Haruslah Kamu Sempurna!

The Sermon on the Mount Carl Bloch, 1890

Suatu kali, orang banyak datang berbondong-bondong kepada Yesus. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar orang banyak itu. Hari itu, Yesus menyampaikan khotbah yang luar biasa, khotbah yang dikenal sebagai “Khotbah Terbesar Sepanjang Masa”. Dan inilah yang terjadi:

Yesus memulai khotbahnya dengan menyampaikan sepuluh ucapan bahagia. Serangkaian ucapan yang benar-benar membangkitkan harapan dan semangat dari orang-orang kecil itu. Mereka adalah orang-orang miskin, berpenyakit, dan berdosa. Yesus menyampaikan tepat seperti apa yang ingin mereka dengar. Tidak hanya itu, Yesus juga menyebut mereka sebagai “garam dan terang dunia” serta “kota yang ada di atas bukit” yang memiliki tugas untuk memperlihatkan kemuliaan Bapa di sorga kepada setiap umat manusia.

Ketika mendengar-Nya berbicara, mereka tersenyum. Mereka kembali bersemangat. Harapan mereka bangkit kembali. Mereka mengangguk dan mengangguk pertanda mereka menemukan kebenaran dalam setiap perkataan Yesus. Mereka begitu senang mendengarkan-Nya hingga akhirnya Yesus menyampaikan apa yang tidak ingin mereka dengar. Yesus berkata:

Janganlah kamu menyangka,
bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya.

Maka Aku berkata kepadamu:
Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar
dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Saat Yesus mengatakan hal itu, seketika suasana menjadi hening. Banyak senyuman melayu. Anggukan kepala menjadi sedikit. Orang yang menelan ludah semakin banyak. Mereka tidak siap mendengar hal itu. Mereka tidak menyangka Yesus akan mengajarkan hal seekstrim itu. Mereka mulai ketakutan. Tetapi di antara mereka, masih ada beberapa orang yang menganggukkan kepala.

Yesus melanjutkan khotbah-Nya. Dia berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.” Seketika mereka sedikit lega dan mereka mulai berkata-kata kecil, “Ya aku tidak pernah membunuh, aku tidak pernah membunuh.” Mereka mengatakan itu seorang kepada yang lain. Mereka saling memandang seakan berbicara “Yes, kita masih bisa masuk surga.” Tetapi Yesus belum selesai. Dia melanjutkan,

Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama
dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Mereka terdiam. Mereka kaget. Mereka menelan ludah semakin banyak. Mereka kira selama ini tidak membunuh saja sudah cukup. Tetapi Yesus menghancurkan pemahaman mereka dan berkata bahwa orang yang marahpun patut dihukum di neraka. Mereka sadar mereka pernah, bahkan sering sekali marah. Mereka ketakutan. Orang-orang yang sempat mengangguk tadi semakin sedikit jumlahnya. Tetapi masih ada yang tersenyum karena merasa dirinya tidak pernah marah. Orang-orang ini berkata dalam hatinya, “Hahahaha, makanya, bertobatlah kalian, hahaha.”

Yesus melanjutkan pengajaran-Nya dan berkata:
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”

Ketika mendengar itu, beberapa dari orang yang mengangguk itu langsung membelalakkan matanya. Mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Pesan Yesus terlalu kontroversial. Yesus tidak saja berpesan agar mereka meminta maaf kepada orang yang pernah mereka sakiti, tetapi juga agar mereka meminta maaf kepada orang yang membenci mereka terlepas dari apakah mereka benar atau salah. Itu mustahil bisa diterima. “Jika aku tidak salah mengapa aku harus meminta maaf?” kata mereka.

Mereka mulai menolak pesan Yesus. Tetapi kharisma Yesus begitu kuat, itu menarik mereka untuk terus mendengar. Mereka juga mulai menyelidiki hati mereka. Mereka mulai sadar akan ketidaksempurnaan mereka dan itu mulai membuat mereka takut. Mereka tidak lagi tersenyum dan mengangguk-anggukan kepala. Kini, hanya tinggal sepertiga dari semua orang itu yang masih tersenyum dalam hati, mengangguk-anggukan kepala, dan menuduh-nuduh orang yang ada di sebelahnya yang saat ini sedang tertunduk menatap tanah.

Kamu telah mendengar firman:
Jangan berzinah

Seketika itu juga semua kepala bangkit. Mereka merasa harapan mereka bangkit kembali. Mereka mulai bergumam dan saling mengatakan seorang akan yang lain, “Aku tidak pernah berzinah, aku tidak pernah berzinah. Wah, aku masih ada harapan, Teman. Aku masih ada harapan, horeeee. Lanjutkan Yesus, lanjutkan! Buat penzinah-penzinah ini paham betapa besar dosa mereka!”

Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya,
sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Sembilan puluh persen dari semua pria yang ada di situ seketika itu juga terkena ‘serangan jantung’ sekejap. Dengan definisi itu, mereka semua penzinah. Itu terlalu ekstrim. Mereka ingin membantah Yesus tetapi jika mereka membantah, orang-orang akan mencurigai bahwa mereka yang membantah itu adalah orang yang suka berpikiran cabul. Alhasil, mereka hanya bisa diam dan merenung. Mereka semakin takut. Mereka mengutuki diri mereka akan keberdosaan mereka. Mereka mulai memikirkan panasnya api neraka.

Yesus melanjutkan:

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau,
cungkillah dan buanglah itu,
karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,
dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau,
penggallah dan buanglah itu,
karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa
dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Yesus seakan-akan memberikan solusi alternatif. Daripada seluruh tubuh dibuang ke neraka, lebih baik hanya beberapa anggota tubuh saja yang dibinasakan. Solusi dari Yesus sama sekali tidak membantu mereka. Mereka semakin tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan. Mereka ingin mendengar Yesus menyampaikan ucapan bahagia lebih banyak lagi. Tetapi sepuluh persen dari mereka tetap berdiri teguh karena mereka pikir mereka tidak berdosa. Sayang sekali bagi mereka, Yesus masih jauh dari selesai.

Aku berkata kepadamu:
Janganlah sekali-kali bersumpah…
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

9% orang masih menganggung-angguk dan memandang orang-orang di sekelilingnya dengan rendah.

Aku berkata kepadamu:
Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,
melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

8% orang masih berdiri teguh.

Aku berkata kepadamu:
Kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu.
Siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu
dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

7% orang masih bisa tersenyum.

Aku berkata kepadamu:
Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

97% dari mereka seperti mau pingsan sementara 3% lagi masih bisa berdiri tegap sekalipun sekujur tubuh mereka penuh dengan keringat dingin dan ludah mereka sudah kering.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?
Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja,
apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?
Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

Sembilan puluh sembilan persen hanya bisa termenung, mengelus-elus tanah, dan mencoba menghibur diri. Mereka ternyata telah salah menilai hukum Taurat selama ini. Ternyata hukum Allah bahkan jauh lebih sulit untuk dipenuhi dibandingkan apa yang mereka kerjakan selama ini. Kini, hanya tinggal 1% orang yang bisa bertahan dengan sederetan gugatan yang Yesus sampaikan itu. Mereka sangka mereka sudah lolos seleksi alam.

Tetapi Yesuspun melanjutkan:

Haruslah Kamu Sempurna!
Tak satupun dari orang-orang yang ada di sana bisa tersenyum sekarang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apa yang bisa kita petik dari Khotbah Tuhan Yesus ini?

Yesus berusaha untuk menghancurkan pemahaman orang banyak itu tentang bagaimana hidup untuk melayani Tuhan. Pemahaman yang dimiliki oleh orang banyak itu, dan yang juga dimiliki oleh orang-orang zaman ini, adalah melayani Tuhan dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Mereka kira, dengan ibadah dan perbuatan baik mereka, mereka bisa memuaskan Tuhan dan sebagai hasilnya, mereka dijauhkan dari neraka.

Akan tetapi, itu adalah pemahaman yang salah. Mengapa? Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa. Di mata Tuhan, manusia mati secara rohani dan tak satupun yang dilakukan oleh ‘mayat-mayat hidup’ itu yang akan menyenangkan hati Tuhan. Bukan saja kondisinya yang mati secara rohani, pada dasarnya, perbuatan baik dan ibadah manusia tidaklah sempurna. Semuanya cacat dan pamrih. Tak satupun usaha yang dilakukan oleh orang-orang berdosa yang mampu memenuhi kehendak hati Tuhan. Bapa itu sempurna, siapapun yang hendak datang menghadap-Nya, haruslah datang dalam kesempurnaan, yang mana itu mustahil dimiliki oleh manusia yang berdosa.

Adalah suatu bencana bagi umat manusia apabila Tuhan memperhitungkan kebenaran dan keselamatan seseorang berdasarkan perbuatan yang orang itu lakukan. Jika Tuhan melakukannya dengan standar itu, pastilah Ia akan melempar semua manusia ke dalam maut. Tuhan hanya punya dua pilihan, yakni apakah Dia akan memperhitungkan kebenaran dan keselamatan seseorang berdasarkan perbuatannya atau berdasarkan perbuatan-Nya.

Dan karena itulah Yesus Kristus turun ke dunia. Hukum Taurat tidak dibatalkan. Tuntutan Bapa tentang hidup yang sempurna juga tidak dihapuskan. Keduanya tetap berlaku. Dan kabar baik untuk seluruh umat manusia adalah, Yesus Kristus telah memenuhi dua tuntutan itu.

Kristus hidup tanpa dosa (1 Petrus 2:22, Ibrani 4:15, 2 Korintus 5:21). Kristus hidup sempurna sesuai dengan yang Bapa kehendaki. Sesuai dengan apa yang Dia katakan, Kristus tidak datang untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan menggenapinya. Dan coba tebak! Hukum itu SUDAH DIGENAPI oleh-Nya dan Dia sendiri memberi kesaksian mengenai hal itu sebelum Dia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, yakni ketika Dia berkata: Sudah Selesai!

