Kekayaan yang Sejati

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus
yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita
segala berkat rohani di dalam sorga.
(Efesus 1:3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebagian besar orang di dunia ini mendefinisikan kekayaan berdasarkan berapa banyak materi duniawi yang dimiliki oleh seseorang. Materi duniawi itu dapat berupa uang, barang berharga, tanah, rumah, logam mulia, dan lain sebagainya. Namun, semua itu bukanlah kekayaan yang sejati, tidak hanya karena sifatnya yang sementara, tetapi juga karena semua itu tidak dapat memuaskan jiwa manusia yang terdalam. Semua itu mungkin dapat mengantarkan kepuasan, kesenangan, dan keamanan kepada manusia tetapi itu hanyalah sesaat. Jiwa manusia membutuhkan lebih dari itu; jiwa manusia membutuhkan kasih, sukacita, damai sejahtera, iman, pengharapan, dan kepastian.

Itulah yang Paulus sebut sebagai “berkat rohani di dalam sorga”, sebagaimana yang dikatakan oleh Paulus. Inilah harta yang sejati. Inilah kekayaan yang sejati. Dan kabar baik bagi setiap orang percaya: di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, segala berkat rohani di dalam sorga itu telah dikaruniakan kepada mereka.

Iman dan pemahaman akan satu ayat dalam firman Tuhan ini dapat mengubah hidup seseorang selamanya. Seberat apapun kondisi yang kita alami saat ini, kita tidak berkekurangan dengan apa yang baik dan yang penting. Segala sesuatu yang kita perlukan telah tersedia bagi kita di dalam Tuhan kita. Ya, di dalam Kristus, orang Kristen telah memiliki segala berkat rohani. Ya, di dalam Kristus, orang Kristen adalah orang kaya sejati di dunia ini.

Tuhan Yesus Kristus adalah jalan dan pintu menuju kekayaan yang sejati bagi jiwa manusia. Lebih dari itu, Tuhan Yesus Kristus adalah kekayaan yang sejati itu sendiri.

Kini pertanyaannya maukah kita datang kepada Tuhan untuk menikmati kekayaan sejati itu, ataukah kita hanya berpangku tangan dan menangisi kemalangan kita di tengah-tengah pergumulan yang kita alami.

Segala kemuliaan hanyalah bagi Allah.
Amin

Advertisements

Persembahkanlah Uangmu kepada Tuhan

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku,
dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi,
dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.

(Matius 10:49-42)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Firman Tuhan Yesus di atas berbicara tentang bagaimana kita menyambut hamba-hamba Tuhan yang sedang menjalankan pelayanannya. Bentuk penyambutan yang dapat kita berikan tentu banyak macamnya. Namun, apa yang ingin dibagikan dalam bagian ini adalah bagaimana kita menyambut para pelayan Tuhan dan mendukung pelayanan yang mereka kerjakan dengan uang yang kita miliki.

Kita tahu dua hal yang pasti:

  1. Para pelayan Tuhan membutuhkan uang untuk melaksanakan pelayanan mereka dengan efektif.
  2. Uang yang kita miliki berasal dari Tuhan.

Kesimpulan apa yang dapat dipetik dari dua hal di atas?

Ya, Tuhan mengundang kita untuk mengambil bagian di dalam pelayanan-Nya dengan cara mempersembahkan sebagian uang yang telah kita terima dari Allah untuk mendukung para pelayan Tuhan di dalam mengerjakan tugas pelayanannya.

Orang bijaksana tahu bahwa semua uang mereka adalah milik Tuhan (John Piper). Semoga kita tidak hanya sadar bahwa segala harta yang kita miliki adalah milik kepunyaan Allah, tetapi juga dimampukan oleh Roh Kudus untuk bermurah hati dan berlimpah ucapan syukur sehingga kita rela mempersembahkan harta dan uang yang kita miliki, dalam jumlah yang sepatutnya, demi pekerjaan-Nya di dalam dunia ini.

Segala kemuliaan hanyalah bagi Allah.
Amin

Nyanyian Pengajaran

Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
(Mazmur 47:8)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Allah memerintahkan umat-Nya untuk bernyanyi, tetapi bukan sekadar bernyanyi, melainkan “bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran.”

