Kelahiran Baru

Yesus menjawab, kata-Nya:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,
ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
(Yohanes 3:3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MLJ 2

Martyn Lloyd Jones berkata, “Tanda pertama dari kehidupan rohani adalah merasa bahwa kau mati.” Apakah yang Lloyd Jones maksud dengan hal tersebut? Di sini, ia membuat pernyataan yang sangat penting dan tegas. Ia sedang berbicara tentang kelahiran baru.

Kelahiran baru, jika yang kita maksud adalah kelahiran baru yang Alkitabiah, merupakan mujizat paling  besar yang Allah lakukan di dalam hidup manusia. Ya, mujizat terbesar yang Allah lakukan bukanlah ketika Ia membelah Laut Teberau melalui Musa, atau ketika Ia menurunkan api yang membakar habis korban yang disiapkan Nabi Elia, atau ketika Ia menguatkan Simson untuk menaklukkan seribu orang Filistin hanya dengan rahang keledai, atau ketika Tuhan Yesus menyembuhkan begitu banyak orang dari berbagai penyakit, melainkan ketika Allah menganugerahkan kelahiran baru kepada orang berdosa. Mengapa demikian? Allah berfirman melalui Nabi Yehezkiel:

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu
dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras
dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu
dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku
dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu
dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu
dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya,
dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu.”
(Yehezkiel 36:26-29)

Ketika Allah melahirbarukan seseorang, Allah memerdekakan orang tersebut dari hati yang keras. Hati yang keras tidak lagi berkuasa dan berdaulat atas orang tersebut sebagaimana yang terjadi sebelum orang tersebut diselamatkan. Pada titik ini, manusia lama dari orang tersebut mati. Paulus menjelaskan, “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. (Roma 6:6-7).”

Namun, sekalipun hati yang keras itu sudah dimatikan atau manusia lama itu sudah disalibkan, hal ini tidak berarti bahwa manusia telah sepenuhnya terbebas darinya. Tidak. Manusia hanya akan benar-benar terbebas dari pengaruh dosa ketika manusia telah berada di sorga di mana tidak ada lagi dosa atau efek dari dosa. Ketika manusia mengalami lahir baru oleh anugerah Allah, hati yang keras itu tetap ada pada diri manusia. Hati itu sudah mati dan tidak lagi berkuasa, memang, tetapi ibarat manusia mati akan menjadi bangkai yang busuk, sisa-sisa dari hati yang keras yang tetap tinggal itu “bau” dan masih mengusik jiwa manusia dan menariknya kepada dosa. Apa yang menjadi perbedaan antara orang yang lahir baru dengan yang masih mati secara rohani adalah orang yang lahir baru, selain masih memiliki sisa-sisa hati yang keras di dalam dirinya, juga telah menerima hati yang baru dari Allah (Yehezkiel 36:26). Hati yang baru ini memampukan orang tersebut untuk percaya kepada Kristus, bertobat, berperang melawan dosa, dan bahkan menang dari banyak dosa, bukannya ditipu dan diperbudak oleh dosa seperti yang sejak lahir ia alami sebelum ia dilahirkan kembali oleh Allah.

Washer 3

Lalu, mengapa dapat dikatakan bahwa kelahiran baru merupakan mujizat terbesar yang Allah lakukan pada manusia? Sebab hati yang baru ini adalah sesuatu yang ilahi. Roh Kudus berfirman melalui Petrus:

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (2 Petrus 1:4)

Ketika kita mengatakan “ilahi”, kita perlu menyadari bahwa itu sama sekali bukanlah hal yang sepele. Manusia adalah makhluk yang kekal, ya, roh manusia tidak akan binasa, ya, tetapi ia tidak ilahi. Manusia adalah makhluk yang berdosa. Dosa telah menjadi identitas manusia. Lebih dari itu, dosa telah menjadi natur atau kodrat manusia. Dan apakah yang terjadi pada saat lahir baru? Ya, Allah mengaruniakan kepada orang itu suatu kodrat yang baru, yang sebelumnya belum pernah ada di bumi ini sejak orang itu terlahir, yakni kodrat ilahi yang telah Allah siapkan sebelum dunia dijadikan. Jika boleh menggunakan perumpamaan yang lebih membumi, ketika seseorang terlahir kembali, ia seakan-akan menjadi alien di bumi ini. Ia menjadi tidak normal di dunia ini. Orang-orang di sekelilingnya hanya memiliki kodrat dosa tetapi ia memiliki kodrat yang ilahi.