Hukum Taurat telah tergenapi oleh kehidupan dan kematian Tuhan kita, Yesus Kristus. Semuanya sudah selesai. Manusia tidak lagi berada di bawah tuntutan Hukum Taurat sebab semuanya telah terlaksana dalam karya Kristus Yesus.

Sebagaimana seorang imam bertugas mempersembahkan korban penebusan dosa dalam zaman Perjanjian Lama, seperti itu jugalah Kristus berkarya. Dia menjadi imam yang sempurna dan pada saat yang sama Dia menjadi korban yang sempurna untuk dipersembahkan sebagai penebus dosa manusia. Dia adalah Tuhan dan hanya Tuhanlah yang layak menjadi seorang Juru Selamat. Dia sungguh indah. Dia terlalu rendah hati untuk bisa dibayangkan. Oh, betapa kucintai Engkau Tuhan, marilah kita bernyanyi demikian!

Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat,
sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
(Roma 10:4)

Bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya, maka dosa orang itu TELAH ditimpakan kepada Dia dan hukuman atas dosa-dosa itu telah Dia terima dan Dia bayar di atas bukit Kalvari. Bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya, maka kesempurnaan-Nya akan diperhitungkan oleh Bapa sebagai kesempurnaan orang yang berdosa itu. Orang-orang percaya adalah orang-orang yang hatinya telah diregenerasi oleh Roh Kudus dalam iman kepada Yesus Kristus. Mereka tidak lagi mati secara rohani. Mereka bukan lagi ‘mayat-mayat hidup’. Mereka telah ‘terlahir kembali’. Dan hanya orang-orang yang demikianlah yang berkenan kepada-Nya. Bapa memandang orang percaya seperti Bapa memandang Anak-Nya.

Kamu tahu, bahwa
tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat,
tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.
(Galatia 2:16)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Allah menuntut kita untuk sempurna.
Itu benar dan Kristus telah memenuhi tuntutan itu bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Bapa memperhitungkan setiap orang percaya sebagai orang benar.
Bapa memperhitungkan setiap orang percaya sebagai orang yang hidup sempurna.

Tetapi, untuk apakah semua itu?

 1-corinthians-6-19-20-bible-lock-screen

Saudara-saudaraku yang terkasih, ingatlah bahwa pada awalnya kita adalah penghuni neraka. Kita pantas untuk mati akibat kesalahan-kesalahan kita. Kita adalah milik sang maut. Tetapi Bapa kita telah membeli kita dari tangan sang maut. Dia membeli kita bukan dengan barang yang fana, tetapi dengan darah Anak-Nya sendiri.

Dia telah mengorbankan segala yang Dia miliki, untuk apakah semua itu? Apakah untuk kita gunakan bagi kenikmatan diri kita sendiri? Supaya kita bisa lagi dan lagi melakukan dosa? Tentulah tidak. Allah membeli kita supaya DIA MEMILIKI KITA. Supaya kita bisa hidup bagi Dia. Supaya kita hidup untuk mempermuliakan Dia melalui tubuh kita, perkataan kita, dan perbuatan kita hari demi hari. Supaya kita hidup untuk menunjukkan kepada dunia betapa mulia-Nya Dia dan betapa seluruh umat manusia harus berlutut dan menyembah Dia, satu-satunya Allah yang benar.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus,
umat kepunyaan Allah sendiri,
supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,
yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
(1 Petrus 2:9)

Kasih karunia Dia berikan bagi kita untuk menyediakan pengampunan atas dosa-dosa kita dan memberikan kuasa untuk menaklukkan dosa-dosa itu sehingga kita tidak lagi hidup di dalamnya.

Alangkah diberkatinya kita dan betapa kita tidak bersyukur akan hal itu. Pada jam ini juga, entah ada berapa banyak orang di luar sana yang memejamkan matanya dan tertidur di kasurnya yang nyaman dan ketika dia membuka matanya, dia sudah ada di neraka dan tak akan pernah bisa lagi keluar dari dalamnya. Dia berteriak-teriak kepada Tuhan, memohon diberikan kesempatan kedua untuk bertobat, tetapi bagi dia pintu pertobatan telah tertutup selamanya. Oh, sungguh sudah seharusnya kita bersyukur hari demi hari sebab Tuhan tidak mengambil nyawa kita di masa kita masih memberontak terhadap-Nya, melainkan Dia masih memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan mengasihi-Nya.

Oleh sebab itu, marilah kita renungkan kembali

Sebesar-besarnya pengorbanan kita untuk Dia
Itu tak akan pernah sebanding dengan pengorbanan Dia untuk kita

Dia hidup bagi kita, Dia mati bagi kita
Supaya kita hidup untuk Dia dan mati untuk Dia

Kita dibeli oleh-Nya, supaya Dia memiliki kita, seutuhnya

Kita hidup bukan untuk diri kita lagi, melainkan untuk Dia
Kita hidup bukan untuk memuliakan diri kita sendiri, melainkan untuk memuliakan-Nya

Kita hidup bukan untuk menceritakan kepada dunia siapa diri kita
Melainkan untuk menceritakan kepada dunia siapa Dia dan apa yang sudah Dia lakukan

Dan marilah kita bertekun dalam kekudusan hidup
Seperti Allah juga bertekun dalam mengasihi kita

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Dosa Seksual

Lalu ia (Hawa) mengambil dari buahnya dan dimakannya
dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia,
dan suaminyapun memakannya.

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
(Kejadian 3:8-9)

Aku cukup yakin ada begitu banyak orang, terutama orang Kristen, yang mengetahui kisah ini. Tetapi adalah suatu tanda tanya besar apakah mereka yang mengetahui kisah ini benar-benar memaknainya di dalam kehidupannya.

Kita tahu bahwa nenek moyang kita, Adam dan Hawa, diberikan kebebasan oleh Allah untuk memakan buah yang dihasilkan oleh semua pohon yang ada di taman Eden, kecuali satu pohon, yakni pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Allah memperingatkan Adam bahwa apabila manusia memakan buah itu, maka manusia itu akan mati. Singkat cerita, nenek moyang kita berhasil ditipu oleh iblis yang menampakkan dirinya dalam rupa ular. Mereka memakan buah itu dan voila, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, yakni pengertian tentang apa yang baik dan apa yang jahat.

Aku yakin kita semua tahu akan hal itu. Akan tetapi, apa yang mungkin tidak sempat ditangkap oleh begitu banyak pembaca adalah bahwa:

Hal pertama yang disadari oleh nenek moyang kita adalah bahwa mereka telanjang
Hal pertama yang mereka pikirkan adalah bagaimana menutup ketelanjangan mereka
Hal pertama yang mereka lakukan adalah berusaha menutup ketelanjangan mereka

Ketiga hal tersebut merupakan respon pertama dari manusia yang untuk pertama kalinya bisa membedakan apa yang baik dan apa yang jahat. Apakah engkau menangkap apa yang aku maksud di sini? Dan apakah engkau sadar bahwa dunia saat ini melakukan hal yang sepenuhnya bertolak belakang dengan hal itu?

Mari kita bersama-sama menyelidiki diri kita masing-masing. Apakah kita mengerti bahwa ketelanjangan fisik orang lain bukanlah hal yang baik untuk kita lihat dan kita ‘nikmati’? Dan apabila kita mengerti, apakah hidup dan keseharian kita benar-benar MENCERMINKAN dan MEMBUKTIKAN bahwa kita mengerti ataukah hanya sekadar tahu?

Firman Tuhan berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Janganlah kita serupa dengan dunia ini. Tuhan Yesus mati bukan supaya kita bisa hidup seenaknya  dan menyamakan diri dengan dunia ini sambil tetap meyakini bahwa ketika mati kita akan masuk surga. Tuhan Yesus mati supaya kita yang percaya kepada-Nya tahu bahwa ketika mati kita akan hidup bersama Dia di surga dan dengan pembaharuan budi yang demikian kita tahu bahwa harta kita yang sesungguhnya sudah ada di sana.

Ketika kita mengerti bahwa harta kita ada di sana
kita tidak akan lagi ‘mengejar’ harta dan kenikmatan dunia yang fana

Ketika kita mengerti bahwa harta kita ada di sana dan sifatnya tetap
Maka kita hidup tidak lagi untuk MENYAMAKAN diri dengan dunia
Melainkan hidup untuk MENGUBAH dunia

Janganlah kita serupa dengan dunia ini. Dunia ini hidup dalam hawa nafsu seksualnya. Dunia ini mencoreng kehormatan manusia yang (sekalipun berdosa) awalnya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dunia ini mencoreng kehormatan wanita yang awalnya diciptakan sebagai penolong pria dan kini menjadikan mereka sebagai ‘barang dagangan’. Dunia ini membuat manusia persis seperti binatang yang tidak malu telanjang bahkan kawin di hadapan makhluk lain.

Janganlah kita serupa dengan dunia ini. Dunia ini dengan begitu sombongnya mendefinisikan apa arti KEBEBASAN. Mereka sangka kebebasan artinya bebas melakukan segala sesuatu seenaknya sendiri. Mereka kira kebebasan artinya bebas memperlihatkan tubuh mereka yang telanjang di hadapan semua orang. Mereka kira kebebasan artinya bebas menonton film komedi romantis yang penuh dengan adegan seksual sambil terus menerus mengeraskan hati, membenarkan diri, dan meneriakkan kalimat super duper hyper optimis yang berkata “tenang saja, kamu mati tetap masuk surga kok”.

