Kepuasan yang dari pada Tuhan

burroughs

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.
(Matius 6:11)

Engkau telah memberikan sukacita kepadaku,
lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.
(Mazmur 4:8)

Ya Tuhan,
berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
baik makanan bagi tubuh kami maupun bagi jiwa kami.

Sebab makanan jasmani yang lezat bagi lidah kami,
yang menguatkan raga kami,
dan yang menyehatkan tubuh kami,

serta makanan rohani yang menyukakan hati kami,
menyegarkan jiwa kami,
menguatkan iman kami,
memperkaya hikmat kami,
mencelikkan mata hati kami,
dan membaharui akal budi kami,

semuanya berasal dari pada-Mu saja, ya Tuhan kami.

Advertisements

Bagaimana untuk Berkenan kepada Allah?

calvin-3

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
(Matius 3:16-17)

Bagaimanakah seorang manusia dapat berkenan kepada Allah?
Seorang manusia dapat berkenan kepada Allah jika Ia memenuhi salah satu dari dua hal ini:

  • Hidup dengan kesalehan yang memenuhi standar yang Allah kehendaki, yaitu sempurna.
    Di sepanjang sejarah, hanya ada satu Pribadi yang memenuhi standar kesempurnaan ini, yaitu Yesus Kristus (Ibrani 4:15).
  • Berlari kepada Kristus dan tinggal di dalam-Nya sebab Allah telah berfirman “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
    Allah mengarahkan dan memusatkan perkenanan-Nya kepada Kristus (Matius 3:17), yang sempurna di dalam kesalehan-Nya, dan barangsiapa ada dan terlindung di dalam Kristus, akan turut menerima anugerah perkenanan Allah tersebut.

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. (Yohanes 1:11-12)

Manusia yang Hidup

nn

“… tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu  — ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
(Kejadian 2:6-7)

“Orang yang benar akan hidup oleh iman.” dan
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
(Roma 1:17 dan Roma 10:17)

Ketika Allah memberi hidup jasmani kepada manusia, Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung orang itu (Kejadian 2:7). Tetapi ketika Allah menganugerahkan hidup rohani kepada manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, Ia menghembuskan nafas hidup, yang adalah firman Kristus dan firman mengenai Kristus, ke dalam telinga orang itu (Roma 10:17).

Roh Kudus Pelita Hati

img_39859980268535

Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. (2 Korintus 4:3-4)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. (1 Korintus 2:12-16)

Persembahan yang Berkenan kepada-Nya

“Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.”

Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka:

“Gambar dan tulisan siapakah ini?”

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”

Lalu kata Yesus kepada mereka:

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

(Matius 22: 19-21)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pada uang dinar yang dipegang oleh orang-orang Farisi itu, terdapat gambar dan tulisan Kaisar. Hal ini berarti Kaisar memiliki hak atas uang tersebut dan orang-orang itu berkewajiban untuk memberikannya kembali kepada Kaisar sebagai pajak.

Hal yang sama, bahkan lebih lagi, terjadi pada kita, umat manusia. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Hukum-hukum Allah tertulis di dalam hati setiap kita (Roma 2:15). Apa yang ada pada diri dan hidup kita adalah milik Allah. Hal ini berarti bahwa Allah memiliki hak penuh atas kita dan kita berkewajiban untuk mempersembahkan seluruh hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada-Nya (Roma 12:1). Itulah mengapa Tuhan Yesus berkata, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah (Matius 22:21).”

Kiranya Allah membuka mata kita dan menyadarkan hati kita bahwasanya kita bukanlah milik kita sendiri. Kita sepenuhnya adalah milik Allah sebab Ialah yang menciptakan kita dari ketiadaan dan lebih lagi, Ia jugalah yang telah menebus kita dari kebinasaan kekal melalui Anak-Nya, Tuhan kita, Yesus Kristus. Dan semoga Allah membasuh kita dengan Air Hidup Roh Kudus yang akan menyucikan kita dari segala noda serta memercikkan darah Kristus yang menjadikan kita korban yang harum di hadapan-Nya. Terpujilah Allah Tritunggal yang menjadikan kita persembahan yang berkenan kepada-Nya.

elliot

Amin.

Only the Humble

sproul

Humble yourselves therefore under the mighty hand of God,
that He may exalt you in due time.
(1 Peter 5:6)

As only the small particle in the flow will pass through the dense filter,
only the humble will pass through the arduous life in this world,
as well as the narrow gate of the Lord (Matthew 7:13-14).

Blessed is the man whose heart is humble
for he is like the Lord (Matthew 11:29)
and God’s grace is upon him (James 4:6).

O Lord Jesus, the Humble One, my Strength, my Wisdom, and my Glory,
grant me such a lowly heart as Yours.

For Your name’s sake i pray
Amen

Tiga Hal yang Utama

Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga.
(Kolose 1:3-5)

Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.
(1 Tesalonika 1:2-3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tiga hal yang utama di dalam hidup orang percaya adalah ini: iman, kasih, dan pengharapan.

Iman itu haruslah iman di dalam Kristus Yesus dan iman itu haruslah iman yang bekerja (pekerjaan imanmu). Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati (Yakobus 2:14).

Kasih itu haruslah kasih yang diwujudkan di dalam usaha (usaha kasihmu) dan dinyatakan kepada semua orang, khususnya terhadap semua orang kudus, yakni setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus untuk pengampunan dosa, keselamatan, segala berkat, dan hidup baru yang kekal sebagai anak-anak Allah. Kasih itu bukanlah kasih yang stagnan tetapi kasih yang, seperti kata Paulus, “Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya (1 Tesalonika 4:10).”

Pengharapan itu haruslah pengharapan yang tidak putus-putusnya (ketekunan pengharapanmu) kepada Tuhan Yesus Kristus akan segala janji berkat yang telah Allah sediakan bagi umat-Nya di dalam sorga.

Ya, iman kita adalah iman yang bekerja, kasih kita adalah kasih yang berusaha, dan pengharapan kita adalah pengharapan yang tekun. Itulah tiga hal paling penting untuk dihidupi oleh setiap orang Kristen dan ketiganya harus dihidupi di hadapan Allah dan Bapa kita.