TUHAN yang Akan Berperang Bagimu

Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru:

“Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu:

Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini,
sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel.

Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu.

Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”

Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring.

(2 Tawarikh 20:14-19)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setiap dari kita pasti sering menghadapi masalah, entahkah itu masalah dengan pasangan, atasan, rekan kerja, rekan bisnis, teman, studi, dan lain sebagainya. Tidak jarang, kita sampai pada titik di mana kita merasa bahwa diri kita terlalu lemah untuk menghadapi masalah itu seorang diri dan bahwa kita telah kehabisan akal.

Hal itulah yang raja Yosafat dan bangsa Yehuda alami dalam perikop ini. Bani Moab dan Bani Amon dalam pasukan yang sangat besar sedang bersiap-siap untuk menyerang mereka (1 Tawarikh 20:1-2). Mendengar kabar tersebut, Yosafat menjadi takut (1 Tawarikh 20:3), menyadari bahwa ia tidak memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi mereka, dan mengaku bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia dan bangsanya lakukan (1 Tawarikh 20:12).

Takut, tidak berdaya, dan kehabisan akal, bukankah ketiga hal itu sering kita rasakan ketika kita menghadapi problema di dalam hidup kita? Hal itulah yang dialami Yosafat tetapi syukur kepada Allah, ia mengambil keputusan untuk mencari TUHAN (1 Tawarikh 20:3) dan menujukan matanya kepada-Nya (1 Tawarikh 20:12).

Penggalan firman di atas adalah respon Allah terhadap kerendahan hati Yosafat. Perhatikanlah apa yang Allah sampaikan (1 Tawarikh 20):

  • Ia berkata bahwa Yosafat dan seluruh Yehuda tidak perlu takut dan terkejut (ayat 15).
  • Ia berjanji bahwa Ia sendiri yang akan maju berperang demi Yehuda (ayat 15).
  • Ia mengatakan bahwa bangsa Yehuda tidak usah bertempur (ayat 17).
    Mereka cukup percaya kepada TUHAN dan melihat hasil perbuatan-Nya.
  • Ia berjanji akan memberi mereka kemenangan (ayat 17).
  • Ia sekali lagi mengingatkan mereka bahwa mereka tidak perlu takut dan terkejut (ayat 17).
  • Ia berjanji akan selalu menyertai mereka (ayat 17).

Janji TUHAN ini tidaklah eksklusif hanya bagi Yosafat dan kerajaannya. Janji berkat ini juga tersedia bagi setiap kita, tidak peduli sebesar apapun masalah yang kita hadapi, asalkan kita, seperti yang raja Yosafat lakukan, mencari TUHAN dan menujukan mata kita kepada-Nya.

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat,
supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
(1 Petrus 5:6)

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s