Mereka kira dengan demikian mereka adalah orang-orang bebas
Sayang sekali, Tuhan berbicara lain:

Kata Yesus kepada mereka:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa,
adalah HAMBA dosa.”
(Yohanes 8:34)


Orang berdosa justru adalah orang yang paling terpenjara dalam hidupnya. Orang yang terus menerus hidup dalam keberdosaannya justru adalah budak yang paling membutuhkan kemerdekaan. Mereka tidak sadar. Mereka sama sekali tidak sadar betapa terpenjaranya mereka sebab memang mereka dilahirkan dalam keadaan berdosa sehingga mereka belum pernah mengecap apa itu kebebasan yang sesungguhnya. Kebebasan semacam itu hanya bisa dirasakan seseorang ketika Tuhan, dalam kepenuhan kuasa-Nya, hadir dalam kehidupan orang itu dan mengubah hatinya menjadi baru.

Oh ya?
Jadi, apakah selama ini kita yang berdosa tidak pernah bebas?
Jadi, apakah selama ini kita selalu terpenjara?
Jika demikian, mengapa hidup ini terasa begitu nikmat?
Mengapa kita tidak merasa terpenjara sama sekali dan justru sebaliknya?

Dan inilah jawabannya:

Apabila ia (iblis) berkata dusta,
ia berkata atas kehendaknya sendiri,
sebab ia adalah pendusta dan bapa SEGALA DUSTA.
(Yohanes 8:44)

Mengapa kita yang selalu hidup dalam dosa begitu menikmati hidup ini?
Mengapa kita tidak pernah merasa terpenjara, malahan hidup ini terasa begitu bebas?
Mengapa justru kita merasa tontonan kesukaan kita yang memang memuat banyak adegan seks malah lebih banyak mengajarkan kepada kita pesan-pesan yang sifatnya positif dan membangun, misalnya saja “Teman”, “Bagaimana aku bertemu mamamu”, “Permainan singgasana”?

Dan inilah jawabannya:

Karena kita sudah dibohongi
Karena kita mau dibohongi

Kita telah dibohongi selama ini, Kawan. Ingatlah apa yang iblis katakan kepada Hawa. Dia mengatakan hal yang baik kepada Hawa. Dia mengatakan bahwa Hawa tidak akan mati dan dia akan mendapatkan hikmat ilahi. Ingatlah apa yang iblis sampaikan ketika dia mencobai Tuhan Yesus. Dia menjanjikan hal yang luar biasa baik. Dia menjanjikan seisi dunia.

Dan itu juga yang dia janjikan pada kita. Dia menjanjikan apa yang terdengar sangat baik. Dia menunjukkan kepada kita kebebasan. Dia menyampaikan pesan-pesan persahabatan. Dia mengajarkan bagaimana mendapatkan hati seseorang yang kita sukai. Dia menghibur kita dengan kisah-kisah romantis. Dia membuat kita mencatat begitu banyak quotes. Dia membuat kita berkali-kali mengangguk-anggukan kepala kita pertanda setuju. Itu semua baik. Dan yang lebih luar biasa baik lagi adalah dia meyakinkan kita bahwa ketika mati kita akan masuk surga.

Sungguh-sungguh kebohongan yang hampir tidak bercelah
Sungguh-sungguh pendusta yang luar biasa
Lucifer gitu loch, ga mungkinlah tipuannya mudah diduga

Tetapi dia bukan mahakuasa. Dia bisa dikalahkan.
Dengan apa?

Dan mereka mengalahkan dia (iblis)
oleh DARAH Anak Domba,
dan oleh perkataan KESAKSIAN mereka.
(Wahyu 12:11a)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kawan-kawanku yang terkasih…
darah Tuhan Yesus sudah tercurah dan kini aku ingin memberikan kesaksian tentang Dia. Mungkin saat ini engkau masih hidup dalam keterikatan dengan dosa-dosa seksual entah apapun itu bentuknya. Aku percaya, kalau kau diberikan kesempatan untuk memutar waktu, kau pasti akan memilih untuk tidak hidup dalam hidup yang demikian. Tetapi apa daya, kau sudah terlanjur tercebur di dalamnya dan kau mendapati hampir mustahil bagimu untuk keluar dari lumpur dosa itu. Kau ingin terlepas tetapi kau begitu terikat padanya. Kau tidak ingin menonton film itu lagi, tetapi kau merasa HARUS menontonnya.

Look, aku ada di sini tidak untuk mendakwa atau menghakimi engkau.
Aku hanya ingin mengajakmu merenungkan ini:
Percayakah engkau bahwa detik ini juga Tuhan Yesus mampu mengubah hatimu dan memberikan kekuatan yang cukup untukmu sehingga kau memiliki kuasa untuk menjauhkan diri dari lumpur dosa itu?

Think about that!
Apakah kau percaya?
Apakah kau sungguh-sungguh percaya?

Think about that!
Apakah Tuhan Yesus lebih lemah dibanding godaan dosa sehingga Dia tak sanggup menyingkirkannya dari hatimu?

Think about that!
Apakah Tuhan Yesus tidak mau membebaskanmu dari penjara dosamu?

Think about that!
Sebesar apa Tuhan Yesus yang kau sembah dan percaya selama ini?
Apakah Tuhanmu adalah Tuhan yang kecil, yang tak mau dan tak mampu memerdekakanmu?

Percayalah kepada-Nya. Dia rela membunuh hewan yang Dia ciptakan sendiri hanya untuk menutup ketelanjangan nenak moyang kita (Kejadian 3:21). Lebih dari itu, Dia rela ditelanjangi dan dijadikan tontonan publik di atas kayu salib. Dia mengasihimu. Dia mampu, bahkan saat ini juga, untuk mengubah hatimu. Dia mau, bahkan sangat siap, untuk memberikan kekuatan padamu.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita
segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang SALEH oleh pengenalan kita akan Dia…
(2 Petrus 1:3)

Apa yang kau perlukan adalah PERCAYA dan MERESPON. Kau butuh keduanya, bukan hanya salah satu. Dan jika kau melakukannya,  aku percaya dengan segenap hatiku bahwa Tuhan akan segera menangkap dan melindungimu dari semua serangan iblis yang ingin menipumu bahkan membinasakanmu.

Dan tidak hanya itu. Aku percaya, bahkan dengan segenap hatiku, bahwa Dia akan memberikan hidup yang baru padamu yang bahkan jauh lebih indah dibanding hidup yang selama ini kau kira sebagai hidup yang indah itu.

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,
sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.
(Mazmur 103:5)

Dan lebih dari itu. Aku percaya, bahkan dengan segenap hatiku, bahwa Dia akan memberikan padamu kehormatan tertinggi yang mungkin bisa diterima oleh seorang anak manusia, yakni hidup untuk menunjukkan pada dunia betapa mulianya keindahan dan kekudusan Tuhan Yesus Kristus, Allah kita. Sekarang, take your time dan renungkan SUNGGUH-SUNGGUH ayat berikut ini.

Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat,
ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia,
ia dikuduskan,
dipandang layak
untuk dipakai tuannya
dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
(2 Timotius 2:21)

 

Dosa Seksual

 

Mari merenung
Dan mengambil keputusan

Tuhan Yesus memberkati

Benar-benar SUDAH SELESAI

Benar-benar SUDAH SELESAI

Ketika Adam memakan buah terlarang itu
Dia jatuh ke dalam dosa
Dia ‘mati’ di hadapan Tuhan

Dan demikianlah pula
Seluruh umat manusia menjadi orang-orang berdosa

Kita adalah orang-orang berdosa, camkan itu!
Kita ‘mati’ di hadapan-Nya

Sebab upah dosa ialah maut;
(Roma 6 : 23)

Apa konsekuensi dosa?
Inilah yang menjadikan dosa itu benar-benar mengerikan:

Kita menjadi orang berdosa bukan karena kita melakukan dosa
Kita melakukan dosa karena kita adalah orang-orang berdosa
~ R. C. Sproul

Kita terkutuk
Kita adalah orang-orang berdosa
Dan APAPUN yang dilakukan orang berdosa adalah dosa di mata-Nya

Kita adalah orang yang sudah mati
Dan APAPUN yang dilakukan oleh orang ‘mati’ adalah busuk bagi Dia

Kita berdosa
Kita sudah mati
Mustahil kita menyelamatkan diri kita sendiri, bahkan dengan kebaikan kita sendiri
Sebab semua itu hanya akan menjadi dupa berbau busuk di hadapan-Nya

Tidak ada jalan keluar
Tidak ada harapan jika kita mengandalkan diri kita sendiri

Itulah mengapa Allah mengutus Kristus
Untuk memberikan jalan keluar bagi kita
Untuk menyerukan bahwa di dalam Dia, sungguh ada harapan

Yesus tidak datang untuk membuat orang berdosa menjadi tidak berdosa
Yesus datang untuk membuat orang ‘mati’ menjadi ‘hidup’

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
(Yohanes 10:10)

Yesus mati di atas kayu salib
Dan Dia mengundang setiap orang untuk percaya kepada-Nya dan mengikut Dia

Dan bagi mereka yang dikasihi-Nya, Roh Kudus akan turun ke atas mereka
Roh Kudus akan memampukan mereka untuk percaya pada-Nya
Roh Kudus akan meregenerasi hati mereka
Roh Kudus menjadikan mereka lahir kembali

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,
ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
(Yohanes 3 : 5)

Roh Kudus akan menjadikan mereka yang dahulu ‘mati’, menjadi ‘hidup’ kembali
Dan orang yang hidup kembali itu akan Dia sebut sebagai anak-Nya
Dan Dia akan memandang anak-Nya sebagai orang benar

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(Roma 8 : 14 & 16)

Dan bagi orang benar, dosa yang dahulu dan yang akan datang tidak diperhitungkan lagi
Sebab semua dosanya sudah ditanggung oleh Kristus
Sebab kebenaran Kristus sudah ditempelkan padanya

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya,
dan yang ditutupi dosa-dosanya;
berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.
(Roma 4 : 7 – 8)

Di salib Yesus berkata:
“Sudah Selesai”

Sudah selesai
Semua itu benar-benar sudah selesai

Allah tidak lagi dipusingkan dengan masalah dosa
Urusan dosa sudah selesai

Bagi barangsiapa yang percaya pada Kristus dan taat kepada-Nya
Bagi orang itu URUSAN DOSA SUDAH SELESAI

Selamat tinggal dosa!
Allah mengasihi umat-Nya
Adakah kabar yang lebih baik dari itu?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kawan-kawanku, yang terkasih

Jika kau percaya kepada Kristus dan taat kepada-Nya
Urusan dosamu sudah selesai 
Masalah dosamu sudah beres
Percayakah engkau?

