Beliau

Aku bersyukur dengan pesan yang kudapatkan di gereja kemarin
Sayangnya, pesan itu berasal dari penderitaan yang dirasakan orang lain

Pagi itu, di gereja, diumumkan bahwa akan diadakan Kebaktian Natal Pooling pada tanggal 7 Desember 2013
Feeling awesome to the max lah karena puji Tuhan pada tanggal itu aku tidak sedang bertugas di lapangan
Oh ya, teman-teman pada datang yah Natal GII Hok Im Tong di Balai Sarbini, pukul 17.00 😀

Aku sangat excited dengan acara ini.
Sebenarnya bukan saja karena ini momen Natal gitu loh dan karena bangunannya yang megah
Tetapi juga karena yang menjadi pembicara adalah Bapak Albert Rumbo

Aku tidak mengidolakan beliau seakan-akan semua hikmat yang beliau punya berasal dari dirinya sendiri. Tetapi aku benar-benar kagum dengan beliau dan tiap kali beliau berkhotbah, kerasa banget bahwa beliau menyampaikannya benar-benar dari hatinya. Dan kekagumanku juga tidak terlepas dari kenyataan bahwa bapak ini sebelumnya adalah pebisnis yang akhirnya meninggalkan bisnisnya demi melayani Tuhan penuh waktu.

Akan tetapi suatu kabar menyedihkan datang
Ternyata beliau sedang sakit
Dan bukan sakit sekadar penyakit, ditemukan ada tumpukan daging yang tumbuh di sekitar hidungnya
Apakah itu tumor, apakah itu kanker?

Aku tidak tahu
Yang jelas minggu depan beliau akan ke Hongkong untuk kemoterapi
Nampaknya kita sudah bisa menduga penyakit apa itu 😦

Pendeta Budi, Gembala Gereja, menyampaikan bahwa Pak Rumbo mengatakan bahwa dia akan membutuhkan waktu 5-6 bulan untuk perawatan. Satu bulan pertama beliau akan perawatan satu minggu sekali (jika aku tidak lupa) dan bulan-bulan berikutnya, beliau akan menerima perawatan setiap hari.

Mendengar itu hatiku sedih sekali
Such a Godly man, harus menderita penyakit itu di masa tuanya
Tidak hanya itu, mau tidak mau beliau harus merelakan waktu-waktunya untuk berbaring di rumah sakit
Ini pasti sangat memukul batinnya
Semoga Tuhan menguatkan beliau

Dan satu hal yang luar biasa dari beliau
Beliau berkomitmen untuk tetap berkhotbah di Natal 7 Desember nanti
Apapun yang terjadi di masa depan, aku yakin itulah yang terbaik untuk kita semua
Tapi hatiku mendukung penuh kerinduan beliau

Dan terakhir, yang mengguncang hatiku
Walaupun minggu depan sudah harus ke Hongkong dan seharusnya hari-hari ini beliau beristirahat,
Tetapi hari ini beliau tetap berkhotbah di GII cabang Puri
Bapak Gembala Budi menasehati beliau agar beristirahat saja dan menyerahkan pelayanan itu ke orang lain
Tetapi kata Pak Budi, Pak Albert menjawab:
“Saya akan tetap berkhotbah, semakin saya diam, semakin waktu saya terbuang sia-sia”

Waahhhh
Betapa hendaknya kita semua bisa meneladani beliau
Beliau yang sudah tua saja masih sangat bersemangat seperti itu
Mengapa kita yang muda tidak bisa bersemangat seperti beliau?

Sebagai penutup:
Mari kita semua berdoa agar Tuhan selalu menguatkan hati dan iman beliau
Agar beliau tidak berfokus kepada penyakitnya melainkan hanya kepada kasih Allah
Agar Tuhan memberkati dokter yang merawatnya
Agar Tuhan memberkati keluarga Bapak Albert
Agar melalui masa-masa yang sakit ini, Tuhan semakin dipermuliakan

Salam

roma-12_11

Advertisements

Oskar Schindler (Penutup)

Oskar Schindler merupakan orang yang berhati mulia
Dia adalah contoh orang yang mengalami transformasi oleh belas kasihan

Kasih membuatnya mengorbankan sangat banyak hal
Kasih memampukannya untuk
melepaskan apa yang selama ini dia anggap berharga

