Tujuan Bersama di Dalam Pernikahan

Sebuah pernikahan yang tanpa arah akan segera menjadi pernikahan yang tanpa makna dan tujuan, oleh sebab itu, tetapkanlah suatu tujuan bersama.

Mungkin tujuan kalian mencakup melunasi utang, membuka suatu bisnis, meneruskan iman kepada generasi selanjutnya, bertemu muka dengan tetangga dekat, melayani bersama di gereja atau di sebuah dapur sup. Temukanlah beberapa tujuan bersama yang kalian berdua bergairah untuk mengejarnya bersama-sama.

~ Joshua Straub ~

Link:
https://www.focusonthefamily.com/marriage/communication-and-conflict/5-ways-to-stay-on-the-same-team

Siapakah Orang Kristen yang Sejati?

Bagi saya ini merupakan hal yang paling penting dan mendesak di seluruh dunia:
“Apakah seorang Kristen itu?”

Dan saya yakin bahwa jawabannya adalah:
seorang Kristen adalah seseorang yang dideskripsikan pada Yohanes 1:16 di mana Yohanes berkata:

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”

Dan inilah pertanyaan besarnya:
“Apakah kita orang yang demikian?”
“Apakah kita pria dan wanita yang telah menerima kasih karunia demi kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus?”

~ Martyn Lloyd Jones ~
Dalam khotbahnya yang berjudul “The Church and the World”

Yang Paling Kita Butuhkan

Musa memperingatkan kita:

“manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.”
(Ulangan 8:3)

Kita membutuhkan makanan tetapi tidak lebih dari kita membutuhkan Allah. Allah menciptakan kita sedemikian rupa sehingga kita membutuhkan makanan, dan minuman, dan teman-teman untuk mengarahkan kita kepada diri-Nya yang adalah Roti Hidup (Yohanes 6:35), dan Sumber Air yang Hidup (Yeremia 2:13), dan Sahabat orang berdosa (Matius 11:19).

~ Kelly Needham ~

Diambil dari artikel “A New Kind of Couple – When Best Friends Become Romantic”
Link: http://www.desiringgod.org/articles/a-new-kind-of-couple

Apakah Fungsi Hukum Taurat?

Hukum Taurat bukanlah tangga yang kita naiki untuk membuat Allah berkenan kepada kita.

Namun Hukum Allah menjadi cermin yang menunjukkan kepada kita betapa kotornya kita.

Betapa kita sangat membutuhkan seorang Juruselamat yang telah mematuhi keseluruhan Hukum itu dan telah menanggung hukuman atas pelanggaran manusia terhadap Hukum itu dengan menumpahkan darah-Nya sendiri.

~ Alistair Begg ~

Apa yang Paling Dibutuhkan oleh Suami dan Istri

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,
penuh kasih mesra dan saling mengampuni,
sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
(Efesus 4:32)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apa yang selalu kami (David Mathis dan istrinya) paling butuhkan dalam sepuluh tahun pernikahan kami ini adalah menjadi seorang Kristen terhadap satu sama lain. Dan apa yang selalu paling menjadi katalis untuk itu adalah keramahan.

~ David Mathis ~

Menjadi Saksi Kristus

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem
dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
(Kisah Para Rasul 1:8)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Roh Kudus dicurahkan tidak untuk menjadikan kita sakti, melainkan untuk menjadikan kita saksi.

Adalah mudah bagi kita untuk bercerita tentang kesuksesan-kesuksesan hidup kita, atau tentang anak-anak kita, atau tentang hal-hal lain. Bahkan, adalah mudah bagi kita untuk bercerita tentang kejelekan orang lain. Namun, mengapa begitu sulit bagi kita untuk bercerita tentang Tuhan Yesus Kristus dan tentang kebaikan-Nya di dalam hidup kita?

~ Bapak Penginjil Winarto ~

Orang Kristen yang Sejati

(Geerhardus Johannes Vos, 1862-1949)

Menjadi seorang Kristen berarti menjalani hidup tidak hanya dalam ketaatan kepada Allah, tidak hanya dalam kebergantungan terhadap Allah, bahkan tidak hanya hidup demi Allah;

menjadi seorang Kristen berarti berelasi dengan Allah di dalam persekutuan yang sadar dan timbal-balik, menjadi sehati sepikir dengan Dia di dalam pemikiran, kehendak, dan tindakan, serta menerima sesuatu dari-Nya dan mempersembahkan kembali sesuatu kepada-Nya di dalam interaksi kuasa rohani yang tidak pernah pernah berhenti.

Pertanyaan ini, walaupun tajam, merupakan pertanyaan yang sangat sederhana:

Apakah kita mengasihi Allah demi Dia sendiri dan menemukan di dalam kasih ini inspirasi untuk melayani, ataukah kita merendahkan-Nya hanya sebagai mitra yang memiliki pengaruh yang di bawah naungan-Nya kita dapat mengerjakan seluruh aktivitas kita dengan lebih baik untuk melayani dunia?

~ Geerhardus Johannes Vos, Bapak Teologi Alkitabiah Reformed ~