Penciptaan Dunia dan Kelahiran Baru

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Bumi belum berbentuk dan kosong;
gelap gulita menutupi samudera raya,

dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
(Kejadian 1:1-4)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pada firman ini, Musa, di bawah tuntunan Roh Kudus, menulis tentang penciptaan dunia ini. Musa mencatat bahwa pada mulanya, bumi belum memiliki bentuk yang jelas serta kosong. Tidak ada sumber terang yang menyinari dunia sehingga seisi jagad raya diselimuti oleh kegelapan.

Dan di saat Allah hendak membentuk bumi dan menata seluruh antariksa, Roh Allah bekerja. Allah kemudian berfirman, “Jadilah terang!”, maka terang yang berasal dari Allah sendiri bergerak ke segala arah dan menerangi alam semesta. Allah melihat bahwa terang itu baik kemudian dipisahkan-Nyalah terang dari kegelapan.

Itu adalah sejarah bagaimana Allah menciptakan jagad raya ini. Namun, dari kacamata Firman Allah, kita dapat melihat kemiripan cara kerja Allah menciptakan dunia ini dengan cara-Nya bekerja untuk melahirkan seseorang kembali menjadi manusia baru.

Sebelum Allah melahirbarukan seseorang, orang itu adalah orang yang mati di dalam dosa-dosanya (Efesus 2:1). Seluarbiasa apapun hidup yang dijalani oleh orang itu dari kacamata dunia, hidupnya adalah hidup yang tidak berbentuk dan kosong dari kacamata rohani. Seindah apapun hidup yang dialami oleh orang yang demikian, hidupnya adalah kegelapan (Efesus 5:8). Keadaan orang yang belum diselamatkan oleh Allah sama dengan keadaan bumi sebelum Allah menatanya: tidak berbentuk, kosong, dan gelap gulita.

Namun, ketika Allah hendak menyatakan kasih-Nya dan menyelamatkan orang tersebut, maka Ia mengutus Roh-Nya untuk bekerja (Yehezkiel 36:26). Roh Kudus pun menjamah orang itu untuk menganugerahkannya kelahiran baru (Yohanes 3:3 & 8).

Roh Kudus bekerja sebagaimana Ia pernah bekerja di dalam penciptaan alam semesta. Melalui Roh Kudus, Allah berfirman, “Datanglah Terang!” dan Terang itupun datang ke dalam hati orang tersebut. Terang itu bercahaya dan menyingkirkan kegelapan dari hati orang tersebut dan kegelapan itu tidak menguasainya (Yohanes 1:5).

Terang itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana penciptaan dunia diawali dengan datangnya terang, hidup yang sejati selalu diawali dengan kehadiran Tuhan Yesus Kristus. Dialah yang menata hidup manusia yang semula tidak berbentuk dan memberinya tujuan hidup yang sejati. Dialah yang mengisi hati manusia yang semula kosong dan mengisinya dengan Sang Air Hidup (Yohanes 4:10, 7:38). Dialah yang menerangi hati manusia yang awalnya gelap gulita dengan terang-Nya yang ajaib (1  Petrus 2:9).

“Allah melihat terang itu baik… ”
Ya, Tuhan Yesus itu baik, bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya (Mazmur 118:1).

“… lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.”
Ya, barangsiapa mengikut Dia, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yohanes 8:12). Ia tidak akan berjalan menuju kegelapan, melainkan sebagaimana perkataan Tuhan Yesus Kristus:

“ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
(Yohanes 3:21)

Orang yang telah diselamatkan akan selalu datang kepada terang supaya menjadi nyata di hadapan semua orang bahwa setiap perbuatan baik yang ia kerjakan dilakukannya menurut kehendak Allah dan dengan kekuatan Allah (Filipi 2:13). Dengan demikian, bukanlah dia yang akan mendapat kemuliaan, melainkan Bapa di sorgalah yang menerima pujian, hormat, dan kemuliaan (Matius 5:16).

Segala kemuliaan hanyalah bagi Allah, dan bagi Kristus, dan bagi Roh Kudus. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s