Allah Bekerja di Dalam Kita

Valley of Vision

Bersyukur terdengar begitu mulia tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika situasi menjadi begitu sulit dan orang-orang di sekitar kita menjadi begitu menyebalkan.

Beriman terdengar begitu mulia tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika dompet kita semakin menipis.

Mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain terdengar begitu indah tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika hati kita tersakiti.

Menjaga kekudusan terdengar begitu indah tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika dosa kesukaan kita menjadi begitu mudah, dekat, dan murah untuk kita lirik, jangkau, dan nikmati.

Mengasihi terdengar begitu indah tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika kita bertemu dengan orang menjengkelkan yang tidak menyukai kita.

Melayani dan rendah hati terdengar begitu mulia tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika kita diperlakukan seperti seorang pembantu.

Berdoa terdengar begitu indah tetapi tidak lagi terdengar demikian ketika kita mulai sibuk dan memiliki banyak deadline yang harus segera diselesaikan.

Apakah hal yang demikian terjadi di dalam hidup kita?
Jika “ya”, mengapa demikian?

Calvin

Apakah engkau mengerti? Pada akhirnya, akan terbukti satu hal yang sangat penting untuk kita sadari ini, yaitu jika kita mampu berbuat baik di dalam dunia ini, jika kita mampu bersyukur di dalam segala hal, jika kita mampu beriman di dalam segala situasi, jika kita mampu mengampuni dan melupakan kesalahan orang yang telah menyakiti hati kita, jika kita mampu menjaga kekudusan di dalam segala kewaspadaan, jika kita mampu mengasihi orang yang tidak mengasihi kita, jika kita mampu melayani di dalam kerendahan hati yang sejati, jika kita mampu berdoa dengan disiplin dan tidak putus-putusnya, itu bukan karena pada dasarnya kita adalah orang yang baik, melainkan karena Allah bekerja di dalam hati kita untuk menggerakkan pikiran, hati, dan kehendak kita untuk memilih apa yang baik dan memampukan tubuh kita untuk melakukannya.

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna,
datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;
pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. (Yakobus 1:17)

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu
baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Filipi 2:13)

Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,
sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
(Yesaya 26:12)

Oleh sebab itu, tidak ada kesimpulan lain selain bahwa TUHAN-lah satu-satunya Pribadi yang layak untuk dimuliakan di dunia ini. Aku dan kau sama sekali tidak layak memuliakan diri sendiri di hadapan siapapun, termasuk di hadapan diri kita sendiri. Segala kemuliaan hanyalah bagi Dia.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:16)

Terpujilah TUHAN untuk segala kebaikan dan kesetiaan-Nya di dalam dunia ini. Biarlah umat-Nya melayani dan memuliakan nama-Nya senantiasa di dalam hati dan di dalam hidup mereka. Amin.

Advertisements

2 thoughts on “Allah Bekerja di Dalam Kita

  1. Saya sudah banyak baca renungan atau tulisan di blog ini dan saya selalu diberkati, di kuatkan dan di segarkan dengan tulisan tulisan di blog ini.

    Terima kasih buat bapak dan terlebih kepada Tuhan Yesus Kristus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s