Senjata Daud

Pula kata Daud:

“TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.”

Kata Saul kepada Daud:

“Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya.

Maka berkatalah Daud kepada Saul:
Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.”

Kemudian ia menanggalkannya.

Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
(1 Samuel 17:37-40)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pertempuran Daud melawan Goliat merupakan pertempuran bersejarah yang dicatat oleh Alkitab. Pertempuran ini sangatlah istimewa dari kacamata iman, bukan saja karena keajaiban di dalam kemenangan Daud melawan Goliat, tetapi juga karena peperangan ini merupakan gambaran dari cara berperang Tuhan Yesus Kristus dan setiap orang Kristen.

Sama seperti Daud yang justru terganggu dengan segala persenjataan mutakhir yang diberikan oleh Saul dan kemudian menanggalkannya, Tuhan Yesus tidak menggunakan persenjataan dunia ketika Ia berada di dalam dunia ini untuk memerangi Kerajaan Iblis dan orang-orang fasik. Ketika Ia disakiti, Ia tidak membalas menyakiti. Bahkan, ketika Ia disalibkan tanpa bersalah, Ia memanjatkan doa kepada Bapa demi pengampunan bagi mereka yang menganiaya Dia. Tuhan Yesus selalu membalas kejahatan dengan kasih dan kebaikan. Ini jauh sekali dengan taktik berperang yang dunia tawarkan. Jika ada satu senjata yang Tuhan Yesus hunuskan selama hidup-Nya di dunia ini, itu adalah firman Allah. Untuk satu senjata ini, Ia tidak pernah melepaskannya. Ia selalui memakainya tiap kali Ia berhadapan dengan Iblis dan dengan para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi.

Sebagai orang-orang percaya, kita juga dipanggil untuk berperang seperti Daud dan Tuhan Yesus Kristus. Kita tidak dipanggil untuk bertempur melawan Iblis dan kejahatan dengan cara-cara dunia, yakni dengan kepintaran, kuasa, atau harta duniawi. Kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita tidak melawan kesombongan dengan balik menjadi sombong. Kita tidak membalas kata-kata kasar dengan kata-kata yang sama kasarnya. Kita tidak memerangi taktik Iblis dengan strategi yang bersumber dari hikmat dunia sebab keduanya adalah kegelapan. Sama seperti senjata Saul justru menyulitkan Daud, cara-cara dunia ini justru menghambat orang Kristen untuk berperang dengan efektif.

Peperangan melawan kejahatan pada hakekatnya bukanlah peperangan kemanusiaan atau peperangan yang diusung oleh sekelompok orang tertentu yang berinisiatif untuk menegakkan kebajikan. Peperangan melawan kejahatan merupakan peperangan yang diinisiasi langsung oleh Allah di Taman Eden (Kejadian 3:14-15). Ini merupakan perangnya Allah dan oleh sebab itu, jika kita ingin terlibat di dalam peperangan melawan kejahatan, kita harus berperang dengan taktik perang dan senjatanya Allah dan semua itu telah Ia ajarkan kepada kita di dalam firman-Nya. Dengan hal-hal inilah kita seharusnya mempersenjatai diri:

  • kebenaran (truth)
  • kebajikan (righteousness)
  • kerelaan untuk memberitakan Injil
  • iman
  • keyakinan akan keselamatan di dalam Kristus
  • firman Allah
  • doa
    (Efesus 6:14-18).

Lebih jauh, dari teladan orang-orang kudus di dalam Alkitab, kita juga didorong untuk berperang dengan mengenakan senjata:

  • hikmat (Kitab Amsal),
  • pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara seiman, dan kasih akan semua orang (2 Petrus 1:5-7), serta
  • kelemahlembutan dan kerendahan hati (Matius 11:29).

Demikianlah hendaknya kita berperang melawan Kerajaan si Jahat. Kita tahu dari firman Allah bahwa Allah untuk sekian waktu lamanya telah menyerahkan dunia ini di bawah kuasa Iblis (1 Yohanes 5:19). Iblis adalah penguasa dunia ini dan oleh karena itu hikmat, kuasa, serta harta yang berasal dari dunia ini tidak akan pernah mampu memberi kita kemenangan melawan kejahatan. Hanya ada satu senjata yang seharusnya kita pakai, yakni satu set perlengkapan senjata terang seperti yang kita temukan di dalam Alkitab.

Dan sebelum kita lupa, kita tidak akan dapat memakai seluruh persenjataan Allah itu jika roh dunia tinggal di dalam kita. Kita hanya dapat menggunakan senjata Allah jika Roh Allah berdiam, hidup, dan bekerja di dalam kita. Kita menerima Roh Kudus itu ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan oleh Roh itulah kita memiliki hidup (Roma 8:2). Paulus berkata, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Galatia 5:25). Oleh sebab itu, marilah kita hidup di bawah pimpinan Roh Allah yang akan menuntun kita mengenakan seluruh senjata Allah untuk bertempur melawan Kerajaan Iblis yang menguasai dunia yang gelap ini.

Tanggalkanlah segala senjata dunia dan pakailah perlengkapan senjata sorga.
Matikanlah roh dunia dan hiduplah di bawah tuntunan Roh Allah.

Dan janganlah takut sedikitpun akan apa yang dapat dunia lakukan pada kita sebab firman Allah berkata, “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4). Biarlah lagu “O Church Arise” ini menjadi semangat yang berkobar di dalam hati kita:

“O church, arise, and put your armor on;
Hear the call of Christ our captain.
For now the weak can say that they are strong
In the strength that God has given.
With shield of faith and belt of truth,
We’ll stand against the devil’s lies.
An army bold, whose battle cry is love,
Reaching out to those in darkness.

Our call to war, to love the captive soul,
But to rage against the captor;
And with the sword that makes the wounded whole,
We will fight with faith and valor.
When faced with trials on every side,
We know the outcome is secure.
And Christ will have the prize for which He died:
An inheritance of nations.

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s