Tiga Hal yang Tidak akan Pernah Sia-sia

Pengkhotbah mengatakan,

“Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”
(Pengkhotbah 1:2)

dan ia berkata benar. Ada banyak hal di dalam dunia ini yang untuk sementara tampak indah dan menjanjikan kenikmatan namun pada akhirnya berujung kepada kesia-siaan bahkan kebinasaan. Tuhan Yesus menegaskan hal serupa dengan mengatakan, “lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya.” (Matius 5:13).

Banyak orang pada akhirnya memilih jalan hidup yang menuju kepada kebinasaan dan kesia-siaan. Itulah kenyataan menakutkan yang Tuhan Yesus katakan dan yang sepatutnya mendapat perhatian kita. Namun, firman Tuhan juga mengajarkan bahwa ada tiga hal yang tidak akan pernah sia-sia di dunia ini.  Dan tiga hal tersebut adalah:

1. Firman Tuhan

Hal pertama yang tidak akan pernah sia-sia tentu saja adalah firman Allah. Nabi Yesaya menulis:

demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:
ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia
,
tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,
dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
(Yesaya 55:11)

Firman Tuhan tidak pernah sia-sia. Firman akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki. Firman adalah kuasa Allah itu sendiri dan di dalam banyak hal Allah bekerja melalui firman-Nya. Tuhan menciptakan, mempertobatkan, memberi iman, mengubah hati, mengubah pola pikir dan kebiasaan, menyembuhkan, menyemangati, menghibur, menegur, dan mengutus umat-Nya dengan firman-Nya. Tuhan menunjukkan kuat kuasa-Nya dengan firman-Nya. Tuhan bekerja dengan firman-Nya. Firman Tuhan adalah firman yang berkuasa dan bekerja. Oleh sebab itu, janganlah kita lelah untuk membaca, mendengar, merenungkan, mengimani, mengajarkan, dan memberitakan firman Allah sebab tidak ada satupun dari pekerjaan tersebut yang akan berakhir sia-sia.

R. C. Sproul mengatakan, “Saya pikir kelemahan terbesar dari gereja masa kini adalah hampir tidak ada lagi yang percaya bahwa Allah menginvestasikan kuasa-Nya di dalam Alkitab. Semua orang mencari kuasa tersebut di dalam program-program gereja, di dalam metodologi, teknik, dan di dalam hal-hal lain selain di dalam tempat yang sebenarnya, yang adalah firman-Nya. Hanya Dia sendiri yang memiliki kuasa untuk mengubahkan hidup untuk selamanya dan kuasa tersebut telah dipusatkan di dalam Kitab Suci.” Biarlah perkataan Sproul ini mengingatkan kita untuk kembali memprioritaskan firman Allah dibanding pemikiran manusia sebab kuasa dan karya Allah telah difokuskan-Nya di dalam firman-Nya dan bukan di dalam hal-hal lain.

2. Kasih Karunia Allah

Hal kedua yang tidak sia-sia di dunia ini adalah kasih karunia Allah di dalam hidup umat-Nya. Paulus bersaksi:

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang,
dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;
tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”
(1 Korintus 15:10)

Kasih karunia Allah mengubah kita yang dahulu mati di dalam dosa-dosa kita (Efesus 2:1, Kolose 2:13, Roma 6:13) menjadi kita yang sebagaimana kita ada sekarang, yang adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 1:13). Oleh kasih karunia-Nya, kita mengalami kelahiran baru dan diselamatkan dari belenggu dosa dan maut. Oleh kasih karunia Allah, kita menerima iman, bermacam-macam karunia rohani, serta diperlengkapi dengan berbagai perlengkapan senjata Allah. Rasul Petrus mengatakan bahwa Allah telah menganugerahi kita dengan segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia (2 Petrus 1:3).

Namun, tidak dapat kita pungkiri bahwa kita masih sering jatuh ke dalam dosa dan menjadi lemah iman. Hal ini tidak jarang membuat hati kita kecil dan kita mulai mempertanyakan apakah kita sungguh-sungguh telah diselamatkan atau tidak. Namun, dalam 1 Korintus 15:10, Paulus menegaskan bahwa kasih karunia Allah tidak akan sia-sia. Allah tidak pernah melakukan sesuatu dengan setengah jadi. Kita, yang adalah umat-Nya, adalah proyek-Nya dan Ia akan memastikan bahwa proyek yang telah Ia mulai akan rampung sebagaimana apa yang telah Ia rencanakan dan kehendaki sejak semula.

