Iman, Firman, dan Sang Firman

Charles Spurgeon

Orang benar tidak hidup karena moralnya, atau perbuatan baiknya, atau ibadah-ibadahnya, atau persembahannya, atau hikmatnya, atau perasaannya, atau berapa banyak orang yang mendoakannya, atau opini pribadinya tentang apa yang benar dan apa yang salah, atau apapun yang dapat ia beri atau lakukan. Manusia adalah makhluk berdosa (Roma 3:23). Dosa adalah identitas manusia. Lebih serius dari itu, dosa tidak hanya melekat sebagai identitas manusia, dosa juga melekat sebagai natur manusia. Dosa menyatu dengan manusia bahkan sejak ia berada di dalam kandungan (Mazmur 51:5, 8). Dan sama seperti badan yang kotor pasti akan mengotori pakaian yang dikenakan atasnya, dosa pasti akan mengotori semua praktek ibadah dan perbuatan baik yang dilakukan manusia untuk menutupi dosa-dosa tersebut. Tidak. Ibadah dan perbuatan atau niat baik manusia tidak dapat menyucikan dosa-dosa mereka. Justru sebaliknya, dosa manusia akan  mencemari ibadah-ibadah yang mereka lakukan sehingga terjadi apa yang bangsa Israel akui di dalam penyesalan mereka:

Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor…
(Yesaya 64:6)

Jika demikian kebenarannya, lalu dengan apakah manusia hidup di hadapan Allah?
Bagaimanakah orang benar itu hidup?

Hanya ada satu jawaban untuk itu dan Tuhan menegaskannya kepada kita melalui firman-Nya yang suci dan tahan uji yang Ia sampaikan melalui hamba-hamba-Nya:

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17)

Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” (Galatia 3:11)

Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” (Ibrani 10:38)

Ya, orang benar akan hidup bukan karena perbuatan baiknya, melainkan karena iman. Dan sebelum kita salah mengerti, kita perlu menyadari bahwa manusia tidak mampu menciptakan atau menimbulkan iman itu dari dalam hatinya. Iman bukanlah hasil usaha atau inisiatif manusia. Iman tidak berasal dari hati manusia, melainkan dari surga. Sama seperti tanah tidak dapat menciptakan tanaman, melainkan menerima bibit tanaman yang ditanam di dalamnya, demikian pula manusia tidak menimbulkan atau menciptakan iman, melainkan menerimanya sebagai anugerah Allah yang Ia berikan tanpa syarat menurut kasih dan hikmat-Nya sendiri (Efesus 2:8-9, Yehezkiel 36: 25-32, Roma 12:3, 1 Timotius 1:13-14, Kisah Para Rasul 16:14).

Kini pertanyaannya: Seperti apakah iman yang sejati itu sebenarnya?

Mari kita izinkan Puritan Samuel Ward memberi kita jawabannya yang sederhana:

Ward

Ya. Iman yang sejati selalu bergantung pada dua hal, yakni Kitab Suci dan Tuhan Yesus Kristus. Iman yang sejati selalu bergantung pada firman dan Firman Hidup. Manusia membutuhkan keduanya.

Jika kita membaca dan memahami firman dengan benar, firman itu akan berkata kepada kita: “Datang, berseru, dan percayalah kepada Yesus Kristus. Dialah Jalan dan Pintu dan Terang dan Roti dan Keselamatan dan Hidup dan Tuhan. Dialah Sang Firman Allah (Yohanes 1:1, Wahyu 19:13).”

Dan ketika kita sampai kepada Sang Firman Hidup, Ia akan berkata kepada kita:
“Baca, renungkan, percaya, dan taatilah firman-Ku. “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yohanes 8:32).”

Itulah arti iman yang sejati, yakni iman yang ditabur oleh Kristus, ditumbuhkan dengan tuntunan dan penerangan firman Tuhan, dan akhirnya, disempurnakan oleh Kristus (Ibrani 12:2). Itulah iman yang kita terima, iman yang menjadi channel antara jiwa kita dengan Allah kita di sorga, iman yang tanpanya kita mati.

Terpujilah nama Tuhan.
Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s