Jika kau percaya kepada Kristus dan taat kepada-Nya
Keselamatanmu sudah terjamin 
Keselamatanmu tidak akan hilang, Tuhan-lah yang menjadi jaminannya
Maukah engkau percaya?

Jika kau percaya kepada Kristus dan taat kepada-Nya
Hartamu sudah ada di sorga
Dan hartamu itu tinggal tetap
Apa lagi yang kau cari?

Jika kau percaya kepada Kristus dan taat kepada-Nya, maka
Sudahilah ketakutanmu akan dosa!
Sudahilah pencarianmu yang penuh hawa nafsu akan harta dunia!
Mari kita tutup buku itu dan mulai memikirkan hal yang lain!

Dosa kita sudah ditebus, oleh karena itu
Mari kita berpikir bagaimana mengerjakan keselamatan ini agar berbuah lebat!
Mari kita berpikir bagaimana menyebarkan kabar Injil yang begitu indah ini!
Mari kita berpikir bagaimana menolong orang terbebas dari penjara dosanya!

Harta kita sudah tersedia, oleh karena itu
Mari kita berpikir bagaimana menggunakan uang kita untuk menolong orang lain!
Mari kita berpikir bagaimana agar uang ini mendukung perluasan pemberitaan Injil!
Mari kita lebih banyak memberi!

Sudah selesai
Semua itu benar-benar SUDAH SELESAI, Teman
Pencarian kita sudah berakhir, Kawan
Apalah lagi yang kita cari?

 

Oleh sebab itu, janganlah kita hidup di dalam dosa lagi! 

Dan marilah!
Kita kerjakan keselamatan kita
Kita berdoa bagi keselamatan jiwa-jiwa

Kita tidak menyamakan diri dengan dunia
Kita lupakan ego diri kita

Kita harumkan nama Tuhan
Kita layani Dia setiap hari

Kita buat perbedaan di dunia ini
Kita memberitakan Kabar Baik yang hampir tak terdengar ini

Tuhan Yesus memberkati

7. Ketika Seorang LEMAH Ditolong TUHAN

Kisah sebelumnya:
Simson menghadapi titik terendah di dalam hidupnya

Masalah Simson adalah hawa nafsu yang ia anggap sebagai cinta
Dan kini, cinta pertamanya telah dibakar hidup-hidup oleh musuh-musuhnya
Dan kini, cinta terakhirnya telah mengkhianatinya dan menyerahkannya ke tangan musuh

Masalah Simson adalah matanya yang tak sanggup didisiplinkannya
Dan kini, matanya telah dicungkil

Masalah Simson adalah kesombongannya
Dan kini, dia telah dipermalukan dan dijadikan budak oleh bangsa Filistin

Masalah Simson adalah dia menjadikan Tuhan hanya sebagai pelayannya
Dan kini, Tuhan telah meninggalkan dia

Simson telah tertangkap
Simson telah lemah
Simson telah kalah

Tetapi kasih karunia Allah, yang sungguh TAK BERKESUDAHAN, masih menaunginya
Dan di dalam kasih sayang yang besar:

Allah menumbuhkan rambut Simson sesudah dicukur

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sesudah itu, berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan upacara penyembahan besar-besaran kepada dewa mereka, Dagon (lihat gambar), dan untuk merayakan kemenangan besar mereka atas Simson. Sebagai pelengkap acara, mereka menyuruh penjaga untuk membawa Simson ke hadapan mereka supaya mereka bisa menjadikannya pelawak. Simson yang tak berdaya karena matanya yang buta sungguh menjadi tontonan yang menyukakan hati mereka.

dagon-1

Mereka tidak sadar, oh mereka sungguh-sungguh tidak sadar. Simson justru menunggu datangnya hari ini, lebih dari itu, Tuhan sudah menanti tibanya hari ini. Inilah hari di mana orang-orang Filistin berkumpul dalam jumlah yang sangat besar. Inilah hari di mana mereka mengadakan acara penyembahan kepada dewa mereka. Apakah kau mengerti maksudku? Tepat sekali. Jika ada suatu waktu yang tepat untuk membunuh begitu banyak orang Filistin sekaligus untuk mempermalukan dewa mereka pada saat yang bersamaan, SEKARANGLAH saatnya. Oh, betapa sempurnanya rancangan Tuhan kita.

Simson kemudian meminta anak yang menuntun dia untuk melepaskan dia sehingga dia bisa meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah itu dan bersandar di sana. Sesudah ditemukannya posisi yang terbaik, berserulah Simson kepada TUHAN, katanya:

Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku
dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah,
supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.
(Hakim-hakim 16:28)

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1. Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku

Bagi aku pribadi, frase “ingatlah kiranya kepadaku” merupakan ungkapan yang sangat indah dan tulus. Ini bukanlah permohonan yang self centered. Ini bukan basa-basi seperti yang sering kita dengar ketika seseorang berkata, “Eh Bro, kalau lu udah sukses ingat-ingat teman dong!” Permohonan ini juga tidak dimaksudkan untuk mengingatkan Tuhan untuk berterima kasih pada Simson atas semua jasa yang pernah dilakukannya untuk Tuhan.

Simson tahu di mana posisinya terhadap Allah. Simson menyadari betapa berdosanya dirinya selama ini. Simson sadar bahwa dia tidak memiliki apapun yang membuat Allah perlu mengingat-ingat kebaikannya. Kalaupun dia pernah berjasa, itulah pengabdiannya selama dua puluh tahun menjadi hakim Israel, akan tetapi pada akhirnya kesetiaan itupun rusak akibat hawa nafsu dan kebodohannya sendiri. Simson mengerti bahwa dia tidak memiliki apapun yang cukup berharga untuk dipersembahkan kepada Allah supaya Allah mengampuni dan menolongnya. Dia sudah lemah, kalah, miskin, berdosa, bahkan matapun dia sudah tidak memilikinya lagi.

Akan tetapi, sekalipun Simson tidak memiliki semua itu, pada akhirnya Simson sadar bahwa dia memiliki ‘harta’ yang jauh lebih berharga dibandingkan apapun. Kejayaan telah membuat Simson melupakan harta itu. Hawa nafsu dan kenikmatan dunia telah membuat Simson mengabaikannya. Namun kini Simson telah terlepas dari semua harapan palsu dan fana itu. Dan di tengah kebutaannya, Simson kini bisa melihat harta itu lebih jelas. Di dalam kelemahannya, Simson kini bisa merasakan harta itu lebih nyata. Dan harta itu, tidak lain dan tidak bukan, adalah ALLAH sendiri.

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
(2 Korintus 12:9)

Simson mengerti bahwa dia adalah milik Allah dan Allah adalah miliknya
Dan melalui pengertian tersebut, Simson akhirnya mengerti siapa dirinya yang sebenarnya
Dia akhirnya sadar bahwa: Dia adalah anak Allah dan Allah mengasihinya

Mengapa “ingatlah kiranya kepadaku” merupakan doa yang sangat indah?
Karena di dalam ungkapan ini terkandung dua hal yang utama:

Pertama:
Sang pendoa tidak memamerkan apa yang sudah diperbuatnya di hadapan Allah. Sang pendoa mengerti benar bahwa semua hal baik yang pernah dilakukannya sesungguhnya adalah hasil pertolongan Tuhan semata.

Kedua:
Sang pendoa mengerti bahwa dia dikasihi oleh Allah.

Ini merupakan hal yang sangat penting. Inilah inti dari pesan Injil yang sesungguhnya. Iblis sangat takut kebenaran ini diketahui oleh umat manusia. Dia berusaha mati-matian untuk mengintimidasi setiap manusia sehingga pikiran mereka dipenuhi oleh ide-ide tentang betapa Allah membenci diri mereka yang berdosa. Semakin mereka berdosa, semakin mereka merasa Allah membenci mereka. Semakin besar dosa mereka, semakin terpuruk mereka sebab mereka merasa Allah tidak akan lagi mengampuni mereka.

Kalau kau adalah salah satu orang yang mengalami intimidasi demikian, aku rindu membagikan kabar baik ini padamu:
Itu semua tipuan iblis. Allah tidak membencimu.
Dia mengasihimu. Oleh sebab itu, percayalah kepada-Nya!

Allah memang sangat membenci dosa
Tetapi Dia tidak membenci orang yang berdosa
Justru sebaliknya, Dia mengutus Anak-Nya untuk mati bagi orang-orang berdosa

Allah mengasihi umat-Nya. Seluruh isi Alkitab berbicara tentang itu. Dia tidak menghendaki kebinasaan umat-Nya, melainkan pertobatan mereka. Allah ingin anak-anak-Nya memahami betapa besar kasih-Nya dan betapa Ia ingin agar mereka menikmati kasih dan pengampunan itu. Allah tidak ingin umat-Nya TAKUT atau MALU kepada-Nya seolah-olah Dia adalah orang lain. Tidak, Dia bukan orang lain, Dia adalah Bapa kita sendiri.