Ia memilih kita sebelum dunia dijadikan untuk kelak diangkat menjadi anak-anak-Nya. Ia menganugerahkan iman kepada kita sehingga kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan beroleh keselamatan. Ia menumbuhkan iman kita. Ia menuntun dan menguatkan kita di dalam perjalanan rohani kita. Ia menghindarkan kita dari serangan Iblis yang fatal dan dari kebejatan hati kita sendiri yang dapat menyeret kita kembali jatuh ke dalam kubangan dosa. Ia menyertai kita dari awal hidup rohani kita dan sekalipun perjalanan rohani kita dipenuhi oleh kisah jatuh bangun di dalam iman dan kekudusan, namun kelak Allah akan membawa kita kepada kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus di dalam Kerajaan-Nya (Roma 8:30).

Hai orang-orang percaya, ketahuilah, Allah belum selesai dengan Anda. Kasih karunia-Nya di dalam hidup Anda tidak akan sia-sia. Apapun pergumulan yang sedang Anda alami saat ini, Allah sedang bekerja di dalam dan melalui hidup Anda. Ia pasti akan menyelamatkan Anda dan membentuk Anda supaya Anda menjadi semakin serupa dengan Kristus.

3. Bekerja bagi Tuhan

Hal ketiga yang tidak akan pernah sia-sia di dalam hidup ini adalah pekerjaan yang dilakukan untuk Tuhan. Rasul Paulus mengatakan:

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh,
jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!
Sebab kamu tahu,
bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
(1 Korintus 15:58)

Semua pekerjaan dan pelayanan yang dilakukan di dalam persekutuan dengan Kristus, tidak akan pernah sia-sia. Apa sajakah yang termasuk ke dalam pekerjaan Tuhan ini? Segala sesuatu yang dilakukan seturut dengan firman Tuhan dan dikerjakan dengan motivasi untuk memuliakan Tuhan adalah pekerjaan Tuhan. Hal ini dapat berupa pelayanan di gereja, pemberitaan Injil dan pengajaran firman Tuhan baik secara verbal maupun tertulis, pelayanan sosial kepada orang-orang yang membutuhkan, hingga disiplin rohani untuk hidup yang kudus dan bertumbuh. Semua itu adalah pekerjaan Tuhan dan Paulus menegaskan bahwa jika kita melakukan setiap pekerjaan tersebut di dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus, maka seberapapun buah atau hasil atau pengaruh yang saat ini tampak dari pekerjaan tersebut, pekerjaan itu tidak akan pernah sia-sia.

Saat ini mungkin kita tidak melihat ada pengaruh signifikan yang dihasilkan oleh pelayanan kita, baik itu terhadap orang lain maupun terhadap diri kita sendiri. Dan karena itu, mungkin kita mulai merasa putus asa dan berpikir bahwa apa yang kita kerjakan adalah hal yang membuang-buang waktu saja. Namun, firman Tuhan mengatakan bahwa itu adalah pemikiran yang salah. Segala bentuk pekerjaan yang kita lakukan untuk Tuhan tidak akan pernah berakhir sia-sia. Tuhan melihat semua itu. Ia akan membalasnya dan lebih dari itu, Ia akan memastikan bahwa semua itu akan menghasilkan buah, baik yang dapat kita lihat maupun yang tidak. Itulah janji Tuhan kepada kita. Oleh sebab itu, janganlah kita pernah lelah apalagi berhenti bekerja bagi Tuhan.

Itulah tiga hal yang tidak akan pernah sia-sia di dalam hidup kita. Kiranya Allah memampukan kita untuk hidup dan berbuah di dalam ketiganya. Segala kemuliaan hanyalah bagi Tuhan. Amin.

Advertisements

Pasti ada Cara

Bagiku, memegang teguh prinsip dan tidak mendua hati adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Sebuah pertanyaan retorik, siapa yang senang dengan orang yang mendua hati atau plin plan? Tentu saja tidak satupun. Tetapi walaupun begitu, aku pribadi memiliki cara pikir yang sedikit berbeda. Aku memang punya prinsip tetapi ada beberapa prinsip yang kujalani secara kontradiktif. Di suatu saat aku akan mengatakan A tetapi di saat yang lain aku akan mengatakan B.

Setidaknya salah satu contoh dari prinsipku yang kujalani secara kontradiktif adalah ini:
“Aku tidak mau membandingkan diriku dengan orang lain.”

Itu adalah salah satu nilai yang kupegang dan aku cukup yakin ada banyak orang yang memegang nilai yang sama, termasuk mungkin engkau. Siapa yang suka dirinya dibanding-bandingkan, bukan?

