Tempat-tempat Anugerah Berada

Tripp
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah,
supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
(1 Korintus 2:12)

Hal yang sangat penting yang harus disadari oleh setiap orang percaya adalah bahwa kehidupan iman kita, dari A sampai Z, adalah anugerah dari Allah. Apakah anugerah itu? Kata “anugerah” atau “grace” yang digunakan dalam Perjanjian Baru, berasal dari kata Yunani “charis” yang artinya berkat atau kebaikan. Namun, Perjanjian Baru memaknai kata anugerah ini lebih dari sekadar berkat atau kebaikan. Anugerah selalu bersumber dari Allah dan bukan dari manusia. Lebih jauh, manusia tidak layak untuk menerima anugerah itu karena manusia adalah makhluk berdosa. Sederhananya, anugerah adalah berkat dan kebaikan yang Allah beri kepada manusia yang seharusnya tidak menerima apapun dari Allah selain kutuk dan hukuman karena dosa-dosa mereka.

Pengampunan, kelahiran baru, pertobatan, dan pengudusan adalah anugerah Allah kepada kita. Baptisan, pemateraian, pemenuhan, dan tinggalnya Roh Kudus ke dalam hati setiap kita adalah anugerah yang luar biasa. Iman dan pengharapan, bersama-sama dengan kasih agape adalah pemberian Tuhan. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri adalah anugerah Allah yang sering kita sebut sebagai buah Roh (Galatia 5:22-23).  Hati untuk melayani, kemurahan hati untuk membagi berkat, hikmat untuk mengajar, bibir yang menasehati, serta kepemimpinan yang menjadi teladan adalah kasih karunia dari Tuhan (Roma 12:6-8). Pemahaman akan firman Tuhan, hikmat, dan pengetahuan juga adalah pekerjaan Allah di dalam hidup kita.

Tidak berhenti sampai di situ, telinga seorang murid, kerinduan untuk berdoa, sukacita untuk beribadah di gereja atau di dalam persekutuan, keberanian memberitakan Injil, kerajinan dalam melayani, dan kerendahan hati di hadapan sesama, semua hal baik itu, Tuhanlah yang mengerjakannya (Filipi 2:13). Semangat hidup, arti hidup, bahkan visi hidup, jangan salah, ketiganya juga adalah pemberian dari Allah (Mazmur 25:14, Amsal 16:9). Semuanya adalah kasih karunia yang Allah curahkan. Semuanya, ya semuanya, adalah anugerah Allah. Kita tidak layak sedikitpun untuk menikmati dan memiliki bahkan salah satu saja dari antaranya tetapi di dalam Kristus dan oleh Kristus, Allah menganugerahkannya kepada kita secara berlimpah-limpah. Bukankah itu luar biasa? Bukankah Ia begitu murah hati? Oh, sungguh benar apa yang Tuhan Yesus nyatakan ketika Ia berkata:

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu,
apalagi Bapamu yang di sorga!
(Lukas 11:13)

Augustine

Kini, setelah menyadari bahwa semua itu adalah anugerah, yang artinya kita tidak dapat menciptakan atau menumbuhkan semua itu, melainkan menerimanya dari Allah, kita perlu bertanya: “Jika semua itu adalah anugerah dan bukan buah kerja keras, apakah itu artinya saya harus berhenti bekerja keras bagi Tuhan?” Dan jawaban yang pasti untuk pertanyaan itu adalah “Tidak.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Whitney

Memang semua itu adalah anugerah, memang semua itu bukanlah buah dari kerja keras manusia tetapi itu sama sekali tidak berarti bahwa kita perlu berhenti bekerja. Tidak. Lihat dan renungkanlah kehidupan para petani! Seorang petani sama sekali tidak berkuasa untuk memberi hidup, pertumbuhan, dan kesehatan kepada padi-padinya. Hidup,  pertumbuhan, dan kesehatan semata-mata adalah anugerah dari Allah. Tetapi hal itu tidak berarti bahwa petani itu harus berhenti berusaha. Petani memang tidak mampu memberi hidup, pertumbuhan, dan kesehatan tetapi petani bertanggung jawab menanam, menggemburkan tanah, memupuk, mengairi, menyingkirkan hama, dan lain sebagainya. Terlepas dari semua aktivitas petani itu, Allah tetap dapat memberi hidup, pertumbuhan, dan kesehatan kepada padi-padi di sawah. Namun, di dalam bijaksana Allah, Ia memutuskan untuk mencurahkan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan untuk padi-padi MELALUI seluruh aktivitas baik yang diperjuangkan oleh pak petani dengan kerja keras.