Percayalah, Dia mengasihimu! Sebelum kau percaya bahwa Dia mengasihimu, kau tak akan bisa mengasihi-Nya dengan benar. Allah akan sangat dimuliakan ketika umat-Nya mengerti betapa Dia mengasihi mereka. Itulah sebabnya mengapa Bapa mengutus Yesus Kristus. Supaya melalui kesaksian Kristus, dunia mengerti kasih-Nya.

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami,
betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.
(Efesus 3:18-19)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

2. Buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah

Simson akhirnya sadar bahwa kekuatannya tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Allah. Simson tahu bahwa rambutnya mulai memanjang, tetapi dia tidak lagi mengandalkan hal itu atau menaruh harapan padanya.

Simson menyadari bahwa kekuatannya berasal dari Allah. Kuasa itu bukan miliknya melainkan milik Allah dan Dia berhak memberi atau mengambilnya kembali, itulah sebabnya mengapa Simson mengatakan “sekali ini saja”.

“Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku,
dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya.
TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!
(Ayub 1:21)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

3. supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin

Sepintas lalu, terlihat seolah-olah motivasi terbesar Simson adalah untuk membalaskan dendam pribadinya sendiri dan bukan murni untuk menggenapi visi yang Allah berikan. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Tetapi satu hal yang perlu kita ingat, yakni bahwa Simson hidup pada masa di mana Allah jelas-jelas menghendaki umat-Nya untuk menyingkirkan, membenci, bahkan jika perlu membunuh bangsa-bangsa penyembah berhala yang ada di tanah Kanaan.

Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumbar di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu.
(Bilangan 33:55)

Kita selalu berpandangan bahwa kemarahan atau kebencian merupakan hal yang murni jahat. Jika kau juga berpikiran demikian, aku rasa kau perlu membenahi sedikit cara berpikir itu. Pada mulanya, amarah dan kebencian merupakan hal yang baik. Mengapa bisa begitu? Sebab hanya dengan keduanyalah manusia bisa menentang dan menjauhkan diri dari iblis.

Kita harus membenci iblis. Kita harus menaruh amarah pada iblis. Kita tidak boleh mengasihinya atau bersahabat dengannya sebab persahabatan dengan iblis (dan dunia) sama dengan permusuhan terhadap Allah. Yesus Kritus, Tuhan kita, bahkan pernah mengucapkan hal yang begitu pedis untuk menegaskan betapa Allah MEMBENCI para penyesat (termasuk iblis yang adalah raja penyesat):

“Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.”
(Matius 18:6)

Lihatkan? Allahpun memiliki murka dan kebencian terhadap iblis. Kemarahan dan kebencian tidaklah murni jahat dari dirinya sendiri.  Yang menjadikan keduanya jahat adalah kita sendiri. Kita membenci sesama kita yang tidak harusnya kita benci. Dan kita malah bersahabat dengan iblis dan dengan dunia yang seharusnya kita jauhi.

Dan demikianlah yang terjadi, hingga akhir hidupnya, Simson masih dipenuhi oleh amarah dan kebencian. Aku tidak akan membantah hal tersebut tetapi aku tidak bisa mengatakan itu sebagai hal yang mutlak salah. Justru, melalui amarah dan kebencianlah, Tuhan meneguhkan hati Simson dan memakai dia untuk menuntaskan tujuan-Nya. Apabila Simson tidak marah dan dendam kepada mereka, mungkin Simson tidak akan melakukan apa-apa dan bisa jadi justru dia yang dibunuh oleh mereka. Lihatkan? Allah sanggup mendatangkan apa yang baik bahkan dari apa yang terlihat buruk sekalipun. Itulah kedahsyatan Allah kita.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah doa Simson, doa terakhir Simson

Setelah menyerukan doa itu, Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya. Maka berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.”

Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya, termasuk Simson, sehingga mereka semua mati pada saat itu juga.

1361995219_75058479

Dan demikianlah akhir hayat Simson bin Manoah, sang nazir Allah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apa yang kita bisa petik dari pelajaran ini?

Simson adalah orang yang sangat menyia-nyiakan berkat yang Tuhan berikan. Simson adalah orang yang sangat durhaka terhadap Allahnya. Simson jatuh, jatuh, dan jatuh, dan jatuh lagi. Simson tahu bahwa dia sangat tidak layak untuk berdiri memohon pertolongan dari Allah untuk yang terakhir kali. Simson tahu betapa berdosanya dirinya.

Akan tetapi,
Walaupun Simson tahu betapa besar dosa yang diperbuatnya
Dia tahu bahwa kasih Allah jauh lebih besar dibanding semua dosanya dikumpul menjadi satu

Simson tahu bahwa Allah pernah meninggalkan dia ketika rambutnya dicukur. Tetapi Simson PERCAYA bahwa Allah tidak pernah benar-benar meninggalkan dia. Simson percaya, bahwa Allah MENGASIHINYA. Dan di dalam iman itulah, Simson mampu melakukan hal yang jauh lebih besar dibanding apapun yang pernah diperbuatnya.

Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu
lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
(Hakim-hakim 16:30)

Ada satu ayat yang sangat aneh yang bisa menggambarkan kisah Simson ini:

7. Ketika Seorang LEMAH Ditolong TUHAN
Kau tahu mengapa ayat ini sangat aneh? Lihatlah, dia orang benar, tetapi dia jatuh hingga tujuh kali! Setahuku orang benar itu tidak akan jatuh atau paling tidak jatuh hanya dua kali. Jika dia jatuh dan jatuh terus hingga tujuh kali, satu saja kesimpulanku, dia orang bodoh dan bebal, bukan orang benar.

Apakah pandanganku ini benar?
Aku rasa dunia akan setuju denganku
Sebab dunia menilai kebenaran seseorang berdasarkan apa yang orang itu LAKUKAN

Tetapi tidak demikian dengan cara Allah memandang
Allah tidak menilai kebenaran seseorang berdasarkan apa yang orang itu lakukan
Melainkan berdasarkan SIAPA orang itu di mata-Nya

Kita benar bukan karena kelakuan kita yang baik dan sempurna
Kita benar karena kita adalah anak-anak Allah

Kita adalah anak-anak Allah sejak semula
Kita tidak berasal dari dunia ini, sama seperti Kristus (Yohanes 17:14)

Tetapi kemudian kita berdosa, kita mati secara rohani
Kita terhilang, status kita sebagai anak Allahpun lenyaplah

Dan untuk itulah Kristus datang ke dunia
Dia tidak datang ke dunia untuk membuat orang berdosa menjadi tidak berdosa
Melainkan untuk membuat anakNya yang terhilang, yang ‘mati’, menjadi ‘hidup’ kembali

Dan setiap orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup
Dan gelar anak Allah kembali disematkan padanya
Dan dia akan diperhitungkan sebagai orang benar

Orang benar tidak berarti bahwa dia tidak berdosa
Melainkan dosanya sudah tidak diperhitungkan lagi
Dan dia dianggap sebagai orang benar sebab kebenaran Kristus dikenakan pada dia
(Galatia 2:20)

Orang percaya tidak dibenarkan karena perbuatan baiknya
Orang percaya dibenarkan karena dia adalah anak Allah
Dan setiap anak Allah PASTI percaya kepada-Nya di dalam Kristus Yesus

LifeChurch-HabakkukSermon
Dan itulah yang terjadi pada Simson
Dia adalah orang benar, bukan karena kelakukannya
Melainkan karena Allah yang memandangnya benar
Dan di dalam Kitab Ibrani, Allah menyebut Simson sebagai seorang Saksi Iman
(Ibrani 11:32)

Simson mati dengan terhormat. Simson mati dalam perjuangannya menggenapi visi yang Tuhan taruh di dalam hatinya. Dan melalui iman yang meyakini bahwa Allah mengasihi dirinya, Simson memberanikan diri untuk memohon, “Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku.” Hingga pada akhirnya, Simson mampu melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dibanding apapun yang pernah diperbuatnya dalam masa kebebalannya.

Aku percaya, kitapun bisa melakukan hal itu, bahkan lebih baik lagi
Asalkan satu hal, kita mengimani ayat ini dengan sepenuh hati:

Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup,
tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging,
adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah
yang telah MENGASIHI AKU
dan MENYERAHKAN DIRI-NYA UNTUK AKU.
(Galatia 2:20)

Tuhan Yesus memberkati

Bersambung: Penutup

Yesus di Hadapan Iblis dan Maut

Di atas salib, iblis kira dia telah mengalahkan Kristus
Di dalam kubur, maut kira dia telah menyingkirkan Kristus

Keduanya tidak menyangka
Bahwa pada akhirnya, mereka hanya menyediakan jalan bagi Yesus menuju kemenangan

Yesus mengizinkan iblis menyiksa bahkan membunuh-Nya di atas kayu salib
Supaya melalui penderitaan, Ia menanggung semua upah dosa yang seharusnya manusia terima
Dan dengan demikian memberitakan kepada dunia betapa besar kasih dan pengampunan yang telah Ia sediakan bagi setiap orang yang percaya

Yesus mengizinkan maut merenggut diri-Nya
Supaya melalui kematian Dia bangkit
Dan dengan demikian membuktikan kepada dunia bahwa mautpun tunduk pada-Nya

Di bukit Golgota, iblis menghancurkan dirinya sendiri
Di dalam kubur, maut mempermalukan dirinya sendiri

Maut dan iblis tak berdaya di hadapan-Nya
Maut dan iblis pada akhirnya hanya menjadi pelayan-Nya

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging,
maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka,
supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
(Ibrani 2:14)

Dan itulah kebesaran Allah kita
Allah yang MENYELESAIKAN segalanya di atas kayu salib
Tak ada hal lain yang lebih baik di dunia ini
Selain mengenal-Nya dan mengasihi-Nya

Yesus di Hadapan Iblis dan Maut

Selamat malam
Tuhan Yesus memberkati

Memaknai Pentakosta dengan Kacamata Tritunggal

Memaknai Pentakosta dengan Kacamata Tritunggal

Ada banyak cara manusia mencoba menjelaskan Allah Tritunggal. Dan dari analogi-analogi yang manusia buat, hampir semuanya sangat tidak menggambarkan ketritunggalan Allah. Perlu kita ketahui bahwa bagaimanapun cara berpikir yang manusia miliki, mustahil manusia bisa menjelaskan Tritunggal secara sempurna.