Akan tetapi, walaupun memiliki prinsip yang demikian, dalam beberapa kondisi, aku justru sangat perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Kondisi yang kumaksud adalah mengenai cara dalam memanfaatkan waktu secara bijaksana. Aku memiliki suatu cita-cita yang mengharuskanku untuk banyak belajar dan membaca. Aku harus menjadi sangat pintar. Hal ini membuatku memandang waktu-waktuku terlalu berharga jika kupakai untuk sesuatu yang lain seperti main game.

Tetapi, walau aku sangat senang belajar, akan tiba masanya di mana aku akan merasa jenuh. Akan tiba masanya pula, bahkan ini sudah terjadi dan terus terjadi, di mana kawan-kawanku di kantor mulai mengatakan “Chad, jangan belajar terus lah” atau “Chad, belajar dotA dululah sini”.

Nah, di saat-saat itulah aku perlu mengubah prinsipku yang tadi. Untuk kondisi seperti ini, aku perlu membanding-bandingkan diriku dengan orang lain. Aku perlu meneriakkan kepada hatiku bahwa aku sedang melakukan sesuatu yang lebih bijak dan jauh lebih produktif dibandingkan orang-orang itu. Aku perlu meyakinkan diriku sendiri supaya aku tidak tergoda. Kalaupun aku sudah benar-benar lelah belajar dan tidak bisa lagi melanjutkannya, aku akan sekali lagi menekankan diriku bahwa aku harus lebih bijaksana dibandingkan mereka dalam hal pemanfaatan waktu.

Dari situlah terlahir kebiasaan baru bagiku. Ketika aku jenuh dan lelah belajar, aku tetap memilih tidak akan bermain tetapi aku akan menonton biografi orang-orang penting dalam sejarah dunia. Menurutku, itu jauh lebih bermanfaat daripada bermain. Dengan demikian, aku lebih baik dari mereka. Dan karena aku lebih baik dari mereka, tentu saja aku tidak mau melakukan apa yang mereka lakukan. Tentu saja aku akan bertahan dengan apa yang kulakukan karena ini lebih baik. Nah, aku tidak tahu bagaimana caramu menjaga hatimu dari segala ajakan yang kurang membangun tetapi jika kau bertanya padaku, itulah hal yang kulakukan. Aku membanding-bandingkan diriku dengan orang lain.

Tetapi aku tidak akan panjang-lebar membahas itu. Itu hanyalah salah satu contoh untuk mengantarkan kita pada topik utama. Dan yang sebenarnya ingin kubahas dalam rangkaian halaman ini adalah ini:

Aku punya prinsip, “Orang yang benar-benar pintar akan selalu merasa dirinya tidak cukup pintar”
Aku tidak boleh mengganggap diriku pintar, aku harus rendah hati
Tetapi… ya, tetapi…
Ada masanya di mana aku HARUS meyakinkan diriku bahwa aku adalah orang pintar

Aku tidak tahu bagaimana dinamika hidupmu. Tetapi yang aku cukup yakin adalah hidupmu jauh lebih dinamis dibanding hidupku. Kalau kau tahu bagaimana aku menghabiskan waktuku, apa yang kubeli, apa yang kumakan, kubaca, kutonton, kujalani, kudengar, kulakukan, kuhidupi, aku jamin kau akan berkata, “Richard, hidupmu sangat membosankan.”

Benar, aku tahu hidupku membosankan dan cenderung statis
Which is why aku harus melakukan sesuatu dengan hal itu
Dan di saat-saat seperti itulah aku harus mengatakan pada diriku sendiri
“Richard… kamu pintar…
Richard… kamu pintar…
Dan karena kamu pintar, kamu pasti bisa mengubah keadaan ini
Kamu pasti bisa membuat ini menjadi lebih baik, lebih produktif, lebih membahagiakan
Richard… karena kamu pintar… pasti ada cara…

Aku cukup yakin bahwa hidupku adalah hidup yang membosankan jika dipandang dari kacamata orang lain. Tetapi seyakin diriku akan hal itu, lebih yakin lagi diriku bahwa aku tidak kalah bahagia dibanding orang-orang yang hidupnya jauh lebih berwarna dan dinamis dariku. Bahkan aku yakin aku jauh lebih bahagia dibanding jutaan orang di luar sana yang haus sekali akan “kebebasan”. Kuberi tahu padamu, aku sangat bahagia.

Dan sejujurnya aku tidak tahu apakah tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya dapat membantu hidupmu atau tidak. Akan tetapi, aku berharap ada hal yang bisa kalian, O dear friends, dapatkan dari tulisan ini dan semoga itu berguna dan menginspirasi.

