Lagu yang Baru

cradock

Dr. Stinson mengatakan pada Anda bahwa saya pernah bekerja di Children’s Home di Alabama. Pada tahun 1994, Juli 1994, saya membawa anak-anak ke selebrasi 4 Juli (Hari Kemerdekaan Amerika Serikat) yang diadakan di suatu taman di Alabama.

Dan di situ ada satu paduan suara, paduan suara gereja, yang mengadakan konser “God in Country”. Dan pada lagu terakhir di konser tersebut, mereka menyanyikan, “Glory, Glory, Hallelujah” dan merekapun mulai menembakkkan kembang api.

Nah, masalahnya adalah kembang api tersebut berada terlalu dekat dengan paduan suara. Kembang api yang telah ditembakkan ke atas itupun akhirnya mulai bergerak turun mendekati kepala para paduan suara.

Hair spray dapat terbakar. Dan rambut seorang wanita di paduan suara itupun terbakar.

Suami wanita itu sedang berada di bagian orkestra. Tim orkestra berada tepat di samping tim paduan suara. Saya lupa alat musik apa yang dimainkan oleh sang suami. Saya rasa itu adalah trombon atau alat musik yang lain. Ia membuang alat musiknya. Ia kemudian melompat ke panggung sambil memegang lembaran musiknya. Dan ia mulai memukuli rambut dan kepala isterinya dengan lembaran musik itu.

Nah, wanita ini, rambutnya sedang terbakar, ia membungkuk, dan ia dipukul bertubi-tubi di bagian kepalanya oleh suaminya. Saya melihat kejadian ini tepat di sebelah pendeta saya.

Namun, apa yang menakjubkan adalah wanita tersebut tidak berhenti bernyanyi. Saya tidak tahu apakah itu hanyalah respon kepanikannya atau tidak. Namun, yang jelas, wanita itu mengucapkan lirik nyanyian “Glory, Glory, Hallelujah” sekalipun di sekitarnya sedang terjadi kekacauan.

Saya seringkali memikirkan hal ini. Sudah sekitar dua puluh satu tahun semenjak kejadian tersebut terjadi. Peristiwa ini terjadi sebelum adanya kamera video dan handphone padahal kalau bisa direkam, kejadian lucu ini pasti akan dibeli orang seharga jutaan dolar.

Dan tahukah kau?

Seperti inilah gambaran dari kehidupan seorang Kristen yang sejati.

Oleh karena Kerajaan Allah yang telah dinyatakan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus, oleh karena kelahiran baru yang telah terjadi oleh kemurahan dan karunia Allah di dalam hati kita oleh Roh Kudus, kita memiliki suatu lagu yang baru, lagu Anak Domba.

Kita sudah mendapatkan semua itu namun di saat yang sama kita juga masih menantikan akhir dari segala sesuatu. Oleh karenanya, kekacauan masih tetap terjadi di sekitar kita sebagai seorang Kristen. Namun tanda dari seorang Kristen adalah ketika api bencana itu turun menaungi kita, kita tetap bisa melanjutkan untuk bernyanyi nyanyian baru Sang Anak Domba.

Catatan:
Ini adalah kesaksian dari Pendeta Brian Payne dalam khotbahnya yang berjudul “Our Table in the Wilderness” di Southern Baptist Theological Seminary

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s