Walaupun berakhir dalam kemiskinan
Schindler pernah mengecap kekayaan
Dia, di suatu waktu, pernah menjadi orang sukses menurut versi-nya
Menjadi kaya raya
Menghasilkan uang banyak
Itulah tujuan awalnya dan dia sukses dengan ambisinya itu
Tetapi akhirnya dia sadar
Bahwa semua itu tidak lebih berharga
Semua itu sia-sia

Kasih menyadarkan kita
Bahwasanya tujuan kita hidup di dunia ini bukan untuk “sesuatu”
Melainkan untuk “seseorang”

Kasih membuat kita paham
Bahwasanya kita hidup bukan untuk kekayaan
Bukan untuk uang
Bukan untuk kesuksesan
Bukan untuk mengejar hikmat (ingat Salomo)
Bukan untuk “benda-benda”
Melainkan untuk “jiwa-jiwa”

Inilah yang menjadi mimpiku selama ini
Ketika kubayangkan kehidupanku di masa yang akan datang
Jikalau aku mengejar uang, karir, dan kesuksesan versi dunia

Katakanlah aku menjadi engineer
Menjadi manager
Menjadi general manager
Menjadi direktur
Menjadi CEO
Lalu apa?
Apa istimewanya?

Aku tidak menemukan signifikansi di dalam semua itu
Kemudian aku mati… and that’s it…
You know?
That’s it… itu saja… what’s the point?
Akupun hilang…. benar-benar hilang dari dunia ini
Tanpa ada seorangpun yang mengenang
Astaga, aku tidak mau hal itu terjadi

Inilah mimpiku selama ini
Yaitu aku ingin hidupku berarti bagi banyak orang
Aku ingin dunia, ya dunia ini, melihatku… mengenangku…

Bill Gates bisa melakukannya
Steve Jobs bisa melakukannya
The Beatles, Michael Jackson, you name it….
Bahkan orang seperti Hitler bisa melakukannya
Mengapa aku tidak?

Aku mau melakukan perkara besar di dunia ini
Aku tahu, tidak semua orang bisa melakukan perkara sebesar itu
Dan mungkin, aku salah satu orang yang tidak memiliki kemampuan untuk itu
Tetapi seperti kata Bunda Terasa
Tidak semua orang bisa melakukan perkara besar
Tetapi semua orang bisa melakukan perkara kecil dengan kasih yang besar

Dan yang aku yakini
Segala sesuatu yang dikerjakan dalam kasih
Akan membuahkan sesuatu yang besar

Aku ingin ketika aku mati kelak, banyak orang akan mengenangku
Tetapi bukanlah “menjadi terkenal” yang aku inginkan
Sungguh, itu tidak penting buatku
Yang aku mau bukanlah “ menjadi orang yang terkenal
Melainkan “ menjadi orang yang berarti

Aku tahu
Jika aku harus mewujudkan mimpi itu
Pasti akan sangat banyak hal yang aku korbankan
Tetapi pada saat yang sama aku juga tahu
Kalau aku benar-benar diciptakan untuk itu
Pastilah aku menemukan kebahagiaan di dalamnya
Pastilah aku bisa bersukacita dalam pengorbanan dan kesakitan itu

Suatu kutipan yang menggugahku
Ketika Cat Woman menegur Batman
Dia berkata:
Come with me. Save yourself
You don’t owe this people anymore.
You’ve given them everything

Tetapi jawab Batman:
Not everything. Not Yet

Itu mengingatkanku pada perkataan Yesus:
Tidak ada kasih yang lebih besar
dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku…
(Yohanes 15:13-14a)

Bagaimana denganmu dan denganku?
Apakah kita puas dengan pengejaran akan hikmat dan kekeyaan semata?
Apakah fokus dan visi kita masih tertuju pada sesuatu?

Ataukah kita mau memiliki arti dalam dunia
sehingga sekalipun kita sudah tidak ada lagi di dunia ini,
akan selalu ada orang-orang yang mengenang kita
akan selalu ada orang yang menganggap kita berarti dalam hidup mereka

From zero to hero
dan pencarian kita berlanjut
kepada tokoh berikutnya

tumblr_m4ivq5cEZK1qjfjato1_500

Oskar Schindler (Last Part)

Oskar Schindler Grave
Makam Oskar Schindler
yang ditaburi batu-batu oleh Schindlerjurden