Paling tidak, aku ingin mengatakan ini padamu:

Kawan, selalu ada jalan
Selalu ada cara untuk memperbaiki sesuatu
Selalu ada celah untuk memanfaatkan waktu dengan lebih baik
Selalu ada jalan untuk lebih menikmati hidup
TANPA harus lari dari apa yang baik dan benar

“Kawan, aku rasa kau adalah orang pintar
Dan karena kau pintar, ingatlah, pasti ada cara.”

Tak Terasa?

Tak Terasa?

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
#Mazmur 90 : 12

Akhirnya kita tiba di penghujung tahun 2013
Sebagian dari diriku ingin berkata “sungguh, tak terasa, waktu cepat sekali berlalu”

Tetapi
Aku tidak puas jika harus menyimpulkan tahun 2013 ini sebagai tahun yang “tidak terasa yah”
Terlalu disayangkan jika tahun yang luar biasa ini harus berakhir sebagai “tahun yang berlalu tanpa terasa”

Akupun memeriksa beberapa file, folder, foto di laptopku. Data-data itu memang kusiapkan untuk saat-saat seperti ini, yakni di saat aku ingin mengingat kembali hal-hal apa saja yang sudah kulakukan, kulalui, atau kutemui. Semakin lama, jariku semakin sibuk. Aku terbang dari folder satu ke folder lain, membuka file yang satu, menutupnya, dan membuka file yang lain. Semakin banyak data yang kutelusuri, senyumanku makin mekar. Kemudian aku sampai kepada satu pertanyaan besar:
“Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal luar biasa sebanyak ini hanya dalam waktu satu tahun?”

Alhasil
Tahun 2013 yang hampir menjadi tahun yang “sungguh, tak terasa”,
Kini kunobatkan sebagai tahun yang “sungguh terasa banget, waktu ternyata tidak berlalu secepat itu”

Tempat-tempat baru yang kukunjungi
Buku dan jurnal yang kubaca
Hal-hal out of the box yang kulakukan
Project-project yang kukerjakan
Artikel yang kutulis
Makanan baru yang kucicip
Software-software yang kupelajari
Orang-orang baru yang kutemui yang punya arti tersendiri untuk kurun waktu tertentu
Hari-hari car free day yang selalu baru
Pemborosan yang tidak ingin kuulangi lagi
Momen-momen indah maupun menyakitkan
Momen kesuksesan maupun kugagalan

Aku mencatat semua itu pada spreadsheet di setiap penghujung hari
Aku tahu tanggal dari masing-masing peristiwa itu
Aku potret objek-objek kunci yang akan mengingatkanku kepada setiap momen itu
Dengan begini, mustahil aku mengatakan bahwa itu semua berlalu tanpa terasa
Justru sebaliknya, itu terasa bahkan hingga ke tulang
Terasa banget bahkan hingga sampai saat ini

Dan aku sadar akan satu hal. Ini adalah keputusan kita untuk menentukan apakah kita akan mengatakan “sungguh, tak terasa yah” di akhir tahun 2014 mendatang.
Atau kita akan benar-benar merasakannya,
mengabadikannya dalam gambar atau catatan,
merekam setiap detail yang penting,
dan menikmatinya kembali setiap kali kita rindu akan memori di masa lampau

Ini adalah keputusanmu untuk TIDAK mengatakan “nggak terasa yah sudah setahun” di akhir tahun 2014

Kalau aku?
Memang benar, aku tak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu
Memang benar, aku hidup di saat ini

Tetapi aku tahu, aku tahu bahwa suatu saat di masa depan aku akan tersenyum karena memori-memori itu tidak saja bisa KUINGAT tetapi juga bisa KULIHAT BERKALI-KALI. Aku tahu bahwa apapun itu, entahkah itu pengalaman baik maupun pengalaman buruk, keduanya patut aku kenang sebab keduanya akan berujung pada ucapan syukur. Dan itu semua terlalu berharga untuk dilupakan dan dibiarkan begitu saja menjadi momen yang “sungguh, tak terasa”.