Di dalam suratnya untuk jemaat Korintus, Paulus menggunakan istilah yang lain untuk mendeskripsikan kelahiran baru. Roh Kudus berfirman melalui tulisan Paulus, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17)”. Sama seperti kita tidak boleh menyepelekan kata “ilahi”, kita juga tidak boleh menyepelekan kata “ciptaan”. Satu permintaan sederhana: Cobalah sebutkan satu saja nama pencipta yang Anda kenal! Tentu apa yang dimaksud bukanlah pencipta lagu, melainkan pencipta yang benar-benar menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Adakah manusia yang demikian? Adakah orang yang mampu menciptakan sesuatu dari ketiadaan menjadi ada? Tentu saja tidak. Manusia hanya dapat menjadi penemu atau pengubah sesuatu dari sesuatu yang sudah ada, tetapi tidak pernah menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Hanya satu pribadi, dan itu adalah Allah, yang mampu menciptakan sesuatu. Dan perhatikanlah kalimat Paulus! Ia berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru…”

Ini merupakan pernyataan yang teramat sangat luar biasa. Orang yang berada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Sisa-sisa ciptaan yang lama memang masih melekat pada dirinya tetapi ia adalah ciptaan baru. Seseorang tidak akan dapat menjadi Kristen dengan kekuatan, hikmat, ibadah, atau keputusannya sendiri. Seseorang hanya dapat menjadi Kristen jika Allah, dengan kedaulatan dan kuasa-Nya, menciptakan dia menjadi ciptaan baru. Ia tidak dapat menciptakan dirinya sendiri menjadi orang yang percaya, Allahlah yang menciptakannya kembali. Dan kuasa yang Allah nyatakan ketika Ia menciptakan seorang Kristen jauh lebih besar dibanding kuasa yang Ia nyatakan ketika Ia menciptakan dunia ini. Mengapa? Sebab, seperti kata Paul Washer, ketika Allah menciptakan dunia ini, Ia menciptakannya dari ketiadaan yang netral, tetapi ketika Allah menciptakan seorang Kristen ketika orang itu lahir baru, Ia menciptakannya dari seseorang yang pada awalnya tidak netral, melainkan  jahat dan memiliki natur dosa yang mengerikan. Atau seperti hamba Tuhan yang lain berkata, bahwa ketika Allah menciptakan alam semesta ini, Ia melakukannya dengan mudah, cukup dengan mengatakan “Jadilah…” maka hal itupun jadi, tetapi ketika Allah menciptakan seseorang menjadi Kristen, Ia harus mengorbankan Anak-Nya untuk mati terlebih dahulu untuk menjadi tebusan dosa bagi orang berdosa yang akan diciptakan kembali itu.

Lawson

Jadi, kelahiran baru adalah saat di mana seseorang menerima hati yang baru. Kelahiran baru adalah saat ketika seseorang menerima kodrat ilahi. Kelahiran baru adalah saat ketika seseorang menjadi ciptaan baru. Itulah mengapa kelahiran baru merupakan mujizat paling besar yang Allah lakukan pada manusia. Kelahiran baru merupakan perubahan yang paling dahsyat, radikal, dan signifikan di dalam hidup manusia. Dan ketika seseorang mengalami perubahan yang sebegitu besarnya, Martyn Lloyd Jones berani mengatakan, “Tanda pertama dari kehidupan rohani adalah merasa bahwa kau mati.”

Ya, seumpama anak bayi yang baru saja terlahir, jika ia lahir dalam keadaan normal, tentu akan menangis. Mengapa? Karena ia mengalami perubahan yang begitu besar dari yang awalnya ia berada di dalam rahim ibunya, kini ia berada di lingkungan yang sangat berbeda. Orang yang buta tidak mungkin tidak kaget ketika untuk pertama kalinya ia bisa melihat. Sama halnya dengan orang tuli yang akhirnya dapat mendengar, ia tentu kaget. Atau, jika boleh meminjam contoh yang lain, orang yang tertidur pasti akan kaget ketika air dingin dipercikkan ke wajahnya. Dan jika ada orang mati yang akhirnya dibangkitkan kembali, sebagaimana Lazarus, tentu ia akan sangat tercengang. Demikianlah halnya orang yang terlahir kembali. Memang mungkin ekstremitas perubahan tersebut berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lain. Memang mungkin tidak semua orang akan sebegitu tersadarkan oleh perubahan yang ia alami ketika ia mengalami anugerah lahir baru. Namun, jika Anda mengaku adalah orang Kristen tetapi Anda tidak pernah tersadarkan bahwa dahulu Anda sudah “mati”, buta, bodoh, dan tersesat, dan jika tidak ada perubahan di dalam hidup dan pola pikir Anda akan hal-hal ilahi, sebaiknya Anda tidak menganggap sepele hal tersebut melainkan menguji kembali apakah iman yang Anda miliki adalah iman yang sejati atau tidak (2 Korintus 13:5). Mengapa? Sebab hal yang demikian merupakan salah satu tanda dari manusia duniawi atau manusia lama, yakni manusia yang hanya memiliki hati yang keras, yang belum menerima hati yang baru dari Allah.