~Whoever saves a single soul , saves the world entire~

Setelah pengumuman dari Winston Churchill beredar,
bahwa perang telah berakhir dengan kekalahan Jerman,
Schindler memberikan pidato terima kasihnya di hadapan para pekerja Yahudi-nya

Setelah itu, Schindler dan istrinya memutuskan untuk melarikan diri ke Barat
Sebab mereka, yang adalah anggota Nazi, menjadi buronan tentara Rusia
Beberapa orang Yahudi dipilih untuk mengawal jalan mereka

Sebelum berpisah
Orang-orang Yahudi tersebut memberikan sebuah cincin emas kepada Schindler
Cincin itu dibuat dari gigi palsu emas dari seorang pekerjanya, Simon Jereth
Pada bagian dalam cincin itu, terukir sebuah kutipan dari Kitab Talmud
yang dalam bahasa Ibrani berarti:
Whoever saves a single soul , saves the world entire

Selain itu, orang-orang Yahudi juga membuat surat pernyataan (testimoni)
Yang ditandatangani oleh mereka semua
Yang menyebutkan bahwa Schindler adalah orang yang baik
Mereka berharap surat itu bisa menyelamatkan Schindler
kalau-kalau dia tertangkap tentara Rusia dalam pelariannya

Semua itu digambarkan dengan sangat baik dalam film Schindler’s List
dan setelah kutelusuri, itu semua fakta yang terjadi

Tetapi ada bagian lain yang sangat menyentuh dalam film ini
Aku belum menemukan kronologis sebenarnya dalam perpisahan Schindler
Tetapi dalam film ini diceritakan bahwa
setelah Schindler menerima cincin emas itu, dia berbisik pada Stern, asistennya

Oskar Schindler:
Aku seharusnya bisa menyelamatkan lebih dari ini.
Aku seharusnya bisa menyelamatkan lebih dari ini. Aku tidak tahu
Seandainya saja…. (Schindler mulai menangis)
Aku seharusnya bisa menyelamatkan lebih dari ini

Seandainya aku bisa menghasilkan lebih banyak uang…
Aku menghabiskan sangat banyak uang. Kau tidak tahu
Seandainya aku…
Aku belum melakukan apa-apa

Mobil ini (Schindler mendekati dan menunjuk ke mobilnya)
Goeth seharusnya sempat membeli mobil ini
Untuk apa aku membawa mobil ini
Mobil ini senilai harga sepuluh orang
Seharusnya aku bisa membeli sepuluh orang lagi
Seharusnya aku bisa menyelamatkan sepuluh orang lagi

Pin ini… dua orang
Ini terbuat dari emas… dua orang lagi
Aku seharusnya bisa menyelamatkan dua orang lagi, paling tidak satu orang
Satu orang, Stern… Satu orang…. dengan benda ini
Aku seharusnya bisa menyelamatkan lebih… satu orang lagi
tapi aku tidak melakukannya , aku tidak melakukannya

dan akhirnya Schindler tak kuasa menahan tangisnya
Scene ini benar-benar menyentuh,
terima kasih pada sutradara Steven Spielberg dan Liam Neeson sebagai pemeran
Aku belum menemukan apakah adegan ini hanya ada di film saja
Tapi aku percaya bahwa ini benar terjadi
Karena film ini diangkat dari sumber yang terpercaya
dan sangat banyak detail yang sesuai dengan fakta sejarah

Dan kalau benar semua ini
Betapa mulianya hati Schindler
Dia benar-benar berubah

Akhirnya, Schindler bersama isterinya pergi meninggalkan pabrik itu

Sayang sekali
Setelah semua itu
Dia gagal dalam pernikahannya
Dan banyak kali dia menemui kegagalan dalam bisnis-bisnis yang dia bangun

Pada tahun 1958
Schindler dinyatakan sebagai “The Righteous Among The Nations”
di konsili Yad Vashem di Yerusalem

Di akhir hidupnya
Schindler menderita penyakit jantung dan liver
Dia wafat 9 Oktober 1974, pada usia 66 tahun

Dia wafat dalam keadaan miskin
Biaya rumah sakitnya ditanggung oleh badan sosial di Hildesheim, kota di mana dia dirawat

Sebelum dia meninggal
Schindler menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di Yerusalem
Dia berkata “My children are here”
Schindler-pun dimakamkan di pemakaman Katolik di Mount Zion (Bukit Sion)
Sebuah penghargaan yang luar biasa