Bagaimana denganmu?
Selamat menyambut tahun baru untukmu 🙂

Berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya

Cina dan Indonesia

Cina dan Indonesia

Cina dan Indonesia
Kita dapat membandingkan keduanya dari banyak sudut pandang
Tapi aku mencoba melihatnya dari apa yang baru saja kulihat

Lihat gambar ini!
Kau mengerti apa maksudku dengan menampilkan gambar ini?
Oke akan kujelaskan

Aku sudah cukup lama memiliki dugaan ini
Dari sejumlah jurnal yang kubaca, aku menemukan suatu kesamaan
Dugaanku adalah ketika seorang ilmuwan Cina menulis sebuah jurnal ilmiah
Kemungkinan besar daftar referensinya akan didominasi oleh orang-orang Cina

Dan ini tidak hanya kutemukan dalam jurnal dunia perminyakan saja
Ketika aku berkuliah di jurusan bioproses, hal yang sama juga kutemukan

Tidak sampai di sana saja
Belum lama ini aku bertemu dengan satu tim vendor chemical untuk pemrosesan limbah
Vendor ini adalah vendor asal Cina dan tim yang datang berjumlah 3 orang
Dua orang di antaranya bisa berbahasa Inggris
Tapi satu orang dari mereka tidak mengerti bahasa itu SAMA SEKALI

Ketika induction, perusahaanku belum menyiapkan presentasi dalam Bahasa Mandarin
Oleh sebab itu, induction dilakukan dalam Bahasa Inggris
Salah seorang dari mereka harus menerjemahkannya dalam Bahasa Mandarin
Supaya satu orang itu bisa mengerti apa yang disampaikan dalam induction

Aku bertanya-tanya dalam hatiku:
“Vendor ini seperti kekurangan orang saja.
Kenapa harus mengirimkan orang yang tidak bisa berbahasa Inggris?”

Tidak lama setelah pikiranku itu muncul. Aku menyadari bahwasanya orang yang tidak bisa berbahasa Inggris itu justru adalah AHLI dari vendor itu sementara dua orang yang lain lebih berperan sebagai sales engineer-nya. Pertanyaan besar dalam benakku muncul.

“Orang satu ini, tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali… I mean samaaa sekaliiii
Lah, lalu bagaimana bisa dia menjadi seorang ahli tanpa mengerti Bahasa Inggris?
Bukankah sebagian besar jurnal ilmiah dan buku teks berbahasa Inggris?
Dan lagi… Bagaimana dia bisa setenang itu tidak bisa berbahasa Inggris?
Tidakkah dia merasa terancam kalau-kalau kalah bersaing jika tidak bisa berbahasa Inggris?”

Kusimpulkan, jawabannya TIDAK
Dia tidak takut tidak bisa berbahasa Inggris
Dia cukup nyaman walau hanya bisa berbahasa Mandarin
Dia tau keahlian luar biasa yang dia punya plus ketidakmampuan berbahasa Inggris
tetap lebih menjual dibanding kemampuan menengah sekalipun fasih berbahasa Inggris
Toh nyatanya, dia bisa keliling dunia dengan expertise yang dia punya
Woooowwww… shocking!!!

Dan for your information, aku dengar dari rekan satu perusahaan
Ternyata ada banyak sekali konsultan dari Cina,
setidaknya yang pernah datang ke perusahaanku,
Yang sangat minim kemampuannya dalam berbahasa Inggirs

Apa maksudku menyampaikan semua ini?
Sebenarnya aku tidak sedang membicarakan tentang suatu hal yang ilmiah
Aku juga tidak sedang berbicara tentang berbahasa asing

Maksudku adalah
Banggalah pada bangsamu!

Sama seperti para penulis dari Cina yang dengan bangganya memuat daftar pustaka penuh dengan referensi dari rekan-rekan sebangsanya, mereka hendak mengatakan pada dunia:
“Lihatlah… aku tidak terlalu bergantung pada referensi tulisan dari negara lain,
orang-orang dari Cina sudah menyediakan referensi yang cukup bagiku.
Negara ini sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk bisa mapan.”

Dan juga seperti vendor dari Cina itu
Dia yakin sekali dengan kemampuannya
Dia bangga sekali dengan negaranya
Saking percayanya dia akan negaranya yang akan menjadi adi daya
Dia tidak merasakan adanya urgensi untuk belajar bahasa lain

Tidak belajar bahasa lain, memang bukan keputusan yang bijaksana menurutku
Tetapi kalau dipandang dari segi kebanggaan akan negeri, orang ini patut diacungi jempol

Fiuuuuhhhh…
Dunia ini luas sekali ternyata…
Bermacam-macam orang ada di dunia ini

Tetapi kembali ke bangsa ini
Kita sedang merayakan hari ulangtahun TNI yang ke-68
Aku rasa ini momen yang baik untuk kembali bercermin diri
Dan tanyakan pada diri kita masing-masing
Apa kita sudah cukup bangga kepada bangsa ini?