Aku yakin bahwa sampai kapanpun manusia tak akan sanggup menjelaskan sistem luar angkasa dengan sempurna. Mustahil manusia bisa menemukan semua bintang yang ada di luar sana, menghitung jumlah satelit dan asteroid, mengetahui struktur atom dan komposisi kimia yang menyusunnya, dan lain sebagainya. Mustahil! Dan jika itu saja tidak sanggup manusia jelaskan, tentu saja mustahil manusia bisa menjelaskan dengan sempurna siapa Allah yang merupakan Pencipta dari semua itu.

Manusia bisa menerima kenyataan bahwa mereka tidak mengerti alam semesta
Tetapi tidak bisa terima dengan kenyataan bahwa Allah yang benar adalah Allah Tritunggal
Manusia merasa tak harus mengerti sepenuhnya kebesaran alam semesta
Tetapi manusia merasa harus mengerti sepenuhnya siapa Allah

Jika Dia tidak bisa masuk di akal dan nalarku, berarti Dia bukan Allah!
Karena Allah Tritunggal tidak masuk akal, berarti Dia bukan Allah!
Itulah manusia yang menyedihkan

Ada banyak cara manusia mencoba menjelaskan Allah Tritunggal. Dan dari sekian banyak analogi yang tidak sempurna tersebut, aku mendapati ada satu analogi yang menurutku paling mendekati realitas Tritunggal.

Firman Tuhan berkata bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Manusia merupakan cerminan dari Allah. Dengan demikian, apabila kita ingin mengetahui seperti apakah Allah Tritunggal itu, maka kita harus menyelidikinya pertama-tama melalui realitas manusia.

Esensi utama dari manusia adalah pikiran (HEAD) dan perasaaan (HEART). Sebenarnya, manusia jauh lebih detail dan rumit dibanding sekadar pikiran dan perasaan. Akan tetapi, anggaplah semua hal yang kompleks tersebut sudah digabung sedemikian rupa, kemudian dikemas, dan dipresentasikan ke dalam dua hal tersebut. Nah, jika esensi dari manusia adalah manusia itu sendiri, lengkap dengan head dan heart, dan jika realitas manusia menggambarkan realitas Allah, maka dapat kita simpulkan bahwa esensi dari Allah Tritunggal adalah Allah itu sendiri, lengkap dengan head dan heart yang ada pada-Nya.

Kini pertanyaan besarnya:
Seperti apakah head dan heart dari Allah?
Atau yang lebih tepatnya, SIAPAKAH ‘head’ dan ‘heart’ dari Allah?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Christ, The Head of Triune God

Pada mulanya adalah Firman;
Firman itu bersama-sama dengan Allah
dan Firman itu adalah Allah.
(Yohanes 1:1)

Kristus merupakan Firman Allah. Kristus merupakan Pikiran-Pikiran Allah. Allah Bapa tidak menciptakan Firman-Nya. Firman itu sudah ada bersama-sama dengan Bapa dari sejak semula dan Firman itulah Sang Kristus.

Kolose 1 : 15-16, berkata:
Ia (Kristus) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung,
lebih utama dari segala yang diciptakan,
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu,

Ayat ini merupakan ayat yang digunakan oleh Saksi Yehuwa untuk menentang keilahian Kristus. Mereka dengan salah menyoroti bagian “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,” dan memaknai ayat itu sebagai pernyataan bahwa Yesus merupakan ciptaan. Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang ayat ini sampaikan. Kolose 1 ayat 15-23 justru merupakan salah satu bagian dalam Alkitab yang paling kuat menegaskan bahwa Yesus Kristus merupakan salah satu Pribadi dalam Allah Tritunggal.

Ayat ini mengatakan bahwa di dalam Kristus, Allah menciptakan segala sesuatu. Lalu, mengapa kita tidak menemukan nama Yesus Kristus disebut dalam proses penciptaan alam semesta yang tercatat dalam Kitab Kejadian? Jawabannya sederhana, yakni karena pada zaman Perjanjian Lama, nama Yesus adalah Firman Allah.

Ber-FIRMAN-lah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. (Kejadian 1:3)
Nah, apakah kau bisa menemukan Kristus dalam ayat ini?

Firman Allah, itulah Kristus Sang Anak Allah. Bagaimana orang-orang yang hidup di era Perjanjian Lama yang tidak mengenal siapa Kristus bisa menerima keselamatan? Aku percaya, jawabannya sama dengan keselamatan yang diperoleh oleh orang-orang pada masa Perjanjian Baru. Bedanya hanyalah orang-orang Perjanjian Baru mengenal Allah Anak dalam Yesus Kristus sementara orang-orang Perjanjian Lama mengenal-Nya sebagai Firman Allah. Barangsiapa percaya dan taat pada Firman Allah (Kristus), mereka akan menerima keselamatan.

Tentu saja baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, proses penganugerahan keselamatan tidak akan berlangsung tanpa Roh Kudus. Lalu siapakah Roh Kudus?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Holy Spirit, The Heart of Triune God

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa,
terbukalah langit dan TURUNLAH ROH KUDUS dalam rupa burung merpati ke atas-Nya.
Dan terdengarlah suara dari langit:
“Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
(Lukas 3:21)

Peristiwa Yesus dibaptis mungkin merupakan bagian dalam Alkitab yang paling mempertontonkan realitas Allah sebagai Allah Tritunggal. Ketika Yesus keluar dari air dan berdoa, Allah Bapa ber-FIRMAN dan Firman itu adalah tentang YESUS. Apakah kau menangkap apa yang kumaksud di sini? Tepat sekali. Peristiwa ini merupakan peristiwa penting yang menggambarkan “Yesus sebagai Firman Allah”.

Lalu bagaimana dengan Roh Kudus? Pada saat itu, Allah berfirman bahwa Allah Bapa MENGASIHI Kristus dan berkenan kepada-Nya. Bersamaan dengan pengucapan firman tersebut, datanglah Roh Kudus dari langit dan turun ke atas-Nya. Akan aku ulangi pernyataan di atas dengan kalimat yang lain: Kasih Allah kepada Kristus dinyatakan-Nya melalui Firman dan melalui turunnya burung merpati.

Apa yang Allah hendak tunjukkan melalui peristiwa ini? Kehadiran Roh Kudus menunjukkan kasih dan perkenanan Allah terhadap Kristus. Tidak hanya itu, Roh Kudus juga menunjukkan penyertaan Allah. Hal ini dengan sangat jelas ditegaskan pada peristiwa pencobaan Kristus di padang gurun.

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan,
lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. (Lukas 4:1)
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. (Lukas 4:14)

Roh Kudus merupakan Kasih Allah. Roh Kudus menunjukkan perkenanan dan penyertaan Allah yang mana keduanya berbicara tentang kasih yang Allah miliki untuk siapapun yang dikasihi-Nya. Roh Kudus adalah isi hati Allah. Roh Kudus merupakan Kasih yang menjalin relasi dalam persekutuan Allah Tritunggal. Roh Kudus merupakan Kasih yang Bapa miliki kepada Anak dan Roh Kudus merupakan Kasih yang Anak miliki kepada Bapa.

Allah adalah Kasih (1 Yohanes 4:8, 16).
Allah tidak menciptakan Kasih.
Kasih sudah ada sejak semula dan Roh Kudus-lah Kasih itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagi beberapa orang, pemahaman ini mungkin tidak bisa diterima.
Mungkin akan banyak yang berpikir seperti ini:

Jika: Kristus merupakan Firman Allah dan Roh Kudus merupakan Kasih Allah
Jika: Firman dan Kasih merupakan kata benda
Maka: Kristus dan Roh Kudus merupakan benda, energi, atau apapun selain Pribadi

Itu salah besar. Firman Allah dengan sangat gamblang menjelaskan bahwa Kristus dan Roh Kudus merupakan Pribadi dan bukan sekadar energi yang keluar dari Allah seperti yang diyakini oleh aliran-aliran sesat, termasuk Saksi Yehuwa.

Pikiran manusia begitu sempit dan sangat sulit untuk out of the box. Jika Kristus merupakan Firman Allah dan firman merupakan kata benda, itu bukan berarti bahwa Kristus adalah benda, melainkan Firman itu TERNYATA merupakan Pribadi dan bukan benda. Sama halnya dengan itu, jika Allah adalah kasih dan kasih itu merupakan kata benda, bukan berarti bahwa Allah adalah benda, itu hanya berarti bahwa TERNYATA Kasih itu merupakan Pribadi dan bukan benda atau whatever. Lihatkan? Itulah mengapa aku tegaskan kata ‘ternyata’, sebab memang ternyata kita masih belum tahu apa-apa karena kita terlalu terperangkap dalam box berpikir kita yang sempit, kaku, tetapi sok tahu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lalu apakah maksud dari semua ini?

