Keterikatan dan Kemerdekaan

Luther

Salah satu sifat dari kebenaran adalah kebenaran itu akan selalu memerdekakan. Dan salah satu bukti bahwa seseorang telah menemukan kebenaran adalah ia akan merdeka.

Hidup manusia adalah hal yang sangat kompleks. Ada sangat banyak aspek yang terkait dengan hidup manusia. Di dalam setiap aspek tersebut, manusia hanya memiliki dua kemungkinan: ia tahu atau ia tidak tahu, dengan kata lain, ia benar atau ia salah. Untuk setiap ketidaktahuan atau kebodohan atau kesalahan manusia dalam masing-masing aspek, manusia terbelenggu dan terpenjara di dalamnya. Akan timbul ikatan yang menjeratnya. Namun, ketika manusia menemukan kebenaran, ia akan bebas, ia akan merdeka.

Mari kita menyelidiki hidup kita masing-masing! Apakah saat ini kita sedang berada dalam suatu ikatan atau belenggu? Apakah saat ini kita sedang ketagihan akan suatu hal dan kita tidak mampu melepaskan diri darinya? Apakah itu entertainment yang kita tahu tidak membawa manfaat bagi jiwa dan akal budi tetapi tetap saja kita nikmati dan kita seakan tidak berdaya meninggalkannya? Apakah kita tidak bisa move on dari seseorang? Apakah itu hubungan yang tidak sehat dengan lawan jenis atau sesama jenis? Apakah itu gaya hidup atau pola makan tertentu? Apakah itu karir, uang, atau ambisi? Apakah itu perasaan bersalah akan hal buruk yang terjadi di masa lampau? Apakah itu ketakutan akan sesuatu yang terus menerus menghantau pikiran kita?

Apapun manifestasinya, semua itu merupakan bentuk dari keterikatan dan setiap keterikatan bermula dari ketidaktahuan akan kebenaran. Oleh sebab itu, solusi untuk semua masalah itu bukanlah kepuasan jasmani yang bersifat sementara dan yang justru seringkali semakin menenggelamkan manusia di dalam keterikatan. Solusi utama untuk semua keterikatan adalah kebenaran yang dapat memerdekakan orang itu dari ikatan yang menjeratnya.

Ketidaktahuan akan kebenaran menghasilkan kebodohan. Kebodohan menghasilkan keterikatan. Keterikatan menghasilkan kebingungan, ketakutan, serta penderitaan dan seringkali berujung kepada kebinasaan. Sebaliknya, kebenaran akan memerdekakan kita. Di dalam kemerdekaan itu, kita bisa menemukan sukacita, kepuasan, kepenuhan, rasa syukur, hikmat, iman, pengharapan, damai sejahtera, visi hidup, penguasaan diri, produktivitas, dan efektivitas. Semua itu akan menyertai orang-orang yang telah menemukan kebenaran dan percaya akan kebenaran di dalam perjalanan mereka menuju hidup kekal yang pasti.

Jadi, apakah yang akan kita pilih? Tinggalkanlah permainan dan dongeng yang tidak menambah hikmat. Berlarilah menjauh dari sandiwara yang menarikmu menjauh dari kenyataan dan meracunimu dengan ekspektasi-ekspektasi yang tidak realistis. Pilihlah realita. Pilihlah kebenaran dan dekatkanlah dirimu kepadanya. Semakin banyak waktu yang kita berikan untuk kebenaran, semakin banyak belenggu yang akan terlepas dari diri kita. Semakin banyak rantai yang terlepas dari kita, semakin utuh kemerdekaan kita. Semakin utuh kemerdekaan kita, semakin utuh hidup kita, semakin penuh kebahagiaan kita, dan semakin kita tahu melakukan sesuatu yang benar-benar berarti di dalam hidup kita yang sementara ini.

Lecrae

Kini, pertanyaan yang timbul adalah “Di manakah kebenaran ditemukan?” Dan tentu saja jawaban untuk itu adalah Sang Sumber Kebenaran. Kita akan menemukan kebenaran dari Dia, yang menyebut diri-Nya sebagai Jalan dan Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14:6). Ya, kita akan menemukan kebenaran di dalam Tuhan Yesus Kristus yang pernah berkata:

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,
kamu benar-benar adalah murid-Ku
dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
(Yohanes 8:31-32)

Dialah Kebenaran. Dan sebelum akhirnya kita benar-benar dapat bertemu muka dengan muka dengan-Nya, Ia memerintahkan setiap kita untuk memandang wajah-Nya, mendengar suara-Nya, dan menikmati hadirat-Nya di dalam firman-Nya, yang adalah firman kebenaran (Efesus 1:13; Kolose 1:5; Yakobus 1:18), yakni firman yang memerdekakan kita dari ikatan-ikatan jahat di dalam hidup kita, dan firman yang memerdekakan kita dari kematian kekal.

Begg (6)

Amin!
Puji Tuhan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s