Mari kita bersama-sama berjuang demi nama baik dan martabat bangsa kita di mata dunia

Salam

Produktif dan Efektif (2)

Bagaimana kita menjawab pertanyaan:
“Apa yang sudah kamu lakukan dalam seminggu ini?”
atau
“Sudah sejauh mana kau berkembang sebulan ini?”

Pertanyaan itu, tidak hanya akan berasal dari luar dirimu
Kaupun patut menanyakan hal yang sama pada dirimu sendiri
Dan pastinya, dirimu 30, 40, 50 tahun lagi,
pasti ingin mengingat apa-apa saja yang sudah dia lakukan di masa yang lampau
which is now

Sebagian orang membuat diari… tapi aku tidak suka diari
Sebagian orang membuat RENCANA harian
Sebagian orang membuat task to do per minggu, per hari, bahkan per jam
Aku pernah membuatnya dan memang terasa cukup berguna
Tetapi yang aku rasakan, aku menghabiskan terlalu banyak waktu
untuk merencanakan apa yang aku lakukan besok jam sekian, lusa jam sekian, dst.
Dan ujung-ujungnya, walau sudah berpikir keras dan memakan banyak waktu,
aku terkadang melanggarnya sendiri

Jadi aku putuskan, aku tidak akan meneruskan kebiasaan itu
#Aku tidak membujukmu untuk meninggalkannya juga
#Percayalah, membuat task to do adalah sesuatu yang baik
#Hanya saja, tidak cocok buatku

Lalu apa yang kulakukan?
Yang kulakukan adalah ini:

Aku tidak menuliskan RENCANA-RENCANAku per hari, tetapi
Aku menuliskan HASIL-HASILku per hari

Hal ini sangat membantu dan sekaligus menyenangkan mengerjakannya
Jika aku tidak menghasilkan apa-apa untuk satu hari, maka aku akan segera tahu
Dan akan segera me-warning diriku sendiri untuk segera berubah

Cukup gunakan spreadsheet, dalam hal ini excel
Dan beri nama file-mu dengan nama yang menarik
Seperti: “Hari-hariku” atau “Menjadi efetif tiap hari” atau “Pencapaianku”
Adapun aku, aku menamakannya “My Milesone

Kemudian, buat beberapa kategori bidang yang ingin kau improve
Buatlah tabel atau kolom yang cocok untuk memuat kategorimu, sederhana sekali
Contoh yang kubuat:

Capture

Aku punya 5 kategori, yang kutandai dengan 5 warna berbeda di excel, yakni:

1. Routine job (kuning)
Setiap kali aku belajar menggunakan software untuk kerja dan menemukan fitur baru
Maka aku akan menuliskannya di file My Milestone-ku itu

2. Reading paper (biru)
Bagi seorang engineer dan mahasiswa sejati,
membaca banyak jurnal adalah prestasi yang menyenangkan
Hitung-hitungan sederhana, jika kau bisa membaca 2 jurnal ilmiah per hari dalam setahun
Maka kau bisa membaca 700 lebih jurnal ilmiah, Bayangkan!!!
Karena itu, setiap jurnal yang kau baca,
tuliskanlah setiap judulnya di file-mu
supaya di akhir tahun kau tahu berapa banyak jurnal telah kau baca
Dan itu akan memicumu untuk lebih lagi di tahun yang mendatang

3. Writing in My Blog (hijau)
Bagiku, menulis blog bukanlah ajang curhat
Bagiku, menulis blog bukanlah ajang cari muka
Mungkin ada satu dua orang, atau lebih, yang gerah melihat blog-ku
Mungkin akan ada orang yang mengira aku cari sensasi
Tetapi aku tidak peduli, asalkan ada 1 orang saja yang terinspirasi oleh blog-ku
Asalkan ada 1 orang saja yang membaca blogku dan merasa terberkati
Maka aku akan terus menulis di blog
Dan karena itu, tiap judul artikel yang kutulis, akan kucatat di My Milestone
Suatu saat kelak, aku akan melihat dan mungkin akan tersenyum
Saat aku mengatakan “Wah, ternyata aku pernah menulis semua ini”

4. Having quality time with familiy or friends (pink)
Setiap kali kau mengobrol dengan orangtuamu di telepon
Setiap kali kau chatting dengan kawanmu
Jika kau menghabiskan waktu yang cukup lama untuk itu, let’s say di atas setengah jam
Dan jika topik yang kalian bicarakan adalah topik yang membangun (bukan gosip, dsb.)
Maka catatlah itu sebagai suatu pencapaian harian yang berarti
Jika kau mendengarkan si A curhat
Jika si B meminta nasehatmu
Catatlah namanya dan catatlah topik utama yang kalian bicarakan
Suatu saat catatan itu, lengkap dengan nama dan topiknya,
akan membuatmu tersenyum
#Mungkin kau akan bangga mengetahui pernah ada yang “berkonsultasi”
tentang teman hidup padamu, ahahahahahha