Implikasi dari ini semua adalah kita bisa mengerti sekarang bahwa di dalam realitas Keilahian kita bisa menemukan esensi dari kemanusiaan. Allah Tritunggal merupakan Pribadi Bapa dan Pribadi Anak (Firman Allah) dan Pribadi Roh Kudus (Kasih Allah). Allah Tritunggal ini kemudian menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sehingga terciptalah seorang manusia, lengkap dengan pikiran dan perasaannya.

Jika kita ingin MENGENAL Allah, maka kita bisa menemukannya di dalam Yesus Kristus sebab Kristus merupakan Firman Allah. Kristus merupakan perwujudan dari seluruh firman dan nubuatan yang ditemukan dalam Perjanjian Lama. Kristus juga merupakan esensi dari seluruh testimoni yang ditemukan dalam Perjanjian Baru.

*Jika kau ingin mengenal Allah, maka kenallah Kristus.
Jika kau ingin mengetahui isi pikiran Allah, maka lihatlah Kristus.

Kata Yesus kepadanya:
“Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;
(Yohanes 14:8-9)

Jika kita ingin MENGASIHI Allah, maka kita hanya bisa menemukannya melalui penyertaan Roh Kudus sebab Roh Kudus merupakan Kasih Allah.

Para murid telah mengenal siapa Kristus tetapi somehow mereka tidak mampu mengasihi Kristus sebagaimana mereka harus mengasihi-Nya. Sebelum Kristus naik ke sorga, Dia bertemu dengan Petrus. Dua kali Yesus bertanya apakah Petrus memiliki kasih agape (kasih yang terbesar) kepada-Nya dan dua kali Petrus menjawab bahwa Petrus mengasihi-Nya dengan kasih fileo (kasih dalam pertemanan). Pada pertanyaan ketiga, Yesus menurunkan standar-Nya dan menggantinya dengan bertanya apakah Petrus memiliki kasih fileo kepada Kristus. Mendengar Yesus mengganti pertanyaannya, dari kasih agape menjadi kasih fileo, Petrus akhirnya sadar. Dia menelusuri hatinya dan menemukan bahwa dia belum memiliki kasih agape untuk Kristus. Itulah yang membuat Petrus sangat sedih dan dalam kerendahan hati dia mengaku untuk ketiga kalinya bahwa dia hanya mengasihi Yesus dengan kasih fileo. Itu semua terjadi sebelum hari pencurahan Roh Kudus.

Apakah kalian menangkap maksudku? Kita tidak bisa mengasihi-Nya tanpa Roh Kudus. Kita hanya bisa mengasihi Allah apabila Allah telah meregenerasi hati kita. Regenerasi inilah yang kita kenal sebagai peristiwa lahir baru yang merupakan peristiwa di mana Roh Kudus MENGUBAH HATI kita melalui pengenalan kita terhadap Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat sehingga kita mampu mengasihi-Nya.

1 Korintus pasal 12 merupakan pasal yang sangat jelas menjabarkan tentang rupa-rupa karunia Roh Kudus. Ada karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, ada karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan, ada karunia untuk melakukan mukjizat, karunia untuk berbahasa roh, dan ada karunia untuk mengartikan bahasa roh. Suatu kali ada sedikit ketidakenakkan di dalam tubuh jemaat di mana karunia yang satu dianggap lebih istimewa dibanding karunia yang lain. Hal seperti itu masih terjadi hingga saat ini di mana somehow karunia berbahasa roh masih dianggap lebih istimewa dibanding karunia yang lain.

Karunia berbahasa roh memang istimewa. Akan tetapi keistimewaan karunia ini bukanlah karena karunia berbahasa roh lebih hebat atau lebih berguna dibanding karunia lain. Semua karunia roh sama hebatnya dan sama bergunanya, tidak ada yang lebih besar maupun lebih kecil. Karunia berbahasa roh lebih istimewa HANYA KARENA karunia ini lebih LANGKA, itu saja!

Seseorang yang tidak memiliki karunia berbahasa roh bukan berarti tidak memiliki Roh Kudus di dalam hatinya. Itu hanya berarti bahwa dia memiliki karunia yang lain. Justru orang yang harus berhati-hati adalah orang yang mengaku memiliki karunia berbahasa roh tersebut. Jika mereka mengada-ada dengan karunia itu, atau hanya berpura-pura memilikinya sehingga mengintimidasi saudara yang tidak memilikinya, maka dia harus mempertanggungjawabkan itu di hadapan Sang Pemilik karunia itu, yaitu Roh Kudus, di hari penghakiman kelak.

Lalu apa yang Paulus lakukan untuk menertibkan jemaat yang mulai memanas ini?
Dia berkata:
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama.
Dan aku menunjukkan kepadamu JALAN YANG LEBIH UTAMA LAGI.
(1 Korintus 12:31)

Dan apakah ‘jalan yang lebih utama lagi’ itu?
Apakah karunia Roh Kudus yang lebih utama lagi itu?
Jawabannya ada pada perikop tepat di bawah 1 Korintus 12:31, yakni 1 Korintus 13:1-13
Dan karunia Roh Kudus itu adalah KASIH

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih,
dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH.
(1 Korintus 13:13)

Tetapi buah Roh ialah: kasih, ….
(Galatia 5:22)

 

Dan kembali ke judul artikel ini:
Bagaimanakah kita memaknai Hari Pentakosta melalui kacamata Tritunggal?

Pentakosta berarti Hari Kelimapuluh dan ‘lima’ merupakan angka kasih karunia. Ada lima kitab taurat yang dikenal sebagai Pentateuch. Ada 4 kitab Injil plus kitab Kisah Para Rasul yang dikenal sebagai “the New Testament Pentateuch.” Rasul Yohanes, sang Rasul Kasih, menulis 5 kitab, yaitu Injil Yohanes, 1-3 Yohanes, dan Wahyu. Yesus mengadakan mujizat dengan 5 buah roti untuk memberi makan sekitar 5000 orang laki-laki. Daud menyiapkan 5 buah batu untuk melawan Goliat dan peristiwa Daud mengalahkan Goliat menggambarkan Kristus yang mengalahkan dosa dan menganugerahkan kasih karunia kepada umat-Nya (kita akan membahas ini lain kali).

Pentakosta merupakah hari kasih karunia. Aku percaya akan hal itu sebab hari pentakosta merupakan hari pencurahan Roh Kudus. Roh Kudus itulah kasih karunia itu. Melalui pencurahan Roh Kudus, manusia mengalami lahir baru dan segala sesuatunya berubah.

Kasih karunia Allah diwujudkan dalam dua hal utama. Hal pertama adalah Pengampunan Dosa. Melalui kasih karunia, manusia dibenarkan dan dosanya diampuni. Tetapi kasih karunia tidak akan menjadi kasih karunia jika dia hanya mengampuni dosa tanpa memperlengkapi orang itu untuk melawan dosa. Dan inilah hal kedua mengenai kasih karunia, yakni kasih karunia adalah pemberian kuasa untuk mengalahkan dosa. Melalui kasih karunia, manusia dimampukan untuk terlepas dari kutuk dosa. Melalui kasih karunia, kehendak bebas manusia dipulihkan sehingga dia bisa melawan dosa, memilih yang baik, dan MENGASIHI-NYA dengan kehendak bebasnya.

 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita
segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia,
(2 Petrus 1:3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebagai penutup:

You have true knowledge of God in God The Son
You have true love for God in God the Spirit
~ John Piper

Melalui Kristus, kita bisa MENGENAL-Nya
Melalui Roh Kudus, kita bisa MENGASIHI-Nya
Tidak ada yang lebih baik bagi manusia selain kedua hal itu

997e9bfe97c0747db8ec417930e74d71

Selamat Hari Pentakosta!
Selamat menikmati Kasih Allah!
Selamat membagikan Kasih Allah!

Tuhan Yesus memberkati

Jesus is the ONLY Way

“Bagaimana mungkin aku akan percaya kepada Tuhan, yang berpikiran begitu sempit dan dangkal, yang hanya menyediakan satu juru selamat untuk seisi dunia?”

“Bagaimana mungkin aku akan percaya bahwa Dia adalah Maha Pengasih kalau Dia hanya memberikan satu jalan kebenaran menuju hidup yang kekal?”

“Bagaimana mungkin aku akan menyebut Dia adil kalau hanya ada satu jalan yang Dia anggap benar?”

Siapakah Tuhan yang satu ini?
Siapakah Dia?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Banyak orang telah, sedang, dan akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut di dalam dirinya sendiri. Banyak orang akan bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak menyediakan lima, sepuluh atau seratus juru selamat? Mengapa Tuhan tidak memberikan kepada umat manusia seratus atau seribu agama yang berbeda yang mana semua itu Dia anggap benar?

Jika ada banyak jalan menuju Roma, mengapa hanya ada satu saja jalan menuju Sorga?
Tuhan macam apa yang berpikiran sesempit itu?
Tuhan macam apa yang hati-Nya sedangkal itu?

Dia tidak mengasihi
Dia tidak adil
Dia [bagi beberapa orang] tidak ADA

Jika engkau, adalah salah satu orang yang sedang bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan itu, izinkan aku mengajukan satu kasus ini kepadamu.


Seandainya Tuhan itu benar-benar ada…

Seandainya benar bahwa Tuhan itu ada dan Dia sempurna dalam kebenaran dan kesucian-Nya. Seandainya Tuhan itu penuh dengan kasih dan rahmat dan Dia menciptakan dunia ini. Kemudian di antara benda-benda angkasa yang begitu luar biasa yang telah diciptakan-Nya, Dia memilih satu tempat yaitu bumi untuk menjadi satu-satunya tempat di mana kehidupan akan berlangsung. Dan di dalam bumi itu, Dia menempatkan begitu banyak binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Dan seandainya, setelah Dia selesai dengan semua itu, sebagai puncak dari semua penciptaan yang Dia laksanakan, Dia menciptakan satu makhluk lagi, yang berbeda, yang istimewa, yang mencitrakan rupa dan gambar-Nya. Kemudian Dia menghembuskan nafas-Nya sendiri ke dalam makhluk itu sehingga makhluk itu hidup dan diberi-Nya nama, Manusia. Seandainya Dia merasa puas dengan segala hal yang Dia ciptakan dan menilai semua itu sungguh amat baik.

