasaannya (2 Raja-raja 22). Jika Yudas akan menjadi seorang pengkhianat, Setan akan segera masuk ke dalam hatinya, dan mendorongnya untuk menjual Tuannya demi uang, yang mana orang-orang lain tidak akan pernah melakukan pengkhianatan serendah itu (Yohanes 13:2). Jika Ananias ingin berbohong untuk kepentingannya, Setan akan menguasai hatinya sehingga ia akan berdusta kepada Roh Kudus (Kisah Para Rasul 5:3).

Iblis suka berlayar seturut hembusan angin, dan menyesuaikan cobaan untuk masing-masing orang dengan kondisi dan kecenderungan hati mereka. Jika mereka sedang berada dalam kemakmuran, ia akan mencobai mereka untuk menyangkal Allah (Amsal 30:9); jika mereka berada dalam masalah, ia akan menggoda mereka untuk meragukan Allah; jika pengetahuan mereka kurang, ia akan menggoda mereka untuk memiliki pemahaman yang rendah akan Allah; jika hati nurani mereka lembek, ia akan membuat mereka sangsi dan ragu-ragu; jika hati nurani mereka kuat, ia akan menggoda mereka untuk merasa aman karena kekuatan mereka sendiri; jika mereka pemberani, ia akan menggoda mereka untuk menjadi seorang yang penuh praduga; jika mereka pemalu, ia akan mendorong mereka ke dalam keputusasaan; jika mereka fleksibel, ia akan membuat mereka menjadi tidak konsisten; jika mereka kaku, ia akan membuat mereka keras kepala.”

Brooks

Luar biasa, bukan? Gereja membutuhkan hamba-hamba Tuhan yang mampu mengajarkan hal-hal ini dengan baik sehingga tiap-tiap jemaat dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Efesus 6:11) dan dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah mereka menyelesaikan segala sesuatu (Efesus 6:13).

Dan hal terakhir yang sangat penting, mungkin paling penting, untuk kita teladani dari hidup dan pelayanan Thomas Brooks adalah ia memusatkan seluruh hidup dan pelayanannya untuk memberitakan Kristus Yesus, Tuhan kita. Ini adalah dasar dan puncak dari pelayanan yang sejati. Semua pelayanan yang dikerjakan oleh umat Allah adalah karya dari Roh Kudus dan karya Roh Kudus yang utama adalah memuliakan Kristus. Oleh sebab itu, semua hamba Tuhan yang sejati, yang penuh dengan Roh Kudus, yang mana Thomas Brooks adalah salah satunya, akan senantiasa mewarnai seluruh pelayanan dan pemberitaannya dengan Kristus, Kristus, dan Kristus. Dengarlah apa yang dikatakannya:

“Dosa kita adalah hutang yang tak seorangpun dapat melunasinya kecuali Kristus. Bukanlah air mata kita, melainkan darah-Nya; bukanlah rintihan kita, melainkan deritanya-Nya, yang dapat memberikan kesaksian untuk membela kita dari dosa-dosa kita. Kristus harus membayar semuanya, atau kita akan menjadi orang-orang terpenjara selamanya.”

“Sebelum seseorang memiliki iman di dalam Kristus, pelayanan terbaik yang ia lakukan hanyalah sebuah dosa yang tampak indah.”

Brooks

Demikianlah sedikit hal yang dapat kita pelajari dari pribadi dan karya Thomas Brooks. John Piper pernah berkata, “Lebih baik kehilangan nyawa dibanding menyia-nyiakannya.” Brooks tidak menyiakan-nyiakan nafas hidup yang Tuhan berikan padanya. Ia memakai itu semua sekuat tenaga, hingga usia tuanya, demi kemuliaan Allah di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kristus ada di dalam hati Brooks, dan ia menjadi sebagaimana adanya dia, hamba Tuhan yang setia. Kristuslah alasan dari semua pekerjaan mulia yang terjadi di dalam dan melalui hidupnya. Kita, orang-orang percaya, memiliki Kristus yang sama. Oleh sebab itu, mari kita melanjutkan perjuangan Thomas Brooks, dengan sumber kuasa yang sama yang juga menaunginya, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, untuk meninggikan nama-Nya dan memberitakan keselamatan yang hanya dapat ditemukan di bawah kepada sayap-Nya.

Amin

*buku Precious Remedies Against Satan’s Devices dapat diunduh di internet dengan mudah

Advertisements

2 thoughts on “Jalan Terbaik Untuk Menjadi Kudus, oleh Thomas Brooks

  1. Suatu saat di hari-hari saya baru saja mengalami kasih mula-mula kepada Tuhan Yesus, ada intimidasi begitu kuat dr iblis. Membuat saya ragu akan Tuhan. Apakah saya benar2 telah mengalami Tuhan atau hanya perasaan saja atau saya malah “menciptakan” Tuhan dalam pikiran dan hati saya. Saya berdoa dan tak banyak yang saya ucapkan selain diam dan menangis. Di saat-saat spt ini bagaimana mengatasinya agar segera memperoleh sukacita dan damai sejahtera kasih mula-mula kpd Tuhan Yesus?

    • Rachel, puji Tuhan kalau kamu sudah mengalami kasih mula-mula kepada Tuhan Yesus. Semua karena anugerah-Nya.

      Adapun intimidasi iblis, akan sangat mungkin menyerang orang2 percaya, apalagi yang baru saja bertobat. Mengapa? Karena ketika iblis mengintimidasi orang percaya, maka orang itu cenderung menjadi murung dan lemah dan tidak efektif dalam melayani Allah dan menjadi sulit berelasi dengan intim dgn Allah.

      Salah satu kesukaan iblis adalah membuat orang Kristen sejati meragukan keselamatannya. Dan sebaliknya, ia juga sangat suka membuat orang Kristen palsu yakin bahwa dirinya diselamatkan padahal belum.

      Untuk kepastian keselamatan, satu hal yang mutlak perlu kita tahu adalah jangan bersandar pada PERASAAN kita. Perasaan hati adalah standar yang berbahaya untuk diikuti sebab perasaan bs menipu kita.

      Untuk kepastian keselamatan, sandarkan semuanya bukan pada perasaan, melainkan kepada Kristus yang berfirman:

      Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yohanes 6:37)

      Lihat, Ia TIDAK AKAN membuang siapa saja yang datang kepada-Nya.

      Dan juga, ingatlah firman Tuhan:

      Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, …
      (Ibrani 12:2)

      Lihat, Kristuslah yang memulai iman setiap orang percaya, dan Ia pasti akan menyempurnakan iman itu sekalipun skrg iman kita masih kecil sekecil biji sesawi.

      Tetap berdoa Rachel, tetap baca firman, dan temukan persekutuan yang membuat imanmu bertumbuh.

      Salam
      Semoga Tuhan Yesus tuntun selalu

      Tuhan memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s