Pasti ada Cara

Bagiku, memegang teguh prinsip dan tidak mendua hati adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Sebuah pertanyaan retorik, siapa yang senang dengan orang yang mendua hati atau plin plan? Tentu saja tidak satupun. Tetapi walaupun begitu, aku pribadi memiliki cara pikir yang sedikit berbeda. Aku memang punya prinsip tetapi ada beberapa prinsip yang kujalani secara kontradiktif. Di suatu saat aku akan mengatakan A tetapi di saat yang lain aku akan mengatakan B.

Setidaknya salah satu contoh dari prinsipku yang kujalani secara kontradiktif adalah ini:
“Aku tidak mau membandingkan diriku dengan orang lain.”

Itu adalah salah satu nilai yang kupegang dan aku cukup yakin ada banyak orang yang memegang nilai yang sama, termasuk mungkin engkau. Siapa yang suka dirinya dibanding-bandingkan, bukan?

Akan tetapi, walaupun memiliki prinsip yang demikian, dalam beberapa kondisi, aku justru sangat perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Kondisi yang kumaksud adalah mengenai cara dalam memanfaatkan waktu secara bijaksana. Aku memiliki suatu cita-cita yang mengharuskanku untuk banyak belajar dan membaca. Aku harus menjadi sangat pintar. Hal ini membuatku memandang waktu-waktuku terlalu berharga jika kupakai untuk sesuatu yang lain seperti main game.

Tetapi, walau aku sangat senang belajar, akan tiba masanya di mana aku akan merasa jenuh. Akan tiba masanya pula, bahkan ini sudah terjadi dan terus terjadi, di mana kawan-kawanku di kantor mulai mengatakan “Chad, jangan belajar terus lah” atau “Chad, belajar dotA dululah sini”.

Nah, di saat-saat itulah aku perlu mengubah prinsipku yang tadi. Untuk kondisi seperti ini, aku perlu membanding-bandingkan diriku dengan orang lain. Aku perlu meneriakkan kepada hatiku bahwa aku sedang melakukan sesuatu yang lebih bijak dan jauh lebih produktif dibandingkan orang-orang itu. Aku perlu meyakinkan diriku sendiri supaya aku tidak tergoda. Kalaupun aku sudah benar-benar lelah belajar dan tidak bisa lagi melanjutkannya, aku akan sekali lagi menekankan diriku bahwa aku harus lebih bijaksana dibandingkan mereka dalam hal pemanfaatan waktu.

Dari situlah terlahir kebiasaan baru bagiku. Ketika aku jenuh dan lelah belajar, aku tetap memilih tidak akan bermain tetapi aku akan menonton biografi orang-orang penting dalam sejarah dunia. Menurutku, itu jauh lebih bermanfaat daripada bermain. Dengan demikian, aku lebih baik dari mereka. Dan karena aku lebih baik dari mereka, tentu saja aku tidak mau melakukan apa yang mereka lakukan. Tentu saja aku akan bertahan dengan apa yang kulakukan karena ini lebih baik. Nah, aku tidak tahu bagaimana caramu menjaga hatimu dari segala ajakan yang kurang membangun tetapi jika kau bertanya padaku, itulah hal yang kulakukan. Aku membanding-bandingkan diriku dengan orang lain.

Tetapi aku tidak akan panjang-lebar membahas itu. Itu hanyalah salah satu contoh untuk mengantarkan kita pada topik utama. Dan yang sebenarnya ingin kubahas dalam rangkaian halaman ini adalah ini:

Aku punya prinsip, “Orang yang benar-benar pintar akan selalu merasa dirinya tidak cukup pintar”
Aku tidak boleh mengganggap diriku pintar, aku harus rendah hati
Tetapi… ya, tetapi…
Ada masanya di mana aku HARUS meyakinkan diriku bahwa aku adalah orang pintar

Aku tidak tahu bagaimana dinamika hidupmu. Tetapi yang aku cukup yakin adalah hidupmu jauh lebih dinamis dibanding hidupku. Kalau kau tahu bagaimana aku menghabiskan waktuku, apa yang kubeli, apa yang kumakan, kubaca, kutonton, kujalani, kudengar, kulakukan, kuhidupi, aku jamin kau akan berkata, “Richard, hidupmu sangat membosankan.”

