Saat Teduh di Pagi Hari

luther

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu,
supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
(Mazmur 90:14)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bersaat teduh di pagi hari, berdoa di pagi hari, menyembah di pagi hari, atau membaca firman Tuhan di pagi hari, bagi seorang Kristen bukanlah sebuah tugas atau beban, melainkan suatu hak istimewa dari Allah Semesta Alam. Itu adalah rumput yang segar dari Sang Gembala untuk domba-domba-Nya sebelum Ia melepas mereka keluar dari kandang, perbekalan dari Sang Raja untuk prajurit-prajurit-Nya sebelum mereka maju berperang, dan sarapan penuh cinta kasih dari Bapa untuk anak-anak-Nya sebelum mereka pergi ke sekolah kehidupan yang penuh dengan ujian dan tantangan. Doa pagi adalah berkat untuk mengawali dan menjalani hari.

Di mazmur yang ditulisnya di padang gurun ini, Musa berkata bahwa kasih setia Allah di waktu pagi tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan bangsa Israel tetapi juga mengeyangkan mereka. Kepuasan dan kepenuhan akan kasih Allah itu membuahkan sorak-sorai dan sukacita yang tentu saja sangat penting untuk dapat menjalani satu hari yang penuh dengan rintangan; setidaknya bangsa Israel yang saat itu sedang berjalan di tengah-tengah gurun sangatlah membutuhkan sukacita yang demikian. Nehemia mengonfirmasi hal ini dengan berkata, “sukacita yang berasal dari TUHAN itulah kekuatan kalian” (Nehemia 8:10). Ya, sukacita adalah kekuatan dan oh alangkah lemahnya orang yang hatinya murung. Tetapi perlu diperhatikan bahwa Musa tidak berkata bahwa rasa kenyang yang berasal dari kasih setia Tuhan hanya dapat bertahan “selama satu hari kami”; Ia berkata “supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami”. Inilah perbedaan antara kepuasan yang berasal dari dunia dan kepuasan yang bersumber dari Allah. Kepuasan dari dunia akan lenyap sekejap dan terlupakan sementara kepuasan dari Allah dapat berlangsung semasa hari-hari kita.

John Piper pernah berkata, “Jika doa terlihat bagi kita seperti sebuah pengalihan dari produktivitas, ingatlah bahwa Tuhan melakukan jauh lebih banyak hal dalam lima detik dibanding apa yang bisa kita kerjakan dalam lima jam”. Apa yang dikatakan oleh Pak Piper sangat tercermin di dalam hidup Tuhan kita, Yesus Kristus. Di sepanjang sejarah dan sepanjang masa, tidak ada satupun orang yang lebih sibuk dibanding Kristus. Dialah Pribadi dengan tugas yang begitu berat dan waktu yang begitu singkat, baik untuk bekerja maupun untuk beristirahat. Jika ada orang di dunia ini yang paling menghargai produktivitas, Kristuslah orangnya. Namun firman Tuhan berkata bahwa setelah hari yang begitu melelahkan dan menjelang hari yang juga akan sangat melelahkan sekalipun, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Markus 1:35).”

Mengapa Kristus, yang adalah Allah yang Mahakuasa, berdoa, bahkan berdoa di pagi hari? Tuhan Yesus sendiri memberi jawabannya kepada kita ketika Ia berkata, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku (Yohanes 19:30).” Selama Tuhan kita melayani di dunia ini, Ia merendahkan diri-Nya dan sepenuhnya bergantung pada kehendak Bapa dan kuasa Roh Kudus. Untuk itu, Ia butuh berdoa. Inilah esensi dari manusia yang sejati, manusia yang baru, yang dimodelkan oleh Gembala kita, yaitu bergantung kepada kehendak Allah Bapa serta kuasa Allah Roh Kudus, melalui dan menurut gambar Sang Anak. Dan jika Ia, yang adalah Tuhan, Guru, Hikmat (1 Korintus 1:3), dan Model bagi kita (Roma 8:29) berdoa, bukankah itu menunjukkan kepada kita bahwa Ia mengajak kita untuk mengikuti teladan-Nya dan bahwa Ia mengundang kita untuk turut menerima satu berkat luar biasa yang Allah sediakan hanya di dalam doa di pagi hari?

boenhoeffer

Doa, khususnya berdoa di pagi hari, adalah hak istimewa bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu, janganlah kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah yang sedemikian berharga hanya karena kesibukan dan ambisi kita tetapi “marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16),” bahkan sejak dari awal hari kita.

Amin
Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s