Perahu Kesayangan

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. (Lukas 5:1-3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lewis

Yesus Kristus adalah Tuhan atas semesta. Ia adalah pemilik segala yang ada di dunia ini, termasuk perahu milik Simon. Ia berhak naik ke atas perahu Simon apabila Ia mau dan tepat itulah yang Ia lakukan. Ia naik ke dalam perahu milik Simon sementara Simon telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Ini merupakan pemandangan yang cukup langka. Apakah yang hendak Ia lakukan di atas sana? Apakah Ia hanya iseng dan sekadar ingin tahu seperti apa rasanya menaiki perahu nelayan?

Tidak. Di sepanjang sejarah dan sampai kapanpun, tidak ada satupun pribadi yang lebih menghargai waktu selain Yesus. Dialah Pribadi dengan tugas yang amat besar untuk waktu yang sangat singkat. Ia tidak pernah bermain-main dengan waktu dan tujuan-Nya, termasuk di saat Ia naik ke atas perahu Simon. Jauh dari sebuah ke-iseng-an, Yesus sedang melakukan hal yang luar biasa. Apakah itu? Ya, Ia sedang menjadikan perahu Simon sebuah mimbar bagi-Nya. Perahu, harta yang paling penting bagi Simon, dijadikan-Nya tempat di mana Ia dapat melakukan hal yang paling penting di bawah kolong langit ini, yaitu memberitakan firman Allah kepada jiwa-jiwa yang haus mendengar pengajaran-Nya.

Di tangan Simon, perahu itu hanya berguna untuk menangkap ikan. Ikan-ikan itu ditangkap dan akhirnya mati. Di tangan Yesus, perahu yang sama dapat menjadi tempat untuk menjangkau jiwa-jiwa. Jiwa-jiwa itu dijangkau, diselamatkan, dan hidup kekal untuk selamanya. Ia dapat melakukan hal yang sama dengan harta milik siapapun di dunia ini, termasuk harta milik kita.

Simon tidak mencegah Yesus untuk naik ke atas perahu miliknya. Itu merupakan salah satu keputusan paling bijaksana yang bisa Simon buat di sepanjang hidupnya. Kini, bagaimanakah dengan kita? Apakah harta yang berharga bagi kita? Apakah itu sebuah perahu, keluarga, karir, kampus, keahlian, pengetahuan, keterampilan, kekayaan, kekuatan, suara yang indah, talenta bermain musik, atau mungkin, waktu kita? Sudahkah Kristus mengunjungi dan menaiki perahu kita itu? Sudahkah Ia duduk di dan berkhotbah dari atasnya? Jika belum, kira-kira apa sebabnya? Apakah mungkin itu karena kita tidak mengizinkan Ia menaiki perahu kita?

Di tangan kita, perahu itu hanya berguna untuk menghidupi kita. Di tangan-Nya, perahu yang sama dapat berguna untuk membawa berkat kehidupan, yaitu firman Kristus dan kesaksian tentang kebaikan-kebaikan-Nya, bagi orang lain. Izinkanlah Kristus menaiki perahu kesayangan kita. Ia sebenarnya tidak memerlukan izin dari kita untuk masuk dan menguasainya tetapi hendaklah kita menyerahkannya kepada-Nya dengan sukarela dan sukacita. Biarlah Ia menjadikan perahu kita itu suatu mimbar yang dari atasnya Ia dapat “duduk dan mengajar banyak orang”.

Kata-Nya kepada mereka semua:

“Setiap orang yang mau mengikut Aku,
ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;
tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia,
tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
(Lukas 9:23-25)

Biarlah harta, hati, dan hidup kita kita persembahkan seutuhnya untuk kemuliaan-Nya.

Baxter

Terpujilah nama Tuhan
Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s