Benar, aku tahu hidupku membosankan dan cenderung statis
Which is why aku harus melakukan sesuatu dengan hal itu
Dan di saat-saat seperti itulah aku harus mengatakan pada diriku sendiri
“Richard… kamu pintar…
Richard… kamu pintar…
Dan karena kamu pintar, kamu pasti bisa mengubah keadaan ini
Kamu pasti bisa membuat ini menjadi lebih baik, lebih produktif, lebih membahagiakan
Richard… karena kamu pintar… pasti ada cara…

Aku cukup yakin bahwa hidupku adalah hidup yang membosankan jika dipandang dari kacamata orang lain. Tetapi seyakin diriku akan hal itu, lebih yakin lagi diriku bahwa aku tidak kalah bahagia dibanding orang-orang yang hidupnya jauh lebih berwarna dan dinamis dariku. Bahkan aku yakin aku jauh lebih bahagia dibanding jutaan orang di luar sana yang haus sekali akan “kebebasan”. Kuberi tahu padamu, aku sangat bahagia.

Dan sejujurnya aku tidak tahu apakah tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya dapat membantu hidupmu atau tidak. Akan tetapi, aku berharap ada hal yang bisa kalian, O dear friends, dapatkan dari tulisan ini dan semoga itu berguna dan menginspirasi.

Paling tidak, aku ingin mengatakan ini padamu:

Kawan, selalu ada jalan
Selalu ada cara untuk memperbaiki sesuatu
Selalu ada celah untuk memanfaatkan waktu dengan lebih baik
Selalu ada jalan untuk lebih menikmati hidup
TANPA harus lari dari apa yang baik dan benar

“Kawan, aku rasa kau adalah orang pintar
Dan karena kau pintar, ingatlah, pasti ada cara.”

Tak Terasa?

Tak Terasa?

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
#Mazmur 90 : 12

Akhirnya kita tiba di penghujung tahun 2013
Sebagian dari diriku ingin berkata “sungguh, tak terasa, waktu cepat sekali berlalu”

Tetapi
Aku tidak puas jika harus menyimpulkan tahun 2013 ini sebagai tahun yang “tidak terasa yah”
Terlalu disayangkan jika tahun yang luar biasa ini harus berakhir sebagai “tahun yang berlalu tanpa terasa”

Akupun memeriksa beberapa file, folder, foto di laptopku. Data-data itu memang kusiapkan untuk saat-saat seperti ini, yakni di saat aku ingin mengingat kembali hal-hal apa saja yang sudah kulakukan, kulalui, atau kutemui. Semakin lama, jariku semakin sibuk. Aku terbang dari folder satu ke folder lain, membuka file yang satu, menutupnya, dan membuka file yang lain. Semakin banyak data yang kutelusuri, senyumanku makin mekar. Kemudian aku sampai kepada satu pertanyaan besar:
“Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal luar biasa sebanyak ini hanya dalam waktu satu tahun?”

Alhasil
Tahun 2013 yang hampir menjadi tahun yang “sungguh, tak terasa”,
Kini kunobatkan sebagai tahun yang “sungguh terasa banget, waktu ternyata tidak berlalu secepat itu”

Tempat-tempat baru yang kukunjungi
Buku dan jurnal yang kubaca
Hal-hal out of the box yang kulakukan
Project-project yang kukerjakan
Artikel yang kutulis
Makanan baru yang kucicip
Software-software yang kupelajari
Orang-orang baru yang kutemui yang punya arti tersendiri untuk kurun waktu tertentu
Hari-hari car free day yang selalu baru
Pemborosan yang tidak ingin kuulangi lagi
Momen-momen indah maupun menyakitkan
Momen kesuksesan maupun kugagalan

