Persembahkanlah Uangmu kepada Tuhan

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku,
dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi,
dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.

(Matius 10:49-42)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Firman Tuhan Yesus di atas berbicara tentang bagaimana kita menyambut hamba-hamba Tuhan yang sedang menjalankan pelayanannya. Bentuk penyambutan yang dapat kita berikan tentu banyak macamnya. Namun, apa yang ingin dibagikan dalam bagian ini adalah bagaimana kita menyambut para pelayan Tuhan dan mendukung pelayanan yang mereka kerjakan dengan uang yang kita miliki.

Kita tahu dua hal yang pasti:

  1. Para pelayan Tuhan membutuhkan uang untuk melaksanakan pelayanan mereka dengan efektif.
  2. Uang yang kita miliki berasal dari Tuhan.

Kesimpulan apa yang dapat dipetik dari dua hal di atas?

Ya, Tuhan mengundang kita untuk mengambil bagian di dalam pelayanan-Nya dengan cara mempersembahkan sebagian uang yang telah kita terima dari Allah untuk mendukung para pelayan Tuhan di dalam mengerjakan tugas pelayanannya.

Orang bijaksana tahu bahwa semua uang mereka adalah milik Tuhan (John Piper). Semoga kita tidak hanya sadar bahwa segala harta yang kita miliki adalah milik kepunyaan Allah, tetapi juga dimampukan oleh Roh Kudus untuk bermurah hati dan berlimpah ucapan syukur sehingga kita rela mempersembahkan harta dan uang yang kita miliki, dalam jumlah yang sepatutnya, demi pekerjaan-Nya di dalam dunia ini.

Segala kemuliaan hanyalah bagi Allah.
Amin

Advertisements

Nyanyian Pengajaran

Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
(Mazmur 47:8)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Allah memerintahkan umat-Nya untuk bernyanyi, tetapi bukan sekadar bernyanyi, melainkan “bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran.”

Musik dan lagu adalah dua hal yang sangat baik bagi jiwa,
namun musik dan lagu yang paling baik di atas segalanya adalah “nyanyian pengajaran”.

Dan dari manakah nyanyian pengajaran bersumber?
Dari hati dan pikiran yang diisi oleh Firman Allah.

Segala kemuliaan hanya bagi Dia.
Amin

Enyahlah Iblis!

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya:
“Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu!
Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus:
Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,
sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,
melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

(Matius 16:21-23)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jika Anda menyimpang dari Wahyu, dari kehendak Allah di dalam Wahyu, Anda telah masuk ke dalam wilayah Kerajaan Setan. Setiap penyimpangan dari kebenaran Kitab Suci berasal dari Iblis.

Anda tunduk pada firman Tuhan atau Anda mengerjakan pekerjaan Setan. Siapapun yang beranjak dari pewahyuan kehendak Tuhan, mengambil bagian di sisi Iblis.

(John MacArthur)

Iman dan Berkat

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram:

“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
(Kejadian 12:1-3)

Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
(Galatia 3:7)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apabila diambil intisarinya, maka janji TUHAN kepada Abraham dapat disimpulkan menjadi dua hal:

  • Aku akan memberkati engkau, dan
  • Aku akan menjadikanmu berkat bagi banyak orang.

Abraham adalah bapa orang beriman (Galatia 3:7). Dengan demikian, setiap orang Kristen, yang adalah anak-anak Abraham, yakni orang-orang yang memiliki iman, akan menunjukkan karakteristik iman yang sejati yang ada pada Abraham.

Dan seperti apakah iman yang sejati itu? Iman yang sejati tidak hanya berbicara tentang percaya kepada Allah atau percaya bahwa Allah akan memberkati. Iman yang sejati juga adalah iman yang bekerja secara aktif (Yakobus 2:17, Galatia 5:6). Hanya dengan bekerjalah iman membuat seseorang menjadi berkat bagi banyak orang.

Oh Tuhan, tumbuhkanlah di dalam hati kami iman yang percaya kepada Engkau dan bekerja bagi Engkau untuk orang lain.

Oh Tuhan, mekarkanlah di dalam hidup kami iman yang menjadi wadah untuk menerima berkat dari-Mu serta menjadi saluran yang meneruskan berkat-Mu kepada orang lain.

Demi kemuliaan Kristus, yang adalah Sumber Iman kami (Ibrani 12:2).
Amin

Penjajah Paling Kejam

Dahulu memang kamu hamba dosa…
(Roma 6:17)

Kata Yesus kepada mereka:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”
(Yohanes 8:34)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dosa adalah penjajah paling kejam, paling kuat, dan paling tekun. Ia tidak pernah membiarkan orang-orang yang dijajahnya beristirahat melainkan ia akan selalu memperbudak mereka. Ia tidak akan pernah melepaskan mereka dan tidak akan membiarkan mereka mampu melarikan diri. Semua yang ia jajah, ia pastikan akan mati Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
(Efesus 2:1)

Tetapi sekuat-kuatnya dosa menjajah, ada Satu yang lebih kuat darinya. Ketika Ia menyelamatkan yang tertindas, melepas yang terbelenggu, merawat yang tersakiti, memberi minum yang kehausan, memberi makan yang lapar, mencelikkan yang buta, dan membangkitkan yang mati, tak ada satupun yang dapat dilakukan oleh dosa untuk menghentikan-Nya. Ia tidak berdaya di hadapan-Nya sebab Dia adalah Sang Juruselamat yang Mahakuasa.

