Mata, Jiwa, dan Doa

Ryle (2)

Allah menganugerahkan kepada manusia dua harta untuk dapat melihat, menikmati, dan memahami dunia ini, yaitu mata dan jiwa. Keduanya sama-sama penting. Keduanya sama-sama berharga. Keduanya sama-sama vital. Namun, keduanya sama-sama lemah. Keduanya sama-sama rentan. Keduanya sama-sama terpapar dengan lingkungan berbahaya yang dapat memedihkan, mengotori, melukai, bahkan membutakannya.

Manusia memiliki dan melakukan banyak cara untuk menjaga mata mereka. Mereka rajin mengedipkan mata. Mereka rutin memejamkan mata. Mereka suka mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan mata. Mereka memakai kacamata atau alat lain untuk melindunginya.

Tetapi pelindung dan perisai jiwa kita
adalah doa yang tak putus-putusnya kepada Allah.

Seberapa rajin kita mengedipkan jiwa kita di dalam doa untuk memurnikannya?
Seberapa tekun kita memejamkan jiwa kita dengan doa teduh untuk menenangkannya?
Seberapa suka kita mengonsumsi doa untuk menyehatkannya?
Seberapa sigap kita memakai perisai doa untuk melindungnya?

Oh, alangkah baiknya jika kita menyadari hal ini: yakni bahwasanya jiwa manusia jauh lebih lemah dan rentan dibanding mata mereka. Jiwa manusia jauh lebih mudah digelapkan dan dibutakan dibanding mata jasmani mereka. Dan ilah zaman ini, jauh lebih tertarik dan berambisi untuk merampas penglihatan dari jiwa manusia dibanding dari mata mereka.

Oleh sebab itu, berlindunglah dan berjaga-jagalah senantiasa di dalam doa kepada Allah, maka Dia,  yakni Tuhan yang menciptakan dan menjaga penglihatan, baik untuk matamu maupun jiwamu, tidak hanya akan menyinari harimu dengan sinar mentari dan bintang-bintang, tetapi juga melindungi jiwamu bahkan meneranginya oleh Yesus Kristus, Anak-Nya, yang adalah Terang Dunia (Yohanes 8:12) dan Bintang Timur yang gilang gemilang (Wahyu 22:16).

Bunyan (5)

Doa adalah perisai bagi jiwa.
Sungguh benar hal itu sebab Tuhan kita, Sang Pendoa Syafaat, pernah berkata:

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan;
roh memang penurut, tetapi daging lemah.
(Markus 14:38)

Amin.

Apakah engkau berdoa?
Apakah engkau melihat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s