Aku mencatat semua itu pada spreadsheet di setiap penghujung hari
Aku tahu tanggal dari masing-masing peristiwa itu
Aku potret objek-objek kunci yang akan mengingatkanku kepada setiap momen itu
Dengan begini, mustahil aku mengatakan bahwa itu semua berlalu tanpa terasa
Justru sebaliknya, itu terasa bahkan hingga ke tulang
Terasa banget bahkan hingga sampai saat ini

Dan aku sadar akan satu hal. Ini adalah keputusan kita untuk menentukan apakah kita akan mengatakan “sungguh, tak terasa yah” di akhir tahun 2014 mendatang.
Atau kita akan benar-benar merasakannya,
mengabadikannya dalam gambar atau catatan,
merekam setiap detail yang penting,
dan menikmatinya kembali setiap kali kita rindu akan memori di masa lampau

Ini adalah keputusanmu untuk TIDAK mengatakan “nggak terasa yah sudah setahun” di akhir tahun 2014

Kalau aku?
Memang benar, aku tak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu
Memang benar, aku hidup di saat ini

Tetapi aku tahu, aku tahu bahwa suatu saat di masa depan aku akan tersenyum karena memori-memori itu tidak saja bisa KUINGAT tetapi juga bisa KULIHAT BERKALI-KALI. Aku tahu bahwa apapun itu, entahkah itu pengalaman baik maupun pengalaman buruk, keduanya patut aku kenang sebab keduanya akan berujung pada ucapan syukur. Dan itu semua terlalu berharga untuk dilupakan dan dibiarkan begitu saja menjadi momen yang “sungguh, tak terasa”.

Bagaimana denganmu?
Selamat menyambut tahun baru untukmu 🙂

Berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya

Cina dan Indonesia

Cina dan Indonesia

Cina dan Indonesia
Kita dapat membandingkan keduanya dari banyak sudut pandang
Tapi aku mencoba melihatnya dari apa yang baru saja kulihat

Lihat gambar ini!
Kau mengerti apa maksudku dengan menampilkan gambar ini?
Oke akan kujelaskan

Aku sudah cukup lama memiliki dugaan ini
Dari sejumlah jurnal yang kubaca, aku menemukan suatu kesamaan
Dugaanku adalah ketika seorang ilmuwan Cina menulis sebuah jurnal ilmiah
Kemungkinan besar daftar referensinya akan didominasi oleh orang-orang Cina

Dan ini tidak hanya kutemukan dalam jurnal dunia perminyakan saja
Ketika aku berkuliah di jurusan bioproses, hal yang sama juga kutemukan

Tidak sampai di sana saja
Belum lama ini aku bertemu dengan satu tim vendor chemical untuk pemrosesan limbah
Vendor ini adalah vendor asal Cina dan tim yang datang berjumlah 3 orang
Dua orang di antaranya bisa berbahasa Inggris
Tapi satu orang dari mereka tidak mengerti bahasa itu SAMA SEKALI

Ketika induction, perusahaanku belum menyiapkan presentasi dalam Bahasa Mandarin
Oleh sebab itu, induction dilakukan dalam Bahasa Inggris
Salah seorang dari mereka harus menerjemahkannya dalam Bahasa Mandarin
Supaya satu orang itu bisa mengerti apa yang disampaikan dalam induction

Aku bertanya-tanya dalam hatiku:
“Vendor ini seperti kekurangan orang saja.
Kenapa harus mengirimkan orang yang tidak bisa berbahasa Inggris?”

Tidak lama setelah pikiranku itu muncul. Aku menyadari bahwasanya orang yang tidak bisa berbahasa Inggris itu justru adalah AHLI dari vendor itu sementara dua orang yang lain lebih berperan sebagai sales engineer-nya. Pertanyaan besar dalam benakku muncul.