5. Spiritual Activity (ungu)
Ada macam-macam kegiatan spiritual yang layak kita dokumentasikan
Tentu saja tidak perlu mencatat bahwa kita sudah berdoa ini atau itu, itu sudah biasa
Kalau aku, belakangan aku membaca buku rohani (sebut saja ini termasuk spiritual activity),
Dan aku rasa perlu aku mencatat pencapaian harian setiap kali aku membaca 1 bab
Di masa depan kelak, aku yakin aku akan senang melihat buku apa saja yang sudah aku baca
Tentu ada banyak kegiatan spiritual lainnya yang layak kita catat
Silakan Anda tentukan sendiri

Dan tentu masih banyak kategori lain
Silakan Anda buat sendiri kategori-kategori yang menurut Anda penting

Lakukan ini
Catat semua pencapaian harian kita
Ini akan membuat kita menghargai hari demi hari
Ini akan membuat kita mencintai waktu kita dan berjuang memanfaatkannya
Ini akan membuat kita terpicu membuat sejarah tiap hari

Buatlah segera catatanmu
Kita buat diri kita 10, 20, 30, 40, 50 (Amin) tahun lagi
tersenyum dengan pencapaian harian kita

Dan pastinya…. Tanda seru besar!!!!!
PASTIKAN EXCEL ANDA TERISI !!!!

Semoga kita menjadi orang yang berguna bagi orang-orang di sekeliling 😀

Produktif dan Efektif

Menjadi produktif dan efektif
Aku rasa itu keinginan semua orang

Adapun aku
Aku punya rumus tersendiri perihal produktif dan efektif ini
Mungkin tidak aplikatif untuk semua orang
Tapi setidaknya untuk diriku, aku rasa prinsip ini sering terbukti benar

Bagiku, waktu yang efektif dan produktif
adalah waktu di mana kita tidak akan mengatakan:
“Tidak terasa yah sudah setahun, atau seminggu, atau seterusnya

Waktu yang efektif dan produktif, menurutku
ditandai ketika:
1. Kita merasa bahwa waktu berlalu LAMA, dan
2. Kita menikmati proses yang terjadi di dalam kurun waktu itu

Kalau kau merasa bahwa waktu lama berlalu tetapi kamu tidak menikmatinya
Kemungkinan kamu BUKAN sedang menggunakan waktu dengan efektif dan produktif
Justru kamu menyia-nyiakan waktu dengan sesuatu yang tidak kamu senangi

Sebaliknya
Jika kamu merasa waktu berlalu begitu CEPAT
Tapi pada saat yang sama, kamu sangat MENIKMATI waktu yang berlalu
Mungkin saja kamu hanya menghabiskan waktu untuk party, untuk tidur-tiduran,
untuk having fun, atau untuk hal-hal indah lainnya yang memang menarik
tetapi tidak memproduksi apa-apa yang bernilai guna bagi dirimu maupun orang lain
Dan dipenghujung waktu kau akan berkata:
“Waahhh, tak terasa yah, sudah selesai aja…”
“Waaahhh, kembali ke dunia nyata juga nih gw…”

Sudah cukup lama aku memegang prinsip ini
Dan sekali lagi aku merasakannya teruji valid
Dalam 2 minggu ini aku sedang ada kegiatan sampling di lapangan
Karena semua lancar, aku bisa menyelesaikannya dalam 1 minggu

Alhasil aku punya waktu 1 minggu yang senggang di kantor @ lapangan
Dan tentu saja, aku tidak mau menyia-nyiakan waktu
Aku belajar semua hal yang selama ini tidak sempat aku baca

Kini, aku sudah berada di penghujung 2 minggu ini
Dan ketika aku mengingat 2 minggu yang lalu
Nampaknya waktu berlalu lama sekali
Nampaknya waktu terasa lebih dari 2 minggu

Aku merasakan hal itu bukan karena aku tersiksa dan bosan di lapangan
Justru aku sangat menikmati 2 minggu di lapangan ini

Jadi, kalau aku tidak bosan, lalu namanya apa?
Bukankah merasakan waktu berjalan begitu lambat adalah tanda-tanda kita bosan?
Itulah apa yang kukatakan di awal tadi…
Karena aku merasakan waktu berjalan lambat tetapi aku menikmatinya,
maka kemungkinan besar aku telah menggunakan waktuku dengan efektif dan produktif

