Tempat Pelarian di Waktu Kesesakan

Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu,
pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu;
sebab Engkau telah menjadi kota bentengku,
tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.
(Mazmur 59:17)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ayat - Mazmur 91 1

Bagaimana reaksimu apabila seseorang datang dengan tergesa-gesa dan mengatakan:
“Aku butuh pertolonganmu sekarang.
Aku sedang berada di dalam masalah yang sangat besar.
Engkau harus menolongku.”?

Apabila mereka didatangi dengan tiba-tiba sedemikian, beberapa orang mungkin akan berkata, “Engkau hanya datang kepadaku kalau engkau sedang ditimpa masalah dan membutuhkan pertolongan. Namun, ketika engkau berbahagia, engkau melupakanku. Pergilah! Aku tidak mau menolong dan melindungimu. Aku tidak mau kenyamananku terusik olehmu. Pergilah sekarang! Datanglah lagi jika engkau sudah berbuat baik kepadaku.” Tetapi lebih banyak orang mungkin akan berkata, “Aku sangat ingin menolongmu tetapi maafkan aku, aku tidak dapat menolongmu sekarang. Aku juga ada satu hal yang masih harus aku kerjakan.”

Banyak orang akan tidak siap ketika permohonan seperti itu datang. Banyak orang tidak mau kenyamanan mereka terganggu oleh orang yang tiba-tiba datang untuk meminta tolong, apalagi jika permintaan itu sangat berat. Banyak orang tidak terbuka atau tidak senang hati untuk untuk menjadi tempat pelarian bagi orang lain.

Namun, biarlah kita mengingat hal ini: Allah kita tidaklah demikian.

Watson

Ia adalah “kota benteng” dan Ia tidak pernah berubah. Kota benteng itu tidak pergi kesana kemari, kota benteng akan selalu ada di tempat di mana kota benteng itu didirikan. Begitu pula Allah kita, Ia tidak pernah berpindah sedikitpun, Ia tidak pernah bergeser satu sentimeter sekalipun, Ia tidak pernah pergi, Ia akan selalu ada di sana. Dan Ia tidak akan pernah merasa terusik oleh orang yang datang kepada-Nya tiba-tiba untuk berlindung. Ia memang memberikan diri-Nya dengan sukarela dan sukacita untuk melindungi siapapun yang datang kepada-Nya, termasuk untuk mereka yang datang kepada-Nya dengan tergesa-gesa atau dengan tiba-tiba. Sesungguhnya, Ia jauh lebih suka kepada orang yang datang kepada-Nya dengan tiba-tiba dibanding orang yang datang kepada-Nya secara rutin hanya karena tuntutan rutinitas atau keterpaksaan oleh ritual keagamaan.

Ia juga adalah “tempat pelarian pada waktu kesesakan” dan Ia tidak pernah berubah. Ia tidak pernah merasa kenyamanan-Nya terganggu oleh orang-orang yang berlari kepada-Nya di dalam kesesakan untuk menemukan keselamatan. Ia tidak pernah merasa tidak siap untuk menolong. Ia memang masih punya sangat banyak hal lain untuk dikerjakan. Ia memang sangat sibuk. Namun, Ia tidak akan pernah menolak siapapun yang datang berlari kepada-Nya sebab memang prioritas tertinggi di dalam kesibukan-Nya adalah untuk menyelamatkan.

Menyelamatkan adalah pekerjaan-Nya.
Menyelamatkan adalah keahlian-Nya.
Menyelamatkan adalah kesukaan-Nya.
Menyelamatkan adalah diri-Nya.

Adakah syarat yang Ia tetapkan bagi mereka yang mau datang kepada-Nya?  Ya, tentu saja ada. Tetapi Ia tidak mempersyaratkan orang-orang untuk hidup kudus, berhikmat luar biasa, dan sempurna terlebih dahulu untuk dapat datang kepada-Nya dan berlindung. Tidak. Apa yang Ia persyaratkan hanyalah tiga hal ini:

  • Kita sadar akan kesesakan kita.
  • Kita sadar bahwa Ia adalah kota benteng dan tempat pelarian.
  • Kita belari kepada-Nya di waktu kesesakan kita itu dengan kepercayaan penuh bahwa Ia akan menerima kita sebab Ia telah menjanjikannya.

Pada intinya, Ia tidak mempersyaratkan apapun kecuali satu hal, yaitu bahwa kita sadar dan mengaku bahwa kita membutuhkan Dia, seperti yang lirik dalam suatu lagu yang indah, Come Ye Sinners, katakan:

SRT-Hymns_instagram_day1

Dan ketika kita datang dengan hati yang demikian pada-Nya, tahukah engkau bagaimana Ia akan menolong? Beginilah Ia akan menolong dan menyelamatkan: Ia akan mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Seorang Pribadi yang adalah Kota Benteng bagi mereka yang lemah lesu, Seorang Pribadi yang adalah Tempat Pelarian bagi mereka yang berbeban berat, satu-satunya Pribadi yang dapat memberi kelegaan.

Siapakah Dia?
OhYa… Ia adalah Yesus Kristus, Tuhan, yang pernah berkata:

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
(Matius 11:28)

Ia akan melindungimu.
Ia akan menyelamatkanmu.
Ia akan memberi hati yang baru padamu.
Ia akan menerangi pikiranmu.
Ia akan melegakan jiwamu.
Ia akan tinggal di dalammu dan kau di dalam-Nya.
Ia akan menjadi hidupmu.

Seperti Daud, sang Pemazmur, kau akan berkata, “Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu.” Dan seperti seluruh umat yang kudus, kau akan bersenandung:

Come, ye sinners, poor and wretched,
Weak and wounded, sick and sore;
Jesus, ready, stands to save you,
Full of pity, joined with power.
He is able, He is able;
He is willing; doubt no more.

None but Jesus, none but Jesus
Can do helpless sinners good.

(Himne: Come Ye Sinners, oleh Joseph Hart dan Matthew S. Smith)

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s