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
(1 Korintus 2:14)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kini, setelah membahas semua ini, ke manakah kita akan melangkah? Hanya ada satu arah dan tujuan untuk melangkah: Yesus Kristus.

Perhatikanlah kembali perkataan Paulus. Siapakah orang yang merupakan ciptaan baru tersebut? Apakah ia merupakan orang yang hebat, pintar, religius, dan suci? Tidak. Manusia baru bukanlah semua itu, melainkan “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus…” Apakah kau mendengar hal itu? Apakah kau mendengar nama terindah itu terucap oleh Paulus? Yesus, ya, Yesus Kristus, Dialah jawabannya. Barangsiapa ada di dalam Kristus, sekalipun dosanya merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba (Yesaya 1:18). Barangsiapa ada di dalam Kristus, sekalipun ia telah mati di dalam dosa (Efesus 2:1) akan dijadikan-Nya ciptaan baru.

Perhatikanlah juga perkataan seorang pendeta Puritan, Thomas Watson. Ia mengutip kisah pencobaan Yesus di padang gurun dengan janji Allah akan hati yang baru di Yehezkiel 36 kemudian menggabungkannya menjadi kalimat yang begitu indah. Watson berkata:

Watson (2)

Ya, Setan mencobai Tuhan Yesus untuk membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah dengan mengubah batu menjadi roti. Tuhan Yesus tidak perlu melakukan hal itu. Ia tidak perlu menuruti permintaan Iblis. Ia juga tidak perlu membuktikan keilahian-Nya dengan mengubah batu menjadi roti. Itu terlalu mudah bagi-Nya, Ia adalah Pencipta jagad raya ini (Ibrani 1:2). Ia menolak permintaan Si Jahat tetapi sebagai gantinya, Ia menunjukkan mujizat yang jauh lebih dahsyat dari itu, Ia menggenapi janji Allah yang diucapkan oleh Yehezkiel, Ia mengubah hati manusia yang awalnya keras, jauh lebih keras dari batu, menjadi heart of flesh (terjemahan bahasa Inggris dari Yehezkiel 36:26), hati yang lembut, hati yang mau dibentuk oleh firman Tuhan, hati yang mau dituntun oleh Roh Kudus, hati yang taat.

Dan yang terakhir, perhatikanlah perkataan Tuhan Yesus sendiri. Ia berkata:

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.
(Yohanes 8:36)

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
(Yohanes 14:6)

Orang yang belum terlahir kembali adalah orang yang tertawan dan terpenjara oleh kuasa iblis dan kuasa dosa. Tuhan Yesus datang untuk memerdekakan orang-orang yang demikian (Yesaya 61:1). Orang yang belum terlahir kembali adalah orang yang mati di dalam dosa. Tuhan Yesus datang supaya orang yang demikian dapat memiliki hidup dan memilikinya di dalam kelimpahan hidup baru yang ilahi (Yohanes 10:10). Ya, Tuhan Yesus datang untuk menyediakan hidup yang baru itu untukku dan untukmu. Tuhan Yesus datang ke dunia ini dan ke dalam hidup kita bukan karena kita tidak berdosa. Ia datang justru karena kita adalah orang-orang berdosa yang mati dan hopelessly desparate di dalam dosa-dosa. Oleh sebab itu, marilah kita memandang Dia yang mati di atas kayu salib demi menyediakan mujizat kelahiran baru tersebut untuk kita. Marilah kita percaya kepada Dia yang mau dan mampu menjadikan kita ciptaan baru di dalam diri-Nya. Marilah kita datang kepada Dia yang berkata, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang (Yohanes 6:37).”

Jadi apabila Kristus memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. Ya, dan setelah kita dimerdekakan oleh-Nya, marilah kita bersama-sama memanjatkan satu lagu yang teramat sangat indah tentang hidup yang baru ini:

Lord, I was blind: I could not see
In Thy marred visage any grace;
But now the beauty of Thy face
In radiant vision dawns on me.

Lord, I was deaf: I could not hear
The thrilling music of Thy voice;
But now I hear Thee and rejoice,
And all Thine uttered words are dear.

Lord, I was dead: I could not stir
My lifeless soul to come to Thee;
But now, since Thou hast quickened me,
I rise from sin’s dark sepulcher.

Lord, Thou hast made the blind to see,
The deaf to hear, the dumb to speak,
The dead to live; and lo, I break
The chains of my captivity.

(Lord, I Was Blind, oleh William T. Matson)

Jadi, bagaimana denganmu? Apakah engkau telah terlahir kembali oleh kuasa-Nya yang ajaib? Janganlah biarkan dirimu tinggal tenang sebelum engkau bisa berkata, seperti orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus, “tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat (Yohanes 9:25).”

Segala kemuliaan bagi Allah, di dalam Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita.
Amin

Advertisements

One thought on “Kelahiran Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s