1389.8 Holocaust H
Potret dari Amon Goeth yang telah ditangkap

Amon Goeth akan dihukum mato
Setelah Amon Goeth dinyatakan akan dijatuhi hukuman gantung
Dia ditangkap saat menjadi seorang pasien di sanatorium di Bad Tolz
Goeth digantung di Krakow dengan dakwaan kejahatan pada kemanusiaan

schindler in later life
Schindler di usia tuanya

schindler2
Schindler di Yad Vashem
Pohon itu ditanam di “Avenue of the Righteous”
Sebuah penghargaan atas jasa Schindler

leonleyson
Leib Lejzon (nama asli)
Leon Leyson (setelah berganti nama)
Dia adalah Schindlerjurden paling muda
Pada saat itu dia masih berusia tiga belas tahu
Leyson mempunyai kenangan indah bersama Schindler
Schindler sering menyebutnya “little Leyson”
Pada tahun 1972, saat reuni Schindlerjurden,
Leyson bertemu dengan Schindler
Pada saat itu, Leyson ragu kalau Schindler masih mengingatnya
Tetapi Schindler mengenalnya dan berkata:
I know who you are… You are little Leyson …!
Leyson wafat pada usia 83 tahun di Amerika

561595_163890020414855_136690142_n
Schindler family reunion (di masa lalu)

Schindler_080923_group-web_1758_
Schindler family reunion (2008)

Oskar Schindler (Part V)

Oskar Schindler (Part V)
Dokumentasi: seorang gadis kecil yang ketakutan

Tapi tantangan belum berakhir
Terjadi kesalahan teknis

Kereta pemberangkatan ternyata tidak mengantar orang-orang Yahudi ke Brunnlitz
Kereta pria justru berangkat ke Camp Gross-Rosen
sementara kereta wanita, berangkat ke Auschwitz, kamp pembantaian

Ketika mengetahui itu, Schindler terlebih dahulu menyelamatkan para pria
Kemudian dia mengutus sekretarisnya, yang orang Jerman, untuk bernegosiasi
Tentu saja tidak semudah itu
Para Prajurit Jerman di Auschwitz tidak tahu menahu soal pekerja Schindler
Yang mereka tahu hanyalah banyak orang Yahudi di deportasi ke Auschwitz
Untuk dibunuh

Pertolongan belum juga datang
Para wanita Schindler semakin kuatir
Mereka terus bertanya-tanya, “mengapa kami ada di sini?”
Mereka kecewa dan ketakutan luar biasa
Baru saja mereka merasa punya harapan hidup
Ternyata kenyataan justru membawa mereka ke neraka Auzchwitz

Tetapi akhirnya, Schindler berhasil menyelamatkan mereka semua
Tentunya, dengan mengeluarkan sejumlah besar uang kembali

Akhirnya, semua sampai di Brunnlitz dengan selamat
Pabrik itu tetap harus diawasi oleh tentara Jerman
Dan tentara itu tetap menjadi ancaman bagi pekerja Schindler

Oleh sebab itu, Schindler membuat peraturan untuk para Tentara
Dia melarang keras adanya pembunuhan pekerja
Siapa saja yang menembak pekerjanya, akan dijebloskan dalam penjara
Tidak boleh ada satu tindakanpun dari tentara yang boleh mengganggu produksi
Dan semua tentara dilarang masuk ke dalam pabrik
Cukup berjaga di luar

Mulai dari masa tersebut, semua Schindlerjurden dipastikan aman
Produksipun berjalan
Tetapi seperti yang diduga
Pekerja Schindler bukanlah orang-orang spesialis

Produk yang pabrik mereka hasilkan berkualitas sangat buruk dan tidak presisi
Banyak protes ditujukan kepada Schindler
Para konsumen menolak untuk membayar
Schindler terus merugi

Tetapi bahaya utamanya adalah
Pabrik mereka bisa ditutup kapan saja
Dan pekerja Schindler bisa dijebloskan kembali ke Auschwitz

Akhirnya, Schindler kembali harus mengeluarkan uangnya
Dia membeli senjata dari pabrik lain
dan menjualnya kembali ke konsumen
Dengan demikian, tidak ada yang mencurigai produknya

Produksi terus berlanjut
Semua pekerja Schindler hidup dengan aman dan tenang
Dan lagi, Jerman menyatakan menyerah kepada Rusia

Dengan demikian, semua orang Yahudi akan dibebaskan
Dan para Nazi Jerman justru menjadi buronan tentara Rusia