“Orang satu ini, tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali… I mean samaaa sekaliiii
Lah, lalu bagaimana bisa dia menjadi seorang ahli tanpa mengerti Bahasa Inggris?
Bukankah sebagian besar jurnal ilmiah dan buku teks berbahasa Inggris?
Dan lagi… Bagaimana dia bisa setenang itu tidak bisa berbahasa Inggris?
Tidakkah dia merasa terancam kalau-kalau kalah bersaing jika tidak bisa berbahasa Inggris?”

Kusimpulkan, jawabannya TIDAK
Dia tidak takut tidak bisa berbahasa Inggris
Dia cukup nyaman walau hanya bisa berbahasa Mandarin
Dia tau keahlian luar biasa yang dia punya plus ketidakmampuan berbahasa Inggris
tetap lebih menjual dibanding kemampuan menengah sekalipun fasih berbahasa Inggris
Toh nyatanya, dia bisa keliling dunia dengan expertise yang dia punya
Woooowwww… shocking!!!

Dan for your information, aku dengar dari rekan satu perusahaan
Ternyata ada banyak sekali konsultan dari Cina,
setidaknya yang pernah datang ke perusahaanku,
Yang sangat minim kemampuannya dalam berbahasa Inggirs

Apa maksudku menyampaikan semua ini?
Sebenarnya aku tidak sedang membicarakan tentang suatu hal yang ilmiah
Aku juga tidak sedang berbicara tentang berbahasa asing

Maksudku adalah
Banggalah pada bangsamu!

Sama seperti para penulis dari Cina yang dengan bangganya memuat daftar pustaka penuh dengan referensi dari rekan-rekan sebangsanya, mereka hendak mengatakan pada dunia:
“Lihatlah… aku tidak terlalu bergantung pada referensi tulisan dari negara lain,
orang-orang dari Cina sudah menyediakan referensi yang cukup bagiku.
Negara ini sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk bisa mapan.”

Dan juga seperti vendor dari Cina itu
Dia yakin sekali dengan kemampuannya
Dia bangga sekali dengan negaranya
Saking percayanya dia akan negaranya yang akan menjadi adi daya
Dia tidak merasakan adanya urgensi untuk belajar bahasa lain

Tidak belajar bahasa lain, memang bukan keputusan yang bijaksana menurutku
Tetapi kalau dipandang dari segi kebanggaan akan negeri, orang ini patut diacungi jempol

Fiuuuuhhhh…
Dunia ini luas sekali ternyata…
Bermacam-macam orang ada di dunia ini

Tetapi kembali ke bangsa ini
Kita sedang merayakan hari ulangtahun TNI yang ke-68
Aku rasa ini momen yang baik untuk kembali bercermin diri
Dan tanyakan pada diri kita masing-masing
Apa kita sudah cukup bangga kepada bangsa ini?

Mari kita bersama-sama berjuang demi nama baik dan martabat bangsa kita di mata dunia

Salam

Produktif dan Efektif (2)

Bagaimana kita menjawab pertanyaan:
“Apa yang sudah kamu lakukan dalam seminggu ini?”
atau
“Sudah sejauh mana kau berkembang sebulan ini?”

Pertanyaan itu, tidak hanya akan berasal dari luar dirimu
Kaupun patut menanyakan hal yang sama pada dirimu sendiri
Dan pastinya, dirimu 30, 40, 50 tahun lagi,
pasti ingin mengingat apa-apa saja yang sudah dia lakukan di masa yang lampau
which is now

Sebagian orang membuat diari… tapi aku tidak suka diari
Sebagian orang membuat RENCANA harian
Sebagian orang membuat task to do per minggu, per hari, bahkan per jam
Aku pernah membuatnya dan memang terasa cukup berguna
Tetapi yang aku rasakan, aku menghabiskan terlalu banyak waktu
untuk merencanakan apa yang aku lakukan besok jam sekian, lusa jam sekian, dst.
Dan ujung-ujungnya, walau sudah berpikir keras dan memakan banyak waktu,
aku terkadang melanggarnya sendiri

