Tangga Menuju Surga

Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!”

Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?”

Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”

Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.”

Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

(Yohanes 1:47-51)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sulit dipungkiri, perbincangan antara Tuhan Yesus dengan Natanael di atas merupakan perbincangan yang cukup membingungkan. Bukanlah hal yang mudah untuk memahami hubungan antara orang Israel sejati dengan tidak adanya kepalsuan tetapi itulah yang Tuhan Yesus katakan mengenai Natanael. Respon Natanel juga cukup membingungkan. Tuhan Yesus hanya berkata bahwa Ia melihatnya di bawah pohon ara tetapi itu sudah cukup bagi Natanael untuk memercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Raja orang Israel.

Yohanes, rasul yang menulis Injil ini, berkata:

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”
(Yohanes 21:25)

Di dalam kata penutup Injil Yohanes, Yohanes berkata bahwa jika ia harus menuliskan seluruh kisah perjalanannya bersama Tuhan Yesus di dalam tiga setengah tahun masa pelayanan mereka, maka dunia ini tidak akan dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Dengan demikian, kisah-kasih yang akhirnya Yohanes pilih untuk diceritakan dalam Injil yang ditulisnya ini pastilah merupakan ekstrak dan intisari dari tiga setengah tahun kebersamaannya bersama Kristus. Tidak ada basa basi di dalam Injil Yohanes; semua kisah yang diceritakan merupakan emas. Dan jika kisah perbincangan antara Tuhan dengan Natanael ini dicatat oleh Yohanes, maka tentulah perbincangan ini memiliki arti yang sangat penting sekalipun seperti yang telah dikatakan sebelumnya, perbincangan ini sulit untuk dipahami.

Namun, sekalipun keseluruhan makna di balik perbincangan ini cukup sulit untuk dimengerti, ada satu pesan luar biasa yang dapat kita petik. Pesan ini disampaikan oleh Tuhan Yesus ketika Ia berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat
langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”
(Yohanes 1:51)

Sangatlah jelas bahwa Tuhan Yesus memetik apa yang ditulis oleh Musa mengenai penglihatan yang dilihat oleh Yakub ketika ia berada di Betel. Perkataan Tuhan Yesus ini dapat dibandingkan dengan apa yang Musa catat di dalam Kitab Kejadian:

“Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit,
dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.”
(Kejadian 28:12)

Apakah yang Tuhan Yesus maksud?
Ya, inilah rahasia besar di balik peristiwa penglihatan Yakub di Betel:
Tuhan Yesus adalah wujud sesungguhnya dari tangga yang Yakub lihat itu.

Sama seperti tangga itu yang muncul dari langit dan memanjang hingga ke bumi, Tuhan Yesus datang dari Sorga dan turun ke dunia untuk melawat umat manusia. Sama seperti malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga yang Yakub lihat itu, kita akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Sang Anak Manusia.

Tuhan Yesuslah tangga itu. Ialah tangga yang menghubungkan Kerajaan Allah di atas dengan umat manusia yang ada di bumi di bawah. Ia bukanlah tangga yang didirikan oleh manusia dari bawah ke atas. Orang-orang Babel berpikir bahwa dengan usaha mereka mereka dapat mencapai langit. Orang-orang munafik mengira bahwa dengan amal ibadah mereka mereka dapat beroleh Kerajaan Surga. Namun, keduanya gagal sebab tidak ada satupun tangga yang didirikan oleh manusia yang tingginya dapat mencapai langit atau surga.

Hanya Kristuslah tangga yang menghubungkan dunia dengan sorga. Hanya Kristuslah tangga yang menghubungkan manusia dengan Allah. Ia tidak dibangun oleh manusia dari bawah ke atas. Sebaliknya, Ia adalah tangga yang diutus oleh Allah dari atas ke bawah, yakni dari surga yang kekal ke dalam dunia yang fana. Ia tidak didirikan oleh kerja keras manusia; Ia dianugerahkan oleh inisiatif dan kasih karunia Allah. Oleh karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, maka Ia telah mengutus Kristus, satu-satunya Tangga Menuju Sorga, sehingga Ia dapat membawa orang-orang berdosa ke hadirat Allah di dalam Kerajaan-Nya.

Kisah hidup Yakub sebagai nenek moyang bangsa Israel bertitik sentral pada penglihatan yang dialaminya di Betel. Dan dari perbincangan antara Tuhan Yesus dengan Natanael ini, kita tahu bahwa ternyata pusat dari hidup Yakub bukanlah Yakub sendiri, melainkan Kristus. Ya, Kristus adalah pusat dari kisah hidup Yakub. Dan jika Roh Kudus membuka mata hati setiap kita, maka kita akan sadar bahwa Kristus pulalah pusat dari Kitab Kejadian. Kristuslah pusat dari seluruh firman Allah. Kristuslah pusat dari alam semesta. Kristuslah pusat dari sejarah dunia. Kristuslah pusat dari hidupku dan hidupmu.

Kristus adalah Tangga yang Yakub lihat di Betel.
Suatu saat kelak, seluruh mata akan melihat bahwa Ia adalah Tangga Menuju Sorga.

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s