Hal yang sama berlaku juga di dalam hidup iman kita. Memang semua berkat yang telah kita sebut  adalah kasih karunia Allah, memang semua itu bukanlah buah dari kekuatan, kerajinan, dan hikmat kita sendiri, tetapi itu tidak berart bahwa kita boleh berpangku tangan. Jika kita berpangku tangan dan bermalas-malasan, seperti kata Thomas Watson, seorang Puritan, maka kita sedang menggoda iblis untuk menggoda kita. Tidak, kita tidak boleh berhenti. Sama seperti para petani, kita perlu terus bekerja. Kita perlu mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Kita perlu melakukan sesuatu yang ke dalamnya Allah seringkali memberi anugerah-Nya. Kita perlu menempatkan diri kita di tempat-tempat yang di dalamnya Allah seringkali menyimpan anugerah-Nya.

Apakah sesuatu itu? Apakah tempat-tempat itu? Marilah kita menyebutnya means of grace, suatu istilah yang sering digunakan oleh para teolog dan hamba Tuhan. Means of grace adalah pekerjaan-pekerjaan yang di dalamnya Allah sering bekerja dan menyatakan hadirat-Nya. Means of grace adalah tempat-tempat yang ke dalamnya Allah sering menyimpan dan mencurahkan anugerah-Nya dengan berlimpah-limpah. Anugerah Allah memang tidak dapat dibatasi oleh apapun tetapi seringkali Ia meletakkan anugerah-Nya di dalam means of grace dan memanggil umat-Nya untuk mendekat ke means of grace itu.

MacArthur

Jadi, apa sajakah means of grace itu? Sesungguhnya, kita sudah mengetahuinya. Means of grace atau sarana-sarana anugerah, antara lain:

Berdoa
Bible study
Mendengar pemberitaan firman Tuhan
Bersekutu dengan saudara seiman
Mengikuti perjamuan kudus
Menyanyikan dan menikmati lagu-lagu rohani (Efesus 5:19, Kolose 3:16)
Mengajar atau membagi firman Tuhan
Memberitakan Injil

Itulah beberapa means of grace. Sederhana bukan? Ya, memang semua itu terlihat sederhana di mata jasmani dan terdengar biasa di telinga jasmani. Namun, oleh Roh Kudus yang bekerja melalui iman kita, semua hal yang biasa itu akan membuahkan perkara-perkara luar biasa di dalam hidup kita dan di dalam hidup orang lain. Ya, memang secara sekilas semua itu tampak tidak menarik dan terdengar tidak menjanjikan  tetapi kau perlu tahu satu rahasia, “Allah menyimpan harta karun-Nya loch di dalamnya.”

Semua orang mencari kebahagiaan di berbagai tempat tetapi Allah menyimpan kebahagiaan di dalam means of grace itu. Semua orang ingin memiliki visi hidup tetapi Allah menaruh visi hidup manusia di dalam means of grace itu. Apalagi yang manusia butuhkan? Kedamaian, ketenangan, semangat, kerajinan, ketekunan, fokus, kesalehan, disiplin, produktivitas, kebijaksanaan, pengertian untuk membaca zaman? Semuanya, ya, semuanya dapat kau temukan di dalamnya.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita
segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia,
yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
(2 Petrus 1:3)

Terakhir, menyadari bahwa kehidupan Kristen kita, dari A sampai Z, adalah anugerah dari Allah, memang merupakan hal yang sangat penting. Memahami bahwa setiap orang percaya bertanggungjawab untuk mengerjakan means of grace dan mendekatkan diri dengannya juga merupakan hal yang teramat penting. Namun, janganlah kita lupa akan hal yang paling penting ini, yaitu bahwa ketika kita datang kepada means of grace, yang sebenarnya terjadi adalah grace itulah yang sedang datang kepada kita melalui Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bridges (3)

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;
AKU DATANG,
supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
(Yohanes 10:10)

Tanpa Kristus, tidak ada anugerah.
Tanpa Kristus, tidak akan ada kelimpahan.
Tanpa Kristus, kita mati.

Oh, terpujilah nama Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus!
Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s