Musik dan lagu adalah dua hal yang sangat baik bagi jiwa,
namun musik dan lagu yang paling baik di atas segalanya adalah “nyanyian pengajaran”.

Dan dari manakah nyanyian pengajaran bersumber?
Dari hati dan pikiran yang diisi oleh Firman Allah.

Segala kemuliaan hanya bagi Dia.
Amin

Enyahlah Iblis!

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya:
“Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu!
Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus:
Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,
sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,
melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

(Matius 16:21-23)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jika Anda menyimpang dari Wahyu, dari kehendak Allah di dalam Wahyu, Anda telah masuk ke dalam wilayah Kerajaan Setan. Setiap penyimpangan dari kebenaran Kitab Suci berasal dari Iblis.

Anda tunduk pada firman Tuhan atau Anda mengerjakan pekerjaan Setan. Siapapun yang beranjak dari pewahyuan kehendak Tuhan, mengambil bagian di sisi Iblis.

(John MacArthur)

Iman dan Berkat

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram:

“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
(Kejadian 12:1-3)

Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
(Galatia 3:7)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apabila diambil intisarinya, maka janji TUHAN kepada Abraham dapat disimpulkan menjadi dua hal:

  • Aku akan memberkati engkau, dan
  • Aku akan menjadikanmu berkat bagi banyak orang.

Abraham adalah bapa orang beriman (Galatia 3:7). Dengan demikian, setiap orang Kristen, yang adalah anak-anak Abraham, yakni orang-orang yang memiliki iman, akan menunjukkan karakteristik iman yang sejati yang ada pada Abraham.

Dan seperti apakah iman yang sejati itu? Iman yang sejati tidak hanya berbicara tentang percaya kepada Allah atau percaya bahwa Allah akan memberkati. Iman yang sejati juga adalah iman yang bekerja secara aktif (Yakobus 2:17, Galatia 5:6). Hanya dengan bekerjalah iman membuat seseorang menjadi berkat bagi banyak orang.

Oh Tuhan, tumbuhkanlah di dalam hati kami iman yang percaya kepada Engkau dan bekerja bagi Engkau untuk orang lain.

Oh Tuhan, mekarkanlah di dalam hidup kami iman yang menjadi wadah untuk menerima berkat dari-Mu serta menjadi saluran yang meneruskan berkat-Mu kepada orang lain.

Demi kemuliaan Kristus, yang adalah Sumber Iman kami (Ibrani 12:2).
Amin

Penjajah Paling Kejam

Dahulu memang kamu hamba dosa…
(Roma 6:17)

Kata Yesus kepada mereka:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”
(Yohanes 8:34)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dosa adalah penjajah paling kejam, paling kuat, dan paling tekun. Ia tidak pernah membiarkan orang-orang yang dijajahnya beristirahat melainkan ia akan selalu memperbudak mereka. Ia tidak akan pernah melepaskan mereka dan tidak akan membiarkan mereka mampu melarikan diri. Semua yang ia jajah, ia pastikan akan mati Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
(Efesus 2:1)

Tetapi sekuat-kuatnya dosa menjajah, ada Satu yang lebih kuat darinya. Ketika Ia menyelamatkan yang tertindas, melepas yang terbelenggu, merawat yang tersakiti, memberi minum yang kehausan, memberi makan yang lapar, mencelikkan yang buta, dan membangkitkan yang mati, tak ada satupun yang dapat dilakukan oleh dosa untuk menghentikan-Nya. Ia tidak berdaya di hadapan-Nya sebab Dia adalah Sang Juruselamat yang Mahakuasa.

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.
(Yohanes 8:36)

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
(Matius 1:21)

Oh, Tuhan Yesus, selamatkanlah kami dari belenggu dosa kami.
Dengarlah seru dosa kami.

(John Owen)

Amin

Jalan untuk Mengenal Allah

Kita tidak dapat mengenal Allah di luar dari apa yang Ia wahyukan tentang diri-Nya kepada kita melalui firman-Nya. Kita tidak dapat berkomunikasi dengan-Nya di luar kendaraan doa yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita tidak dapat merasakan persekutuan yang penuh dengan-Nya terpisah dari persekutuan dengan umat-Nya.

Kita harus mengenal Dia dan itu hanya mungkin melalui akses yang rutin kepada Kitab Suci, doa, dan penyembahan.

~ Josh Squires ~