Jangan Dengar Bisikannya

Pula kata orang Filistin itu:

“Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang,
supaya kami berperang seorang lawan seorang.”

Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Firman Tuhan dengan sangat cermat menunjukkan kepada kita bahwa sumber dari  kecemasan hati serta ketakutan luar biasa yang melanda Raja Saul dan segenap orang Israel adalah karena mereka mendengar perkataan Goliat. Mereka takut karena mereka mendengar apa yang seharusnya tidak mereka dengarkan.

Allah menciptakan telinga, bukan supaya kita mendengar bisikan atau bualan si Jahat. Jika kita mendengarnya, maka roh ketakutan dan ketidakpercayaan, yang sangat dibenci oleh Allah itu, akan masuk melalui telinga kita dan tinggal di dalam hati kita. Amsal 4:23 berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” dan itu berawal dari mendengar apa yang baik dan dari segala yang baik yang dapat kita dengar, tidak ada yang lebih baik dan yang lebih indah dibanding firman Allah.

Allah menciptakan telinga agar kita mendengar firman Allah sebab Ia adalah Allah yang berbicara, bahkan Amsal 1:20-23 mengatakan bahwa Ia selalu berbicara dan tidak pernah diam. Jika kita mendengar firman Kristus, maka seperti kata Paulus dalam Roma 10:17, iman akan timbul di dalam hati kita dan bersama-sama dengan iman itu, hidup, hikmat, sukacita, kekuatan, pengharapan, damai sejahtera, dan karunia lainnya juga akan timbul, mengisi dan mewarnai hati kita, serta menyingkirkan roh ketakutan dan keraguan yang ada. Firman Tuhan berkata, “Tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:6). Tanpa iman, Allah tidak akan menyertai kita. Tanpa iman, kita akan selalu mendengar Iblis dan menjadi ketakutan tiap kali pergumulan dan peperangan melanda.

Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan,
di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

di atas tembok-tembok ia berseru-seru,
di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

“Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

(Amsal 1:20-23)

Daud adalah orang yang sangat senang mendengar firman Allah dan karena itu, ada iman di dalam hatinya. Itulah sebabnya ketika Daud mendengar bualan Goliat (1 Samuel 17:23), ia bukannya takut seperti Saul dan seluruh bangsa Israel, melainkan dipenuhi oleh amarah yang kudus serta kuasa dari Allah untuk segera menumbangkan prajurit gagah perkasa yang sombong itu. Inilah yang kita butuhkan, telinga yang selalu terbuka serta hati yang senantiasa haus akan firman Tuhan. Ketika kita mendengar firman Kristus, iman akan timbul di dalam hati kita dan dari hati yang penuh iman itulah akan terpancar kehidupan yang sejati dan penuh harapan.

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s