Tentu saja… Schindler menjadi salah seorang buronan
Karena dia merupakan anggota Nazi
Pada akhirnya, jiwa Schindler dan istrinya yang terancam

To be continued in Last Part

Gross-Rosen Camp
Camp Gross-Rosen dahulu

Germany-Nazi-Investig_Horo-635x357
Para wanita dan anak kecil yang karena kesalahan teknis
justru diberangkatkan ke Kamp Pembantaian

Wanita di Auschwitz
Para wanita Schindler yang cemas dan menanti di barrack

Keluar dari Auschwitz
Setelah bernegosiasi, para wanita Yahudi tersebut
diizinkan pergi ke Brunnlitz
y166490192711754
Barrack di Kamp Pembantaian, Auschwitz
Orang-orang ini tinggal menunggu giliran untuk dibunuh

gas_chamber-1d1ujeq
Salah satu Gas Chamber di Auschwitz

Oskar Schindler (Part IV)

Oskar Schindler_Part IV

Gambar : Naskah asli Schindler’s List
yang berisi nama ~1200 orang Yahudi
yang dibeli oleh Schindler untuk diselamatkan

Sebelumnya:

Plaszow merupakan kamp konsentrasi
Di tempat ini, orang-orang Yahudi dijadikan budak
dan dibunuh secara acak, setiap hari
Bisa dikatakan, mereka tidak punya lagi alasan untuk berharap hidup

Schindler merasa iba
Dia berusaha sekuat tenaga untuk membujuk Pemerintah Jerman
Supaya diizinkan mempekerjakan orang-orang Yahudi sebagai pekerja tanpa upah
Dia meminta supaya Pabrik Emalia dapat dianggap sebagai sub-camp di Plaszow

Dia mengeluarkan banyak uang untuk memuluskan izin
Akhirnya, dia mendapat izin
Dia dapat menampung 800-1200 orang Yahudi sebagai pekerja
Belakangan, dia juga mendapat izin agar orang-orang Yahudi ini
boleh bermalam di pabrik

Memang, menjadi karyawan Schindler belum tentu menjadi perlindungan sepenuhnya
Beberapa Schindlerjurden tetap ada yang dibunuh oleh prajurit
Tetapi setiap kali ada pekerjanya yang dibunuh, Schindler selalu marah
Dia menuntut Pemerintah…
“Mengapa kalian membunuhnya? Aku kehilangan pekerjaku…
Mereka mempunyai skill yang kubutuhkan (Schindler berbohong),
dari mana aku bisa mencari pengganti mereka? Aku meminta ganti rugi!!!

Ya… dengan cara seperti itu,
Schindler berhasil menurunkan pembunuhan pada pekerjanya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tetapi hal tersebut tidak bisa bertahan terlalu lama

Pada 1944 akhir, Pasukan Rusia terus mendesak wilayah Jerman
Oleh sebab itu, Pemerintah Jerman memerintahkan untuk menutup semua camp konsentrasi
dan memusatkan semuanya di Kamp Konsentrasi Auschwitz
Kamp inilah kamp paling neraka dibanding semua kamp
Di kamp inilah, orang-orang Yahudi, secara nyata, digilir untuk dihukum mati
Mereka hidup hanya untuk menunggu giliran dihukum mati

Mengetahu hal itu, Schindler berpikir keras
Dia harus menemukan cara menyelamatkan sebanyak mungkin orang Yahudi
Dan tentu saja, untuk melanjutkan bisnisnya,
karena Emalia juga harus ditutup

Akhirnya, pada Oktober 1944, Schindler mendapat izin
Untuk merelokasi pabriknya ke Brunnlitz di Moravia
Kini tinggal bagaimana merayu Amon Goeth
Agar Schindler diizinkan membawa serta Schindlerjurden

Schindlerpun menemukan ide untuk itu
Dia hendak membuat pabrik di Brunnlits
Sebagai pabrik yang menghasilkan peralatan perang untuk Jerman
Dengan demikian, pabrik itu juga akan berharga bagi Jerman
Dan pekerjanya pun tidak akan dibinasakan

Diapun datang kepada Amon Goeth
Goeth awalnya tidak percaya padanya
karena Schindler dicurigai menskemakan sesuatu
Tetapi Schindler terus merayu Goeth
“Goeth, aku mengurangi jumlah orang Yahudi yang perlu kau deportasi,
kaupun dapat bekerja lebih ringan.”