Dan aku mencoba mengingat-ingat,
emangnya apa yang sudah aku lakukan dalam rentang waktu HANYA 2 minggu ini?
Ternyata dalam 2 minggu ini,
aku merasakan perubahan yang signifikan terjadi pada diriku

Dua minggu yang lalu…
Aku tidak bisa merancang electric submirsible pump
Dua minggu yang lalu…
Aku tidak bisa merancang gas lift

Tetapi, cukup dengan 1-2 minggu yang lowong
Kini aku sudah mengerti bagaimana cara merancangnya

Sebagai seorang engineer, apalagi yang bukan berasal dari teknik perminyakan
Aku merasakan itu adalah improvement yang luar biasa
Thanx to :
waktu yang senggang dan motivasi/ambisi untuk segera memahami sesuatu

Bagaimana denganmu?
Apakah kau tipe orang yang selalu mengatakan
“Tak terasa yah sudah…. blah blah blah….”

Bagaimana jika kini aku bertanya kepadamu…
Improvement apa yang sudah terjadi padamu dalam 2 minggu ini?
Bisakah kau menyebutkan apa saja?

Tidak semua orang bisa menjawab pertanyaan itu dengan memuaskan
Aku pun begitu
Aku rasa jika aku ditanyai seperti itu, jawabanku tidak akan memuaskan
Setidaknya tidak akan memuaskan diriku sendiri

Yap, aku ingin tahu apa saja yang sudah aku lakukan selama ini
Aku ingin tahu apakah aku sudah produktif dan efektif?
Ataukah aku hanya menggunakan waktuku dengan bodoh
That’s why, kita butuh alat sederhana untuk bisa mengukurnya
Dan semoga kita bisa membahas itu di artikel berikutnya 🙂

Akhir kata…

Mari efektif
Mari produktif
Semoga kita menjadi orang yang berguna 🙂

Nice Made Up Story : Turtle Family

turtle

Thank God Tomorrow is Sunday
Walaupun aku sekarang ada di lapangan, yang berarti besok tetap kerja
Tetap saja, apalah yang lebih enak dibanding menghabiskan malam ini
sambil ditemani secangkir teh hijau panas
dan lagi-lagi, another nice made up story?

———————————————

Suatu ketika
Sebuah keluarga kura-kura hendak pergi piknik
Sudah menjadi natur kura-kura, mereka lambat
Alhasil, mereka menghabiskan wkatu 7 tahun untuk mempersiapkan barang-barang piknik

Akhirnya mereka siap
Dan mereka meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang cocok menjadi tempat piknik
Setelah 2 tahun berjalan,
akhirnya mereka menemukan tempat yang pas

Selama sekitar 6 bulan, mereka membersihkan tempat itu,
mengeluarkan barang-barang dari keranjang piknik
dan menyelesaikan semua persiapannya.
Setelah semua hampir siap, mereka menyadari satu hal.
Mereka lupa membawa garam
Piknik tanpa garam adalah bencana, mereka setuju itu

Setelah diskusi yang panjang, akhirnya diputuskan,
si Bungsu akan pulang untuk mengambil garamnya
Walaupun si Bungsu adalah yang paling cepat,
dia merajuk dan menangis di dalam cangkangnya
karena dia tidak mau pulang mengambilnya

Dia bersedia mengambil garam itu dengan satu syarat
“Tidak boleh ada yang makan bekal piknik sebelum dia kembali”
Seluruh keluargapun setuju dan si kecil kembali ke rumah

Tiga tahun berlalu tanpa kembalinya si Bungsu
Lima tahun, 6 tahun, bahkan 7 tahun tanpa dia kembali
Akhirnya, anak tertua tidak mampu lagi menahan rasa laparnya
Dia mengatakab bahwa dia akan segera memakan sandwhich yang sudah siap terhidang
Diapun mengambil sandwhich itu dan sesaat sebelum dia memakannya
Si Bungsu muncul dari belakang pohon
Dan berkata:
“Lihat kan, aku tahu kalian tidak akan menungguku.
Sekarang aku tidak mau pulang untuk mengambil garam itu.”

———————————————

Teettottttttttttttttttttttttt

Banyak orang menghabiskan waktu mereka,
dengan menunggu seseorang untuk melakukan sesuatu seperti yang mereka harapkan

Kita terlalu memikirkan apa yang orang lain akan lakukan
sehingga kita sendiri tidak melakukan apa-apa

Janganlah hanya menunggu
Janganlah hanya menonton
Tetapi lakukanlah sesuatu
Jadilah pemainnya

Demi Indonesia yang lebih baik