Kepastian Berkat

“Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir?

Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu. Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.

Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.

Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.”

(1 Tawarikh 17:16-27)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Salah satu pilar kebenaran yang paling penting di dalam iman Kristen adalah kepastian keselamatan. Kepastian keselamatan adalah anugerah kekal Allah yang menjamin bahwa keselamatan umat-Nya bersifat permanen dan tidak akan pernah bisa hilang. Keselamatan itu Ia karuniakan kepada jemaat-Nya melalui iman di dalam Tuhan Yesus Kristus (Roma 3:20-24).

Keselamatan itu bersifat pasti dan permanen bukan karena mereka adalah orang-orang yang sempurna atau yang sanggup menjaga keselamatannya hingga akhir. Justru sebaliknya, sekalipun telah beroleh keselamatan dan dibawa ke dalam proses pengudusan hidup, mereka masih dapat jatuh ke dalam dosa dan masih mungkin meragukan-Nya pada suatu waktu di dalam hidup mereka. Jadi, mengapa keselamatan itu kekal? Keselamatan itu kekal karena karya-Nya di dalam hidup umat-Nya, yakni di mana Roh Kudus terus menerus mengerjakan kemauan dan pekerjaan baik di dalam hidup mereka (Filipi 2:13), memimpin mereka (Roma 8:14), dan memeteraikan mereka (2 Korintus 1:22), Kristus terus menerus menjadi Pengantara dan Pendoa syafaat bagi mereka (Ibrani 7:25, 1 Yohanes 2:1), dan Bapa terus menerus memegang mereka di dalam tangan-Nya yang kuat (Yohanes 10:27-30). Oleh sebab itu, biarlah kita teguh dan pasti akan hal ini, yakni bahwa keselamatan kita pasti, permanen, dan kekal adanya karena Dia sendiri yang meneguhkannya di dalam hati dan hidup kita, sebagaimana apa yang Rasul Paulus katakan, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (Filipi 1:6)”.

MacArthur

Itu merupakan kabar baik yang luar biasa. Namun, doa Daud di dalam firman di atas membukakan mata kita akan janji luar biasa lain yang juga Tuhan sediakan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Janji itu juga merupakan sebuah kepastian. Namun, Daud tidak secara khusus berbicara mengenai kepastian keselamatan melainkan inilah yang ia ucapkan:

Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.

Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.

(1 Tawarikh 17:27)

Apakah yang Daud maksud? Ya, Daud berbicara tentang kepastian berkat. Daud bersyukur dan mengaku percaya di hadapan TUHAN, Allahnya dan Allah kita, bahwa Ia akan senantiasa memberkati mereka yang Ia berkati. Oh betapa indahnya penuturan Daud, “Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.” Pengakuan ini menyatakan kembali kepada kita akan dua karakter Allah kita, yakni bahwa Ia itu penuh kasih dan setia. Biarlah karakter-Nya ini menjadi bantal yang empuk bagi kita sehingga seberat apapun pergumulan kita di dunia ini, kita dapat berkata seperti Daud, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman (Mazmur 4:9).”

Lawson

Kini, setelah kita menyadari dan mengimani bahwa TUHAN telah menaruh kepastian keselamatan di tangan kanan kita dan meletakkan kepastian berkat di tangan kiri kita, marilah kita merenung dan menjawab pertanyaan di dalam benak dan hati kita ini:

Berkat macam apa lagi yang masih kucari di dunia ini yang belum kuterima dari-Nya dan yang tanpanya aku belum menemukan kepuasan dan ketenangan?

Kemuliaan dan pengakuan seperti apa lagi yang masih perlu kukejar di dunia ini?

Apakah lagi yang perlu kutakutkan dan kukuatirkan di dunia ini?

 Apakah jawabmu untuk ketiganya? Semoga jawaban dari hatimu yang terdalam adalah “Tidak ada. Ya, tidak ada.”

Allah telah menganugerahkan segala sesuatu yang terbaik dan yang perlu bagi kita. Hanyalah orang bebal dan orang yang “mati” yang setelah mengetahui kabar yang sangat baik ini malah merasa bahwa ia adalah tuan sementara Allah hanyalah jin yang bertugas untuk melayani dan memberkatinya. Celakalah orang yang demikian dan hendaklah ia bertobat.

Orang yang benar-benar telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus tidak akan berpikir demikian. Baginya, hal paling jahat yang dapat ia lakukan di dunia ini adalah memperlakukan Allahnya sebagai seorang pembantu atau sebagai jin pemberi berkat. Tidak, ia tidak akan mau berpikir serendah itu mengenai Allah yang telah begitu baik dan murah hati kepadanya. Justru sebaliknya, setelah ia mengetahui bahwa baginya telah Allah anugerahkan dua hal yang paling luar biasa, yaitu kepastian keselamatan dan kepastian berkat, ia akan merendahkan diri di hadapan Allah dan mengatakan bahwa ia hanya memiliki satu keinginan di dunia ini, yaitu untuk selalu melayani-Nya di dalam kebenaran, kerendahan hati, kasih, dan kesetiaan sekalipun seisi dunia menentangnya, merendahkannya, dan berusaha menghalangi komitmennya itu. Bersama-sama Rasul Paulus, ia akan berseru:

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
(Roma 11:36)

bersama-sama Pemazmur ia akan bernyanyi:

Aku tidak akan mati, tetapi hidup,
dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
(Mazmur 118:17)

dan bersama Leonard Ravenhill, seorang Penginjil di abad 20 yang Tuhan pakai secara luar biasa, ia akan berkata:

Ravenhill

Terpujilah dan dikuduskanlah nama TUHAN kita, selamanya.
Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s