Jadi aku putuskan, aku tidak akan meneruskan kebiasaan itu
#Aku tidak membujukmu untuk meninggalkannya juga
#Percayalah, membuat task to do adalah sesuatu yang baik
#Hanya saja, tidak cocok buatku

Lalu apa yang kulakukan?
Yang kulakukan adalah ini:

Aku tidak menuliskan RENCANA-RENCANAku per hari, tetapi
Aku menuliskan HASIL-HASILku per hari

Hal ini sangat membantu dan sekaligus menyenangkan mengerjakannya
Jika aku tidak menghasilkan apa-apa untuk satu hari, maka aku akan segera tahu
Dan akan segera me-warning diriku sendiri untuk segera berubah

Cukup gunakan spreadsheet, dalam hal ini excel
Dan beri nama file-mu dengan nama yang menarik
Seperti: “Hari-hariku” atau “Menjadi efetif tiap hari” atau “Pencapaianku”
Adapun aku, aku menamakannya “My Milesone

Kemudian, buat beberapa kategori bidang yang ingin kau improve
Buatlah tabel atau kolom yang cocok untuk memuat kategorimu, sederhana sekali
Contoh yang kubuat:

Capture

Aku punya 5 kategori, yang kutandai dengan 5 warna berbeda di excel, yakni:

1. Routine job (kuning)
Setiap kali aku belajar menggunakan software untuk kerja dan menemukan fitur baru
Maka aku akan menuliskannya di file My Milestone-ku itu

2. Reading paper (biru)
Bagi seorang engineer dan mahasiswa sejati,
membaca banyak jurnal adalah prestasi yang menyenangkan
Hitung-hitungan sederhana, jika kau bisa membaca 2 jurnal ilmiah per hari dalam setahun
Maka kau bisa membaca 700 lebih jurnal ilmiah, Bayangkan!!!
Karena itu, setiap jurnal yang kau baca,
tuliskanlah setiap judulnya di file-mu
supaya di akhir tahun kau tahu berapa banyak jurnal telah kau baca
Dan itu akan memicumu untuk lebih lagi di tahun yang mendatang

3. Writing in My Blog (hijau)
Bagiku, menulis blog bukanlah ajang curhat
Bagiku, menulis blog bukanlah ajang cari muka
Mungkin ada satu dua orang, atau lebih, yang gerah melihat blog-ku
Mungkin akan ada orang yang mengira aku cari sensasi
Tetapi aku tidak peduli, asalkan ada 1 orang saja yang terinspirasi oleh blog-ku
Asalkan ada 1 orang saja yang membaca blogku dan merasa terberkati
Maka aku akan terus menulis di blog
Dan karena itu, tiap judul artikel yang kutulis, akan kucatat di My Milestone
Suatu saat kelak, aku akan melihat dan mungkin akan tersenyum
Saat aku mengatakan “Wah, ternyata aku pernah menulis semua ini”

4. Having quality time with familiy or friends (pink)
Setiap kali kau mengobrol dengan orangtuamu di telepon
Setiap kali kau chatting dengan kawanmu
Jika kau menghabiskan waktu yang cukup lama untuk itu, let’s say di atas setengah jam
Dan jika topik yang kalian bicarakan adalah topik yang membangun (bukan gosip, dsb.)
Maka catatlah itu sebagai suatu pencapaian harian yang berarti
Jika kau mendengarkan si A curhat
Jika si B meminta nasehatmu
Catatlah namanya dan catatlah topik utama yang kalian bicarakan
Suatu saat catatan itu, lengkap dengan nama dan topiknya,
akan membuatmu tersenyum
#Mungkin kau akan bangga mengetahui pernah ada yang “berkonsultasi”
tentang teman hidup padamu, ahahahahahha