“Goeth, mereka itu orang-orang spesialis. Mereka bisa membuat senjata.
Prajurit membutuhkan senjata itu. AKu membutuhkan pekerjaku.
Semua senang bukan?”

Semua rayuan itu, ditambah uang pemulus, yang sangat besar
Akhirnya diapun mendapat izin

Langkah selanjutnya adalah
Bersama dengan Itszak Stern, dia memilih siapa-siapa saja yang akan diselamatkan…

Hal itu digambarkan di film ini
Ini scene pada saat mereka berdua berusaha mengingat masing-masing orang
Untuk diselamatkan
Nama yang disebutkan di sini adalah nama yang sesungguhnya

Stern: Poldek Pfefferberg, Mila Pfefferberg… and uhh… Stagel.. uhhh
Schindler : Paul…
Stern: Paul Stagel
Stern : Doctor…
Schindler: The investors. I want all of them.
Stern: Yes, Sir … uuhh… Uh, Fischer. Ismail Fischer.
Schindler: Come on, Stern. Scharf, Scharf. The children, all the children!
Stern: Herbert Stier
Schindler: How many? (Schindler bertanya sudah berapa orang)
Stern: 400, 450.
Schindler: More, More…

Semakin banyak jumlah yang mereka inginkan
Semakin Schindler harus lebih banyak menyogok pejabat setempat
Schindler menghabiskan banyak sekali uangnya

Kembali ke adegan film…
Sembari Stern mengetik nama-nama

Schindler: That’s it. You can finish that page.
Stern: What… did… Goeth…say about this?
You just told him how many people you needed and…
You’re buying them?
You’re paying him for each of these names?
(Stern baru menyadarinya dan dia kaget)

Schindler: It’s costing me a fortune.
Finish the page and leave one space at the bottom… You

Stern: The list is an absolute good… The list… is life.

Daftar itulah “Schindler’s List”

To be continued

Brunnlitz Lama
Pabrik di Brunnlitz dahulu

Brenec Sekarang
Pabrik di Brunnlitz sekarang

Auschwitz
Orang-orang Yahudi di Auschwitz
Dulunya mereka adalah dokter, pengacara, bussinessman,
mahasiswa, ilmuwan, orang kaya… dan sebagainya
Tetapi nasib mereka semua sama di kamp pembantaian

Pemilihan Gas Chamber
Pemilihan siapa saja yang mendapat giliran dibunuh di Gas Chamber
Auschwitz

Schindler di Brunnlitz
Schindler dan “anak-anaknya” di Pabrik Brunnlitz

Oskar Schindler (Part III)

Oskar Schindler (Part III)

Gambar:
Schindler bersama Schindlerjurden

Digerakkan oleh rasa ibanya
Schindler mulai mendekati Amon Goth, penguasa Plaszow
Schindler adalah seorang Nazi, tidak ada yang mencurigai dia

Orang-orang juga tahu bahwa Schindler adalah pebisnis opurtunis
Tidak ada yang menyangka bahwa dia akan menggunakan kesempatan ini
Untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi

Schindler kemudian meminta kepada Goth
agar diizinkan mempekerjakan sekitar 800 orang Yahudi di pabriknya
Meskipun cukup sulit, bahkan Schindler pernah 2 kali dijebloskan ke penjara
karena dicurigai berniat membebaskan orang Yahudi
Tapi Schindler selalu lepas dari masalah

Akhirnya, setelah beberapa kali merayu dan mengeluarkan uang pemulus,
Schindler berhasil mendapat izin mempekerjakan mereka
Bisa dikatakan, bahwa ratusan orang Yahudi ini, adalah orang-orang yang sangat diberkati
Di kamp, hidup mereka tidak pasti, setiap detik bisa saja peluru menembus kepala mereka
Tetapi pabrik Schindler, adalah surga perlindungan mereka

Schindler melindungi mereka
Schindler selalu berkata kepada Nazi … “mereka penting bagiku, mereka assetku”
Dengan demikian, tidak ada yang berani membunuh mereka
Orang-orang Yahudi itu menyebut diri mereka:
Schinlerjurden atau orang-orang Yahudi milik Schindler
Dan Schindler menyebut mereka … “anak-anakku”

