Sebab Itu Janganlah Kamu Kuatir

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata:
Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum?
Apakah yang akan kami pakai?

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
(Matius 6 : 31-33)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Di dalam hidup ini, kita sering merasa kuatir.
Dan dari satu sudut pandang, kekhawatiran itu nampak begitu wajar bagi kita.

Kita kuatir akan jalan hidup kita.
Kita kuatir akan pekerjaan kita.
Kita kuatir akan studi lanjut kita.
Kita kuatir akan calon pasangan kita.
Kita kuatir kesiapan kita membangun rumah tangga.
Kita kuatir akan kesehatan kita.
Kita kuatir akan kesehatan orang tua kita.
Kita kuatir akan wabah penyakit yang muncul.
Kita kuatir akan situasi ekonomi, politik, dan keamanan nasional yang tidak menentu.

Kita kuatir akan banyak hal.
Kita memikirkan sangat banyak hal.

Menurut dunia, kekhawatiran itu memang sangat wajar.
Namun, sesungguhnya, dalam perspektif orang percaya, itu tidak wajar.

Sadar atau tidak sadar, di dalam semua kekhawatiran itu, kita melupakan dua hal, yaitu bahwa Allah peduli kepada hidup kita dan bahwa Ia telah dan sedang memikirkan sangat banyak hal untuk hidup kita, bahkan jauh lebih banyak dibanding apa yang telah kita pikirkan untuk hidup kita. Tidak peduli sekeras atau se-kompleks apapun kita telah memikirkan hidup kita, pikiran-pikiran Allah untuk hidup kita jauh lebih banyak dan tentu saja jauh lebih baik.

Daud pernah, bahkan sering, mengalami kekhawatiran di dalam hidupnya. Dan apakah yang ia renungkan di kala ia kuatir? Inilah yang ia nyanyikan:

psalm-55

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!
Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.
(Mazmur 55:22)

Ya, hidup kita terpelihara dan terjaga bukan karena kita kuatir atau berpikir terlalu keras untuk kebaikan, keamanan, dan kenyamanan hidup kita. Hidup kita terpelihara dan terjaga ketika kita menyerahkan kekuatiran, yang adalah beban yang berat itu, kepada Allah.

Kita tidak perlu kuatir dan pusing untuk hidup kita.
Biarlah Allah kita saja yang berpikir keras dan “pusing” untuk hidup kita.

Kita tidak perlu memikul kekhawatiran kita yang sangat berat itu.
Biarlah Bapa kita saja yang memikulnya.

Biarlah ini menjadi jaminan bagi kita. Biarlah ini menjadi bantal yang empuk tempat kepala kita berbaring dan bersandar.  That’s the deal, you know?

Lalu, apa bagian kita?

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
(Matius 6 : 31-33)

It works everytime.

Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Allah, di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s