5. Spiritual Activity (ungu)
Ada macam-macam kegiatan spiritual yang layak kita dokumentasikan
Tentu saja tidak perlu mencatat bahwa kita sudah berdoa ini atau itu, itu sudah biasa
Kalau aku, belakangan aku membaca buku rohani (sebut saja ini termasuk spiritual activity),
Dan aku rasa perlu aku mencatat pencapaian harian setiap kali aku membaca 1 bab
Di masa depan kelak, aku yakin aku akan senang melihat buku apa saja yang sudah aku baca
Tentu ada banyak kegiatan spiritual lainnya yang layak kita catat
Silakan Anda tentukan sendiri

Dan tentu masih banyak kategori lain
Silakan Anda buat sendiri kategori-kategori yang menurut Anda penting

Lakukan ini
Catat semua pencapaian harian kita
Ini akan membuat kita menghargai hari demi hari
Ini akan membuat kita mencintai waktu kita dan berjuang memanfaatkannya
Ini akan membuat kita terpicu membuat sejarah tiap hari

Buatlah segera catatanmu
Kita buat diri kita 10, 20, 30, 40, 50 (Amin) tahun lagi
tersenyum dengan pencapaian harian kita

Dan pastinya…. Tanda seru besar!!!!!
PASTIKAN EXCEL ANDA TERISI !!!!

Semoga kita menjadi orang yang berguna bagi orang-orang di sekeliling 😀

Produktif dan Efektif

Menjadi produktif dan efektif
Aku rasa itu keinginan semua orang

Adapun aku
Aku punya rumus tersendiri perihal produktif dan efektif ini
Mungkin tidak aplikatif untuk semua orang
Tapi setidaknya untuk diriku, aku rasa prinsip ini sering terbukti benar

Bagiku, waktu yang efektif dan produktif
adalah waktu di mana kita tidak akan mengatakan:
“Tidak terasa yah sudah setahun, atau seminggu, atau seterusnya

Waktu yang efektif dan produktif, menurutku
ditandai ketika:
1. Kita merasa bahwa waktu berlalu LAMA, dan
2. Kita menikmati proses yang terjadi di dalam kurun waktu itu

Kalau kau merasa bahwa waktu lama berlalu tetapi kamu tidak menikmatinya
Kemungkinan kamu BUKAN sedang menggunakan waktu dengan efektif dan produktif
Justru kamu menyia-nyiakan waktu dengan sesuatu yang tidak kamu senangi

Sebaliknya
Jika kamu merasa waktu berlalu begitu CEPAT
Tapi pada saat yang sama, kamu sangat MENIKMATI waktu yang berlalu
Mungkin saja kamu hanya menghabiskan waktu untuk party, untuk tidur-tiduran,
untuk having fun, atau untuk hal-hal indah lainnya yang memang menarik
tetapi tidak memproduksi apa-apa yang bernilai guna bagi dirimu maupun orang lain
Dan dipenghujung waktu kau akan berkata:
“Waahhh, tak terasa yah, sudah selesai aja…”
“Waaahhh, kembali ke dunia nyata juga nih gw…”

Sudah cukup lama aku memegang prinsip ini
Dan sekali lagi aku merasakannya teruji valid
Dalam 2 minggu ini aku sedang ada kegiatan sampling di lapangan
Karena semua lancar, aku bisa menyelesaikannya dalam 1 minggu

Alhasil aku punya waktu 1 minggu yang senggang di kantor @ lapangan
Dan tentu saja, aku tidak mau menyia-nyiakan waktu
Aku belajar semua hal yang selama ini tidak sempat aku baca

Kini, aku sudah berada di penghujung 2 minggu ini
Dan ketika aku mengingat 2 minggu yang lalu
Nampaknya waktu berlalu lama sekali
Nampaknya waktu terasa lebih dari 2 minggu

Aku merasakan hal itu bukan karena aku tersiksa dan bosan di lapangan
Justru aku sangat menikmati 2 minggu di lapangan ini

Jadi, kalau aku tidak bosan, lalu namanya apa?
Bukankah merasakan waktu berjalan begitu lambat adalah tanda-tanda kita bosan?
Itulah apa yang kukatakan di awal tadi…
Karena aku merasakan waktu berjalan lambat tetapi aku menikmatinya,
maka kemungkinan besar aku telah menggunakan waktuku dengan efektif dan produktif

