My Heavenly Father Watches Over Me

Spurgeon (2)

Sore itu, hatiku begitu gelisah. Aku tidak tahu mengapa. Jiwaku berbeban berat dan gundah gulana. Benakku mengalir tak menentu. Aku takut. Aku menjadi begitu lemah. Ada sangat banyak hal yang harus dilakukan. Tetapi aku berakhir tidak melakukan banyak hal. Tepatnya, aku tidak melakukan apa-apa. Sungguh, pikiran yang tak damai dan tak tenang tidak dapat bekerja sebagaimana seharusnya.

Apa yang terjadi di dalam hatiku? Ada apa dengan hatiku? Bukankah hati ini milikku? Bukankah hati ini selalu bersamaku sejak aku lahir ke dunia ini? Tetapi, lihatlah! Aku tidak sanggup mengendalikan hatiku sendiri. Oh, lihatlah! Aku tidak berdaya mendamaikan hati yang kumiliki.

Ah, betapa malangnya aku.
Hatiku sendiri tak dapat aku kendalikan.
Siapakah yang bisa mengendalikan, menenangkan, menjinakkan, dan mendamaikan hati ini?

Aku berteriak di dalam hatiku,
“Tuhan, tolong aku! Tolong aku!”
“Tuhan berbicaralah!”

Dan suatu pikiran menghantam benakku,
PRAY!”

Aku tercelikkan. Aku bertanya pada diriku, “Wahai diriku, sejak awal hatimu gelisah tadi, sudahkah kau berdoa?” “Belum,” kata jiwaku.

“Apa?! Aku belum berdoa?” Akupun tertampar. “Mengapa aku belum berdoa? Mengapa aku lupa akan Dia di masa gundahku?” kata jiwaku. Aku memandang bersalah diriku sendiri. Aku malu kepada Tuhanku. Lalu akupun berdoa.

Kemudian, ketika aku memejamkan mataku dan mulai berdoa, terdengarlah olehku nyanyian dari laptopku:

I trust in God wherever I may be,
Upon the land, or on the rolling sea,
For come what may, from day to day,
My heav’nly Father watches over me.

Refrain:
I trust in God, I know He cares for me;
On mountain bleak or on the stormy sea;
Though billows roll, He keeps my soul;
My heav’nly Father watches over me.

He makes the rose an object of His care,
He guides the eagle through the pathless air,
And surely He remembers me;
My heav’nly Father watches over me.

I trust in God, for, in the lion’s den,
On battlefield, or in the prison pen,
Through praise or blame, through flood or flame,
My heav’nly Father watches over me.

The valley may be dark, the shadows deep,
But, oh, the Shepherd guards His lonely sheep;
And through the gloom He’ll lead me home,
My heav’nly Father watches over me.

Dan aku percaya kepada-Nya. Badai di hatikupun reda. Sumbu yang hampir pudar nyalanya di hatiku kini berkobar kembali. Tenanglah kini hatiku. Tuhan memimpin langkahku. Terpujilah Tuhan.

Spurgeon (3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apa yang kupetik dari peristiwa sore itu? Sungguh, kukatakan padamu: Manusia tidak mampu mengendalikan hatinya sendiri.

TUHAN-lah yang menciptakan hati manusia. Untuk-Nyalah hati manusia diciptakan. Hanya Dia yang sanggup mengendalikan dan menguasai hati manusia. Hanyalah Dia yang mampu menenangkan, menjinakkan, mendamaikan hati ini.

Dan ketika gundah gulana masuk ke dalam hatimu, awan gelap menaungi benakmu, beban berat menimpa jiwamu, sementara kau tak siap sedia, maka kau tidak akan berdaya. Percayalah, kau tidak dapat menenangkannya. Ajaran dan tips-tips dunia tidak akan menjadi jawabannya. Dunia, dengan hikmatnya yang fana, bahkan tidak dapat mendamaikan dirinya sendiri, bagamaina ia dapat menolong dan menasehatimu? Kau tidak akan pernah sanggup membebaskan hatimu dari lembah itu dengan pertolongan dunia. Kau tidak akan mampu dan menyelamatkan dirimu dari kegelapan itu sendirian. Dan ketika kau tiba di saat itu, siapakah yang akan kau harapkan? Siapakah pertolonganmu?

Ayat - Filipi 2 13

Kau butuh Roh Kudus. Dialah Penolongmu (Yohanes 14:16). Kau tidak sanggup melakukannya tetapi Ia sanggup. Kau tidak dapat mengendalikan hatimu tetapi Ia dapat. Ia akan mendorong hatimu untuk berdoa sekalipun dagingmu menolak melakukannya. Ia akan menguatkan hatimu untuk taat sehingga engkau mau berdoa. Dan hanya setelah engkau taat, kau baru dapat “mendengar suara-Nya.” Ia akan berbicara padamu dengan cara membuatmu memahami firman-Nya, mengingat kasih-Nya, dan percaya, bahkan bersukacita akan janji-janji-Nya yang indah dan menghidupkan. Itulah yang akan menjadi kekuatanmu, semangatmu, sukacitamu, ketenanganmu, kepastianmu, bahkan hidupmu.

Tetapi yang paling tinggi, yang menjadi puncak, dari pertolongan Roh Kudus itu adalah ini: Ia akan mengarahkan mata hatimu kepada Gembalamu yang setia, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita.

MLJ

Dan ketika hal itu terjadi padamu, kau akan bernyanyi bersamaku, bersama semua orang kudus yang mengasihi-Nya, yang pikirannya dicellikan oleh Roh Kudus dan yang hatinya digerakkan Roh Kudus,  untuk bernyanyi bersama Charles H. Gabriel:

The valley may be dark, the shadows deep,
But, oh, the Shepherd guards His lonely sheep;
And through the gloom He’ll lead me home,
My heav’nly Father watches over me.

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s