Dan seandainya Dia memberikan manusia itu kelebihan dibanding semua ciptaan yang lain. Seandainya Dia menganugerahkan kepada manusia itu kekuasaan atas dunia ini dan untuk merawatnya. Seandainya Dia menugaskan manusia itu untuk menjadi wakil-Nya, untuk memancarkan dan mencerminkan karakter-Nya yang suci dan benar di hadapan semua ciptaan yang lain. Dan seandainya Tuhan memberikan segala sesuatu yang manusia itu butuhkan, semuanya.

Dan seandainya Dia memberikan HANYA SATU larangan kepadanya, yakni supaya dia jangan sekali-kali memakan buah dari pohon terlarang. Dan seandainya Dia telah menegaskan kepada manusia itu bahwa apabila dia memakan buah tersebut maka ia pasti akan mati.

Dan seandainya manusia itu, manusia yang telah menerima segala hal yang dia butuhkan itu, manusia yang dianugerahi secara luar biasa itu, manusia yang hanya diberi satu larangan yang sangat jelas dan tidak berat itu, pada akhirnya tidak taat dan memakan buah itu. Dan jika manusia itu memberontak kepada Pencipta-Nya sedemikian rupa, apakah tidak adil apabila Dia membinasakan manusia durhaka tersebut? Bukankah Dia pantas untuk membunuh manusia itu sebab Dia sudah memperingatkan sebelumnya bahwa seandainya manusia itu memakan buah tersebut maka ia akan mati?

Akan tetapi…

Seandainya Tuhan itu sangat sabar dan Dia menatap manusia yang telah melawan-Nya itu dengan belas kasih. Kemudian hati-Nya tergerak melihat manusia itu, yang sedang kesusahan menutupi ketelanjangannya dengan daun pohon ara. Dan di dalam kasih setia-Nya kepada manusia itu, Dia berinisiatif.

Dia mengambil binatang yang ada di situ, dibunuh-Nya binatang yang Dia ciptakan itu, Dia tumpahkan darahnya, Dia ambil kulitnya, dan Dia jadikan pakaian untuk menutupi tubuh manusia yang sedang telanjang itu. Dia rela menjadi Pembunuh pertama di dalam dunia yang Dia ciptakan sungguh sangat baik itu, hanya demi manusia yang baru saja melanggar satu-satunya perintah-Nya.

Dan tidak hanya itu, Dia juga memutuskan untuk menyediakan jalan keselamatan bagi manusia itu dan Dia berjanji dan bersumpah atas nama-Nya sendiri bahwa Dia akan membebaskan manusia berdosa yang tidak tahu berterima kasih itu dari keadaannya yang tidak memiliki pengharapan. Dia akan memberikan jalan supaya manusia itu bisa kembali kepada-Nya dan hidup bersama dengan-Nya.

Dan seandainya manusia itu, beserta semua keturunannya, terus menerus melakukan dosa. Dan dengan kepedihan yang mendalam Dia berkata, “Semua hal yang telah Aku lakukan bagi mereka hingga saat ini telah mereka tolak. Oleh sebab itu, Aku akan mengutus Anak-Ku yang Kukasihi, Anak-Ku yang Tunggal, kepada orang-orang ini, orang-orang yang selalu menolak APAPUN yang telah Aku lakukan untuk mereka. Dan aku akan mengambil semua dosa yang melekat pada umat-Ku itu, kemudian Aku akan memindahkannya kepada Anak-Ku yang sama sekali tidak punya kesalahan supaya melalui Anak-Ku yang suci dan benar itulah, Aku akan mengampuni semua kesalahan mereka.”

Dan seandainya Dia mengutus Anak-Nya kepada orang-orang itu
Dan seandainya mereka membunuh Sang Anak…

Dan seandainya Tuhan yang melihat semua itu berkata:
“Setelah segala hal yang telah Kulakukan untukmu,
bahkan Anak-Ku sendiri telah Kuberikan untukmu,
kalian masih membunuh-Nya?

Kalian membunuh Anak-Ku yang Kukasihi?
Baiklah, TIDAK APA-APA…

Tetapi SATU SAJA hal yang Aku inginkan darimu, percayalah kepada Dia! Apabila kalian menaruh iman kalian kepada-Nya dan menghormati Dia sebagai Tuhan kalian, maka Aku akan mengampuni semua dosa dan pemberontakan yang kalian lakukan terhadap Aku dan terhadap Dia.

Dan Aku akan menganugerahkan kepada kalian hidup yang kekal, di mana tidak ada lagi kematian, tidak ada lagi penderitaan, tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi kejahatan, yang ada hanya kebahagiaan yang tidak akan pernah berkesudahan.

Semua hal itu akan Kuberikan untukmu, tapi syarat-Ku untuk semua itu hanya satu, hanya satu, terimalah Dia sebagai SATU-SATUnya Tuhan dan Juru Selamat yang telah mati untuk menggantikan kalian. Kalianlah yang seharusnya mati menanggung hukuman atas semua dosa yang kalian perbuat sendiri. Tak seorangpun yang pernah ada di bumi yang Aku ciptakan ini, bahkan para nabi sekalipun, yang sanggup mati untuk menebus dosa kalian. Hanya ada Satu Pribadi, yakni Anak-Ku, terimalah dan hormatilah Dia.

Hanya itu syarat dari-Ku dan itu tidak berat…”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagi setiap kita yang membaca pesan ini…
Seandainya Tuhan yang demikian benar-benar ada,
Apakah engkau berani untuk berdiri di hadapan-Nya di hari penghakiman dan berkata:
“Tuhan, apa yang Kau lakukan itu BELUM CUKUP!”

Apakah kau berani menatap wajah-Nya dan berkata:
“Tuhan, satu saja jalan keselamatan tidak cukup! Kau TIDAK ADIL!”

Teman-temanku yang terkasih, sungguh kukatakan ini padamu: Jangan sekali-kali kita berani menilai Dia tidak adil atau apa yang Dia lakukan belum cukup. Sesungguhnya, tak ada satupun manusia yang ada dunia ini, atau yang pernah ada di dunia ini, atau yang akan lahir ke dunia ini, yang namanya layak untuk diucapkan dalam satu hembusan nafas yang sama dengan nama Yesus Kristus. Tak satupun manusia yang layak dibanding-bandingkan dengan Dia, tak satupun. Tidak para raja, tidak para pemuka agama, tidak para pendiri agama, tidak para nabi, tidak seorangpun.

Mereka semua tidak sanggup menyelamatkan diri dengan kebaikan mereka sendiri sebab sesungguhnya mereka pun orang-orang berdosa. Mereka semua tidak pernah menyelamatkan siapapun, justru mereka semua membutuhkan Juru Selamat untuk menebus semua dosa yang telah mereka lakukan.

Yesus Kristus, Dialah Satu-Satunya Pribadi yang pernah hidup di dunia ini, yang tidak berdosa. Hanya Dialah, yang bisa dan layak menjadi Juru Selamat untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Hanya melalui Dialah pengampunan itu telah disediakan bagi kita. Hanya di dalam Dialah jalan keselamatan itu ada. Dan itu semua telah menjadi kesaksian-Nya:

Jesus is the ONLY Way

Jika Tuhan hanya memberikan satu Jalan Keselamatan dan satu Juru Selamat, bukankah itu justru berarti bahwa Dia sungguh amat baik? Dia tidak menyediakan jalan yang rumit, jalan yang tidak jelas, atau jalan yang terlalu banyak. Dia menyediakan satu jalan yang jelas, apa yang manusia butuhkan adalah bersedia mengambil jalan itu. Dia memberikan satu Juru Selamat, apa yang manusia perlu lakukan adalah percaya pada-Nya dan menerima-Nya. Jika Tuhan sedemikian baik, mengapa kita masih menyusahkan diri dan menuntut adanya jalan-jalan lain bahkan berusaha menciptakan jalan kita sendiri?

Dia hidup di dalam kesalehan yang sempurna dan Dia RELA MATI menerima hukuman yang seharusnya tidak Dia terima. Bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, dosa orang-orang itu akan ditanggungkan kepada Dia dan mereka tidak lagi dianggap bersalah. Bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, maka kebaikan dan kesalehan-Nya yang sempurna akan diberikan kepada mereka sehingga mereka akan dianggap sebagai orang-orang benar di mata Tuhan.

Tuhan sudah melakukan semua hal yang perlu untuk keselamatan manusia, mengapa kita masih berusaha mengandalkan kekuatan dan kebaikan diri sendiri untuk mengejar pahala-pahala, yang sebenarnya kita lakukan dengan pamrih, hanya supaya kita bisa mendapatkan pengampunan dosa dan sorga?

Dan untukmu, Kawan-kawanku terkasih
Dia sudah melakukan segalanya
Dia sudah memberikan semuanya

Akan tetapi…
Jika itu semua masih belum cukup bagimu
Jika itu semua begitu kecil, hina, dan rendah di matamu..
Maka pilih dan jalanilah jalanmu sendiri!

Ketahuilah, Tuhan yang demikian sungguh-sungguh ada.
Dan Dia telah menyediakan SATU-SATUnya Jalan Keselamatan, yaitu Yesus Kristus.
Pilihlah Jalan itu atau kau akan binasa.

Salam Sejahtera
Tuhan memberkati

~ Terinspirasi dari khotbah R. C. Sproul