Tidur

Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. (Kejadian 2:20-22)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.

Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Firman TUHAN kepada Abram: “…” (Kejadian 15:10-12)

nn

Dua kejadian di atas merupakan dua peristiwa paling penting di dalam sejarah dunia dan sejarah penyelamatan umat Allah. Dua peristiwa itu adalah peristiwa di mana Allah menganugerahkan kepada Adam seorang penolong yang sepadan, seorang pasangan hidup baginya serta peristiwa di mana Allah mengukuhkan janji-Nya untuk mengaruniakan keturunan kepada Abraham.

Di dalam ke dua peristiwa amat penting tersebut, ada kesamaan yang sangat penting untuk dimengerti oleh setiap orang percaya:

  • Keduanya diawali dengan manusia yang giat melakukan tanggung jawabnya di hadapan Allah. Hal ini ditunjukkan dengan Adam yang giat “memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan” serta Abraham yang sigap dalam mempersiapkan hewan korban yang menjadi korban untuk mengukuhkan perjanjian antara Allah dengannya.
  • Keduanya ditandai dengan manusia yang tidur setelah mereka menyelesaikan perintah dari Allah.
  • Keduanya diakhiri dengan Allah yang bertindak mengerjakan bagian-Nya, suatu perbuatan besar, perkara yang terindah.

Berbeda dengan dunia yang berada pada dua ekstrem, yakni antara kemalasan dan kecanduan bekerja, kehendak Allah bagi umat-Nya adalah supaya mereka giat bekerja dalam menjalankan panggilan Allah di dalam hidup mereka dan kemudian “tidur”. Pemazmur berkata:

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2)

Bagaimanakah dengan kita? Di tengah-tengah zaman yang restless ini, biarlah kita menyadari dan mengalami bahwa hal-hal paling besar di dalam hidup kita justru Allah anugerahkan kepada kita ketika kita rest in Him. Dan ketahuilah bahwa satu-satunya tempat peristirahatan yang sejati bagi jiwa manusia adalah Tuhan Yesus Kristus:

Come unto me, all ye that labour and are heavy laden, and I will give you rest.
(Matthew 11:28)

spurgeon

Giatlah bekerja hai jiwaku, kemudian tidurlah, tidurlah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s