Penderitaan Menancapkan Kita pada Kristus

spurgeon3

Paku yang dihantam oleh seorang tukang kayu yang handal tidak akan bengkok, patah, atau hancur tetapi akan tertancap dalam dan kuat pada dinding. Hal yang sama juga terjadi pada orang-orang percaya. Setiap ujian, tantangan, kesukaran, hantaman, kekecewaan, kegagalan, bahaya, penderitaan, bahkan ancaman kematian tidak ditujukan pada kita untuk membuat kita bengkok, patah, atau hancur melainkan untuk membuat kita tertancap makin dalam dan kuat pada Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(Roma 8:28)

Allah tulut bekerja dalam segala sesuatu, dan seringkali “segala sesuatu” itu mencakup berbagai-bagai penderitaan dan pergumulan yang harus kita hadapi. Kata “untuk” di dalam ayat ini merupakan kata yang sangat penting sebab oleh kata “untuk” kita memahami dan diyakinkan bahwa semua penderitaan dan pergumulan itu datang kepada kita bukan secara kebetulan, melainkan karena satu tujuan yang baik dan spesifik dari Allah. Tujuan apakah itu? Ya, untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah, yakni mereka yang dipanggil sesuai rencana Allah, oleh kuasa Roh Kudus, untuk diselamatkan oleh Kristus, tinggal di dalam Kristus, ikut setiap langkah Kristus, dan menjadi serupa dengan Kristus.

Tidak ada satupun penderitaan yang Allah biarkan masuk ke dalam hidup kita tanpa terlebih dahulu “disaring” oleh hikmat-Nya yang selalu berfokus untuk kemuliaan-Nya serta untuk kebaikan dan kebahagiaan kita. Oleh sebab itu, janganlah kita takut akan apapun. Yang Mahakuasa adalah Bapa kita. Ia adalah Tukang Kayu yang Handal. Dan Kristus adalah Batu Karang yang pada-Nya kita tertancap oleh setiap hempasan yang diizinkan oleh Allah itu.

Semakin banyak tantangan yang kita alami, semakin dalam kita tertancap pada Kristus. Semakin dalam kita tertancap pada Kristus, semakin kita dekat dan menyatu dengan-Nya. Semakin kita dekat dan menyatu dengan Kristus, semakin teguh jaya kita berdiri dan semakin kekuatan-Nya yang tiada batas itu mengalir dan tercurah kepada kita.

keller

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati
dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(Matius 11:28-29)

Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku,
supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
(2 Korintus 12:9)

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s