Raja di Atas Keledai

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.”

Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:

“Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”
(Matius 21:1-5)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

0d3088aa8677b25a83a5a8425a887727

Tuhan kita Yesus Kristus menuju Kota Yerusalem, tempat di mana Ia akan ditinggikan, dengan mengendarai seekor keledai betina yang muda.

Keledai muda melambangkan kerendahan hati.
Betina melambangkan kelemahlembutan.

Kita, orang-orang yang telah ditebus-Nya dengan darah-Nya, diberi-Nya hidup yang baru, dipakaikan-Nya jubah kebenaran dan mahkota sorgawi sebagai anak-anak Allah, adalah murid-murid-Nya yang Ia utus untuk hidup sedemikian di hadapan orang-orang. Kita harus hidup di dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati sebab Tuhan kita pernah berkata:

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(Matius 11:28-29)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s