Jalan untuk Mengenal Allah

Kita tidak dapat mengenal Allah di luar dari apa yang Ia wahyukan tentang diri-Nya kepada kita melalui firman-Nya. Kita tidak dapat berkomunikasi dengan-Nya di luar kendaraan doa yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita tidak dapat merasakan persekutuan yang penuh dengan-Nya terpisah dari persekutuan dengan umat-Nya.

Kita harus mengenal Dia dan itu hanya mungkin melalui akses yang rutin kepada Kitab Suci, doa, dan penyembahan.

~ Josh Squires ~

Advertisements

Jangan Pernah Putus Asa!

Mazmur 34:19 mengatakan:
”Kemalangan orang benar banyak,
tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”

Nantikanlah datangnya masalah dalam hidupmu, nantikanlah itu!

Pemazmur terkadang melankolis. Daud suatu kali menumpahkan kesedihannya dan berkata pada dirinya sendiri dalam Mazmur 42:

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Mengapa engkau ada dalam kondisi depresi seperti ini? Mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya.”

Keluarlah dari keputusasaanmu! Kau tidak pernah boleh putus asa karena masalah-masalah yang datang ke dalam hidupmu. Kau tidak pernah boleh putus asa. Jika kau adalah orang percaya, maka masalah yang datang di dalam hidupmu merupakan disiplin dari Allah, hendaklah kau bersukacita atas semua itu.

John MacArtur dalam khotbahnya “God’s Faithful Discipline (Hebrews 12:4-11)”

Tujuan Bersama di Dalam Pernikahan

Sebuah pernikahan yang tanpa arah akan segera menjadi pernikahan yang tanpa makna dan tujuan, oleh sebab itu, tetapkanlah suatu tujuan bersama.

Mungkin tujuan kalian mencakup melunasi utang, membuka suatu bisnis, meneruskan iman kepada generasi selanjutnya, bertemu muka dengan tetangga dekat, melayani bersama di gereja atau di sebuah dapur sup. Temukanlah beberapa tujuan bersama yang kalian berdua bergairah untuk mengejarnya bersama-sama.

~ Joshua Straub ~

Link:
https://www.focusonthefamily.com/marriage/communication-and-conflict/5-ways-to-stay-on-the-same-team

Siapakah Orang Kristen yang Sejati?

Bagi saya ini merupakan hal yang paling penting dan mendesak di seluruh dunia:
“Apakah seorang Kristen itu?”

Dan saya yakin bahwa jawabannya adalah:
seorang Kristen adalah seseorang yang dideskripsikan pada Yohanes 1:16 di mana Yohanes berkata:

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”

Dan inilah pertanyaan besarnya:
“Apakah kita orang yang demikian?”
“Apakah kita pria dan wanita yang telah menerima kasih karunia demi kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus?”

~ Martyn Lloyd Jones ~
Dalam khotbahnya yang berjudul “The Church and the World”

Yang Paling Kita Butuhkan

Musa memperingatkan kita:

“manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.”
(Ulangan 8:3)

Kita membutuhkan makanan tetapi tidak lebih dari kita membutuhkan Allah. Allah menciptakan kita sedemikian rupa sehingga kita membutuhkan makanan, dan minuman, dan teman-teman untuk mengarahkan kita kepada diri-Nya yang adalah Roti Hidup (Yohanes 6:35), dan Sumber Air yang Hidup (Yeremia 2:13), dan Sahabat orang berdosa (Matius 11:19).

~ Kelly Needham ~

Diambil dari artikel “A New Kind of Couple – When Best Friends Become Romantic”
Link: http://www.desiringgod.org/articles/a-new-kind-of-couple

Apakah Fungsi Hukum Taurat?

Hukum Taurat bukanlah tangga yang kita naiki untuk membuat Allah berkenan kepada kita.

Namun Hukum Allah menjadi cermin yang menunjukkan kepada kita betapa kotornya kita.

Betapa kita sangat membutuhkan seorang Juruselamat yang telah mematuhi keseluruhan Hukum itu dan telah menanggung hukuman atas pelanggaran manusia terhadap Hukum itu dengan menumpahkan darah-Nya sendiri.

~ Alistair Begg ~

Apa yang Paling Dibutuhkan oleh Suami dan Istri

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,
penuh kasih mesra dan saling mengampuni,
sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
(Efesus 4:32)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apa yang selalu kami (David Mathis dan istrinya) paling butuhkan dalam sepuluh tahun pernikahan kami ini adalah menjadi seorang Kristen terhadap satu sama lain. Dan apa yang selalu paling menjadi katalis untuk itu adalah keramahan.

~ David Mathis ~