Dan aku mencoba mengingat-ingat,
emangnya apa yang sudah aku lakukan dalam rentang waktu HANYA 2 minggu ini?
Ternyata dalam 2 minggu ini,
aku merasakan perubahan yang signifikan terjadi pada diriku

Dua minggu yang lalu…
Aku tidak bisa merancang electric submirsible pump
Dua minggu yang lalu…
Aku tidak bisa merancang gas lift

Tetapi, cukup dengan 1-2 minggu yang lowong
Kini aku sudah mengerti bagaimana cara merancangnya

Sebagai seorang engineer, apalagi yang bukan berasal dari teknik perminyakan
Aku merasakan itu adalah improvement yang luar biasa
Thanx to :
waktu yang senggang dan motivasi/ambisi untuk segera memahami sesuatu

Bagaimana denganmu?
Apakah kau tipe orang yang selalu mengatakan
“Tak terasa yah sudah…. blah blah blah….”

Bagaimana jika kini aku bertanya kepadamu…
Improvement apa yang sudah terjadi padamu dalam 2 minggu ini?
Bisakah kau menyebutkan apa saja?

Tidak semua orang bisa menjawab pertanyaan itu dengan memuaskan
Aku pun begitu
Aku rasa jika aku ditanyai seperti itu, jawabanku tidak akan memuaskan
Setidaknya tidak akan memuaskan diriku sendiri

Yap, aku ingin tahu apa saja yang sudah aku lakukan selama ini
Aku ingin tahu apakah aku sudah produktif dan efektif?
Ataukah aku hanya menggunakan waktuku dengan bodoh
That’s why, kita butuh alat sederhana untuk bisa mengukurnya
Dan semoga kita bisa membahas itu di artikel berikutnya 🙂

Akhir kata…

Mari efektif
Mari produktif
Semoga kita menjadi orang yang berguna 🙂

Nice Made Up Story : Turtle Family

turtle

Thank God Tomorrow is Sunday
Walaupun aku sekarang ada di lapangan, yang berarti besok tetap kerja
Tetap saja, apalah yang lebih enak dibanding menghabiskan malam ini
sambil ditemani secangkir teh hijau panas
dan lagi-lagi, another nice made up story?

———————————————

Suatu ketika
Sebuah keluarga kura-kura hendak pergi piknik
Sudah menjadi natur kura-kura, mereka lambat
Alhasil, mereka menghabiskan wkatu 7 tahun untuk mempersiapkan barang-barang piknik

Akhirnya mereka siap
Dan mereka meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang cocok menjadi tempat piknik
Setelah 2 tahun berjalan,
akhirnya mereka menemukan tempat yang pas

Selama sekitar 6 bulan, mereka membersihkan tempat itu,
mengeluarkan barang-barang dari keranjang piknik
dan menyelesaikan semua persiapannya.
Setelah semua hampir siap, mereka menyadari satu hal.
Mereka lupa membawa garam
Piknik tanpa garam adalah bencana, mereka setuju itu

Setelah diskusi yang panjang, akhirnya diputuskan,
si Bungsu akan pulang untuk mengambil garamnya
Walaupun si Bungsu adalah yang paling cepat,
dia merajuk dan menangis di dalam cangkangnya
karena dia tidak mau pulang mengambilnya

Dia bersedia mengambil garam itu dengan satu syarat
“Tidak boleh ada yang makan bekal piknik sebelum dia kembali”
Seluruh keluargapun setuju dan si kecil kembali ke rumah

Tiga tahun berlalu tanpa kembalinya si Bungsu
Lima tahun, 6 tahun, bahkan 7 tahun tanpa dia kembali
Akhirnya, anak tertua tidak mampu lagi menahan rasa laparnya
Dia mengatakab bahwa dia akan segera memakan sandwhich yang sudah siap terhidang
Diapun mengambil sandwhich itu dan sesaat sebelum dia memakannya
Si Bungsu muncul dari belakang pohon
Dan berkata:
“Lihat kan, aku tahu kalian tidak akan menungguku.
Sekarang aku tidak mau pulang untuk mengambil garam itu.”