Hari demi hari, Schindler semakin berubah
Visinya tidak lagi uang, semua ini justru menguras habis uangnya
Ya, dia harus menyuap Goth, dia harus merawat orang-orang Yahudi itu
Dan tentu saja, produksi Schindler tidak sesuai yang diharapkan
Orang-orang Yahudi itu bukan orang-orang spesialis pekerjaan manufaktur
Mereka hanya orang-orang beruntung yang berhasil diselamatkan Schindler
Alhasil, banyak konsumen yang protes karena produk-produksi dari pabriknya tidak baik kualitasnya
Schindler terancam bangkrut

Ya… visi Schindler berubah dari uang… menjadi jiwa

Bersama dengan akuntan terdekatnya, Itszak Stern, yang juga seorang Yahudi,
Schindler menyusun rencana penyelamatan besar
Schindler harus membawa Schindlerjurden menjauh dari Plaszow
Kemungkinan untuk pembatalan izin akan selalu ada
Jadi sebelum hal itu tiba, Schindlerjurden harus dijauhkan dari Plaszow

Dan pengorbanan besar menanti Schindler

to be continued

Plaszow-hanging
#tahanan dipaksa menyaksikan hukuman gantung tahanan yang lain
walaupun hukuman ini tanpa sebab sama sekali
#bisakah kau bayangkan kalau kau ada di sana atau orang-orang yang kau kasihi
“mendapat giliran” mati seperti ini

image004
#Amon Goth

sch042
#maaf menge-post ini, aku rasa kita sudah dewasa
#tidak jelas apa tujuan ini
bisa jadi ini tes kesehatan untuk menyeleksi yang sehat dan yang lemah
#bisa kau duga nasib selanjutnya dari yang kedapatan tidak sehat

schindlerslist
#kalau yang ini bukan kisah sebenarnya, ini bagian dari film
#tetapi yang sebenarnya terjadi, justru lebih parah dari ini 

1389.9 Holocaust B
#wanita-wanita “beruntung” karena boleh bekerja di Emalia

Itzhak Stern and Oskar Schindler
#Itzak Stern (kiri) dan Oskar Schindler (kanan)

Oskar Schindler (Part II)

Oskar Schlinder

Schindler adalah seorang opurtunis
Dalam pikirannya hanya ada uang
Dia bukan suami yang setia
Dia suka main perempuan
Dia pemabuk
Dia penjudi
Dia juga anggota Nazi
Siapa yang menyangka Schindler akan menjadi pahlawan
Dia sendiripun pasti tidak membayangkan itu sebelumnya

Tapi jalannya menjadi seorang penyelamat
justru berawal dari motivasinya yang salah itu

Dia bergabung dengan Nazi karena dia ingin menjadi kaya
Dia tahu orang Yahudi akan dipindahkan ke ghetto
Oleh sebab itu, dia pun pindah ke ghetto, tepatnya ghetto di Krakow, Polandia

Dan di sana, niat Schindler adalah untuk mendapat pekerja yang tidak perlu diupah
Dan tentu saja objek yang tepat adalah orang-orang Yahudi
Niat awalnya adalah mendapatkan budak untuk menjalankan misinya
Dan tentu saja, budak yang “available” pada saat itu adalah orang Yahudi
#siapa menduga suatu yang mulia akan berawal dari hal kotor ini?

Tetapi semua itu berubah
Ketika Schindler menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri
betapa tentara Jerman, dengan mudahnya,
membantai orang-orang Yahudi di kamp konsentrasi di Plaszow

Kamp konsentrasi Plaszow berada di bawah komando Amon Goth
Orang ini… aku tidak habis pikir…
Salah satu hal yang biasa dia lakukan adalah keluar dari kamarnya
Kemudian menonton perbudakan Yahudi dari balkoninya
Dia memegang senapannya
Kemudian dari balkoni itu dia menembaki siapa saja yang ingin dia tembak
#dapatkah kau membayangkan bahwa di dunia ini, pernah ada orang seperti dia?

Melihat semua itu, hati Schindler tergerak
Dan itu menjadi kekuatan baginya
Hatinya menggerakkan dia
Untuk mengorbankan banyak sekali hal
Untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya
Dan mungkin tidak akan pernah terulang lagi

we’ll get to it later

Amon_Göth_at_his_balkony_Płaszów_1943
Goth di balkoninya siap menembak (1943)

plaszow1
Kamp konsentrasi di Plaszow

oscar02
Pabrik milik Schindler (Emalia)

Sumber: banyak sumber