Musuh Kita yang Sebenarnya

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah,
supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging,
tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa,
melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini,
melawan roh-roh jahat di udara.
(Efesus 6:11-12)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kau terlibat di dalam sebuah peperangan!
Kau ada di dalam sebuah peperangan!

Ini adalah medan perang. Perhatikanlah, sumber masalah yang sebenarnya adalah si Musuh, bukan budaya kita. Kita tidak sedang berperang melawan budaya masyarakat kita. Lupakanlah culture war!

Dengar! Ketika gereja tidak dapat melihat siapa musuh yang sesungguhnya, maka ia pasti akan memerangi musuh lain yang sejatinya bukanlah musuh yang sebenarnya.

Adalah seorang D. E. Hoste yang merupakan penerus dari Hudson Taylor, Direktur Jendral dari Overseas Missionary Fellowship, China Inland Mission. Dan ia berkata, “Saya tidak akan mengutus seorang pria atau wanita ke dalam ladang misi, kecuali ia telah belajar untuk bergulat melawan si Jahat, sebab jika mereka belum pernah belajar untuk bergumul dengan si Jahat, mereka akan bertarung melawan teman mereka sesama misionaris.”

~ Alistair Begg ~

Dixon Edward Hoste

Link khotbah Alistair Begg:
https://www.youtube.com/watch?v=9ZCdzYp2HlI&t=3s

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus.

Akhir-akhir ini, ada begitu banyak kabar yang memberitakan tentang ketidakadilan, diskriminasi, kejahatan, bahkan penganiayaan yang ditujukan kepada saudara-saudara kita di dalam Kristus, hanya karena iman yang mereka peluk. Kejahatan-kejahatan itu dapat timbul dari segala arah, mulai dari teman sepermainan, guru dan dosen, rekan-rekan kerja, atasan, anggota keluarga, kelompok radikal garis keras, teroris, bahkan pemerintah. Hal ini dapat kita lihat terjadi di seluruh dunia dan sedikit banyak kita juga mengalami ketidakadilan tersebut sejak kecil.

Melihat dan merasakan semua itu, tidak sedikit dari kita akan bangkit berdiri untuk melakukan perlawanan dan pembalasan. Saya yakin firman Tuhan tidak melarang kita untuk melakukan perlawanan terhadap tindak kejahatan. Namun, firman Tuhan juga mencegah kita untuk melakukan perlawanan dengan salah dan yang berpotensi membuat kita berdosa. Firman Tuhan tidak melarang kita melawan, bahkan mendorong kita untuk berperang. Namun, firman Tuhan memberi tahu kita semua bahwa musuh kita yang sejati bukanlah “darah dan daging”, yang artinya adalah sesama kita manusia, melainkan si “pemerintah-pemerintah”, si “penguasa-penguasa” , si “penghulu-penghulu dunia yang gelap ini”, dan “roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:11-12).

Siapakah mereka yang Paulus sebut itu? Ya, mereka semua adalah Iblis yang telah menguasai dunia ini (1 Yohanes 5:19), tentunya sejauh yang Allah izinkan. Merekalah musuh kita yang sejati. Merekalah dalang di balik semua ketidakadilan dan kejahatan yang kita rasakan. Merekalah yang membutakan mata hati orang-orang akan kebenaran (2 Korintus 4:4) dan mempengaruhi pikiran orang-orang untuk mengikuti jalan-jalan mereka (Efesus 2:1-2).  Oleh sebab itu, sembari kita melakukan perlawanan terhadap orang-orang jahat dan tidak adil, yang mana semua itu harus kita lakukan dengan lemah lembut, penuh hormat, dan hati nurani yang murni (1 Petrus 3:15-16), kita juga harus ingat bahwa serangan utama kita haruslah ditujukan kepada Kerajaan Iblis.

Dan bagaimanakah kita melawan Iblis? Firman Tuhan memberi kita setidaknya tiga arahan ini:

  • Jangan berlari dari Iblis, kita harus melawannya dan ia yang akan berlari dari kita (Yakobus 4:7)
  • Kita berperang melawan Iblis dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata rohani (Efesus 6:10-20). Tanpa semua persenjataan itu, niscaya kita kalah.
  • Kita dapat mengalahkan Iblis dengan darah Anak Domba dan dengan perkataan kesaksian kita di hadapan orang-orang tentang Yesus Kristus dan keselamatan yang ada di dalam Dia (Wahyu 12:11)

Biarlah ini menjadi perenungan kita untuk tetap berdiri teguh di zaman ini dan di dalam berperang melawan kejahatan. Biarlah kita seperti Paulus yang berkata, “Aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya (1 Korintus 9:26-27)”, supaya kita tidak salah memukul dan malah menyakiti sesama kita manusia, melainkan menyerang secara efektif Iblis dan Kerajaannya.

Segala kemuliaan hanyalah bagi Allah kita. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s