———————————————

Teettottttttttttttttttttttttt

Banyak orang menghabiskan waktu mereka,
dengan menunggu seseorang untuk melakukan sesuatu seperti yang mereka harapkan

Kita terlalu memikirkan apa yang orang lain akan lakukan
sehingga kita sendiri tidak melakukan apa-apa

Janganlah hanya menunggu
Janganlah hanya menonton
Tetapi lakukanlah sesuatu
Jadilah pemainnya

Demi Indonesia yang lebih baik

Awesome

Awesome

Kualitas seorang yang sungguh-sungguh percaya diri:
1. Mereka berani, bukan karena mereka pikir mereka selalu benar,
melainkan karena mereka tidak takut melakukan kesalahan.

2. Mereka mendengar sepuluh kali lebih banyak dibanding mereka berbicara

3. Mereka tidak mau bersinar sendirian

4. Mereka merasa bebas meminta pertolongan kepada siapapun dan tidak gengsi saat bertanya

5. Mereka berpikir, “mengapa bukan aku?”

6. Mereka tidak akan pernah berusaha menjatuhkan orang lain
karena bagi mereka kesuksesan tidak pernah ditentukan oleh seberapa hebat pesaing mereka,
melainkan ditentukan oleh seberapa kuat tekad dalam hati mereka

7. Mereka tidak pernah takut terlihat bodoh atau rendah

8. Mereka hanya mengharapkan penerimaan dari orang yang benar-benar penting.
Mereka tidak menghiraukan “kicauan” orang-orang yang tidak penting
dan tidak punya andil sama sekali dalam hidup mereka.

9. Mereka siap menanggung konsekuensi atas kesalahan mereka.

10. Mereka tidak membuat status bodoh di FB
Mereka tidak sehaus itu akan perhatian orang-orang

Tepat sekali
Siapa saja bisa terlihat keren
Tetapi apalah arti terlihat keren jika hati ini selalu merasa insecure

Satu hal telah kupelajari
Orang-orang di sekitar kita tidak bodoh
Mereka mungkin cuek dan tidak peduli, tapi mereka tidak bisa dibohongi
Mereka bisa dan tahu membedakan mana orang yang benar-benar “berisi”
dan mana yang hanya omong doank

Pada akhirnya, adalah percuma berusaha terlihat keren
Karena siapapun pasti mampu menilai kualitasmu yang sesungguhnya
Dan once mereka tahu kamu hanya omong doank
Maka usahamu untuk terlihat keren hanya akan memperparah penilaian terhadapmu

Yang utama bukanlah apa yang terlihat di luar
Melainkan apa yang terpancar dari dalam

Mungkin apa yang berasal dari dalam tidak dapat dilihat
Tetapi jika itu sungguh-sungguh ada
Tidak mungkin tidak, itu pasti terpancar dan dirasakan oleh orang-orang di sekeliling

Be awesome
Jangan kejar perhatian orang lain
Tetapi kejarlah pengakuan dari hatimu sendiri
#Apakah kau sendiri sudah menilai dirimu awesome?

Jika kaupun belum mengakui dirimu
Fokuskanlah energimu untuk mendapatkan pengakuan itu dari dirimu
Dan jangan berjerih lelah untuk mendapat perhatian dari orang lain

Jadilah ahli
Jadilah orang yang kompetensinya tidak terbantahkan oleh siapapun

Jangan kejar perhatian orang lain
Tetapi jadilah seorang yang dapat diandalkan oleh orang lain
#dan dua hal itu, berbeda sama sekali

Jangan kejar “wow dia keren, dia hebat”
Tetapi kejarlah “wah kalau masalah ini, coba tanya ke dia saja, soalnya dia ahlinya”

~Anyone can look cool but awesome takes practice~