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.
(Yohanes 8:36)

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
(Matius 1:21)

Oh, Tuhan Yesus, selamatkanlah kami dari belenggu dosa kami.
Dengarlah seru dosa kami.

(John Owen)

Amin

Jalan untuk Mengenal Allah

Kita tidak dapat mengenal Allah di luar dari apa yang Ia wahyukan tentang diri-Nya kepada kita melalui firman-Nya. Kita tidak dapat berkomunikasi dengan-Nya di luar kendaraan doa yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita tidak dapat merasakan persekutuan yang penuh dengan-Nya terpisah dari persekutuan dengan umat-Nya.

Kita harus mengenal Dia dan itu hanya mungkin melalui akses yang rutin kepada Kitab Suci, doa, dan penyembahan.

~ Josh Squires ~

Penciptaan Dunia dan Kelahiran Baru

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Bumi belum berbentuk dan kosong;
gelap gulita menutupi samudera raya,

dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
(Kejadian 1:1-4)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pada firman ini, Musa, di bawah tuntunan Roh Kudus, menulis tentang penciptaan dunia ini. Musa mencatat bahwa pada mulanya, bumi belum memiliki bentuk yang jelas serta kosong. Tidak ada sumber terang yang menyinari dunia sehingga seisi jagad raya diselimuti oleh kegelapan.

Dan di saat Allah hendak membentuk bumi dan menata seluruh antariksa, Roh Allah bekerja. Allah kemudian berfirman, “Jadilah terang!”, maka terang yang berasal dari Allah sendiri bergerak ke segala arah dan menerangi alam semesta. Allah melihat bahwa terang itu baik kemudian dipisahkan-Nyalah terang dari kegelapan.

Itu adalah sejarah bagaimana Allah menciptakan jagad raya ini. Namun, dari kacamata Firman Allah, kita dapat melihat kemiripan cara kerja Allah menciptakan dunia ini dengan cara-Nya bekerja untuk melahirkan seseorang kembali menjadi manusia baru.

Sebelum Allah melahirbarukan seseorang, orang itu adalah orang yang mati di dalam dosa-dosanya (Efesus 2:1). Seluarbiasa apapun hidup yang dijalani oleh orang itu dari kacamata dunia, hidupnya adalah hidup yang tidak berbentuk dan kosong dari kacamata rohani. Seindah apapun hidup yang dialami oleh orang yang demikian, hidupnya adalah kegelapan (Efesus 5:8). Keadaan orang yang belum diselamatkan oleh Allah sama dengan keadaan bumi sebelum Allah menatanya: tidak berbentuk, kosong, dan gelap gulita.

Namun, ketika Allah hendak menyatakan kasih-Nya dan menyelamatkan orang tersebut, maka Ia mengutus Roh-Nya untuk bekerja (Yehezkiel 36:26). Roh Kudus pun menjamah orang itu untuk menganugerahkannya kelahiran baru (Yohanes 3:3 & 8).

Roh Kudus bekerja sebagaimana Ia pernah bekerja di dalam penciptaan alam semesta. Melalui Roh Kudus, Allah berfirman, “Datanglah Terang!” dan Terang itupun datang ke dalam hati orang tersebut. Terang itu bercahaya dan menyingkirkan kegelapan dari hati orang tersebut dan kegelapan itu tidak menguasainya (Yohanes 1:5).

Terang itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana penciptaan dunia diawali dengan datangnya terang, hidup yang sejati selalu diawali dengan kehadiran Tuhan Yesus Kristus. Dialah yang menata hidup manusia yang semula tidak berbentuk dan memberinya tujuan hidup yang sejati. Dialah yang mengisi hati manusia yang semula kosong dan mengisinya dengan Sang Air Hidup (Yohanes 4:10, 7:38). Dialah yang menerangi hati manusia yang awalnya gelap gulita dengan terang-Nya yang ajaib (1  Petrus 2:9).

“Allah melihat terang itu baik… ”
Ya, Tuhan Yesus itu baik, bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya (Mazmur 118:1).

“… lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.”
Ya, barangsiapa mengikut Dia, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yohanes 8:12). Ia tidak akan berjalan menuju kegelapan, melainkan sebagaimana perkataan Tuhan Yesus Kristus:

“ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
(Yohanes 3:21)

Orang yang telah diselamatkan akan selalu datang kepada terang supaya menjadi nyata di hadapan semua orang bahwa setiap perbuatan baik yang ia kerjakan dilakukannya menurut kehendak Allah dan dengan kekuatan Allah (Filipi 2:13). Dengan demikian, bukanlah dia yang akan mendapat kemuliaan, melainkan Bapa di sorgalah yang menerima pujian, hormat, dan kemuliaan (Matius 5:16).

Segala kemuliaan hanyalah bagi Allah, dan bagi Kristus, dan bagi Roh Kudus. Amin.